Pendekar Pedang Naga Langit

Pendekar Pedang Naga Langit
#105. Pesan Mendalam Lee Han


__ADS_3

Keheningan malam itu serta semilir angin yang berhembus terasa cukup dingin..tapi hal berbeda justru dirasakan oleh Chen Khu yang justru merasakan jika seluruh tubuhnya terasa panas serta lututnya gemetar saat melihat sosok yang muncul dari balik bayang - bayang pepohonan.


"Guruuuuu...!! " Chen Khu tidak dapan menahan gejolak hatinya.. dan segera menghambur ke sosok yang baru datang tersebut kemudian memeluknya erat - erat.


"Dasar Anak bodoh..!! apa ada yang pernah memanggilmu seperti itu selain aku..?? "ujar Lee Han sambil mengelus rambut Chen Khu.


"Guru.. bagaimana guru bisa ada disini..? " ucap Chen Khu lalu melepaskan pelukannya.


"Kamu telah membuatku malu.. para dewa di khayangan mengatakan jika aku telah gagal menjadi gurumu.. " jawab Lee Han lalu mengajak Chen Khu duduk kembali di jembatan dengan tangan terus merangkup pundak Chen Khu.


Dua orang yang terpisah cukup lama itu terlihat saling berbicara serius sekaligus melepas kerinduan diantara mereka.


"Bagaimana bisa guru dikatakan gagal..?? apa ada yang salah dengan apa yang kuperbuat selama ini..?? "


"Sampai saat ini kamu belum juga bisa menggunakan Pedang Naga Langit.. dan Ang Kung terus menanyakan tentang hal itu.. "


"Aku sudah berusaha sebisa mungkin guru.. hanya saja.. kekuatan yang kumiliki belum cukup untuk bisa menggunakan pedang itu.. bahkan sumber daya yang kubawa dari lembah harapan juga sudah tidak membantuku.. ditambah lagi.. aku tidak mungkin menutup mata dengan kejadian yang menimpa orang - orang disekitarku.. "


"Apa yang kamu lakukan sudah benar.. hanya saja, kamu terlalu bergantung pada sumber daya untuk meningkatkan kemampuanmu, itulah sebabnya.. ketika sumber daya yang kamu gunakan sudah mencapai batasnya, kamu kesulitan untuk mengembangkan kemampuanmu.." ujar Lee Han.


"Selain itu.. selama ini kamu terlalu bergantung pada pedang halilintar sehingga kekuatan yang ada dalam dirimu tidak kamu gunakan secara maksimal karena musuh - musuhmu selalu bisa kamu kalahkan berkat bantuan pedang itu.. "


"Dan sekarang.. pedang yang kamu gunakan menjadi semakin haus darah.. dan semakin lama kamu tergantung padanya, maka bisa - bisa pikiran bawah sadarmu akan dibawah kendalinya... " Lee Han menjelaskan panjang lebar.

__ADS_1


"Lalu aku harus bagaimana guru..? "


"Maksimalkan potensi yang ada dalam dirimu, setelah kemampuan sumber daya untuk membantu meningkatkan kemampuanmu telah mencapai puncaknya.. maka untuk mencapai puncak kependekaran semua tergantung dari dirimu sendiri.. "


Chen Khu terdiam cukup lama mencoba mencerna penjelasan Lee Han hingga akhirnya Lee Han berdiri lalu melemparkan sebuah batu pipih pada permukaan danau.


"Kamu lihat batu itu..??kenapa dia bisa meluncur di permukaan air.. berbeda jika kita melemparkan batu yang bentuknya bulat..? "


"Karna bentuknya pipih guru.. makanya batu itu bisa meluncur.. " jawab Chen Khu polos.


"Lalu bagaimana jika kita melemparkannya dengan cara biasa..?? apakah batu itu juga akan meluncur..??


"Tentu tidak guru.. "


"Mmm.. " Chen Khu bergumam lalu terdiam karna tidak menemukan jawaban atas pertanyaan Lee Han.


"Chen Khu... batu itu bisa meluncur diatas permukaan air itu tergantung cara kita melemparkannya.. meskipun bentuknya juga turut berperan.. sejauh mana batu itu meluncur lalu tenggelam.. itu tergantung seberapa kuat kamu melemparkannya dengan cara khusus.. sama seperti tubuhmu.. jika tubuhmu adalah batu pipih itu.. aku sudah melemparkanmu cukup kuat dengan cara melatihmu sebaik mungkin.. sejauh mana kamu meluncur.. tinggal tergantung seberapa pipihnya kamu itulah mengapa kamu harus memaksimalkan seluruh potensi yang ada dalam dirimu sendiri agar bisa meluncur sampai ke seberang danau.. " Suasana menjadi hening setelah Lee Han memberikan penjelasan, sedangkan Chen Khu manggut - manggut memahami penjelasan dari gurunya.


