Pendekar Pedang Naga Langit

Pendekar Pedang Naga Langit
#142. Chen Khu VS Batosai


__ADS_3

Teriakan peringatan untuk Mathanadeva terdengar dari prajurit - prajurit yang memihak pada Yaseka, tapi Mathanadeva terlambat untuk menyadari kehadiran pendekar yang menyerangnya dari arah belakang.


Mathanadeva membalikkan badannya mencoba untuk mencari tau apa yang diteriakkan oleh para prajurit di hadapannya dan saat itulah Mathanadeva bisa merasakan jika ada sebuah serangan yang sedang ditujukan padanya.


Mathanadeva berusaha menarik pedang untuk mencoba menghalau serangan yang datang, tapi semuanya sudah terlambat.. jarak pedang yang digunakan oleh pendekar misterius itu menyisakan jarak tinggal beberapa inci saja.. tapi saat Mathanadeva merasa jika nyawanya akan segera melayang.. sesosok tubuh melayang di udara dan dengan cepat melesat ke arah pendekar misterius itu dan berhasil mendaratkan pukulan tepat mengenai perut pendekar misterius itu.


""BUUUK....!!"


Tubuh pendekar misterius itu terlempar ke udara akibat terkena pukulan yang sangat keras.. akan tetapi pendekar yang berpakaian ala samurai itu masih bisa mengembalikan keseimbangannya untuk kemudian mendaratkan kakinya di tanah.. tubuh pendekar itu masih terseret beberapa meter saat telah menginjak tanah hingga tumitnya tertahan saat membentur dinding bangunan.


Pedang yang digunakan pendekar itu terlepas dari tangannya, darah terlihat menetes dari sudut bibirnya, sambil memegangi perutnya, pendekar itu membersihkan darah dengan ujung pakaiannya, sedangkan Mathanadeva langsung memasang sikap siaga setelah terselamatkan dari maut.


"Aku pernah lalai saat detik - detik terakhir..dan itulah penyebab aku sampai disini.. " ujar Chen Khu sambil melihat pada Mathanadeva yang masih terlihat pucat.


Chen Khu sebenarnya merasa terkejut dengan kemampuan yang dimiliki oleh pendekar tersebut.. bagaimana tidak.. Chen Khu mengerahkan lebih dari separuh kekuatannya saat melepaskan pukulan yang mengenai pendekar itu dengan sangat telak.. akan tetapi pendekar itu masih mampu bertahan bahkan dengan posisi berdiri.


"Batosai..!! kamu dari mana hah..?! bentak Narendra dengan tangan yang sudah terikat rantai.


"Maafkan aku yang mulia..! " ujar pendekar itu singkat sambil mencabut pedangnya satu lagi yang masih tersandang dipinggangnya.


"Pengecut seperti apa yang beraninya menyerang lawan secara diam - diam..?! ujar Batosai sambil mengarahkan pedangnya kedepan.


"Hah.. pengecut katamu..?! jadi.. menyerang lawan dari belakang secara sembunyi - sembunyi itu bukan tindakan pengecut..?! balas Chen Khu tersenyum sinis dan kemudian juga mengeluarkan pedangnya.

__ADS_1


"Hentikan Batosai...!! aku akan terbunuh jika kamu tidak menjatuhkan senjatamu..!! bentak Narendra.


"Maafkan aku yang mulia.. kami dari istana Kazuma tidak pernah diajarkan untuk mengatakan kata menyerah.. kami hanya diajarkan untuk melepaskan senjata jika nyawa kami sudah terlepas dari raga.. " jawab Batosai dengan nada sinis, tanpa memperdulikan keselamatan Narendra yang menjadi tawanan Mathanadeva.


"Ooh.. begitu rupanya.. dan sepertinya kamu memiliki dua nyawa.. karena salah satu nyawamu sudah terlepas.. " ejek Chen Khu yang langsung maju menyerang Batosai dengan kecepatan penuhnya.


Suara pedang beradu terdengar saat Batosai mampu menangkis serangan cepat yang dilancarkan oleh Chen Khu.. kecepatan keduanya terlihat seimbang, Chen Khu yang mulanya terkejut saat Batosai mampu mengimbangi serangannnya perlahan mulai mengusai dirinya.. untuk pertama kalinya.. sejak terlempar ke benua daratan selatan.. baru kali ini Chen Khu kembali mendapatkan lawan yang seimbang.


