Pendekar Pedang Naga Langit

Pendekar Pedang Naga Langit
#199. Bantuan Dari Ming


__ADS_3

Hiruk pikuk di ibukota kekaisaran Han saat tiga ratus ribu orang prajurit dari kekaisaran Ming sampai.


Tiga ratus ribu orang prajurit yang dipimpin oleh Ryu dan lima ribu orang pendekar dari aliansi aliran putih yang dipimpin oleh Xie Annchi sampai di ibukota hampir tenggelam di ufuk barat.


Kedatangan mereka diterima oleh Jendral Guan..meskipun kekaisaran Han sedang membutuhkan bantuan prajurit dalam jumlah besar.. namun kehadiran tiga ratus ribu orang lebih dari kekaisaran Ming itu sedikit disesalkan oleh jendral Guan.. sebab jendral Guan tau persis seberapa kekuatan militer kekaisaran tersebut.. dan jumlah tiga ratus ribu serta lima ribu pendekar adalah jumlah yang sangat besar bagi kekaisaran itu..dan dengan mengirim pasukan sebesar itu keluar..tentu saja akan membahayakan stabilitas keamanan kekaisaran mereka sendiri.


"Entah apa yang ada dalam pikiran yang mulia Shun Zhi sampai mengirim pasukan sebanyak ini.. " gumam jendral Guan dalam hati.


"Ada apa jendral..?!" suara dari belakang mengagetkan jendral Guan dan membuatnya berlutut memberi hormat.


"mmmm.. tidak yang mulia.. hanya saja aku tidak habis pikir...kenapa kaisar Shun Zhi mengirim pasukan sebanyak ini.. " jawab jendral Guan.


"Maksudmu..? sekarang kan dia sudah jadi menantuku..? "


"Benar yang mulia.. hanya saja.. kita sama - sama tau bagaimana kemampuan militer kekaisaran Ming.. dan membawa keluar pasukan sebanyak ini bisa membahayakan stabilitas dalam wilayah mereka sendiri. "


"kamu benar jendral.. tapi mungkin Shun Zhi punya pertimbangan lain.. "


"Semoga saja seperti itu yang mulia.. "


Jendral Guan memberi hormat dan meninggalkan kaisar Xiao Yan sendirian yang sedang mengawasi prajurit - prajurit kekaisaran Ming yang sedang membuat perkemahan mereka.


"Yang mulia..!! " seorang wanita tiba - tiba berlutut di hadapan Xiao Yan.


"Iya...!!ada keperluan apa.? "


"Maafkan saya yang mulia.. "


"Sejak tadi saya mencari saudara seperguruan saya tapi.... "


Gadis itu tidak menyelesaikan ucapannya karena Xiao Yan tiba - tiba memotong.

__ADS_1


"Maaf nona.. kalian baru sampai disini.. dan tidak mungkin saya tau siapa dan dimana saudara seperguruan anda.. "


"Kami memang sangat membutuhkan bantuan kalian.. tapi bukan berarti hal - hal kecil seperti ini harus saya yang mengurusnya.. " potong Xiao Yan dengan nada tidak senang.


"Maafkan kekurang ajaran saya yang mulia.. tapi kakak seperguruan saya sebelumnya ikut mengantar rombongan yang mulia Shun Zhi.. hanya saja.. saat yang mulia Shun Zhi kembali.. dia tidak ikut bersama rombongan.. " Gadis itu tetap tidak bergeming meskipun Xiao Yan menunjukan sikap tidak senangnya.


"Tunggu.. maksud anda.. saudara Chen..nona.. ??"


"Saudara Chen..?? " gadis itu mengeryitkan kening sambil menggaruk kepalanya.


"Chen Khu.. maksud saya Chen Khu..?! " Xiao Yan menambahkan.


"Iya yang mulia.. itu yang saya maksud..?! jawab gadis itu bersemangat.


"Maaf nona.. tapi saudara Chen sedang tidak ada disini..dia sedang dalam misi khusus di wilayah selatan.. " balas Xiao Yan tapi kali ini nada suaranya terdengar sopan.


"Ooh.. begitu yaa..!! " tergambar kekecewaan dari raut wajah gadis itu..dan tanpa disadarinya.. gadis itu membalikkan badan hendak pergi tanpa berpamitan lebih dulu pada Xiao Yan.


"Eeh.. maaf nona.. kalau boleh..duduklah dulu sebentar.. maafkan sikapku tadi..kebetulan.. Chen Khu juga saudara seperguruanku.. " Xiao Yan mencoba mencegah gadis itu pergi..tapi gadis itu mengabaikan ucapan Xiao Yan dan tanpa menoleh sedikitpun gadis itu terus melangkah..hal itu membuat prajurit Han yang sedang berjaga dan kebetulan ikut menyaksikan apa yang terjadi menjadi tersinggung.


