Pacarku Mata Duitan

Pacarku Mata Duitan
Athalia


__ADS_3

Bunda Lia yakin kalau pak Galang itu berbuat demikian karena merasa kecewa di masa lalunya. Dia nggak punya kekuatan buat melawan rasa kecewa itu dan membiarkan dendam menguasai dirinya.


Sekarang bunda dan ayah Diki, pergi ke suatu negara yang terkenal dengan K-pop nya.


Ayah udah bilang tujuan mereka datang kesana buat apa. Dan bunda yang mengetahui hal yang sangat mengejutkan itu, tentu harap-harap cemas menantikan dirinya yang bakal mengunjungi sebuah apartemen di kawasan Gangnam.


"Kenapa?" tanya ayah.


"Nggak apa-apa, aku hanya deg-degan!"


"Mungkin itu yang dirasakan Athalia juga," ucap ayah Diki.


Sesuai alamat yang diberikan, mereka pun menyambangi sebuah unit yang diyakini sebagai tempat tinggal dari kakak bundanya Kalin.


Ting tong!


Ceklek!


Dan seketika seseorang muncul dari balik pintu orang yang sama persis dengan bunda Lia.


"Athalia?" bunda Lia tanpa basa-basi memeluk saudara kembarnya. Dia nubruk Athalia yang berdiri hampir hilang keseimbangan.


Bunda Lia nangis, terisak. Dia segitu kangennya dengan tante Athalia yang udah dia kira meninggal dunia. Baru kemarin pas tiket pesawat udah di tangan, baru dia diceritain kalau saudara kembarnya itu sebenernya masih hidup.


"Thaaa, ternyata bener kamu masih hidup? kenapa kamu bohongin kita semua? hem? jahat banget kamu, tha!" ucap bunda Lia.


"Bun? mending masuk dulu, Bun? takut tetangga yang lainnya keganggu,"ucap ayah Diki.


Bunda Lia melepaskan tante Athalia dan membiarkan ayah diki buat nutup pintu. Berbeda dengan bunda lIa yang nangis sesenggukan, tante Athalia malah tersenyum dan bilang kalau dia senang bisa ketemu lagi sama bunda Lia.


"Kamu..." ucapnya lirih.


Bunda lia mengajak tante Atha buat duduk, padahal itu kan rumahnya tante Atha tapi bunda Lia yang malah nyuruh dia buat duduk sambil ngomong enam mata.


"Akhirnya aku bisa ketemu lagi sama kamu, Lia..." ucapnya dan mereka lanjut peluk-pelukan dan nangis bareng.


"Kamu kok jahat banget, tha? kenapa kamu bohongin kita semua, kenapa kamu pergi tiba-tiba?"

__ADS_1


"Aku cuma takut kalian sedih. Aku harus ikut mama, aku juga kasian sama dia yang hidup sendirian..." kata Atha.


"Terus dimana, mama? dimana mama?"


Tante Atha senyum lagi, "Ada. tapi lagi istirahat..." ucapnya setengah berbisik.


Bunda Lia berspekulasi kalau ibu kandungnya itu lagi sakit, makanya kakaknya bicara dengan setengah berbisik. Bunda Lia pun mengangguk paham. Disitu tante Atha cerita mengenai dia yang harus berobat dan mengalami kondisi yang drop. Dan sampai pada pembicaraan soal pak Galang.


"Maaf ya, kalau aku ngomong kayak gini, tapi aku kira kamu bakalan nikah sama Galang, Lia..." ucap tante Atha.


"Aku nggak mungkin menikahi orang yang nggak aku cintai, Tha. karena dia juga nggak mencintai aku, dia mencintai kamu..." ucap bunda Lia.


Ceklek!


Tiba-tiba ayah diki membuka pintu. Disana ada pak Galang.


"Galang?" mata tante Atha membulat, dia hampir nggak percaya dengan sosok yang berada di hadapannya ini.


"Athalia..." ucap pak Galang lirih. matanya memerah, ada air mata yang siap terjun.


"Kalian disini saja, aku akan bicara dengan Athalia di luar..." ucap pak Galang.


"Mama dimana, Tha?" tanya bunda Lia.


Tante Athalia mengajak bunda Lia ke kamar ibunya yang udah keliatan tua. Dia lagi istirahat dengan ruangan yang dinyalakan lampunya.


"Pergilah, aku akan menjaga mama!" kata bunda Lia.


"Tapi..."


"Kamu sudah menghilang selama 20 tahun, Tha! Kamu sudah melukai hati banyak orang yang sayang sama kamu termasuk Galang yang sengaja aku putusin karena aku yang nggak bisa terus-terusan berpura-pura menjadi kamu. Sekarang, waktunya kamu menjelaskan semuanya, Tha..." ucap bunda Lia.


Dan akhirnya tante Atha menutup kembali pintu kamar mamanya dan kembali ke ruang tamu. Antara ragu dan bingung harus gimana, tapi dengan sigap pak Galang meraih tangannya dan bilang kalau mereka akan pergi sebentar.


Mereka naik  taksi dan pergi ke suatu tempat, semacam kafe.


"Aku kira mereka berdua membohongiku soal kalian saudara kembar! kenapa kamu menyembunyikan hal sebesar itu sama aku, Athalia?" tanya pak Galang.

__ADS_1


"Aku ini sakit, Lang! seharusnya emang dari awal aku nggak seharusnya menerima kamu. Karena aku tau kondisiku seperti apa,"


"Lalu kenapa kamu pergi dan membuat aku hilang arah seperti ini?" kamu tau? aku kira Emila itu kamu, dan aku hampir saja merusak seseorang yang---"


"Arrghhh!" pak Galang memegang kepalanya, dia begitu malu dengan tindakannya yang terlampau jahat pada Diki.


"Kenapa? bukannya kamu bisa melanjutkan hidupmu sendiri, Galang..."


"Itu menurut siapa? menurut kamu?" ucap pak Galang.


"Kamu itu wanita yang sangat egois!"


"Maka tinggalkan wanita egois itu. Wanita egois yang meninggalkan kamu 20 tahun yang lalu," ucap Athalia.


"Ya, wanita yang pantas untuk dihukum karena kekejamannya terhadap seorang pria yang sangat mencintainya!"


"Aku akan menghukum kamu dengan cara hidup bersamaku dan kamu nggak pernah bisa lari lagi dari jangkauanku, Athalia!"


Tante Atha tertawa, "Jangan bercanda! kamu boleh menghukumku dengan cara apapun, tapi tidak dengan menjadi istri kedua! aku masih waras, Galang!"


"Siapa bilang aku akan menjadikan kamu istri yang kedua? bahkan aku belum pernah menikah dan mempunyai istri!"


"Jangan bercanda, Galang!"


"Kamu kira wajahku sedang bercanda? lihat aku baik-baik, Athalia!" ucap pak Galang dengan sorot mata yang tajam.


"Nggak mungkin!"


"Nggak mungkin buatmu bukan berarti nggak mungkin buatku. Bahkan kehadiranmu hari ini juga diluar perkiraanku, Athalia!" ucapnya.


"Tapi aku nggak bisa. Aku nggak bisa..."


"Kenapa? kenapa nggak bisa? apa  kamu akan menghilang lagi setelah kembali datang kepada kami?"


"Rumah tangga macam apa yang akan kita jalani? aku nggak akan bisa memberimu keturunan! ini terlalu cepat! kita bahkan baru ketemu..."


"Aku nggak butuh anak! aku hanya butuh kamu! aku hanya butuh menghabiskan sisa waktu yang aku punya hanya dengan kamu!" ucap pak Galang serius.

__ADS_1


__ADS_2