
Loh kok kamu tanya warna kesukaan istri saya? buat apa? jangan bilang kalau kamu suka!
Balesan pak Tomi bikin Kalin ngakak. Ya, Raksa nunjukin sama Kalin balesan WA dari bosnya itu, dan Kalin nggak bisa nahan buat nggak ketawa.
Ekspresi natural dari Kalin bikin Raksa tertegun sesaat. Dia ngeliat kalau gadis SMA yang bikin dunianya krojotan kok sekarang keliatan cantik dan menggemaskan.
Raksa langsung gelengin kepala, ngusir pikirannya yang secara alam bawah sadar memuji kecantikan alami yang Kalin miliki.
"Bos lo tuh aneh banget! hahahha," Kalin nggak habis pikir sama bos tunangannya itu yang ngira kalau Raksa suka sama istrinya, perkara nanya warna favorit.
Raksa pun ngebales WA nya pak Tomi.
Kan bapak yang bilang minta dibantuin bikin makan malam romantis? gimana sih, Pak? saya nanya warna favorit istri bapak, biar dekorasi nya sesuai sama seleranya istri bapak. Bukannya saya naksir! istri bapak aja saya nggak tau kayak gimana!
Habis raksa Wa kayak gitu, pak Tomi nelpon buat ngasih tau tuh apa-apa yang disukai uatrinya. Dia juga minta nomor rekening Raksa, katanya biar dia transfer duit buat segala keperluan acara surprise buat istrinya.
"Udah nih!" ucap Raksa, yang baru aja ngecek kalau saldonya udah bertambah.
"Ya udah, kita liat-liat perhiasan aja di mall ini. Di bawah kayaknya ada store diamond. Kita kesana aja, karena biasanya wanita dewasa lebih suka hal yang berbau kemilau dan investasi plus bisa dipamerin!" ide Kalin.
"Bagus juga ide lo! gas lah kesana," Raksa gandeng bocil menyebalkan itu buat turun ke bawah.
Pak Tomi yang galaknya begitu tapi, soal kasih surprise, dia minta yang paling spesial. Pokoknya dia udah nggak tahan dicuekin berhari-hari.
Dalam benak Raksa, nggak salah nih dia bela-belain dateng kesini buat nemuin Nova dan Kalin. Kebetulan Nova udah balik, jadi dia bisa leluasa menekan Kalin supaya mau ngebantuin dia.
Dan ya, sekarang urusannya jadi lebih mudah. Karena Kalin lagi milih barang berharga itu di etalase yang bikin laper mata.
__ADS_1
"Berapa ukuran cincin istrinya pak Tomi?" Kalin tanpa mengalihkan pandangannya.
"Bentar, gue tanya lagi!" Raksa pun kembali menghubungi pak Tomi. Untungnya pak Tomi masuh inget tuh berapa size cincin istrinya. Bukan karena termasuk dalam golongan cowok yang perhatian sampai inget hal sedetail itu. Tapi karena dia sempet nyatet, segala sesuatu yang berhubungan dengan istrinya ini.
Raksa ngelitin Kalin yang sibuk milih cincin, 'Semua cewek kalau dekat benda yang berkilau, pasti akan ikutan berkilau juga,' batinnya
Setelah dapet cincin, mereka pun pergi darisana.
"Lalu apalagi?" tanya Raksa.
"Booking restorannya!"
Kalin yang dimintain tolong nyatanya mau membantu Raksa tanpa ada niatan kabur. Raksa yang ngeboncengin bocah yang masih setia dengan seragam sekolahnya pun tersenyum tipis.
'Jangan gue mulu yang lo repotin!' batin pria itu.
Nova diminta sama bunda dan ibunya kalau, sebelum Nova mau lepas dari agen tabung gas elpiji, eh maksudnya lepas dari agen mata-mata, ibu sama bunda Lia minta kalau temuin itu Kalin sama Raksa. Biar mereka perdana jalan berdua sebagai tunangan.
