
Banyak hal yang terlewati, kecuali nasib percintaan Farid yang masih gitu-gitu aja sama Nova. ternyata meraih cinta bocil lebih susah daripada meraih posisi di pekerjaan. Karena tanpa disangka, pak gGlang menaikkan jabatan Farid untuk berada di level kepala divisi yang dulu sempat diduduki Raksa.
Sedangkan Raksa belum bisa bekerja sebelum menyelesaikan tugas utamanya buat jagain Kalin yang masih aktif kuliah. Mungkin terkesan mendadak, tapi Raksa bisa memahami apa yang dipikirkan pak Galang. Begitu ketemu pujaan hatinya, pak Galang pulang dengan memboyong serta Athalia dan juga ibunya, neneknya Kalin.
Raksa dan Kalin yang udah lebih dulu berpengalaman dalam urusan nikah dadakan pun, mengambil bagian penting dalam urusan pernikahan mantan bos Raksa.
Tante Athalia pun ngerasa kalau semua ini seperti mimpi, dia bisa duduk bersanding dengan orang yang sudah 2 dekade hilang dari hidupnya, dan kini dengan restu Allah, pak Galang bisa mempersunting tante Atha.
'Apa Tania udah tau ya?' batin Raksa yang seketika ngeliat Farid, seketika inget Tania.
Pernikahan yang hanya dihadiri keluarga inti dan teman dekat pun berlangsung sangat hikmat. Bertempat di sebuah ballroom hotel yang sangat megah, acara ijab qobul pak Galang pun terdengar sangat hikmat. Nenek Galuh yang merupakan ibu sambung dari bunda Lia dan juga tante Atha pun nggak kalah terharunya.
"Akhirnya kita bisa melihat anak-anak kita hidup bahagia ya, Luh?" ucap Oma Nilam.
"Iya, dan akhirnya aku bisa tenang karena sudah menyampaikan rahasia besar ini. Jika suatu saat aku pergi dari dunia ini, aku bisa beristirahat dengan tenang!"
"Jangan bicara seperti itu! jangan bicara kematian di situasi bahagia seperti ini," kata kakek Dewangga.
Oma Nilam melihat mantan suaminya itu sangat menyayangi nenek Galuh. Perpisahan antara Oma Nilam dan juga Kakek Dewangga terjadi saat kedua anak mereka masih kecil. Emosi yang masih labil dan ego yang sangat tinggi membuat Oma Nilam dan juga kakek Dewangga yang sama-sama keras pun akhirnya nggak bisa mempertahankan keutuhan rumah tangganya. Namun, balik lagi karena laki-laki nggak bisa hidup sendiri, akhirnya dia menjalin hubungan dengan nenek Galuh. Waktu itu kedua anak ikut kakek Dewangga sampai tante Atha berusia 18 tahun, setelah tante Atha sakit-sakitan, dia dibawa Oma Nilam ke luar negeri. Dan setelah membuat berita yang sangat mengagetkan, akhirnya setelah 20 tahun mereka hidup tanpa Athalia.
"Terima kasih Galuh, kamu sudah menyayangi Emelia seperti anak kamu sendiri," ucap Nilam.
"Kamu beruntung Dewa, memiliki Galuh! dia bisa tahan dengan sikapmu itu berpuluh-puluh tahun!" lanjut oma Nilam yang sudah berdamai dengan masa lalunya dan menerima Galuh sebagai orang penting yang menjaga anaknya.
"Jangan mulai kamu, Nilam?!" kata kakek Dewangga.
"Aku hampir tidak memaafkanmu karena sudah memberikan berita bohong!" kakek Dewangga memperingati oma Nilam yang suka ceplas-ceplos nggak ada saringannya. dan sifatnya itu nurun kepada Kalin. kakek Dewangga saja geleng-geleng kepala kalau melihat kelauan cucu perempuannya itu. Tapi meskipun sifatnya yang bagaikan foto copy neneknya, tapi untukmasalah otak dia menuruni ayah Diki yang dibilang cerdas dan berkemauan keras.
"Oh ya, mana bagus? jangan bilang dia nggak dateng di acara penting seperti ini?!!" Oma Nilam bertanya pada nenek Galuh.
"Halah, kayak kamu hadir di setiap acara penting saja!"
"Sebenarnya suamimu ini masih menaruh dendam padaku, Galuh! ucapannya makin kesini makin pedas saja," sindir Oma Nilam.
