
Sebuah tebasan pedang yang disertai dengan perubahan eleman api.. menghasilkan lesatan bola api yang mengincar lima orang pendekar yang saling berdekatan.
Kelima orang yang tidak menyangka akan mendapatkan serangan jarak jauh seperti itu mencoba menghindar.. namun.. lesatan energi pedang Chen Khu sangat cepat dan membuat tidak semua dari mereka berhasil menghindar dengan sempurna..
Salah seorang pendekar terlihat sibuk memadamkan api yang membakar pakaiannya dengan dibantu dua orang rekannya.. sebagian kulitnya melepuh akibar terkena efek jurus badai api neraka.
Chen Khu tidak menyia - nyiakan kesempatan.. dengan menggunakan jurus sisik naga yang dipadukan dengan jurus nafas naga.. Chen Khu berusaha menghalau pergerakan pendekar lainnya yang akan berusaha membantu sebelum melesat cepat ke arah tiga orang pendekar yang sibuk memadamkan api.
Ayunan pedang Chen Khu berhasil menemui sasaran dengan telak meskipun dua orang pendekar lain yang ikut memadamkan api masih sempat menghindar disaat terakhir.. sedangkan Wan Kao Lue serta tiga orang pendekar lain tidak bisa berbuat apa - apa untuk menghalau Chen Khu sebab mereka sendiri sedang disibukkan dengan pisau - pisau api yang mengarah pada mereka.
Chen Khu membalikkan badan dan kembali mengincar salah seorang pendekar yang berada paling dekat dengannya.. keduanya saling bertukan jurus sebelum beberapa pendekar lain ikut membantunya dan memaksa Chen Khu kembali mengambil langkah mundur untuk mengatur kembali kuda - kudanya.
Berbeda dengan Kobayasi dan rekan - rekannya yang terlihat lebih unggul dalam pertarungan meski dengan jumlah yang lebih sedikit.
Formasi para ronin telah merenggut puluhan nyawa pendekar pulau tengkorak dan belum ada satupun dari mereka yang terluka.. dan bahkan.. para pendekar pulau tengkorak terlihat menjaga jarak.. setelah dalam beberapa puluh kali percobaan.. pendekar - pendekar itu tetap tidak mampu menembus pertahanan dari formasi yang dibuat oleh para ronin.
Selain semangat tempur para ronin yang meningkat berkat kehadiran empat orang rekannya yang lain hingga membuat formasi mereka mendekati sempurna..
Kedatangan Kapten Kabuto yang merupakan salah seorang perwira itnggi yang berkemampuan hampir menyamai Kobayasi jelas memberi suntikan motivasi tersendiri bagi Magura dan yang lainnya.
Kobayasi tiba - tiba mengangkat pedangnya saat puluhan pisau untuk kesekian kalinya dilempar ke arah mereka.. racun yang mengenai Nobita membuat mereka sangat berhati - hati saat berhadapan dengan pisau - pisau yang dilemparkan.
Kesepuluh ronin itu langsung membuat jarak sekitar dua langkah saat Kobayasi mengangkat pedangnya..dengan begitu.. mereka bisa leluasa menangkis datangnya pisau dengan pedang tanpa khawatir akan melukai rekan mereka satu sama lain.
__ADS_1
Pisau - pisau jatuh ke tanah setelah bertabrakan dengan pedang para ronin.. sesaat kemudian.. puluhan pendekar terlihat melompat ke udara bergerak menyerang para Ronin yang sudah kembali merapatkan formasi mereka.
Ronin yang berdiri di belakang Kobayasi telah siap menyambut datangnya serangan susulan tersebut sedang Kobayasi sendiri sudah mengincar beberapa orang pendekar yang akan dijadikan sebagai terget serangan lebih dulu.
Para ronin yang berperan sebagai pendukung Kobayasi melakukan duel pedang dengan para pendekar yang maju menyerang.. sedangkan Kobayasi melihat peluang pendekar mana yang paling berpotensi untuk dihabisi.. sebelum menyerang dengan kecepatan tinggi.
Setiap gelombang serangan yang dilakukan oleh pendekar pulau tengkorak pasti meninggalkan korban jiwa dipihak mereka.. bahkan boleh dibilang.. pendekar - pendekar itu sudah kehabisan akal untuk membongkar pertahanan para ronin.. sedangkan pendekar tingkat tinggi yang diharapkan bisa berperan sebagai pembongkar pertahanan justru terlihat kewalahan bertarung melawan seorang pendekar muda.
