Pendekar Pedang Naga Langit

Pendekar Pedang Naga Langit
#182. Pertarungan Tidak Seimbang


__ADS_3

Kilatan petir dan suara gemuruh mewarnai desa Shinla malam itu. tidak ada penduduk desa yang tau jika dalam sebuah restoran akan terjadi pertumpahan darah.


Dua orang ronin yang secara tidak sengaja masuk kedalam restoran itu sudah bersiap dengan katana di tangan.


Tiga puluh orang pendekar yang menjadikan Lin Dan sebagai target utama ikut menyeret mereka kedalam masalah.


Pria separuh baya yang memerintahkan anak buahnya untuk kembali menutup pintu, tentu tidak ingin mengambil resiko, dengan apa yang akan mereka lakukan pada salah seorang komandan pasukan elang biru.. kaisar Xiao Yan tentu tidak akan melepaskan mereka begitu saja dan kelompok mereka akan dikejar sampai kelubang semut sekalipun.


"Kolonel.. apa yang kita tunggu..?!" ucap Chen Khu lalu bergerak menyerang pendekar yang berada paling dekat dengannya.


Puluhan pendekar itu tidak menduga kecepatan yang dimiliki oleh Chen Khu.. meskipun mereka dalam posisi siaga.. namun Chen Khu bukanlah lawan bagi mereka.


Dua orang langsung roboh ke lantai..dengan kepala salah seorang pendekar tergelinding dan salah seorang lainnya mendapat luka robek pada perutnya dan membuat ususnya terburai keluar.


Kejadian yang sangat cepat itu membuat pendekar lain melompat mundur.. dua orang pendekar yang sudah meregang nyawa dalam satu serangan itu bahkan tidak pernah mengetahui apa yang sudah menimpa mereka..


Pria paruh baya yang tadi sangat yakin jika anak buahnya mampu membunub salah seorang pimpinan pasukan elang bira terperangah.. dan tanpa disadarinya sampai mundur dua langkah lalu meminta empat orang pendekar yang menjadi pengawalnya untuk melindunginya.


Lin Dan yang mampu membaca situasi.. dengan cepat ikut bergerak menyerang.. memanfaatkan keterkejutan pendekar - pendekar itu akibat serangan Chen Khu.. Lin Dan juga menyerang dua pendekar lain yang berada tidak jauh darinya.


Meski Lin Dan termasuk pendekar tingkat tinggi.. namun musuh kali ini sudah lebih siap dibanding sebelumnya.. dan serangan Lin Dan tidak langsung memakan korban.. pertukaran seranganpun terjadi.. karena pendekar yang disiapkan oleh pria paruh baya tadi juga bukanlah pendekar sembarangan.


Gabungan kekuatan antara pendekar lelas menengah dan sebagian pendekar kelas tinggi ditambah tempat pertarungan yang terbilang sempit..cukup membuat Lin Dan sedikit kesulitan, berkat kemampuan dan pengalaman bertarungnya.. perlahan - lahan Lin Dan mulai memberikan luka pada salah seorang dari tiga orang yang saat ini menjadi lawannya.

__ADS_1


Dua orang ronin yang ikut terjebak dalam pertarungan mereka terlihat belum mendapatkan kesulitan yang berarti.. mereka mampu membuat formasi bertarung yang sangat baik meski hanya berdua.


Salah seorang ronin bertindak sebagai penyerang dan satunya lagi bertugas menjaga pergerakan rekannya.


Kecepatan keduanya juga hampir tidak dapat dilihat dengan mata biasa..nyali lawan yang mereka hadapi juga dibuat ciut dimana dalam setiap serangannya.. katana yang mereka gunakan pasti memberikan luka pada lawan - lawannya.


Berbeda dengan pola bertarung yang diperlihatkan oleh Chen Khu bersama Lin Dan yang saling memilih lawan satu sama lain.. kedua ronin tersebut selalu bergerak pada arah yang sama dan pergerakan mereka juga selalu saling melindungi.. dan dalam waktu singkat lima nyawa sudah meregang di tangan mereka.


Ketegangan dalam ruang restoran berubah.. dari duapuluh tiga orang yang tersisa dari mereka justru merasa terkepung oleh empat orang pendekar yang ternyata bukan lawan mudah untuk mereka.. kepanikan perlahan mulai melanda mereka satu persatu sebab dua orang ronin yang tadi terjebak juga tidak beranjak dari depan pintu, sehingga menyulitkan mereka untuk kabur.


