Pacarku Mata Duitan

Pacarku Mata Duitan
Ketauan


__ADS_3

"Hhhh, hhhh hhh..." Kalin ngos-ngosan saat diajak lari, bukan hanya keluar dari ballroom. Pasangannya itu mengajak dia keluar dari gedung hotel itu.


"Masukhh?!!" ucap Raksa yang buka kunci mobilnya.


Dia lalu menyalakan mesin dan nyalain ac mobilnya.


Brukkk!


Raksa menutup pintu. Mereka duduk bersebelahan.


"Acara apa-apaan? ada orang suruh dansa lalu di switch?" gumam Raksa yang kemudian melepas jas nya, gerah.


Sedangkan Kalin melepas topengnya, "Lebih aneh lagi ada orang datang ke prom tapi pakai topeng kayak gini!" ucap Kalin.


"Kan biar beda..." sahut raksa yang membuka topengnya juga.


Tik!


Tik!


Raksa muter lagu melow di sebuah layar kecil yang terhubung dengan speaker di mobil itu. Lalu dia merebahkan menyandarkan punggungnya.


"Soal pertanyaan lo tadi..." Raksa nengok ke arah Kalin.


"Pertanyaan gue? pertanyaan apa?" Kalin pura-pura amnesia.


Raksa mencondongkan badannya ke arah Kalin.


"Sekalinya kita maju, kita nggak akan bisa mundur. Pertunangan itu bukan hanya pertunangan anatar gue sama lo, tapi dengan kedua keluarga juga. Gue nggak mungkin ngecewain banyak orang..."


Kalin tertegun dengan ucapan Raksa. Dia mematung saat tangan pria itu menyentuh rahang di pipinya.


"Yang perlu kita lakuin cuma satu..."


"Apa?" tanya lirih Kalin.


"Mencoba untuk terbiasa bersama..." kata Raksa.


Deg!


Deg!


Deg!


Rasanya jantung Kalin mau melompat keluar saat raksa mengeluarkan suara beratnya lagi.


"Lo tau kenapa gue ngajak lo keluar tadi?"


Kalin menggeleng.

__ADS_1


"Karena gue..." Raksa menjeda kalimatnya sebelum kemudian melanjutkannya lagi.


"Gue nggak mau ada yang dansa sama tunangan gue..." Raksa yang semakin mendekatkan wajahnya.


"Sekarang lo ngerti?" pria itu membela


Kalin pun mengangguk.


Raksa mengusap lembut pipi kalin dengan ibu jarinya sedangkan tangannya jari yang lain menahan leher gadis itu, "Lo itu tunangan gue, dan itu berarti lo milik gue sekarang. Meskipun sulit melupakan seseorang yang pernah hadir di kehidupan kita, tapi kita harus bisa menyingkirkan mereka. Karena gue dan lo masing-masing udah terikat oleh pertunangan ini, ngerti?"


Kali ini Raksa nggak nunggu Kalin buat ngangguk, pria itu mendekatkan wajahnya sampai wajah nggak berjarak. Sesuatu yang kenyal menyentuh bibir Kalin saat ini.


Mata Kalin terbelalak saat menyadari apa yang pria itu lakukan saat ini.


"Hhhh, hh, " gadis itu ngos-ngosan.


Hampir aja dia kehilangan nafasnya seandainya Raksa nggak menghentikan aksinya.


Raksa menyatukan kedua kening mereka. sebelum menyerang Kalin untuk yang kedua kalinya.


Tok!


Tok!


Tok!


Raksa pun langsung melepaskan kalin dan mencoba menormalkan nafasnya, sebelum membuka kaca mobilnya yang gelap.


Ternyata Farid dan juga Nova.


"Dicariin kemana-mana juga, ngendon disini ternyata?" ucap Farid yang menangkap sesuatu yang janggal di wajah temannya itu.


"Dih abang, pergi nggak bilang-bilang!"


"Udah kelar prom nya? kok lo keluar?"


"Kenapa? kita ganggu lo ya?" ucap Farid yang masih di luar dengan Nova.


"Ganggu? ng, nggak sih?! ganggu apaan coba? hahaha," Raksa dengan tawa terpaksanya.


'Ya emang lo ganggu, settan?! pakek nanya lagi?' batin Raksa.


"Kita cuma ngadem disini, sambil nungguin lo pada keluar!" lanjut Raksa.