Ribuan pasang mata yang menyaksikan pertarungan.. memilih menyaksikan pertarungan tersebut dengan jarak yang cukup jauh sebab mereka tidak ingin terkena efek serangan yang mengandung tenaga dalam cukup tinggi dalam setiap ayunan pedang yang dilakukan oleh kedua pendekar yang sedang bertarung.


Debu beterbangan menyelimuti pelataran istana yang menjadi arena pertarungan dua orang pendekar tingkat tinggi.. beberapa bangunan yang berdiri paling dekat dengan tanah lapang itu sudah tampak ada kerusakan kecil pada beberapa bagian.


Kedua pendekar itu sudah bertukar lebih dari seratus jurus tapi belum ada tanda - tanda siapa yang lebih unggul.. dan setelah benturan tenaga dalam yang cukup dahsyat saat sabetan pedang naga langit berhasil ditahan oleh katana yang digunakan oleh Batosai.. kedua pendekar itu sama - sama melompat mundur ke belakang untuk menarik nafas.


"Bagaimana..?! apa kamu tertarik..? ucap Batosai tersenyum sinis..


***


Batosai berhasil menjadi tangan kanan Danzo yang merupakan pemimpin istana Kazuma dalam usia yang relatif muda. Berkat kemampuannya serta kejeniusannya dalam hal bela diri.. membuat Danzo mengangkat Batosai menjadi orang kepercayaannya saat baru berusia tiga puluh lima tahun.


Pengangkatan Batosai bukan tanpa alasan.. setelah berhasil menguasai kitab Iblis Pedang saat beru berusia tiga puluh tahun dan berhasil menyempurkananya lima tahun kemudian.. Danzo memberinya beberapa misi yang cukup berat dan Batosai berhasil menuntaskan seluruh misi tersebut tanpa kesulitan yang berarti.


***

__ADS_1


"Aku tidak menyangka kamu masih mampu bertahan sejauh ini setelah luka dalam yang kuberikan.. tapi aku berharap kamu masih bisa bertahan lebih lama.. " balas Chen Khu.


" Kita akan lihat...siapa yang masih bisa berdiri setelah pertarungan ini.. " ucap Batosai lalu mengacungkan pedangnya ke udara.


"IBLIS PEDANG..! JURUS IBLIS PENCABUT NYAWA..! "


Batosai memutar pedangnya dengan bilang ke arah belakang dan gagang pedang berada di depan.. sambil berlari maju ke arah Chen Khu yang terpisah jarak hampir lima puluh meter.


Chen Khu tidak tinggal diam.. dia segera mengalirkan tenaga dalam yang cukup besar pada pedangnya...


"TEKNIK NAGA..!! TERKAMAN NAGA SELATAN..!! "


Chen Khu juga maju menyambut serangan Batosai menggunakan teknik naga yang mengandalkan kecepatan serta kelihaian dalam memainkan pedang.


Jurus terkaman naga selatan sendiri adalah sebuah jurus yang menitik beratkan pada kecepatan pengguna jurus tersebut karena jika pengguna jurus tersebut tidak memiliki kecepatan serta ilmu meringankan tubuh yang tinggi maka jurus tersebut hanya menjadi sebuah jurus biasa yang mudah dipatahkan oleh lawannya.


"Apa masih belum cukup bermainnya bodoh..??! "


Sebuah suara terdengar dalam pikiran Chen Khu.. yang membuat Chen Khu tersenyum.


" Maafkan aku senior.. tapi aku harus berhati - hati menghadapi pendekar itu.. karena sepertinya dia masih menyimpan kekuatan penuhnya.. " jawab Chen Khu dalam pikirannya sendiri.


Senyuman yang terpancar dari wajah Chen Khu karena mendapat teguran dari Hua Tuo menjadi perhatian khusus dari Batosai.. tentu saja.. senyuman itu sangat mengganggu pikirannya sebab sangat jarang seseorang masih bisa tersenyum setelah bertarung cukup lama.

__ADS_1


Suara pedang beradu kembali terdengar saat kedua pendekar itu bertemu.. ribuan pasang mata yang menyaksikan pertarungan keduanya hanya bisa memandang takjub sebab kali ini kecepatan kedua pendekar itu menjadi dua kali lipat.


Kedua pendekar saling bertukar serangan, sebuah sabetan pedang hampir mengenai leher Chen Khu andai saja dia terlambat menurunkan kepalanya, tapi baru saja Chen Khu bernafas lega sebuah pukulan mendarat tepat mengenai dadanya hingga membuat Chen Khu terlempar beberapa beberapa meter namun Chen Khu masih bisa menjaga keseimbangannya agar tidak terjatuh.


__ADS_2