Pendekar Pedang Naga Langit

Pendekar Pedang Naga Langit
#100. Penyergapan. II


__ADS_3

Siang itu..sinar matahari mulai bersinar cukup terik, tapi lebatnya dedaunan membuat hanya sedikit sinar yang mampu menembus sampai ke lantai hutan.


"Kamu cukup bernyali untuk datang sendirian " ujar pria bertopeng merah lalu melompat turun dari punggung serigala yang ditungganginya.


Chen Khu tidak menjawab ucapan pria bertopeng tadi, bukan karena Chen Khu tidak ingin menjawab, tapi Chen Khu memang tidak tau apa yang diucapkan oleh pria itu. Chen Khu terus berjalan maju, dengan penuh kewaspadaan..matanya melirik ke kiri dan kanan.. Chen Khu bisa merasakan jika ada ratusan pasang mata yang terus mengawasinya dan akan menyerangnya kapan saja.


"SUUUUUUIIT.. "


Siulan panjang dan keras terdengar, lalu ratusan anak panah dan pisau melesat dari balik pepohonan. Chen Khu yang sudah menduga akan terjadinya hal itu dengan sigap menangkis, menghindari dan bahkan sesekali menangkap pisau atau anak panah yang datang ke arahnya lalu melemparkan kembali ke arah tempat anak panah atau pisau itu berasal.


Anak panah atau pisau yang dilemparkan kembali oleh Chen Khu melesat lebih cepat dan akibatnya terdengar jeritan keras deri balik pepohonan disusul dengan tewasnya orang - orang tersebut satu persatu akibat terkena pisau atau anak panah milik mereka sendiri.


Mathanadeva tidak tinggal diam menyaksikan Chen Khu yang terus dihujani anak panah dan pisau.. dengan gesit dia bergerak dari satu batang pohon ke batang pohon yang lain tanpa terlihat, karena pandangan para penghadang saat ini hanya terfokus pada Chen Khu yang masih belum sekalipun terkena serangan yang mereka lancarkan dan bahkan Chen Khu bukannya kesulitan menghadapi datangnya ratusan anak panah dan pisau, malah tampak seperti menikmati datangnya serangan itu.


Kombinasi gerakan antara menghindar, menangkis, menangkap lalu melempar kembali dilakukan Chen Khu dengan sangat lincah dan cekatan.. gerakan - gerakan yang dilakukannya juga terlihat indah layaknya seorang penari, meskipun sudah cukup banyak nyawa melayang akibat tarian Chen Khu tersebut.


Mathanadeva yang juga terus bergerak, mulai mengamati arah datang pisau atau anak panah dan dengan cepat, Mathanadeva bergerak menuju sumber serangan tersebut dan dengan seyap, menggorok leher musuhnya lalu bergerak kembali ke arah sumber serangan yang lain dan terus membunuh orang - orang tersebut tanpa diketahui oleh yang lain.


Jarak antara Chen Khu dan pria bertopeng merah yang semula sekitar lima puluh meter terus berkurang dengan cepat dan kini tinggal menyisakan jarak sekitar dua puluh meter lagi, namun tiba - tiba serangan pisau dan anak panah terhenti lalu tiga orang bertopeng biru melompat ke arahnya sambil mengayunkan pedang, dan bukan itu saja.. ratusan orang lainnya yang mengenakan topeng berwarna putih keluar dari persembunyian mereka dengan pedang sudah terhunus di tangan masing - masing dan secara bersamaan berlari ke arah Chen Khu.


Dalam hitungan detik.. Chen Khu yang sempat mundur beberapa langkah untuk menghindari serangan pedang dari ketiga orang bertopeng biru kini sudah terkepung oleh ratusan orang.


"Hahahaha.. kali ini tamat riwaytmu.. dendam Kurasing akan terbalaskan " ujar pria bertopeng merah dengan lantang lalu menaiki serigala tunggangannya.


"Jangan senang dulu.. dia tidak sendirian " Mathana dewa berseru lantang lalu melompat keluar dari persembunyiannya dan kini dia berada di belakang para pengepung yang membuat para pria bertopeng putih itu seperti kebingungan memilih lawan.


"Ooh.. Mathanadeva... rupanya kamu bersamanya.. aku tidak menyangka akan mendapatkan dua buruan sekaligus hari ini.. " ujar pria bertopeng merah.

__ADS_1


"Hmm.. rupanya kamu mengenaliku.. hanya saja aku tidak tau apa yang melatarbelakangimu untuk membuat kekacauan dengan menggunakan siluman - siluman itu.. ?" ucap Mathanadeva.


"Jangan pura - pura lupa Mathanadeva..!! kamulah yang membuat kami sampai seperti ini.. " ucap pria bertopeng merah yang terdengar marah.


" Aku tidak mengerti apa maksudmu.. tapi apa yang kalian lakukan telah menyengsarakan banyak orang " jawab Mathanadeva dengan nada tinggi.


***


Mathanadeva yang baru seminggu pulang setelah sepuluh tahun meninggalkan Gurjara tiba - tiba mendapat perintah dari ayahandanya untuk memusnahkan sebuah kelompok aliran sesat yaitu sekte Aghori.


Sekte ini melakukan meditasi, makan, tidur dan melakukan hubungan seksual saat upacara kremasi. Mereka berjalan sambil telanjang, memakan daging manusia dan menggunakan tengkorak kepala sebagai mangkuk dan hal ini tentu saja bertentangan dengan ajaran Hindu yang dianut oleh mayoritas penduduk Gurjara bahakan penduduk benua daratan selatan saat itu.


