Pendekar Pedang Naga Langit

Pendekar Pedang Naga Langit
#107. Kitab Dewi Langit


__ADS_3

Semilir angin pagi itu berhembus dari celah - celah dedaunan.. pada sebuah bukit yang cukup jauh dari keramainan.. tiga orang terlihat sedang serius berlatih.. dua orang berlatih tanding menggunakan pedang sedangkan seorang lagi berlatih menggunkan tangan kosong dengan gerakan lambat seperti mengikuti gerakan angin yang menerpa dengan sangat lembut.


"Aahana.. kita istirahat dulu.. " ucap Mathanadeva lalu menyarungkan pedangnya.. keduanya lalu duduk pada batu dengan permukaan yang datar dan memperhatikan Chen Khu yang berlatih dengan serius dengan gerakan yang lambat tapi terlihat jika Chen Khu sangat menikmatinya.


Setelah cukup lama.. Chen Khu akhirnya menghentikan latihannya lalu menghampiri kedua orang yang memperhatikannya sejak tadi.


"Yang mulia.. apa yang mulia yakin jika tuan putri akan berlatih bersama kita..? " tanya Chen Khu.


"Tentu saja.. dia adalah penerusku kelak.. meskipun dia seorang wanita tapi aku yakin jika dengan memiliki kemampuan yang tinggi kelak dia akan menemukan pasangan hidupnya yang juga memiliki paling tidak setara dengan kemampuannya dan bisa terus melanjutkan kerajaan ini untuk terus bisa mensejahterakan rakyat.. " jawab Mathanadeva dengan senyum mengembang dan tatapan penuh harapan pada Aahana.


"Tapi yang mulia.. sebulum tuan putri mempelajari kitab Dewa Naga Khayangan.. sebaiknya aku memberitahukan bahwa ilmu beladiri yang ada dalam kitab tersebut tidak bisa atau tidak boleh dipelajari oleh seorang wanita.. sebab jika dia memaksakan diri untuk berlatih menggunakan kitab itu.. maka jiwanya akan terkurung dalam pedang halilintar.. " Nafas Aahana tersedak mendengar penjelasan Chen Khu.. keinginannya untuk menjadi sekuat Chen Khu hampir buyar saat mendengar penjelasan tersebut sebab percuma menjadi kuat tapi pada akhirnya jiwanya harus terkurung dalam sebuah pedang.


Wajah Aahana menjadi cemberut.. obsesinya untuk menjadi seorang pendekar hebat rupanya tidak semudah yang dibayangkannya.. sejak melihat kemampuan Chen Khu yang mampu mengalahkan ratusan siluman dengan mudah serta mampu melayang - layang di udara.. pikiran Aahana selalu membayangkan dirinya mempunyai kemampuan yang sama dengan Chen Khu.


"Tuan putri memang sebaiknya jangan mempelajari kitab yang dipelajari oleh ayahanda tuan putri.. tapi aku masih memiliki kitab lain yang bisa membuat tuan putri menjadi lebih hebat dari sekarang ini.." ucap Chen Khu lalu mengeluarkan sebuah kitab yang tampak lusuh dari dalam jubahnya.


"Kitab Dewi Langit..!! " ucap Chen Khu sambil memberikan kitab tersebut pada Aahana, dan dengan senyum mengbang Aahana menerima kitab tersebut.


"Aku pernah membaca seluruh isi kitab itu, dan kitab itu memang khusus dibuat untuk pendekar wanita.. dan yang membuat kitab itu lebih istimewa... kitab itu membawa pedang pusaka bersamanya yang tersimpan dalam dimensi lain.. dan cara untuk mendapatkan pedang itu dijelaskan pada seperempat halaman terakhir, jadi pelajarilah kitab itu dengan seksama, dan jika sudah menguasai jurus - jurus yang ada didalamnya maka tuan putri bisa mengambil pedang Dewi Langit yang tersimpan didalamnya.. " Chen Khu menjelaskan panjanh lebar sebelum Aahana sempat membuka kitab tersebut dan senyum khas Aahana mulai nampak setelah mendengar penjelasan Chen Khu.

__ADS_1


"Terima kasih kakak Chen..! " ucap Aahana sambil membungkuk memberi hormat.


"Tidak perlu berterima kasih padaku.. kitab itu dan masih banyak kitab lainnya adalah pemberian guruku, dan aku pikir akan sangat mubadzir jika aku hanya menyimpannya... " jawab Chen Khu singkat sambil tertunduk sebab dia tidak ingin tergoda oleh senyum manis khas Aahana.


