
Dua minggu setelah pertemuan para ketua sekte Aghori yang memberikan tugas pada Tachi untuk mencari informasi perihal pemuda yang memiliki kemampuan sangat tinggi seperti yang pernah diceritakannya, dan pada hari ini.. para ketua sekte Aghori kembali berkumpul dan ketua besar mereka Tamil Nadu juga sudah duduk di kursinya menunggu kedatangan Tachi.
Waktu terus berlalu bahkan matahari telah mencapai puncaknya, tapi sosok yang dinantikan belum juga menampakkan batang hidungnya.. dan hingga senja masih juga belum menampakkan diri.
Para ketua yang ada dalam ruang pertemuan itu mulai terlihat resah dan sesekali terlihat saling berbisik, hanya Tamil Nadu yang masih terlihat sangat tenang dan hanya memainkan jarinya pada pegangan kursinya.. matanya menatap jauh kedepan dengan tatapan penuh harap agar salah seorang yang sangat setia padanya dan ikut jatuh bangun terusir dari daerah mereka sebelumnya serta bersamanya membangun kembali sekte Aghori yang sudah dibubarkan oleh raja Gurjara saat itu.,tapi hingga hari menjadi gelap yang dinantikan tidak juga muncul.
Kegelisahan mulai meliputi Tamil Nadu.. sesekali duduk lalu berdiri dan kemudian duduk kembali..hal itu terus dilakukannya berulang kali..ketua - ketua lain yang ada dalam ruangan tersebut terdiam dan tidak berani berucap satu kata pun.. mereka menyadari.. jika Ketua besar mereka akan sangat mudah marah jika sedang dalam kondisi seperti itu.
Tamil Nadu yang terlihat gelisah itu akhirnya memanggil salah satu siluman peliharaannya.. Elang besi dengan mengucapkan mantra pada telapak tangannya dan seekor elang yang semua bagian tubuhnya tertutup dengan lempengan - lempengan besi layaknya kuda perang yang ditunggangi oleh kaisar atau raja.
Elang besi memiliki kemampuan melihat yang sangat luar biasa layaknya burung elang pada umumnya, tapi kemampuan elang besi yang merupakan seekor siluman tentu saja sangat jauh diatas kemampuan burung elang biasa.
Burung elang yang keluar dari telapak tangan Tamil Nadu itu terbang mengelilingi ruangan sebelum hinggap pada lengan Tamil Nadu yang sudah lebih dulu dilapisi dengan kulit hewan yang sangat tebal.
__ADS_1
"Dua minggu lalu aku memberi tugas pada Tachi tapi sampai saat ini dia belum juga kembali.. cepat cari dia..!! " perintah Tamil Nadu dan dijawab dengan suara memekik dari elang besi tersebut seolah menanyakan tugas apa yang diberikan sehingga elang besi tersebut bisa memperkirakan arah yang dilalui oleh Tachi.
Tamil Nadu kemudian menceritakan secara singkat perihal tugas yang dilakukan oleh Tachi dan setelah memdengar penjelasan dari Tamil Nadu elang besi mengeluarkan suara dan kemudian terbang dengan cepat keluar dari ruangan tersebut melalu jendela dan terus terbang tinggi ke atas hingga melesat dengan cepat menuju ke arah Gurjara.
***
Setelah tertangkapnya salah seorang ketua dari sekte Aghori, Mathanadeva memindahkan tempat latihan mereka untuk sementara waktu sebab tidak menutup kemungkinan akan ada orang lain yang akan mengintai mereka. Mathanadeva memindahkan tempat latihannya pada sebuah ruangan tertutup tapi berukuran sangat luas jika digunakan tiga orang untuk berlatih.
Aahana dan Mathanadeva berlatih dengan kitab mereka masing - masing sedangkan Chen Khu masih melatih gerakan lambat dengan gerakan - gerakan yang sangat indah dan lentur untuk meningkatkan energi Chi yang ada dalam tubuhnya dengan berupaya menyerap energi dari alam.
Semakin lama.. Chen Khu terlihat semakin hanyut dengan gerakan yang dilakukannya bahkan matanya juga ikut terpejam saat melakukan semua gerakan itu, dan hal ini tentu saja menarik perhatian Mathanadeva yang takjub melihat apa yang dilakukan oleh Chen Khu yang bahkan udara disekitar Chen Khu juga terasa ikut berputar mengikuti irama gerakan yang dilakukannya.
"Chen Khu.. jurus apa yang sedang kamu latih..?! " tanya Mathanadeva tidak kuat menahan rasa penasarannya, sedangkan Aahana memilih untuk fokus dengan kitab yang sedang dipelajarinya.
__ADS_1
"Aku tidak sedang melatih jurus apapun.. aku hanya mencoba merasakan energi - energi alam yang ada disekitarku dan mencoba untuk menyerapnya kedalam tubuhku.. " jawab Chen Khu yang langsung menghentikan gerakannya saat Mathanadeva bertanya padanya.
"Tapi jika saya perhatikan.. gerakan yang kamu lakukan mirip gerakan pada jurus - jurus kungfu hanya saja aku juga bisa merasakan jika ada energi yang besar mengelilimu saat kamu melakukan gerakan - gerakan tadi.. " ujar Mathanadeva.
"Hmm.. sebenarnya aku hanya mengikuti apa yang aku rasakan melalu kulitku dan aku sendiri tidak tau kenapa, jika semakin lama aku melakukannya aku semakin menikmatinya.. " jawab Chen Khu.
"Aku sudah memperhatikanmu beberapa kali.. dan kami selalu melakukan gerakan - gerakan yang sama disetiap latihanmu, makanya aku merasa jika kamu sedang melatih salah satu jurus kungfu.." ucap Mathanadeva sambil memeragakan gerakan Chen Khu yang diingatnya.
"Mmm..??aku sendiri bahkan tidak tau jika gerakan yang kulakukan adalah gerakan yang sama setiap kali saya berlatih.. meskipun latihan ini bertujuan untuk meningkatkan energi Chi yang ada dalam tubuhku.. " jawab Chen Khu sambil menggaruk kepalanya.
"Mmm.. bagaimana jika gerakan - gerakan yang kamu lakukan itu kita tuliskan dalam bentuk kitab sehingga bisa digunakan oleh orang lain untuk bisa ikut meningkat energi Chi yang mereka miliki dalam tubuh mereka..?? " ujar Mathanadeva yang berkeyakinan jika energi Chi mempunyai pengaruh yang cukup besar jika dibandingkan dengan tenaga dalam.
"Silahkan kalau yang mulia juga ingin mempelajarinya.. mungkin yang mulia bisa memanggil salah seorang juru gambar untuk menggambat setiap gerakan yang saya lakukan.. " jawab Chen Khu.
__ADS_1
" Baiklah.. besok aku akan mencari juru gambar terbaik dan tercepat untuk menggambar setiap gerakan yang kamu lakukan dan gambar - gambar tersebut akan dikumpulkan dalam bentuk sebuah kitab dan akan diberi judul THAI CHI.. yaitu kitab yang mengajarkan bagaimana orang bisa meningkatkan energi Chi dalam tubuhnya.. bagaimana..?? " ucap Mathanadeva bersemangat.
"Thai Chi..?? mmm.. boleh juga.. dan mungkin suatu saat nanti jika saya sudah meninggalkan kerajaan ini, yang mulia bisa berlatih *** chi dari kitab yang anda buat yang mulia.. " jawab Chen Khu sambil tersenyum simpul.