"Hei nona..!! yang mulia sedang berbicara pada anda..!! " bentak salah seorang prajurit.


Gadis itu tidak menghiraukan prajurit tersebut.. tapi pada saat prajurit penjaga yang berada di depan pintu saling menyilangkan tombak untuk menahan sang gadis.. Xiao Yan memberi tanda untuk membiarkannya pergi.


Kaisar Xiao Yan lalu memanggil salah seorang pengawal pribadinya setelah gadis itu hilang dari pandangannya.


"Coba selidiki tentang gadis itu.. kenapa dia mengaku sebagai adik seperguruan Chen Khu..! " ucap Xiao Yan pelan.


Pengawal tersebut mengangguk dan segera bergegas setalah memohon diri sambil memberi hormat.


***

__ADS_1


Malam mulai beranjak saat kesibukan terlihat di perkemahan sekte pembunuh iblis.. tiga belas orang pendekar yang mengawasi perkemahan tersebut dari kejauhan nampak terkejut dengan aktivitas yang tiba - tiba dilakukan oleh pendekar - pendekar sekte pembunuh iblis tersebut.


"Tuan Chen... sepertinya mereka akan segera bergerak.. " Kobayasi yang sedang duduk di dahan pohon membuka pembicaraan.


"Apa mungkin..sudah terjadi sesuatu.. bahkan masih ada pendekar yang baru saja sampai... atau... semua yang terjadi di desa itu sudah mereka ketahui..? " balas Himura sambil terus memperhatikan perkemahan sekte pembunuh iblis.


"Aah.. siaal.. !!seharusnya kita tidak boleh membiarkan satu orangpun lolos.. " umpat Kabuto.


"Gawat..!! sampai sekarang Lin Dan belum sampai di posisinya..! " balas Chen Khu sambil menoleh ke arah padang savana yang diapit oleh dua buah tebing.


"Apa yang harus kita lakukan sekarang tuan..? " Magura yang duduk disebelah Chen Khu ikut buka suara.


Chen Khu yang mendapat pertanyaan itu langsung menyandarkan tubuhnya pada batang pohon sambil memijat keningnya.


"Kolonel.. aku punya ide untuk menghambat mereka sampai pasukan Han berada diposisi yang sudah ditentukan.. " Yamato yang berada dipuncak pohon yang paling tinggi menimpali lalu melompat turun menghampiri Kobayasi.


"Aku sudah memperhatikan tempat itu sejak siang tadi.. "ujarnya kembali sambil menunjuk ke arah bukit yang berada tepat di pertengahan antara lokasi perkemahan sekte pembunuh iblis dan tempat mereka berdiri saat ini.


"sepertinya.. disana ada jalan sempit karena di depan tebing itu ada sebuah jurang.. hanya saja.. tadi aku perhatikan.. mereka menempatkan pendekar untuk menjaga daerah itu.. "


"Apa kamu yakin..?! " balas Kobayasi.


"Saya sangat yakin kolonel.. hanya saja.. kita tidak tau berapa banyak pendekar yang ditempatkan di sekitar daerah itu.. karena mereka sendiri juga pasti menyadari pentingnya tempat itu.." balas Yamato.


"Apa mungkin kita bisa merebut tempat itu..? balas Kobayasi kembali.


"Kalau itu saya kurang yakin kolonel.. karena dibukit itu terdapat dua tebing yang sangat curam pada dua sisinya..sedangkan sisi yang menghadap perkemahan itu sangat landai.. "


"Andai kita bisa merebut tempat itu.. kita juga pasti akan kewalahan menghadapi gempuran mereka yang akan terjadi secara terus menerus.. dan mungkin kita hanya bisa bertahan beberapa menit di tempat itu.. " jawab Yamato pesimis.


"Baiklah kalau begitu.. kita hanya perlu mengalihkan perhatian mereka sejenak.. bukan..??! setelah itu kita mundur perlahan untuk menghindari korban di pihak kita.. sambil menunggu Kolonel Lin bersama pasukannya.. " ucap Kobayasi penuh keyakinan.

__ADS_1


"Bagaimana tuan Chen..?? sepertinya hanya ini peluang kita untuk menghambat mereka.. " ucap Kobayasi pada Chen Khu.


"Baiklah..!! Kita tidak akan pernah tau hasilnya kalau kita belum mencobanya..!! " jawab Chen Khu lalu bangkit dari tempat duduknya.


__ADS_2