"Chen Khu.. terima kasih banyak.. kamu sudah banyak membantu kami.. dan aku tidak tau bagaimana cara membalas semua kebaikanmu pada kami.. " ucap Mathanadeva yang ikut tersenyum melihat kebahagiaan putrinya.


"Apa yang kuberikan tidak sebanding dengan nyawaku yang telah kalian selamtkan yang mulia.. dan jika yang mulia serta tuan putri mampu mengusai kitab - kitab yang sudah keberikan serta menggunakannya untuk menjaga serta melindungi rakyat serta orang - orang yang lemah maka itulah balasan yang pantas.. " jawab Chen Khu.


"Kami berjanji akan selalu mengingat pesanmu..!"ucap Mathanadeva dan Aahana bersamaan..dan setelah itu..


"SLUUUUP..!! "


"Aku sudah tau kamu mengawasi kami sejak tadi, tapi aku sengaja membiarkanmu melihat semuanya tapi aku tidak akan membiarkanmu pergi begitu saja.. " ujar Chen Khu sambil menodongkan pisau pada leher seorang pria yang tersandar dipohon dengan sebuah pisau menancap pada kerah bajunya dan satu lagi menancap dan hampir mengenai pinggangnya.


"Siapa dia Chen Khu..? " tanya Mathanadeva yang baru saja sampai bersama putrinya.


" Aku juga tidak tau yang mulia.. tapi dia mengawasi kita sejak tadi, dan aku rasa dia memiliki niat yang tidak baik.. "


"Kalau begitu.. kita bawa dia ke istana.. kita interogasi dia disana.. " ucap Mathanadeva lalu melayangkan jari telunjuknya pada leher pria tersebut yang membuat pria itu kaku dan tidak mampu bergerak.

__ADS_1


"Jurus totok kuil Hang Chu boleh juga " ujar Chen Khu sambil tertawa lalu dengan cepat dia memanggup pria tersebut di bahunya lalu ketiga segera kembali ke istana.


***


"Dia adalah salah satu petinggi sekte Aghori " ujar Mathanadeva pada Chen Khu yang sedang duduk di beranda kediamannya..


Lima jam setelah kembali dari bukit dan Mathanadeva langsung menginterogasi pria yang ditangkap oleh Chen Khu, akhirnya.. Mathanadeva memperoleh informasi tentang tujuan pria tersebut memata - matai mereka.


"Sekte Aghori..?? "


" Yaa.. sekte Aghori.. sekte yang jika di benua daratan tengah akan disebut sebagai sekte aliran hitam, tapi kami disini menyebutnya dengan sekte aliran sesat.. "


"Lalu apa tujuannya memata - matai kita yang mulia..? "


Mathanadeva menceritakan hasil interogasinya pada Chen Khu, jika pria itu bertugas untuk mencari informasi tentang Chen Khu.. pemuda yang telah membunuh banyak siluman termasuk siluman harimau putih yang mereka berinama Agra.. dan dari interogasi yang dilakukan oleh Mathanadeva.. dia juga memperoleh informasi jika ketua besar sekte mereka berencana menyerang ibukota Gurjara jika kekuatan yang sedang dikumpulkannya saat ini terpenuhi... dan sekte Aghilori lah yang merupakan dalang dibalik serangan - serangan siluman selama setahun terakhir ini yang bertujuan untuk Membuat Mathanadeva sibuk sehingga tidak menyadari rencana penyerang yang sudah mereka susun... hanya saja Mathanadeva tidak memperoleh informasi tentang markas mereka serta kapan rencana penyerangan yang akan mereka lakukan sebab pria itu membunuh dirinya sendiri dengan memakan racun yang disembunyikannya dalam salah satu giginya saat Mathanadeva menyakan posisi markas mereka.


"Apakah sekte Aghori itu mempunyai dendam dengan gurjara yang mulia..? " tanya Chen Khu setelah mendengar hasil interogasi yang disampaikan oleh Mathanadeva.


"Hmmm.. kejadianya beberapa tahun yang lalu.. saat Ayahku memerintahkan untuk membubarkan sekte tersebut.. " ujar Mathanadeva memulai ceritanya setelah menghela nafas panjang.

__ADS_1


Mathanadeva kemudian melanjutkan ceritanya perihal sekte Aghori hingga akhirnya ayahnya yang saat itu sedang menjabat sebagi raja Gurjara sebelum dirinya memerintahkan untuk membubarkan sekte tersebut.


__ADS_2