Pendekar Pedang Naga Langit

Pendekar Pedang Naga Langit
#116. Awal Pertempuran


__ADS_3

Apa Yang ditunggu Chen Khu dan Mathanadeva akhirnya mulai tampak.. sekitar lima ratus orang bersenjatakan pedang dan tombak terlihat keluar dari perkampungan sekte Aghori.. rombongan tersebut bergerak ke arah barat menuju kota Nalagarh..seluruh anggota pasukan yang terdiri dari pendekar level tiga dan empat langsung bergerak cepat meninggalkan markas mereka.. kemampuan ilmu meringankan tubuh mereka membuat pergerakan mereka lebih cepat, dan tidak lama setelah lima ratus pasukan itu menghilang tampak empat orang dengan membawa masing - masing satu buah kendi yang sudah dikenali oleh Chen Khu yang mempunyai penglihatan cukup tajam sebagai kendi yang digunakan untuk mengurung siluman.


"Vikhram.. apa kamu yakin dengan rencana Rajesh membawa pasukannya kembali ke kota Nalagarh..? " tanya Gulika sambil menyerahkan sebuah kendi yang dibawanya sejak tadi keluar dari markas.


"Aku yakin sebab penjelasannya memang masuk akal.. Mathanadeva pasti berpikiran kalau Nalagarh sudah aman dan mereka pasti akan meninggalkan kota tersebut..! " jawab Vikhram yang kini menenteng dua buah kendi berisi siluman.


"Hmm.. Aku harap juga seperti itu..dan kalian sebaiknya berhati - hati,selain itu yang perlu kalian ingat.. kalau kalian hanya pengalih perhatian dan jangan sampai tertangkap.. " Gulika mengingatkan Vikhram yang dijawab dengan anggukan olehnya lalu tiga orang tersebut melesat ke arah selatan dengan tujuan kota Kolkata ibukota kerajaan Gurjara dengan menggunakan ilmu meringankan tubuh meninggalkan Gulika yang akhirnya membalikkan badan memasuki markas mereka kembali.


"Yang mulia.. sudah waktunya.. " ucap Chen Khu dan dijawab dengan anggukan kepala dan langsung melesat cepat mengikuti rombongan pasukan yang dipimpin langsung oleh Rajesh.. sedangkan Chen Khu bergerak ke arah Vikhram yang didampingi oleh dua orang anak buahnya.


Chen Khu dan Mathanadeva memang sudah membagi tugas mereka setelah mengetahui rencana dari para ketua sekte Aghori dan Matahadeva sendiri yang berinisiatif untuk menghadang pasukan yang akan dipimpin oleh Rajesh dan kemudian mencari bantuan untuk menyerang markas sekte Aghori, sedangkan Chen Khu akan menghadapi Vikhram yang akan menyerang kota lain dengan menggunakan siluman.


Mathanadeva tetap menjaga jarak aman agar tidak terlihat oleh rombongan pasukan sekte Aghori yang diikutinya. meskipun kemampuannya untuk menyembunyikan aura kekuatannya sudah sangat baik, tentu saja jika keberadaannya terlihat oleh musuh maka akan terjadi pertarungan lebih cepat dari yang direncanakan dan jika melihat jumlah pasukan yang dibawa oleh Rajesh, bukan tidak mungkin.. meskipun Mathanadeva bisa memenangkan pertarungan dengan kemampuannya saat ini yang sudah mencapai tingkat pendekar level tujuh tahap awal, dia juga pasti akan mengalami luka yang akan sangat serius, serta jika ada salah seorang dari pasukan itu berhasil meloloskan diri dan kembali ke markas mereka maka rencana mereka untuk menyerang markas sekte Aghori lebih dulu bisa saja akan menemui kendala.


Setelah cukup lama membuntuti rombongan dihadapannya akhirnya Mathanadeva bisa menebak kota yang akan dituju oleh Rajesh bersama pasukannya.

__ADS_1


"Hmmm.. Nalagarh..?! cukup cerdik..! " gumam Mathanadeva dalam hati..


Rencana Rajesh kembali menyerang kota Nalagarh memang tergolong cerdik, disamping penduduk kota Nalagarh pasti sedang lengah karena baru saja mengusir siluman kera api..dan disampinh itu, pasukan gurjara juga pasti sudah kembali ke ibukota setelah merasa jika keadaan kota Nalagarh sudah cukup aman.