Chen Khu sendiri baru saja kembali berhasil membunuh salah seorang pendekar tingkat tinggin yang dimiliki oleh sekte pulau tengkorak dan memberikan luka serius untuk satu orang pendekar lain.
Hampir seluruh tubuh pendekar tersebut melepuh terkena efek serangan Chen Khu yang masih tetap menggunakan perubahan elemen jenis api..
Tubuhnya mulai kejang..sedangkan matanya terbelak seolah sedang menahan sakit yang teramat sangat.. nyawa pendekar itu hampir bisa dipastikan tidak akan tertolong jika tidak segera mendapatkan perawatan..sedangkan rekannya yang lain malah menjauh darinya...untuk mengatur nafas dan mungkin mencari cara lain untuk menghadapi Chen Khu.
Tanpa berbicara sepatah katapun.. Chen Khu memutar tubuhnya sebelum menghujamkan pedangnya tepat ke arah jantung pendekar yang sekarat itu.
Darah segar keluar dari mulutnya bersamaan saat Chen Khu mencabut pedangnya.
Chen Khu yang seperti kesetanan kembali bersiap menyerang setelah mengakhiri penderitaan pendekar tersebut.. aura besar kembali keluar dari tubuhnya dan menekan semua pendekar yang sudah mengambil jarak cukup jauh.
"Sial..!! tubuhku susah digerakkan..!! " umpat Wan Kao Lue saat merasa tubuhnya seperti sedang memanggil sebuah batu besar.
Wan Kao Lue segera mengalirkan tenaga dalam ke seluruh tubuhnya untuk bebas dari tekanan aura langit dan segera menjauh.. sedangkan salah seorang pendekar lain yang berada paling dekat dengan Chen Khu terlihat panik.
__ADS_1
Dengan menghentakkan kakinya ke tanah.. Chen Khu melesat ke arah pendekar yang masih kesulitan untuk bergerak itu lalu mengayunkan pedangnya sekuat tenaga.
Pendekar itu mencoba menangkis dengan mengangkat pedangnya.. tubuhnya yang terasa berat membuatnya terlambat untuk bereaksi dan sebelum pedangnya terangkat sempurna.. tubuhnya sudah berubah menjadi abu.
"Pertarungan masih akan sangat panjang.. sedangkan menggunakan aura ini terlalu banyak menguras energi.. " gumam Chen Khu dalam hati kemudian menarik kembali aura langit miliknya.
"Aku harus bisa menghemat energi sebanyak mungkin.. " ucapnya kembali dalam hati dan ikut menarik sebagian qi yang dialirkan pada pedangnya.
Pedang Chen Khu kembali seperti sedia kala.. tanpa kobaran api yang meliputinya.. sebuah hal yang justru menjadi tanda tanya bagi Wan Kao Lue dan dua orang pendekar lain..
Apakah pemuda yang menjadi lawan mereka saat ini telah kehabisan tenaga dalam.. atau memang sengaja untuk memancing mereka agar menyerangnya.
Pertanyaan mereka akhirnya terjawab karena tubuh Chen Khu tiba - tiba melayang di udara.
"Hah.. rupanya dia memiliki rencana lain.. " ucap Wan Kao Lue terlihat gusar.
"Tetua..sepertinya..sejak awal.. menyusul tetua Yan adalah sebuah pilihan yang salah.. " ujar salah seorang pendekar yang tersisa.
"Salah katamu..?!"
"Aku lebih memilih mati terhormat disini.. daripada harus mati karena melawan perintah Riu Ji.. " bentak Wan Kao Lue.
Pendekar tersebut menundukkan kepala.. yang dikatakan Wan Kao Lue memang benar.. jika mereka tidak mengikuti perintah Riu Ji.. kepala meraka juga akan dipenggal dihadapan orang banyak tanpa memberikan perlawanan sedikitpun.. sedangkan saat ini.. jika ajal menjemput mereka.. maka mereka akan mati sebagai pendekar.. dan melalui sebuah pertarungan yang sangat berat.. karena lawan yang mereka hadapi memang memiliki kemampuan yang tidak bisa mereka tandingi.
__ADS_1