Pacarku Mata Duitan

Pacarku Mata Duitan
Mantan Jahanam


__ADS_3

Apakah Kalin dan Reno dipertemukan dalam satu waktu yang sama? jawabannya, iya.


Kalin yang pergi jalan-jalan, yang dipaksa ngerayain duitnya yang balik kantong sekaligus hari terakhir Nova jadi agen mata-mata rahasia ternyata ngeliat mantan pacarnya lagi jalan sama Melody.


"Lo liatin siap si?" tanya Nova sewaktu mereka lagi milih-milih aksesoris rambut.


"Nggak..." Kalin segera memalingkan wajah dan pura-pura lanjut in milih jepit rambut yang dia pengen,


Sedangkan, beberapa saat kemudian, dia bergeser dan ngeliat punggung Reno dan Melody yang semakin menjauh.


"Dasar cowok matre!" gumam Kalin.


"Udah bener lo tinggalin cowok kayak gitu, bikin gedeg doang!" Nova yang berdiri di samping Nova.


"Udaaahhh, lupain tuh Reno! jangan sampai dia bikin mood lo mancur, karena gue nggak rela perayaan hari pensiun gue ini jadi rusak gara-gara lo cemberut mulu!" Nova ngajak Kalin masuk ke toko aksesoris itu lagi.


"Lo udah ada yang dipilih?" Nova mencoba mengalihkan pikiran sahabatnya.


"Cuma ini,"


Nova pun mengambil jepit rambut yang Kalin pilih dan segera bayar. Dan ketika Nova lagi bayarin belanjaannya di kasir, Kalin jadi inget kebiasaan Reno yang kalau ngajak dia belanja kayak gini, pasti punya seribu satu alasan supaya Kalin yang bayar, dengan dalih 'Duh, dompet gue ketinggalan, gimana nih?' Kalin yang orangnya nggak enakan sekaligus royal sama pasangan pun, dengan entengnya bilang 'Ya udah pakai duit gue dulu,' dan itu yang bikin Reno makin lama makin ngelunjak jadi orang.


"Heyyyy, bengong aja! yuk lanjut!"


"Punya gue berapa, Nov?"


"Halah santay, kan gue yang traktir lo !" kata Nova yang ngajak Kalin pergi lagi keliling mall itu.


Diam-diam, Nova kirim chat WA pada abangnya, dia bilang mereka lagi di mall dan ketemu mantannya Kalin.


Raksa yang lagi di kantor pun cuma ngerutin alisnya. Dia kemudian mengetik sesuatu di hapenya.


Terus apa hubungannya sama abang?


Raksa yang pikirannya lagi ngalor ngidul, ngasal aja bales gitu.


Kling!


Nova ngebales chat Raksa.


Kan dia tunangan abang! calon istri abang!😠😠


Dan seketika Raksa inget kalau dia dan Kalin saat ini sudah terhubung satu tali pertunangan, dan itu berarti urusan Kalin sekarang menjadi urusannya.


Iya iya, lupa gue!


Raksa hanya menjawab seadanya, pikirannya sekarang lagi terbagi, antara ngejawab chat WA nya Kalin dan ngurusin kerjaan dia.

__ADS_1


Raksa pun mengetik lagi.


Jangan fokus sama hape mulu, ati-ati dompet di tas, takut ada yang copet iseng! tungguin abang, pulang kantor abang kesitu!


Raksa pun mengantongi lagi hapenya setelah mendapatkan balasan 'iya' dari Nova Raksa pun kembali pada aktivitas komputernya.


Biasa, dia selalu melewatkan jam makan siang. Mungkin karena menghindari pertemuannya sama Rahmi ataupun karena emang lagi mager buat turun dan balik lagi ke atas.


Dan tiba-tiba ada OB yang dateng.


"Mas Raksa..." suara seseorang yang pakai seragam biru.


"Oh, ya kenapa Mas Pay?" tanya Raksa. Namnaya Paijo, biasa dipanggil mas Pay di kalangan kantor itu.


"Ini ada kiriman makanan,"


"Dari siapa?"


"Ehm, dari----" mas Pay agak mikir.


"Dari siapa?" Raksa belum mau nerima kalau pengirimnya nggak jelas.


"Dari mas Farid!" ucap mas Pay.


