
Pagi itu matahati bersinar seperti biasa.. hujan yang telah berhenti menyisakan sungai - sungai darah.. pertempuran dalam benteng masih belum juga selesai.
Ribuan orang telah menemui ajal.. baik dari Kekaisaran Ming maupun dari Kekaisaran Qing.. pertarungan antar pendekar sudah terjadi disetiap sudut benteng..
Pendekar - pendekar yang tergabung dalam pasukan infantri sudah mendominasi jalannya pertempuran.. disamping jumlah mereka yang lebih banyak.. kemampuan pendekar yang ikut serta dari Kekaisaran Qing juga diatas kemampuan rata - rata pendekar dari Kekaisaran Ming.
Seiring terbitnya matahari.. terompet dari Kekaisaran Qing kembali berbunyi.. Puluhan ribu kavileri berkuda melaju dengan cepat menuju benteng pertahanan Kekaisaran Ming yang sudah jebol pada kedua sisinya. Suasana dalam benteng menjadi penuh sesak.. prajurit - prajurit Ming mulai terdesak tapi perlawanan terus berlanjut sampai tengah hari.. hingga akhirnya..
"PEDANG PEMBELAH BADAI "
Sebuah gelombang energi besar meluncur turun dari atas.. prajurit - prajurit Qing yang masih berada pada posisi terpisah dengan pasukan Ming dan sedang berada pada sisi tembok yang runtuh menerima gelombang energi itu..
Ratusan orang tewas seketika.. dan disusul dengan munculnya Chen Khu yang langsung menyerang prajurit - prajurit itu seorang diri.
Chen Khu bertarung di belakang garis musuh.. dan terus melakukan pembataian dengan cepat. Sebagian pasukan berkuda yang semula merengsak masuk kedalam benteng, berbalik arah untuk mengepung Chen Khu yang terus menerus membunuh setiap prajurit yang ada dalam jangkauannya..
Kondisi terkepung bukan malah membuat Chen Khu kesulitan.. malah kondisi tersebut menjadikannya lebih mudah membunuh lawan - lawannya..
"Kalian bertiga.. jangan biarkan dia membunuh sesukanya " ujar Kaisar Yong Zheng pada tiga orang pendekar tingkat tinggi yang terus berada di dekatnya. Kemampuan ketiga orang pendekar itu memang sudah hampir mencapai puncak level tujuh dan mereka adalah pengawal pribadi Kaisar Yong Zheng yang selalu mendampinginya dalam kondisi tertentu.
Hanya butuh empat kali lompatan bagi mereka untuk sampai pada posisi Chen Khu yang berjarak hampir lima ratus meter dari posisi awal mereka. Ketiganya menelan ludah saat merasakan kemampuan Chen Khu yang sudah berada pada puncak pendekar level tujuh..tapi dengan bertiga mereka cukup yakin bisa mengalahkan Chen Khu.
__ADS_1
"Menjauh darinya.. atau kalian hanya akan menjadi santapan pedangnya " ujar salah seorang pendekar mengingatkan pasukan berkuda yang berada tidak jauh dari Chen Khu untuk segera menyingkir.
Ketiga pendekar tingkat tinggi itu mengepung Chen Khu.. tapi Chen Khu memilih untuk tidak meladeni mereka. Chen Khu melompat ke udara dan kembali ke dalam benteng.. Chen Khu masih ingin menyeimbangkan jumlah pasukan.
Gerakan lincah Chen Khu meliuk - liuk diantara prajurit Ming dan terus membunuh prajurit Qing. Chen Khu juga membantu pendekar - pendekar dari pihak aliansi yang terdesak oleh lawan - lawannya..
"Syukurlah kamu ada di sini Chen Khu... tetua Bao Kung terluka parah " salah seorang murid senior dari sekte Kuda Terbang memberitahukan keadaan salah seorang tetua sekte Kuda Terbang yang ikut bergabung dengan aliansi aliran putih.
Bao Kung adalah adik kandung dari Bao Yu dan merupakan pemimpin pendekar dari sekte Kuda Terbang yang ikut dikirim ke perbatasan. Bao Kung membawa seratus orang murid senior sekte Kuda Terbang bersamanya.. dan kondisinya saat ini sungguh memprihatinkan.. Bao Kung menjadikan dirinya sebagai tumbal untuk terus melindungi murid - murid sekte Kuda Terbang yang memang kurang ahli dalam pertarungan jarak dekat.