Sekte ini menolak konsep baik dan buruk, dan prinsip dasar praktik yang mereka lakukan adalah untuk melampaui kemurnian untuk mencapai pencerahan spritualitas dan manunggal atau melakukan penyatuan dengan para dewa.


Yadu.. Raja Gurjara sebelumnya pernah mengirimkan utusan untuk memperbaiki pemahaman sekte tersebut, hanya saja utusan Raja tersebut akhirnya tidak pernah kembali. Yadu memutuskan untuk mengirim lebih banyak utusan pada sekte itu dan saat itulah Yadu mengetahui jika utusan sebelumnya telah dijadikan persembahan oleh sekte Aghori.


Hal ini tentu saja membuat murka sang raja, dan Mathanadeva, yang belum lama kembali dari pengembaraanya ditugaskan untuk memusnahkan sekte Aghori tersebut.


Mathanadeva kemudian memimpin seribu lima ratus prajurit untuk menyerang sekte tersebut dan berkat kemampuannya dengan mudah Mathanadeva menaklukkan sekte tersebut dan membunuh para pemimpinnya. Sikap welas asih yang ditanamkan pada Mathanadeva selama berada di Kuil Gunung Hang Chu rupanya tidak berbuah baik.


Keturunan pemimpin sekte Aghori yang dibiarkan hidup dengan syarat akan meninggalkan ajaran yang selama ini mereka anut, rupanya menyimpan dendam, dan dendam tersebut seakan mendapatkan restu saat Tamil Nadu yang merupakan cucu dari ketua sekte Aghori.. Satya Sai Baba menemukan sebuah ruangan rahasia yang berada tepat dibawah altar batu tempat sekte itu menjadikan manusia sebagai persembahan.


Ruangan rahasia itu ternyata menyimpan dua buah kitab Kuno leluhur sekte Aghori yang satu berisi tentang ilmu beladiri sedangkan yang satu lagi berisi tentang cara manusia mengendalikan siluman.


Tamil Nadu yang menemukan kitab tersebut kemudian membawa anggota sekte yang terisisa untuk mengasingkan diri dan tinggal di sebuah lembah yang sangat jauh dan mereka memberi nama lembah itu Lembah Hantu.


***

__ADS_1


Baru saja Mathanadeva akan menyerang..Khan bersama pasukannya juga sudah sampai dan berdiri di belakangnya dengan formasi penyerangan, dan tanpa memberikan aba - aba Mathanadeva langsung maju menyerang.


Ketangkasannya dalam bermain pedang memang cukup sulit ditandingi di benua daratan selatan, belum lagi setelah mendapatkan tambahan tenaga dalam berkat bimbingan Chen Khu membuat Mathanadeva lebih bersemangat.. dan kini.. sang raja bersama pasukannya membaur dalam sebuah medan pertempuran.


Chen Khu juga melakukan hal yang sama.. meskipun tiga orang bertopeng biru terus berupaya untuk menyerangnya, tapi Chen Khu lebih memilih untuk menghabisi orang - orang bertopeng putih sebanyak mungkin lebih dulu.. tujuannya agar Mathanadeva beserta pasukan tidak akan kesulitan menghadapi mereka jika jumlahnya tinggal sedikit, dan tiga orang bertopeng biru bukanlah tandingan Chen Khu, meskipun kekuatan mereka bertiga jika disatukan memang lebih tinggi dibandingkan Mathanadeva.


Pergerakan Chen Khu yang gesit dan lincah membuat ketiga pria bertopeng biru kesulitan untuk mengimbanginya sementara Chen Khu terus saja membunuh pengguna topeng berwarna putih yang masuk dalam jangkauanya, dan hanya dalam beberapa tarikan nafas.. pedang Chen Khu sudah merenggut puluhan nyawa musuhnya.


"Cepat bunuh dia..!! atau dia akan menghabiskan setengah anggota kita " teriak pria bertopeng merah yang sudah turun dari tunggangannya dan mulai duduk bersila sedangkan bibirnya komat - kamit seperti sedang merapalkan mantra.


"SLUUUP...!! "


Sebuah pisau melesat cepat..mengarah pada leher pria bertopeng merah yang sedang bersila namun rupanya..meskipun dengan mata terpejam, kewaspadaan pria itu tidak berkurang.


"SRAAAAKK..!!"


Pria itu berhasil menghindari pisau yang dilemparkan oleh Chen Khu yang hanya mengenai pakaian pria itu pada bagian lengannya.


" Bhediya.. Lindungi aku. !! ucap pria bertopeng merah pada serigala berwarna merah yang menjadi tunggangannya, lalu serigala tersebut melompat kedepan pria itu seperti menjadikan dirinya sebagai tameng, sedangkan pria bertopeng merah tadi melanjutkan merapal mantra.


------


Para pembaca yang terhormat.. mohon maaf jika malam ini updatenya terlambat.. sebab ada sedikit masalah pada Real live saya.. untuk itu mohon dimaklumi.


Bagi pembaca yang menyukai karya saya.. jangan lupa like setelah membaca.. dan sungkan untuk memberikan vote, agar saya lebih semangat untuk menulis.


Selanjutnya.. saya mengucapkan terimakasih pada pembaca setia Pendekar Pedang Naga Langit yang tetap setia membaca karya ini,,meskipun mungkin hanya saya.. satu - satunya penulis yang tidak pernah melakukan Creazy Up.

__ADS_1


__ADS_2