"Farid?!" Raksa nautin alisnya.


'Ngapain tuh orang ngirimin gue roti sama kopi?' jangan-jangan supaya gue mau ikut nemenin dia pacaran?!' batin Raksa.


Karena dukungan dari perut yabg daritadi kosidahan mulu, akhirnya Raksa mengambil roti itu dan minum dari papper cup yang tertutup


"Lah gue kira kopi! ternyata soy milk? sejak kapan gue minum soy milk? ngadi-ngadi nih orang satu kalau mesenin!" gumam Raksa yang dikit-dikit makan, tapi mulut masih aja ngedumel.


Sementara di mall, Nova sebisa mungkin menghindarkan Kalin dari mantan jahanam yang bikin dia sakit hati.


Buat bocah SMA macam Nova yang nggak bawa banyak duit, window shopping atau cuma sekedar ngeliat, megang baju dan nyobain buat foto-foto selfie di ruang ganti udah lebih dari cukup.


"Kalau lo mau, lo ambil aja Nov! gue traktir!" kata Kalin yang ngeliat Nova mau balikin tuh baju setelah dia keluar dari fitting room.


"Apaan sih, Lin? lo tau nggak harganya aja udah 500 rebo. Sayang lah uangnya!" Nova bisik-bisik.


"Nggak apa-apa, kan itung-itung ngerayain duit gue yang balik!"


"Nggak, nggak. Ini kemahalan!" lirih Nova.


"Mbaaak, maaf nggak jadi..." Nova balikin lagi tuh baju sama pegawai toko.


"Yook, ahhh!" Nova narik Kalin lagi keluar dari toko baju.

__ADS_1


Dia malah celikikan, "Tuh si Mbak pasti kesel banget bajunya nggak asa tang gue beli!"


"Iseng banget dasar!"


"Mau kemana lagi nihhh? mau main nggak ke atas?!" Nova nunjuk ke arah escallator.


"Cari jajanan dulu lah! biar nih mulut ada aktivitas yang jelas!" kata Kalin, yang beberapa hari ini harus merelakan puasa dari jajanan yang dia suka, ya karena duitnya yang bablas ke Reno.


Dengan memegang papper cup yang isinya bola-bola kentang kopong yang mereka beli, kedua gadis cantik itu naiklah ke atas. Ke pusat permainan yang bakalan bikin mereka betah berjam-jam main disitu.


"Tumben-tumbenan penuh?" gumam Nova.


"Beli saldo dulu deh!" Nova jalan ke arah kasir buat top up kartu.


"Duitnya, Nov!" Kalin mau buka tasnya tapi dicegah sama Nova.


"Kan gue yang traktir!" Nova nyengir.


Gadis itu kemudian jalan dengan sebuah kartu yang udah dia isi saldonya.


Keadaan lumayan rame, jadi dia berusaha ngeliat permainan apa yang bisa mereka mainin sekarang.


"Duel yok?!" tanrang Nova ngeliat permainan balapan mobil.


"Yok lah, gaskeun!" Kalin semangat.


Di tempat lainnya, Reno lagi jalan sama Melody. Dia udah terlanjurengiyakan tapi dia posisinya nggak duit.


"Kenapa, Ren?" tanya Melody.


"Nggak apa-apa,"


"Ada yang pengen lo beli? kalau nggak ada mending kita cari tempat duduk!" kata Reno yang lagi suntuk.


"Ada, kan kata lo penampilan gue sederhana banget? jadi gue ngajak lo kesini, sebenernya buat nemenin gue buat milih baju! gue nggak bisa milih sendiri,"


Mendengar kata 'beli', Reno mendadak semangat lagi, "Emang lo mau beli apaan?" tanya Reno.


"Gue belum dapet jatah bulanan, jadi gue nggak bisa---"


"Tenang, gue ada kartu sakti!" Melody menyerobot ucapan Reno dan dia nunjulin sebuah black card yang udah pasti bikin mata Reno terbelalak.


'Emang nggak salah gue lepasin Kalin,' batin Reno.


Reno tersenyum pada Melody, dan mereka pun menuju store yang menjual pakaian branded.


'Gue yakin, lo pasti bakal nempel mulu sama gue kalau gue lebih menarik dari Kalin!' batin Melody.

__ADS_1


__ADS_2