"Aku sudah memberitahunya, tapi entahlah sampai saat ini dia belum datang. Mungkin ada kendala di luar," ucap nenek Galuh.
__ADS_1
Farid yang masih usaha, masih tetep nempel terus sama Nova.
"Mau ini nggak, Nov?" tanya Farid pada adik dari sahabatnya.
"Nggak mau!" ucap Nova yang masih mengabaikan Farid.
"Nov? kok kamu masih marah mulu sih sama gue? dari villa sampe tante kamu nikah, lo ngambek mulu sama gue? gue udah minta maaf lo, ya?" Farid masih ngekorin Nova yang masih keliling, cek cek ini rendang apa lengkuas. Sampe segitunya Nova saking gabutnya biar Farid jenuh ngekorin dia.
Nova berbalik, ngeliatin farid dengan sinis.
"Kan gue hilaf, nov! gue udah jadi kepala divisi loh, sekarang. Jangan nyesel kalau---"
"Bodo amat!" kata Nova.
"Kok bodo amat sih? iya iya gue minta maaf lho. Gue minta maaf nih sama Kalin..." kata Farid yang pegang minuman soda yang dicampur sama buah.
"Jajan seblak, yuk? mendingan juga makan seblak setan, ada loh warung seblak baru!"
"Dimana?" tanya Nova.
"A-da, di ... ehm, ada gue udah tau tempatnya!" ucap Farid.
"Ijin ibu dulu!" ucap Nova yang jalan duluan di depan pria yang menjadi sahabat abangnya sendiri.
Meskipun aneh, tapi Farid bersyukur karena pada akhirnya seblak lah yang menolongnya dari ngambeknya Nova.
Disisi lain ada Kalin yang udah selese foto-foto nggak jauh beda sama Nova yang gabut ngabsenin makanan, si kalin juga. emang mereka seklop itu.
"Kok marah sih?" ucap Raksa.
"Tauk ah!" ucap Kalin yang ngambil makanan dan minuman yang sengaja Raksa ambil buat Kalin minum nanti.
"Kalin!"
"Apa, sih?" Kalin kesel.
__ADS_1
"Kok marah sih?"
"Ya marah lah! kan gara-gara kamu aku jadi telat tadi,"
"Perut aku mules, Kalin! nggak lucu lah aku bolak balik ke toilet!"
"Iya, tapi kamu tuh mulesnya diwaktu yang nggak tepat!"
"Ya mana ada sih mules disaat yang ditentuin? aneh banget kamu!" kata Raksa.
"Tapi kan sebelum itu, aku yang udah make up kamu tam tium, jadi berantakan semua. jadinya tuh udah telat malah tambah telat karena kamu mules dan keluarnya lama abanget dari toilet!' Kalin dengan menahan emosinya.
"Ya siapa suruh cantik! kan aku jadi pengen ngusel terus sama kamu, Kalin!" balas Raksa, berharap istrinya mau memaafkannya dan mereka makan dengan tenang.
"Udah dong, tadi kan udah sempet liat juga ijab qobulnya!" Raksa ngasih yang menaruh minuman buat Kalin di meja.
"Iya tapi kan. Udah ah, males bahasnya!" kata Kalin.
'Astagaaaa, cewek kalau udah ngambek ngalah-ngalahin singa laper! ngeri banget gue!' Raksa dalam batinnya.
"Udah dong, jangan marah-marah terus! malam ini jangan tidur di kamar Nova, ya? ntar aku kesepian..." ucap Raksa.
"Nggak kok. Aku nggak tidur di kamar Nova, tapi di kamar bunda!"
"Bunda? emang kita mau nginep di rumah kamu?" tanya Raksa.
"Loh? ini Kalin bukan?" tanya seorang pria ber jas berwarna biru, dia menghampiri meja Kalin dan Raksa.
Kalin mendongak, "Iya?"
Pria itu tersenyum, "Wah sudah lama nggak ketemu, ya?" ucapnya yang kemudian disambut dengan Kalin yang berdiri dan cipika cipiki sama tuh laki-laki.
"Om Bagus? kapan datengnya, Om?"
Raksa yang nggak tau siapa pria yang dekat dengan istrinya lalu menjauhkan Kalin dari pria itu, "Maaf, ini istri saya!" ucap Raksa dengan tatapan yang menusuk.
__ADS_1