
Chen Khu yang kesulitan melihat akibat badai pasir menutupi mata dan hidungnya dengan ujung jubahnya. Berkat insting dan naluri bertarungnya yang sudah meningkat karena telah melalui banyak pertarungan, dia bisa merasakan jika ada serangan lanjutan dari seberang badai.
Chen Khu mencoba mengantisipasi dengan menajamkan pendengarannya..
TRAAANG...!!
Dua benda yang terbuat dari logam berbenturan, yang disusuk benturan - benturan lainnya... dan benturan tersebut membuat golok milik ketua sekte Singa Gurun mengalami keretakan, tapi sang ketua sekte terus melakukan serangan meski retakan pada goloknya terus membesar.
Meskipun hanya mengandalkan indra pendengarannya tapi dia bisa mengetahui semua serangan yang datang.. hanya saja Chen Khu hanya bisa bertahan selama badai pasir menutupi penglihatannya.
"PUTARAN NAGA ANGIN "
Chen Khu menggunakan jurus Putaran Naga Angin untuk menciptakan pusaran angin untuk menghentikan badai pasir yang sudah cukup lama membuatnya kesulitan melihat dan bernafas.. belum lagi dalam badai itu, serangan ketua Sekte Singa Gurun juga sangat gencar sementara Chen Khu tidak bisa memberikan serangan balasan.
Pusaran angin yang diciptakan Chen Khu dengan tenaga dalam yang lebih besar berhasil membuat badai pasir menghilang.
Hilangnya badai membuat Chen Khu langsung melancarkan serangan pada ketua sekte Singa Gurun. Gencarnya serangan membuat golok yang digunakan oleh ketua sekte Singa Gurun patah manjadi dua bagian.
Menyaksikan hal itu, anggota sekte Singa Gurun secara bersamaan menyerang Chen Khu meskipun dengan prasaan yang sudah dipenuhi dengan keraguan.
"LANGKAH PETIR..!! "
__ADS_1
Melihat serangan yang datang secara bersamaan, Chen Khu menggunakan jurus Langkah Petir untuk mempercepat serangannya dan menyambut datangnya serangan.. pendekar - pendekar sekte Singa Gurun yang tidak bisa melihat pergerakan Chen Khu yang tiba - tiba saja sudah berada di hadapan mereka dengan pedang yang sudah siap memotong leher mereka, membuat anggota - anggota sekte itu hanya bisa pasrah.
Jurus Langkah Petir yang digunakan oleh Chen Khu semakin memperbanyak korban dari sekte Singan Gurun dan tinggal menyisakan belasan orang anggota saja termasuk pendekar level lima. Pria dengan pedang besae di tangan yang sebelumnya pernah mendapatkan kesempatan kedua dari Chen Khu mulai berpikir untuk melarikan diri sebab melihat kemungkinan sektenya untuk menang melawan Chen Khu boleh dibilang sudah tertutup.
Beberapa diantara mereka sudah mendapatkan luka serius.. darah sudah membasahi pakaian mereka, sedangkan ketua sekte mereka yang terpaksa menggunakan pedang milik anggotanya yang sudah tewas juga sudah mendapatkan sejumlah luka disekujur tubuhnya.
Pertarungan itu sebentar lagi akan selesai, dan pria yang pernah mendapatkan kesempatan kedua mulai menjauhi arena pertarungan dengan tubuh yang sudah dipenuhi luka.. sedangkan rekan - rekannya satu persatu sudah meregang nyawa.
Chen Khu tidak mencoba untuk mengejarnya.. disamping sedang bertarung dengan anggota sekte yang tersisa, dia juga merasakan seseorang yang sedang mengawasi pertarungan mereka dari kejauhan.
"Aku memang tidak setuju saat kakak seperguruanku mengampuni kalian tempo hari "
Suara yang tiba - tiba terdengar dihadapannya membuat pria itu terkejut bukan kepalang. Merasa pelariannya berjalan mulus dia malah tidak menyadari kalau ada seseorang yang sudah menantikannya.