Yin Hua yang semula selalu tersenyum disamping pria paruh baya tadi, kini mulai pucat. mdia tidak bisa menyembunyikan rasa takutnya, sedangka pria paruh baya yang merasa akan memenangkan pertarungan tadi, sudah menarik pedang dan ikut dalam pertarungan.


Permainan pedang Lin Dan juga mulai memakan korban.. dengan pedang dewa angin di tangannya.. rasa percaya diri meningkat berkali - kali lipat.. permainan pedangnya juga semakin halus dan mematikan.


Pedang dewa angin memang tampak lebih besar dari pedang pada umumnya.namun pedang itu jauh lebih ringan dari pedang miliknya sendiri yang saat ini digunakan oleh Chen Khu.. itulah mengapa dalam setiap tebasannya selalu disertai dengan angin yang menderu..


Chen Khu bergerak beberapa langkah sebelum berpindah tempat untuk menghalau pria paruh baya yang tadi memperlihatkan senyum kemenangannya.. pria itu terlihat berupaya kabur melalui jalan belakang namun saat pria itu hendak membalikkan badan.. Chen Khu sudah lebih dulu ada dihadapannya.


"Mau kemana tuan..?! sepertinya anda sedang terburu - buru.. sementara ada beberapa hal yang ingin aku tanyakan padamu.. " ujar Chen Khu lirih.


Meskipun terkejut pria tadi tidak menjawab pertanyaan Chen Khu dan malah langsung bergerak menyerang Chen Khu membabi buta..pola serangannya yang tidak teratur yang menggambarkan kepanikan dengan mudah dapat dihadapi oleh Chen Khu.. bahkan dengan menyilangkan salah satu tangannya ke belakang.. Chen Khu mampu mendesak pria tersebut.


Chen Khu terus mendesak pria itu menuju tangga dan pria itu berjalan mundur sambil menaiki tangga.. tapi saat kaki pria itu hampir mencapai anak tangga terakhir.. Chen Khu merubah gerakannya disaat terakhir.. dan dengan gagang pedangnya.. Chen Khu menghantam dada pria itu hingga membuatnya tersungkur..tubuhnya terguling di tangga dan saat sampai di lantai restoran pria itu langsung memuntahkan darah segar.

__ADS_1


Lin Dan yang juga sudah menikmati jalannya pertarungan dengan pedang barunya sudah hampir menghabisi semua lawan - lawannya.. tinggal beberapa orang saja yang masih bertahan walau tubuh mereka sudah dipenuhi luka.


Dua orang ronin yang sudah menghabiskan lawan yang berada dalam jangkauan mereka bergerak menghampiri Lin Dan..


"Kami akan mengurus mereka.. uruslah wanita itu.. " ujar salah seorang ronin yang langsung disanggupi oleh Lin Dan.


Yin Hua yang berusa kabur setelah melihat jalannya pertarungan tidak bisa berbuat banyak saat pedang Lin Dan sudah menempel di lehernya.


"Mau kemana nona..? aku sudah salah sangka padamu..!! " ujar Lin Dan geram.


"maa.. maafkan aku tuan.. aku hanyaaa..?! "


"Diam dan simpan penjelanmu untuk nanti..! " bentak Lin Dan..dia tidak membiarkan Yin Hua menyelesaikan ucapannya.


Chen Khu sendiri juga sudah berhasil melumpuhkan pria yang menjadi lawannya.. setelah memberikan beberapa totokan.. Chen Khu mendudukkan pria itu di kursi.


"Bagaimana dengan kalian..?! " salah seorang ronin bertanya pada lima orang pendekar yang tersisa.


"Jika kalian meletakkan pedang, mungkin aku bisa memberi kalian kesempatan untuk hidup.. " ujarnya kembali.


Kelima orang itu saling berpandangan, lalu tanpa menunggu lama kelimanya langsung melemparkan pedang mereka kelantai.


Dan saat itu terjadi..salah ronin tersebut bergerak cepat kedepan sambil memainkan pedangnya secara menyilang. Kelima orang yang sudah menyerah itu tidak menyangka akan memdapatkan serangan yang begitu cepat.. mereka bahkan tidak sempat melihat bagaimana pergerakan ronin itu yang tiba - tiba sudah berdiri di belakang mereka.

__ADS_1


"Tuan.. tadi anda bilang...??! " ucap satu pendekar sambil memegang perutnya.


"Sayangnya.. aku hanya bilang... MUNGKIN.. " balas ronin tersebut sambil menyarungkan pedangnya..bersamaan dengan itu.. tubuh kelima pendekar tadi langsung amburk dengan tubuh terpotong menjadi dua bagian.


__ADS_2