Pendekar Pedang Naga Langit

Pendekar Pedang Naga Langit
#204. Jalan Hidup Seorang Samurai


__ADS_3

"Bagaimana keadaan Himura..?! " Chen Khu yang baru saja tiba dan berkumpul bersama para ronin dan pasukan Lin Dan melayangkan pandangannya ke segala arah.. mencari Himura..sedangkan Kobayasi dan anak buahnya tidak menjawab pertanyaan Chen Khu dan hanya saling berpandangan.


"Dia tidak bisa kami selamatkan.. " jawab Lin Dan yang tiba - tiba muncul dari belakang.


"Apa..?! " teriak Chen Khu.. sedangkan Lin dan dan para ronin lainnya tertunduk sedih.


"Lukanya terlalu parah.. dan dia mati sebagai seorang samurai..!! " Kobayasi menimpali dengan kepala tertunduk.


Chen Khu berdiri.. tangannya mengepal menahan amarah.. kehilangan sosok seperti Himura dalam kondisi seperti sekarang ini merupakan sebuah kehilangan besar dan sedikit banyak akan memberi dampak pada pertarungan besar nantinya.


"Tuan Chen.. maafkan kami yang...... "


"Itu bukan salahmu kolonel Lin.. seorang samurai akan mendapatkan kehormatan jika gugur dalam medan pertempuran.. dan itu sudah menjadi jalan hidup kami.. yang menjadi pilihan saat pertama kali kami memilih untuk menjadi seorang samurai" Kobayasi tidak membiarkan Lin Dan menyelesaikan ucapannya dan dengan lapang dada menerima kematian Himura..lalu menepuk pundak Lin Dan.


"Kolonel.. maaf telah melibatkan kalian dalam masalah ini.. " ujar Chen Khu pelan.


"Tidak masalah tuan.. karena kami juga punya misi tersendiri dengan sekte pembunuh iblis.. " balas Kobayasi singkat.


Malam semakin larut dan dingin.. tapi tidak seorangpun diijinkan untuk menyalakan api..


Cukup lama prajurit kekaisaran Han hanyut dalam keheningan malam.. karena belum ada peringatan dari prajurit - prajurit Han yang berjaga tentang adanya pergerakan dari pihak sekte pembunuh iblis..


***


"Ketua...!! tetua Tio telah tewas terbunuh..!! " salah seorang petinggi sekte pembunuh iblis yang berada dibawah pimpinan Riu Ji memberikan laporan.


"Apa..??! bagaimana bisa..?! " bentak Riu Ji seolah tidak percaya dengan kematian salah satu orang kepercayaannya itu.


"Persisnya kami kurang tau ketua.. tapi sebelum kami berpencar untuk mencari tau siapa yang menyalakan kembang api.. pertarungan antara tetua Tio dan pendekar itu berjalan seimbang.. bahkan tetua Tio terlihat bisa mendominasi jalannya pertarungan.. tapi saat kami kembali....... " pendekar itu menggelengkan kepalanya dan tidak melanjutkan ucapannya.


"Bodoh..!! kenapa kalian meninggalkannya sendiri..?! " bentak Riu Ji kembali.


"Tetua Tio sendiri yang melarang kami untuk ikut campur dalam pertarungannya ketua..!! " salah seorang petinggi lain menimpali.


"PLAAAKK..!! " sebuah tamparan keras mendarat di wajahnya.


"Aku tidak sedang berbicara denganmu..! "


Pendekar itu tertunduk sambil memegangi pipinya yang memerah..

__ADS_1


"Yang dikatakan tetua Bai..benar ketua.. !!" ujar pendekar yang tadi memberikan laporan gemetar.


"Hmm.. Tio Fu.. kepercayaan dirimu yang berlebihan.. ternyata kini yang merenggut nyawamu..! " gumam Riu Ji sambil mengelus dagunya.. sedang dua orang petinggi yang datang menghadapnya saling berpandangan.


"Bai Yu... berapa orang pendekar kita yang tewas..?! " Rui Ji kemudian menoleh pada Bai Yu.. yang baru saja mendapat tamparan darinya.


"Dari laporan yang kami terima.. hampir seribu orang pendekar yang tewas ketua..!! "


"Apa..??! kalian tau siapa pendekar itu..?! " kali ini suara Riu Ji lebih pelan dan sambil mengeryitkan keningnya.


"Saat bertarung dengan tetua Tio.. pendekar itu menyebutkan namanya.. Chen Khu dari sekte Kuda Terbang..!! "


"PLAAAK..!! " kali ini.. tamparan Riu Ji menyasar rekan Bai Yu.


"maaf ketua.. tapi tadi ketua mengatakan "kalian"..!! " balas petinggi itu dengan cepat sambil memegangi pipinya.