"Nona.. aku mohon.. berikanlah kesempatan sekali lagi.. kali ini aku berjanji akan berubah " ujar pria itu sambil berlutut.
Seolah tidak mendengar permintaan pria tersebut.. Xie Annchi langsung menancapkan pedang miliknya tepat dijantung pria itu.
"Seluruh anak buahmu sudah kuhabisi.. sekarang bagaimana denganmu..? " tanya Chen Khu pada pada ketua sekte Singa Gurun yang sudah mengalami beberapa luka yang amat serius.. yang bahkan jika Chen Khu tidak membunuhnya pun akan sulit baginya untuk bertahan hidup.
"Jika kamu memberiku kesempatan untuk hidup, aku berjanji akan menebus semua kesalahanku di masa lalu " jawab ketua sekte Singa Gurun dengan suara yang sudah terdengar lemah.
__ADS_1
"Hmm.. baiklah.. tapi aku tidak ingin kamu melakukan hal yang serupa dilakukan oleh anak buahmu sebelumnya " jawab Chen Khu.
"Kakak ingin mengulangi kesalahan yang sama..?? mereka itu orang jahat dan selamanya akan berbuat jahat " ujar Xie Annchi sambil meluncur ke arah ketua sekte Singa Gurun bermaksud untuk membunuhnya. Dan dengan sebuah gerakan.. pedang Xie Annchi sudah mengarah pada leher pria itu.
Ketua sekte Singa Gurun itu hanya bisa pasrah melihat pedang yang sudah mengarah ke lehernya dan sesaat lagi akan memisahkan kepala dan tubuhnya dan hal terakhir yang bisa dilakukannya hanya memejamkan mata menunggu ajal menjemputnya.
"TRAAAANG..!! "
Suara pedang Xie Annchi dan Chen Khu beradu. Chen Khu menghentikan maksud Xie Annchi yang sedikit lagi akan memenggal kepala ketua sekte Singa Gurun itu.
Ketua sekte Singa Gurun terkejut mendengar pedang yang semula akan memenggal kepalanya beradu dengan pedang lain, dia kemudian membuka mata, dan ternyata Chen Khu lah yang menghentikan pedang tersebut.
"Apa yang kakak lakukan..?? "ujar Xie Annchi kesal karena niatnya untuk membunuh pria itu tidak kesampaian.
"Sudahlah Annchi.. aku memberikan kesempatan pada orang yang berbeda.. kuharap suatu saat dia akan menjadi orang baik " ujar Chen Khu sambil membersihkan darah dari pedangnya dengan pakaian lawannya yang sudah tidak bernyawa.
"Kakak... tapi bagaimana kalau dia akan tetap menjadi jahat dan kembali membunuh orang lain..? "Xie Annchi mencoba beradu argumen dengan Chen Khu dengan harapan agar Chen Khu berubah pikiran.
"Jika itu terjadi, maka aku akan mencarinya dan membunuhnya " ujar Chen Khu singkat lalu menyimpan kembali pedang miliknya dan mengeluarkan sebutir kacang berwarna kuning keemasan dan memberikannya pada pria itu.
"kacang itu hanya akan sedikit membantumu.. setelah pergi dari sini.. segeralah cari tabib untuk mengobati luka - lukamu " ujar Chen Khu yang kemudian mengajak Xie Annchiyang masih terlihat kesal karena tidak menyetujui apa yang bari saja dilakukan oleh kakak seperguruannya itu kembali ke rombongan mereka yang sudah menunggu agak lama.
__ADS_1
Ketua sekte Singa Gurun yang baru saja telah kehilangan seluruh anggotanya mengunya kacang yang diberikan oleh Chen Khu lalu menelannya.. dan perlahan dia merasakan ada energi yang mengalir dalam tubuhnya dan menghentikan pendarahan yang dialaminya.
Dengan tertatih - tatih.. ketua sekte Singa Gurun berusaha berjalan dengan menggunakan pedang salah seorang anggotanya yang sudah tewas sebagi penopang tubuhnya.