" Senior.. bawa murid sekte Kuda Terbang agak menjauh.. lakukan pertarungan dengan jurus andalan sekte kita.. aku akan mengurus tetua " ujar Chen Khu pada murid senior itu.. lalu dengan cepat menuju pada Bao Kung yang duduk bersandar dan dijaga oleh empat orang murid sekte Kuda Terbang lainnya.
"Baik Chen Khu.. " ujar mereka serempak, lalu mereka menyusul murid - murid sekte Kuda Terbang lainnya yang sudah lebih dulu mengambil posisi bertarung ala sekte Kuda Terbang yang mengandalkan serangan kunai jarak jauh.
Chen Khu mengangkat Bau Kung di pundaknya lalu terbang dengan cepat meninggalkan arena pertarungan menuju ke subuah bangunan kosong yang cukup jauh dari arena pertarungan.
"Tetua tetaplah disini sambil memulihkan diri.. " ujar Chen Khu lalu memberikan sebuah apel berwana keemasan pada Bao Kung..
" Tetua.. buah ini berkhasiat memulihkan tenaga dalam dengan cepat.. dengan demikian tetua bisa dengan cepat memulihkan luka - luka yang tetua alami..dan maaf tetua aku harus kembali ke tempat tadi.. " ujar Chen Khu..
Bao Kung sudah tidak bisa berkata - kata.. matanya terus terpejam dan berusaha terus memulihkan luka - luka yang dialaminya.. Bao Kung hanya mengangguk ketika Chen Khu mengatakan akan kembali ke arena pertempuran.
__ADS_1
Chen Khu yang baru kembali kini dihadapkan pada tiga orang pendekar Kekaisaran Qing yang terus membunuh prajurit dan pendekar dari Kekaisaran Ming..
Tiga orang pendekar yang tadi dihindarinya ternyata malah membuat masalah lebih besar.. Chen Khu tidak memiliki cara lain kecuali harus mengahabisi ketiga orang tersebut lebih dulu. Tapi untuk menghadapi mereka bertiga bukanlah hal yang mudah.. terlebih kemampuan mereka hanya sedikit dibawah kemampuan Chen Khu.
Satu hal yang membuat Chen Khu lebih percaya diri adalah kemampuan pedang pusaka yang digunakannya..
dengan secepat kilat.. Chen Khu segera mendekati salah seorang pendekar itu.. lalu terjadilah pertukaran serangan diantara mereka..Kemampuan keduannya memang hampir berimbang tapi kecepatan dan keahlian Chen Khu dalam teknik bermain pedang membuat Chen Khu dapat memojokkan pendekar tersebut.
Gerakan - gerakan Chen Khu yang cepat dan susah ditebak seringkali memberi celah pada pertahanan lawan.. setelah bertukar beberapa puluh jurus..pendekar itu sudah mendapatkan beberapa luka.. meskipun tidak serius tali luka - luka itu terus mengeluarkan darah.
Melihat rekannya terus terdesak oleh lawannya.. kedua rekannya segera membantunya.. kali ini.. Chen Khu menghadapi dua orang pendekar level tujuh secara bersamaan.. meskipun kemampuan kedua orang itu berada dibawah kemampuan milik Chen Khu tapi menghadapi mereka sekaligus tatap saja membuat Chen Khu sangat kerepotan.
Pendekar yang terluka tadi kali ini memiliki kesempatan untuk menghentikan pendarahan pada luka - lukanya.. berkat bantuan dari kedua rekannya dia mempunyai cukup waktu untuk memulihkan diri.
Pertarungan Chen Khu dan kedua pendekar tadi jugq terus berlanjut.. setelah bertukar beberapa ratus jurus.. belum ada satu pihak pun yang terdesak.. bahkan kali ini.. arena pertarungan mereka sudah bukan lagi didalam benteng..
Chen Khu sengaja memancing keduanya ke area yang lebih luas agar bisa menggunakan jurus - jurus rahasianya, sebab jika dia menggunakan jurus tersebut dalam benteng.. maka bukan saja musuh.. tapi prajurit atau pendekar dari Kekaisaran Ming pasti akan ikut menjadi korban.
"LANGKAH PETIR.. "
Chen Khu meningkatkan kecepatannya tetapi hanya menggunakan tiga puluh persen kemampuannya agar bisa mendesak kedua lawannya itu agar lebih menjauh dari benteng.. kedua pendekar itu sedikit kewalahan meladeni kecepatan pergerakan Chen Khu.. tapi rekan mereka yang tadi terluka kini kembali ke arena pertarungan.
__ADS_1