"Kita cari makan di luar yok? laper gue! di dalem nggak sempet nyicipin makanan," ajak Farid.


"Emang acaranya udah kelar, Nov?"


"Udah daritadi..." Nova bete.

__ADS_1


"Nova ikut gue aja. Ntar kita ketemuan di resto yang gue share, oke?" Farid naik turunin alisnya.


"Gue duluan ya?" Farid dengan senyum tau-tau sama tau.


Sedangkan Raksa pun ngeliat ke arah kaca spion nya.


'Anjirrr, pantesan Farid ngecengin gue! bibir gue ketempelan lipstiknya si Kalin?!' batin Raksa.


Sedangkan Kalin ogah liatin, malu setengah centong dia kali ini.


Udah nggak mungkin dilanjut juga, salah tingkah yang ada. Raksa akhirnya menggerakkan mobilnya mengikuti mobil Farid yang udah melesat duluan.


Raksa berusaha nggak menampilkan wajah malunya, dia biasa aja seolah nggak terjadi apa-apa. Mereka hanya bicara dengan batin mereka sendiri sampai akhirnya mobil yang mereka tumpangi berhenti di tempat lokasi yang di share Farid.


"Turun," kata Raksa.


Kalin segera melepas kan sabuk pengamannya, tapi niat hati sat set malah jadi belibet, "Duuhh..."


"Pelan-pelan aja, gini loh..." Raksa membuka kaitan seatbelt yang membelit tubuh Kalin.


"Ehm, kita keluar sekarang," Raksa pun keluar tanpa membukakan pintu buat Kalin.


Kedatangan mereka disambut muka manyun Nova.


"Kenapa lo?" tanya kalin yang duduk disamping Nova.


"King and queen prom malam ini, harusnya lo sama Radit. tapi katanya karena lo dipanggil kagak naik-naik jadi diganti sama Monik," kata Nova yang baca WAG dan nunjukin ke arah Kalin.


'Malah bagus digantiin orang lain!' batin Raksa yang merasa beruntung ngajak Kalin buat pergi.


"Pasti seneng banget tuh si Monik, bisa tepe-tepe sama Radit!"


Farid dan Raksa mah nggak mau nimbrung urusan cewek, salah-salah bisa disemprot mereka. Raksa cuma bisa geleng-geleng kepala, kenapa bisa adeknya itu bilang kalau misalnya tadi Kalin yang jadi queen, dia malah ikhlas. Daripada si Monik yang kata Nova udah terkenanl centil dan nyebelin se angkatan mereka.


'Lo yang ikhlas, gue mah kagak, Nov! ngadi-ngadi aja emang si Nova, dia lupa apa gimana sih? Kalin kan tunangan gue, lha kok dia jodoh-jodohin sama si Radit? kenapa? mentang-mentang dia lebih muda dari gue, gitu? punya adek satu kok kelakuan suka nyleneh!' Raksa ngebatin sambil ngeliatin adeknya.


Sedangkan Farid pun membaca situasi udah mulai genting.


'Kan udah gue bilang, Raksa udah move on dari Rahmi! kagak percayaan banget si Tania! sampai kepiting jalannya lurus juga, si Raksa kagak mungkin balikan lagi sama Rahmi. Nah tuh orangnya udah kepincut sama tunangan nya? kalau kayak gini, nasib percintaan gue terancam kandas!' batin Farid.


Farid ngeliat Kalin yang malu-malu ngeliat Raksa begitu juga sebaliknya, disitu Farid mulai frustasi. Dia nggak mungkin misahin dua orang yang udah mulai saling mencintai, takut kena karma. Sampai makan malam pun si jangkung nggak konsen, padahal ketiga orang lainnya ketawa-ketawa ngobrolin beberapa orang yang mereka temui dengan kostum-kostum yang ajaib demi memperoleh gelar King. Emang suka pada diluar akal kelakuannya, totally absurd banget sih.


"Rid? lu makan diemut? makanan lo masih utuh! lo yang kelaperan lo juga yang makan paling belakangan," tegur Raksa pada Farid.


"Gue cuma lagi mengagumi salah satu keajaiban dunia..." Farid memandang seseorang.


"Nova?!" lanjutnya, yang bikin adek temennya itu malu-malu meong.


"Bang Farid bisa aja! bikin malu dweeeeeeeh, arrr arrr..." Nova yang mirip kucing mau kawin.

__ADS_1


__ADS_2