"PLAAAK..!! " sebuah tamparan kembali mendarat di pipinya.


"Aku tidak memintamu untuk mendebatku Fei Lung.. " bentak Riu Ji seolah tidak mau disalahkan atas tindakan yang baru saja dilakukannya.


"Apa benar seperti itu..? " ucap Riu ji sambil menoleh pada Bai Yu.


"Apakah pendekar itu hanya sendirian..?! " tanyanya kemudian.


Bai Yu dan Fei Lung hanya berpandangan dan tidak berani menjawab pertanyaan Riu Ji.


"Kenapa kalian tidak menjawab..?? apa aku harus menampar kalian lagi agat kalian mau berbicara..??! " bentak Riu Ji yang sudah kembali siap mengayunkan tangannya.


"Tidak ketua..!! pendekar itu bersama beberapa orang ronin..!! " jawab Bai Yu dan Fei Long serempak.


"Ronin..??! Hyunbin..!!hmm.. sepertinya lawan kita bukan hanya kekaisaran Han.. " gumam Riu Ji dalam hati.


"Lalu kemana kaburnya pendekar itu..? "


"Tidak ada yang tau ketua.. karena saat kami kembali.. kami tidak menemukan siapapun di sana kecuali mayat orang - orang kita termasuk mayat tetua Tio.. " Fei Lung mencoba memberanikan diri untuk menjawab.


"Ronin.. kembang api.. pendekar yang mampu membunuh Tio Fu dengan cepat.. " gumam Riu Ji dalam hati sambil memijat keningnya yang terasa sakit.


"Atur kembali pasukan kalian.. besok pagi kita harus segera berangkat.. karena pasukan kita di tempat lain sudah mulai bergerak menuju ibukota..!! ujar Riu Ji lalu mengibaskan tangannya memberi tanda pada kedua tetua itu untuk meninggalkannya.

__ADS_1


"Ju lai.. !!" bayangan Riu Ji langsung berubah menjadi sesosok tubuh dan mengenakan jubah hitam.


"Bukankah tadi itu terlalu berlebihan ketua..?" ucap Ju Lai..sambil memainkan dua buah bola besi sebesar genggaman di tangan kanannya.


"Maksudmu..?! "


"Tamparan anda tadi ketua.. padahal mereka berdua memang tidak salah kan..?!


"Itu bukan urusanmu.. jangan ikut campur atau aku akan membunuhmu.. " Riu Ji mencabut pedangnya dan dalam sekejap pedang itu sudah menempel di leher Ju Lai..


Bukannya terkejut.. Ju Lai malah terlihat sangat tenang begitu mata pedang Riy Ji menempel di lehernya.


"Hahaha... ingat ketua.. aku menjadi pendampingmu bukan karena kemampuanmu yang lebih tinggi.. tapi karena perintah kaisar agung untuk mengawasi kalian.. " ujar Ju Lai.. lalu mengeser pedang Riu Ji pelan dengan menggunakan salah satu bola besi yang ada di tangannya.


Riu Ji tersenyum kecut mendengar jawaban Ju Lai... dia kemudian menyarungkan kembali pedangnya lalu mengambil secarik kertas dan terlihat mulai menuliskan sesuatu.


"sampaikan ini pada ketua Liang Hoi.. " ujarnya kemudian setelah selesai memasukkan gulungan kertas tadi dalam selongsong bambu kecil.


"Jika semua ini berakhir.. aku ingin mencoba kemampuan anda ketua..!! " ujar Ju Lai sambil dengan senyum mengejek lalu menerima selongsong bambu yang diserahkan oleh Riu Ji.


Wajah Riu Ji memerah.. kepalan tangannya hampir saja menghancurkan selongsong bambu andai saja Ju lai terlambat mengambilnya.


"Hah.. kita akan buktikan nanti..!! kalau kaisar agung telah salah memilihmu sebagai salah satu dari 10 pilar agungnya..!! balas Riu Ji geram.


"Hahaha.. kita akan liat nanti..!! " balas Ju Lai sesaat sebelum melesat meninggalkan Riu Ji sendiri..yang melampiaskan kemarahannya pada kursi yang ada dalam tendanya.


Riu Ji kemudian keluar dari tendanya untuk kembali memeriksa kesiapan pasukannya sendiri.


----------@@@@@--------


Besok sampai tiga hari kedepan libur yaah...


Yang kemarin batal liburnya karena hujan belum turun lebih dari sepuluh hari.


tapi kemarin hujan sudah mulai turun.. jadi kegiatan di dunia nyata akan segera dimulai.


PPNL akan rilis kembali setelah semua aktivitas tanam - menanam selesai.


terima kasih.. harap dimaklumi.

__ADS_1


Selamat menjalankan ibadah puasa.. bagi yang menjalankannya.


__ADS_2