"Chen Khu.. alam menyediakan segala untuk kita..tergantung cara kita mengelolanya.. jika dalam tubuh kita menyimpan potensi kekuatan yang sangat besar.. maka alam menyimpan potensi yang jauh lebih besar.. dan jika kamu bisa menyerap energi alam.. maka kamu akan memiliki kekuatan yang sangat luar biasa.. " ujar Lee Han melanjutkan.


"Chen Khu.. dalam diri manusia ada empat unsur yang harus kamu ketahui.. yaitu.. tanah, air, api dan udara.. jika kamu bisa mengendalikan keempat unsur tersebut, maka kamu bisa menyatukan dirimu dengan alam disekitarmu.. dan itulah hakikat pedang naga langit yang sesungguhnya.. "


"Fisik pedang naga langit bisa kamu lihat dengan kasat mata.. tapi untuk mengendalikannya kamu harus menggunakan gabungan energi dari alam.. dan jika kamu bisa menguasai perubahan - perubahan energi tersebut.. maka pedang naga langit akan menyatu kedalam pedang energi yang kamu buat, meskipun kekuatan serta ketajamannya sedikit berbeda jika kamu menggunakan fisik pedang tersebut secara langsung, hanya saja.. dengan menggunakan pedang energi tersebut kamu bisa sedikit menghemat penggunaan tenaga dalammu.. " ujar Lee Han menjelaskan.

__ADS_1


Malampun semakin larut.. dan hanya terdengar suara serangga malam serta sesekali terdengar suara burung malam, lalu Lee Han kembali memecah keheningan.


"Pilihanmu untuk memberikan pedang itu pada Mathanadeva bisa saja sebuah awal yang tepat untuk meningkatkan kemampuan dirimu secara utuh.. disamping itu.. kebijaksanaan yang ada dalam jiwa Mathanadeva juga lebih baik darimu.. mungkin saja..di tangan Mathanadeva.. pedang itu akan menjadi lebih baik.. "


Chen Khu terkejut, Lee Han mengetahui jika dirinya berniat memberikan pedang Halilintar pada Mathanadeva untuk membantunya menjaga wilayah Gurjara jika dirinya kembali ke Kekaisaran Ming nantinya, tapi Chen Khu mencoba tetap bersikap tenang.


Waktu yang terus berlalu..tapi kedua orang itu masih duduk terdiam.. Chen Khu mencoba merenungi setiap kata - kata yang diucapkan oleh gurunya sedangkan Lee Han hanya mengamati dan menunggu Chen Khu untuk bertanya hingga akhirnya kokok ayam jantan untuk pertama kalinya terdengar..


"Chen Khu.. waktuku untuk mengunjungimu sudah habis.. tak perlu kau risaukan sekte Kuda Terbang atau saudara - saudaramu yang lain.. mereka baik - baik saja saat kamu terlempar ke sini.. dan ingat.. selesaikanlah apa yang sudah kamu lakukan disini, lalu temukanlah ayahmu secepat mungkin.. dan segeralah kembali ke kaisaran Ming.. akan ada peristiwa besar yang akan terjadi disana.. " ucap Lee Han lalu berdiri seperti hendak meninggalkan Chen Khu.


Chen Khu yang terkejut mendengar kata - kata terakhir yang diucapkan gurunya.


"Maksud guru..?? "


"Aku tidak ada waktu menjelaskannya.. aku harus pergi sekarang.. " ucap Lee Han mulai melangkahkan kakinya..


"Tapi guru.. " Chen Khu mencoba menehan Lee Han untuk meminta penjelasan.. tapi.. tangan Lee Han dengan cepat memegang kepala Chen Khu tanpa sempat Chen Khu untuk menghindarinya.


Saat telapak tangan Lee Han menyentuh kepala Chen Khu.. energi dingin dirasakannya mengalir kedalam tubuhnya.. saking dinginnya tubuh Chen Khu sampai menggigil.. beberapa kali Chen Khu ingin melepaskan diri dari Lee Han tapi seluruh tubuhnya terasa kaku sampai tidak bisa digerakkan.


Energi dingin yang masuk perlahan berkurang dan tubuh Chen Khu berhenti menggigil.. dan baru saja Chen Khu bernafas lega.. energi panas kemudian kembali mengalir memasuki tubuhnya..kali ini Chen Khu merasa seluruh tubuhnya seperti terbakar.. bahkan nafas yang dikeluarkannya pun terasa panas.. tapi jangankan untuk melepaskan diri.. untuk berteriak atau meronta saja Chen Khu tidak mampu.. panas yang masuk kedalam tubuhnya yang mengalir sampai ke ujung kakinya bahkan membuat alas kaki yang dikenankannya menghitam.. akhirnya membuatnya terjatuh ke tanah dan tidak sadarkan diri.


"Aku sudah melemparkanmu dengan seluruh kekuatan yang kumiliki.. sekarang semuanya tergantung padamu..! " ucap Lee Han saat Chen Khu terbaring di tanah dan sejurus kemudian Lee Han menghilang.

__ADS_1


__ADS_2