Ditempat lain.. Chen Khu yang merada jarak markas sekte Aghori sudah cukup jauh menutuskan untuk segera melakukan penghadangan.. Chen Khu yang semula membuntuti hanya dengan ilmu meringankan tubuh, kali ini pada pijakannya yang terakhir langsung melesat tinggi ke udara. Vikhram dan kedua anak buahnya tidak bisa merasakan jika Chen Khu telah mendahului mereka, sebab kemampuan Chen Khu yang lebih tinggi serta kemampuannya menyembunyikan aura kekuatannya membuat ketiga orang tersebut merasa jika perjalan mereka tidak akan mengalami hambatan.


"Sepertinya kalian sedang terburu - buru ya..?! " Suara Chen Khu sebenarnya pelan, hanya saja suara yang dialiri tenaga dalam tersebut terdengar menggelegar dan cukup mengagetkan Vikhram dan kedua anak buahnya dan segera ketiganya menghentikan langkah lalu memasang sikap waspada sambil melihat sekeliling mencari sumber suara.


"Heii.. kamu siapa..?! berani mencari masalah dengan kami..?!kalau kamu berani tampakkan dirimu.. " teriak Vikhram sambil terus mencari posisi Chen Khu.


"Hah.. punya nyali juga kamu rupanya..berani mencari masalah dengan sekte kami.. " ucap Vikhram dengan senyum sinis.


"Aku sebenarnya tidak suka mencari masalah dengan siapapun.. tapi aku sangat membeci orang yang suka membuat masalah.. " jawab Chen Khu sambil mengeluarkan pedang naga langit dari dalam jubahnya, membuat tiga orang yang ada didepannya terkejut sebab jika melihat ukuran tubuh Chen Khu yang tidak terlalu besar, sehingga rasanya mustahil sebuah pedang dengan panjang satu setengah meter disembunyikan dalam jubahnya.


Chen Khu langsung menggunakan pedang naga langit karena ingin secepatnya menyelesaikan pertarungan sehingga dia bisa secepatnya menyusul Mathanadeva, dan saat tenaga dalam serta Chi dialirkan kedalam pedangnya.. Chen Khu merasa ada getaran aneh pada pedangnya lalu dia mendengar seseorang yang berbicara dalam pikirannya.

__ADS_1


"Akhirnya kamu menggunakanku.. " suara tersebut terdengar jelas oleh Chen Khu.


"Kamu siapa..? " tanya Chen Khu dalam pikirannya dengan mata tertutup.


Melihat Chen Khu menutup mata, Vikhram dan kedua anak buahnya tidak membuang kesempatan.. dengan jarak yang hanya terpaut sekitar dua puluh meter, ketiganya langsung meletakkan kendi yang mereka bawa dan kemudian bergerak cepat sambil mencabut pedang yang tersarung dipinggang mereka masing - masing dan menyerang Chen Khu yang tampak kehilangan fokus.


"Aku naga langit.. jiwa yang terikat dengan pedang ini.. tapi nanti saja bicaranya jika kamu masih hidup.. " suara yang terdengar dalam pikiran Chen Khu itu kemudian menghilang setelah tertawa terkekeh.


Chen Khu kemudian membuka matanya dan alangkah terkejutnya saat sebilah pedang hampir saja menyentuh lehernya dan dengan refleks Chen Khu melompat kebelakang dan mencoba memperbaiki posisi.


"Hah.. aliran hitam sepertinya sama saja di semua benua.. mencuri kesempatan saat lawan sedang lengah.. " ujar Chen Khu lalu memasang kuda - kuda.


"Kamu terlalu banyak bicara anak muda.. " teriak Vikhram lalu memberi tanda pada kedua anak buahnya untuk meju menyerang sedang dia sendiri menunggu saat yang tepat untuk menyerang saat kedua bawahannya itu mampu memberinya celah untuk melakukan serangan mematikan.


Chen Khu yang kali ini sudah bersiap tidak menunggu kedua lawannya untuk mencapainya terlebih dahulu, Chen Khu sendiri mengambil inisiatif untuk menyerang dan hanya dalam sekali tarikan nafas dan sebuah ayunan pedang yang sangat cepat.. Chen Khu sudah berada dibelakang kedua lawannya yang bahkan tidak tau saat kapan Chen Khu melewati mereka, mereka baru tersadar saat melihat darah menetes dari ujung pedang Chen Khu dan salah satu rekannya roboh ke tanah dengan tubuh terpisah menjadi dua bagian.

__ADS_1


"Apa yang.. "belum selesai keterkejutan yang dirasakan oleh Vikhram dan anak buahnya, Chen Khu sudah membalikkan badan dan kembali menyerang salah seorang anak buah Vikhram yang masih belum bisa menerima keadaan yang menimpa rekannya.. rekannya yang sudah roboh dengan mata terbelak bahkan tidak tau saat pedang naga langit memotong tubuhnya.


__ADS_2