
Hari-hari pun dilalui Kalin dan Raksa dengan sangat baik. Ya meskipun pasti ada perdebatan-perdebatan kecil, tapi sampai detik ini masih bisa diselesaikan secara baik-baik. Meskipun pakain pendek Kalin suka bikin Raksa menahan gejolak dalam tubuhnya, tapi dia berusaha buat menjaga janjinya buat ayah mertuanya. Dia selalu menahan diri supaya istrinya nggak bereperoduksi dalam waktu dekat.
Seperti malam ini, dia hanya bisa memeluk Kalin dari belakang. Namun karena si bocil yang tidur gelisah, nggak sengaja tangan Raksa bersenggolan dengan apel dengan tekstur jelly milik Kalin.
Deg deg ser!
Raksa merasa kalau ini nggak baik buat dirinya.
'Kenapa cobaan begitu berat?' ucap Raksa.
Raksa yang udah menghindar nggak meluk Kalin, seketika melakukan itu lagi karena kalau duah di samping istrinya itu hawanya pengen meluk dan ngunyel-nguyel pipinya yang gemoy, sambil menciumi bibir tipis istrinya itu.
Perlahan tangan Raksa menelusup di kaos yang kalin pakai.
'Minimal ini bisa bikin gue tidur,' ucap Raksa yang membenamkan kepalanya ke rambut kalin yang berbau vanilla.
Ternyata bukannya tidur nyenyak, Raks jadi ikut gelisah. Karena si naakonda tiba-tiba terbangun hanya karena menempel pada kalin.
'Stress gue lama-lama!' Raksa mengusap wajahnya. Dia perlahan melepaskan pelukannya dari kalin. Dia berbalik dan menaikkan selimutnya.
"Jangan lo minta jatah, jatah lo masih jauh! Dah tidur lagi, gue masih ngantuk!" ucap raksa yang mencoba buat tidur, karena besok pagi, dia harus bangun pagi buat nganterin susu lagi. Ya selama belum dapet pekerjaan yang lebih baik, Raksa akan setia pekerjaannya saat ini.
Namun, malam itu, Kalin justru yang mencari guling hdiupnya yang udah mepet minggir ke ujung tempt tidur.
Dengan enaknya dia memeluk Raksa.
'Ya ampuuuun, Kalin?!! lo bikin gue semaleman nggak bis atidur inih!' batin Raksa.
Raks apun akhirnya berbalik dan memeluk istrinya dengan penuh penghayatan.
Paginya Kalin ditinggal lagi buat aktivitas rutin Raksa yang harus nganterin beberapa puluh boto susu. kali ini lebih banyak dari sebelumnya, makanya pria itu sedikit lebih lama untuk pulang.
"Huuufhh," Raksa melepas mantelnya. Dia melihat kalin sudah bangun dan bergulat dengan aktivitas dapur.
"Bikin apa?" Raksa merengkuh pinggang Kalin dari belakang.
"Bikin roti panggang! gue nggak begitu bisa masak, lagian bahan makanan udah mau habis," ucap kalin.
"Hah, iya! nanti siang gue belanja , deh!" Raksa mencium kepala Kalin lalu pergi mengambil gelas.
"Kok tadi lama? nggak biasanya?"
"Ya, dibanyakin lagi botol yang harus dianterin! jadi makin lama deh," ucap Raksa, dia meneguk air putih dan menghabiskan nya sampai tandas.
"Nih, udah jadi..." Kalin menaruh beberapa roti panggang dengan keju moza yang bikin meleleh saat dimakan.
"Makasih, ya?" ucap raksa.
__ADS_1
"Kopi atau teh?"
"Kopi!"
kalin pun menyeduh kopi untuk suaminya, dia mengaduk sambil terus mikir.
'Gue bilang nggak ya?' batin Kalin.
Dia kemudian membawa secangkir kopi yang ditambahi gula dan creamer untuk Raksa. Kalin pun menarik kursi dan mulai menikmati sarapannya.
"Hari ini ada kelas?" tanya Raksa, sambil memasukkan roti panggang yang masih panas ke mulutnya.
"Nggak ada,"
"Gimana? semuanya lancar? atau ada kendala?" tanyaraksa yang biasa akan menanyakan kalin seputar kuliahnya.
"Lancar aja sih, kan gue pinter!" kata Kalin.
"Beeuuh, sombongnyaaaaa!"