Emangg 'puuffftt' diluar nalar manusia banget emang permintaannya bunda sama ibuk. Nova pun hanya bisa menurut dan beberapa kali ngarahin kameranya dan ngirimin foto Raksa dan Kalin yang duduk berdua di sebuah kedai minuman yang ada di mall itu.
Setelah dapat yang ibunya inginkan. Nova segera mengirim chat WA pada grup tersembunyi yang disana nggak ada Raksa dan Kalin.
Sudah ya nyonya-nyonya! mereka lagi jalan berdua, Nova mau pulang.
Nova memberikan bukti foto dari satu sudut dimana Raksa mencondongkan badannya pada Kalin.
Setelah foto itu dikirim, bunda Lia dan juga bu Selvy heboh sendiri. Beuh, mereka seperti berlomba-lomba dalam mengomentari foto yang sangat natural itu.
__ADS_1
'Astaga ibuk, semenjak kapan dia bisa ngetik cepet kayak gitu?' batin Nova yang geleng-geleng kepala ngeliat kelakuan absurd dua ibu yang sebentar lagi akan jadi besanan.
Intinya jangan gantungkan kebahagiaanmu pada seseorang, karena kalau kamu terlalu buta cinta kamu bakal ngerasa kecewa. karena balik lagi sesuatu yang berlebihan itu nggak baik. Sama hal nya dengan sepasang muda-mudi yang hari ini kalap belanja.
Reno yang mengusung Yolo life style pun berbinar saat barang-barang branded ada di tangannya. Yolo itu, you only live once yang artinya nikmatin hidup lo deh karena lo hidup cuma sekali di dunia ini. Dan pemikiran itu yang selalu digaungkan di gengnya bersama anak-anak horang kaya itu. Ya kalau mereka kan dilahirkan buat menjadi aset penikmat kekayaan orangtuanya. Beda sama Reno yang uang seratus dua ratus aja sangat berarti buat keluarganya, jauh dari kata kaya. Dan harusnya Reno bisa menyadari kalau dirinya sedang berada di lingkungan pergaulan yang kurang tepat.
"Kenapa? lo masih kepikiran sama Kalin?" tanya Melody yang sekilas ngeliat kalau Reno kayak lagi ngelamun gitu.
"Ren? Renooo?" panggil Melody lagi.
"Eh, apa? gimana?" Reno yang ketauan jalan sambil ngelamun pun gelagapan.
"Nggak, nggak kenapa-napa! lo ngelamun mulu, daritadi gue lo cuekin tau, nggak?" Melody sewot.
"Ehm, sorry sorry. Gue nggak maksud buat nyuekin lo, Beb. Cuma lagi keinget sesuatu aja..."
"Kalin?" Melody menghentikan langkahnya.
Reno pun ikutan berhenti dan nyamperin Melody yang berjarak beberapa langkah darinya, "Kok Kalin sih?"
"Ya kayaknya lo keliatan beda aja sejak ketemu mantan lo itu,"
"Beda gimana? nggak ah, biasa aja. Cuma gue agak kesel aja, kenapa gue bisa ketemu hal sial kayak gitu. Ketemu Kalin dan orang yang menghancurkan hubungan kami, ketika gue lagi jalan sama lo kayak gini. Apalagi ini hari pertama kita jalan sebagai pacar," Reno ngadi-ngadi.
Melody yang mendengar ucapan Reno hatinya berflower-flower, "Hal sial? emang sial banget ketemu mantan yang nggak tau diri!' tambah Melody.
"Lo yang sabar ya, Ren. Gue aja nggak nyangka kalau Kalin bisa jalan sama orang yang umurnya jauh di atasnya. gue kira Kalin itu tipe cewek yang pinter dan baik, ternyata matre matre juga orangnya. Ih, ngeri ya?" lanjut Melody.
__ADS_1
"Udah cukup bahas Kalin nya, mending kita fokus sama hubungan kita aja, oke?" Reno menggandeng Melody buat masuk ke salah satu store yang menjual salah satu brand jam tangan. Mata mereka berdua terbelalalk saat melihat kemewahan disana.