
Kalin dan Nova berangkat menuju mall, mereka nggak tau kalau mereka diikuti sebuah mobil berwarna merah.
"Lin?" panggil Nova, dia melirik ke arah kaca spionnya.
"Kenapa?"
"Lo ngerasa nggak sih kalau kita kayak diikutin gitu?" tanya Nova, dia nggak mau suudzon sendirian.
"Perasaan lo aja kali," Kalin yang masih inget aja foto dia sama Raksa.
Sedangkan Nova yang tau kalau temennya ini cengar-cengir sendirian pun, hanya bisa manyun.
"Enak ya yang punya pasangan? bahagia banget kayaknya yaaa?" sindir Nova.
"Bahagia gimana coba? lebay banget lo jadi orang! haus nih gue. Kita mau kemana sih? perasaan kita udah ngelewatin mall, lo main gas aja daritadi!"
"Nggak tau juga gue, kayaknya gue pernah liat itu mobil tapi dimana gitu. Gue jadi nggak fokus, Lin! Ini gue mau puter balik!" kata Nova.
"Yang fokus dong, Nov! gue nggak mau ya kita celaka di jalan raya!" Kalin ngingetin.
"Iya iyaa tunangan abang gueeee! lo nggak usah khawatir, lo pasti aman ngebonceng gue,"
"Gue ogah dorong motor l;o lagi, Nov!"
"Ya elah, sekali doang mogok! itu juga karena ban gue bocor! ini mah udah diganti bannya. Masa iya bocor lagi?" ucap Nova, matanya sesekali ngeliatin mobil yang menjaga jarak dengan motornya.
Sedangkan Kalin kayaknya kurang peduli dengan hal yang dikhawatirkan Nova saat ini. Dia mencoba menghubungi seseorang.
"Bang? lo dimana? gue lagi butuh bantuan. Kayaknya gue diikutin seseorang!" Nova menelepon seseorang.
"Novaaa! kamu lagi nyetir! jangan telpon-telponan!" ucap Kalin.
"Ya ampun si Kaliiin!" Nova berdecak kesal.
__ADS_1
"Gue ada di mall XX, gue tunggu di food court!" kata nova lalu mengakhiri panggilan itu.
Dia taruh hapenya di saku vespanya, "Lo polos apa bego sih, Lin? jelas-jelas kita diikutin! Gue emang sengaja muter-muter, biar gue bisa ngasih tau bang Farid!" ucap Nova lirih.
Akhirnya motor Nova masuk ke parkiran mall. dia sengaja parkir di parkiran luar.
"Tumben disini?" tanya kalin. Langit mendung, biasanya Nova akan milih parkiran di basement. Terlalu sayang sama motornya kalau sampai kehujanan
"Nggak apa-apa, males gue! enakan disini, bisa langsung masuk kesana!" ucap Nova yang lepas helmnya, dia naikin nsatu sudut bibirnya saat si mobil merah mau nggak mau masuk basement.
"Yuk?" Nova ngajak Kalin pergi, sebelumnya dia sarungin dulu helmnya pakai sarung hem anti air, sementara satu hemnya dia masukin ke bagasi motornya.
Nova menggandeng Kalin masuk, Kalin yang digandeng cukup antusias saat ngeliat toko buku.
"Kesana, Yuk?" ucap Kalin.
"Tapi gue laper!" Nova mengusap perutnya.
"Laper? lo belum makan?"
"Tapi gue pengen liat kesana dulu, bentar deh, Nov!" Kalin menyeret Nova buat ikut sama dia.
Padahal Nova udah janjian sama Farid yang sebenernya baru seleaai periksa di rumah sakit. Tapi denger ada mobil merah yang ikutin Nova, Farid jadi curiga kalau itu mobilnya Rahmi.
"Gue minum obat dulu kayanya!" Farid yang udah mendingan, huka roti dan dia lanjut minum obat.
Pria itu udah sampai duluan di mall, karena kebetulan banget mobilbya pas ditelpon Nova, udah deket sama mall tempat mereka janjian.
"Mana si Nova? lama amat kayak keong?!" keluh Farid, badannya nggreges banget rasanya.
Sementara di toko buku, Kalin sibuk milih buku-buku bacaan berat yang Nova aja baca sampulnya udah ogah banget, apalagi baca dalemnya. Bisa migrain seketika.
"Masih lama, Lin?" tanya Nova.
__ADS_1
"Bentar lagi, Nov..." Kalin lagi baca ikhtisar buku itu.
"Ini loh tentang sejarah kekaisaran romawi kuno!" kata Kalin.
"Cinta lo yang kuno! udah yuk?"
"Bentar dulu, ini aku mau beli yang ini juga!" Kalin malah ambil satu buku lagi.
"Ambil terus bayar, Lin! bacanya di rumah aja, baca disini ntar mata lo rusak! cahayanya terang banget, sampai-sampai pori-pori kulit kita keliatan semua!" Nova narik Kalin, dia bawain buku yang niatnya Kalin mau beli
"Ini semua, Mbak!" Nova taruh tiga buku di meja kasir.
"Astagaaa, bacaan lo bikin gue stresa, Lin!" Nova nyeletuk.
Sedangkan Kalin hanya ketawa kecil, dia nyari dompet dan membayar buku yang udah mebarik hatinya.
"Kita ke atas!" Nova segera menarik Kalin keluar dari toko buku, jangan sampai Kalin ngeliat buku yang dia suka, bisa terpantau satu abad mereka di dalem sini.
"Nova pelan-pelan?! lo kayak dikejar setan tau, nggak?!" Kalin protes saat Nova kayak orang yang buru-buru banget.
"Demi lo sama gue, Lin!" ucap Nova.
Kalin cuma gelengin kepala, "Aneh banget nih bocah!"
Sedangkan nova membawa Kalin menuju lantai food court, dia melihat ke segala penjuru.
"Nah itu dia!" ucap Nova menunjuk ke sebuah meja.
"Baaaang?!" Nova melambaikan tangannya.
"Farid?" gumam Kalin, dia nggak tau kenapa Nova secepat utu mengenali Farid padahal jarak mereka cukup jauh.
"Jangan-jangan Nova ngajak gue kesini buat nemenin dia kencan sama temen abangnya?!" gumam Kalin.
__ADS_1
"Gue nggak kencan! gue bantuin lo!" sahut Nova yang mendengar ucapan Kalin.