"Biarin, kan nyombongnya di depan suamiku inih bukan di depan orang lain," ucapan kalin sontak membuat sesuatu menggelitik di dada raksa saat mendengar kata suami dari mulut gadis itu.
"Oh ya, ehm gue mau minta ijin..." Kalin ragu.
"Ijin? ijin apaan?"
"Ada cowoknya?"
"Ya ada lah! masa iya cewek semua, kan ini konteknya satu kelas!"
"Emang buat apaan summer camp segala?"
"Katanya buat itung-itung buat malam keakraban. Nanti kita bangun tenda di pinggir danau, bakar-bakaran sambil bikin kegiatan yang mempererat hubungan pertemanan satu kelas,"
"Kapan?"
"Hari sabtu ini, boleh?" tanya Kalin.
"Berapa hari?"
"Cuma semalem doang, minggunya langsung balik kok!"
"Ya udah!" sahut Raksa singkat.
"Ya udah apaan?" Kalin menaikkan alisnya.
"Ya udah boleh ikut, asal bisa jaga diri aja! inget lo lo ini udah punya gue yang dalam hal ini suami dunia akhirat lo, Kalin?!" ucap Raksa.
__ADS_1
"Iya, siap!" kalin bangkit lalu mendekat pada suaminya, dia duduk di pangkuan Raksa dan menciumi pipi suaminya itu berkali-kali saking senengnya.
"Astaga, Kalin! yang dibawah sampai sesek ini!" kata raksa menunjuk celananya.
"maaf, nggak sengaja! gue ke dalem dulu ya? gue bakal bilang kalau gue bis aikut!" Kalin pun meninggalkan sarapannya dan ngibrit ke kamarnya.
Meskipun belum punya teman akrab, tapi Kalin seneng ada kegiatan itu. Lumayan bisa merefresh pikirannya dari materi-materi kuliah. Sedangkan Raksa hanya bis amengijinkan, kalau nggak Kalin pasti ngambek dan ujung-ujungnya mereka bakal berantem lagi, dan Raksa nggak mau itu sampai terjadi. Hubungannya dengan kalin udah sangat baik dan mesra, dia nggak mau merusak itu hanya dengan kalinat 'Nggak boleh! gue takut lo kenapa-napa!'
Siang itu mereka pergi berbelanja. Kebetulan nggak ada kuliah dan dia bis abebas jalan0jalan kemana pun dia mau. Sekalian juga Kalin beli perlengkapan yang jadi jatahnya dia.
Sembari mereka belanja, kalin juga balesin chat-chatan temen yang nanya kalau dia mau nebeng di mobil siapa. Kalin yang belum begitu akrab dengan mereka cuma bis jawab terserah.
"Awkkk!" pekik kalin saat badannya menabrak badan seseorang.
"Eh, sorry. Lo nggak apa-apa, kan?" tanya orang yang ditabrak kalin, suaranya laki-laki.
Kalin mendongak, buat memastikan suara yang dia dengar itu emang nggak salah.
"Lo?" gumamnya.
"Eh, sorry Kalin. Gue nggak sengaja tadi!" ucap Arvin.
"Oh ya, nanti gue pinjem catetan lo lagi ya, kayak waktu itu. Lo tau kan kemarin gue nggak masuk, dan gue yakin lo udah ngerangkum dengan bagus di buku lo itu!" ucap Arvin.
Kalin cuma senyum aja.
"Siapa, Lin?" tanya Raksa yang ngeliat kalau ada laki-laki yang mendekati istrinya.
Dan Arvin melihat Raks adan Kalin bergantian.
"Ini temen sekelas," ucap Kalin singkat.
"Gue duluan, arvin..." ucapnya sembari merangkul lengan Raksa.
"Kayaknya gue pengen salad buah deh, Yang..."ucap Kalin yang mengakal Raksa menjauh dan mendorong trolley mereka.
"Nah gitu dong, manggilnya!" ucap Raksa senang karena dipanggil ayang.
"Lagi dong?" minta Raksa untuk Kalin mengulangi ucapannya.
"Gue pengen salad buah, Yang..." ucap Klain lagi kali ini dengan lebih manja.
"Siaappp! kita beli buah yang banyak sekalian!" ucap Raksa.
Sedangkan Arvin memperhatikan mereka berdua dari kejauhan.
'Kayaknya lo lebih cocok jadi pasangan gue, Lin!' batin Arvin.
__ADS_1