Pendekar Pedang Naga Langit

Pendekar Pedang Naga Langit
#97. Murid Dari Benua Selatan. I


__ADS_3

Malam itu.. meskipun sudah agak larut,tapi penduduk kota Chennai masih disibukkan untuk mengurus mayat - mayat penduduk lain yang menjadi korban keberingasan gerombolan siluman harimau putih untuk dikuburkan dengan layak.


Penyambutan sang maharajapun tidak meriah.. sebab Mathanadeva sendiri tidak menginginkan hal itu sebab.. meskipun mereka berhasil mengalahkan ratusan ekor siluman dalam waktu yang relatif singkat.. akan tetapi untuk menghargai perasaan rakyatnya yang telah kehilangan anggota keluarganya, maka Mathanadeva bahkan melarang rakyatnya walau hanya untuk mengelu - elukannya.. saat memasuki pintu gerbang benteng.. penduduk kota Chennai meneriakkan namanya tapi sang maharaja mengangkat tangannya untuk memberi tanda agar mereka menghentikannya.


Mathanadeva juga memberi tahu pada Virendra jika dua bersama pasukan akan kembali ke ibukota malam itu juga.. Mathanadeva berpikir, jika mereka hanya akan merepotkan jika berada di kota itu lebih lama, karena tentu saja tugas walikota untuk melayani rakyatnya akan sedikit lebih berat sebab Virendra juga harus melayani sang Raja beserta rombongan.


Penduduk kota Chennai merasa sedih setelah mendengar penyampaian dari walikota mereka tentang rombongan Maharaja akan kembali malam itu juga ke ibukota, setelah memberikan penghormatan terakhir pada rakyatnya yang menjadi korban.


Setelah menikmati makan malam, dan beristirahat sejenak, sebab praktis selama perjalanan mereka hanya beristirahat sekali dan hanya makan saat hari masih gelap sebelum berangkat dari ibukota.. Mathanadeva mengajak seluruh pasukannya menuju ke sebidang tanah yang agak luas, yang digunakan sebagai lokasi untuk menguburkan penduduk yang menjadi korban. Mathanadeva sendiri juga yang memimpin seluruh pasukannya untuk memberikan penghormatan terakhir.


"Malam ini.. adalah malam yang kelabu bagi kita.. tapi.. malam ini juga memberikan pelajaran bagi kita semua untuk terus menjadi lebih kuat kedepannya.. kita harus mengambil hikmah dari kejadian ini.. bahwa jika kita lemah maka kita bukan saja tidak bisa melindungi orang - orang yang kita sayangi.. tapi juga diri kita sendiri. Saya.. Mathanadeva raja kerajaan Gurjara mengucapkan belasaungkawa sedalam - dalamnya pada rakyatku yang menjadi korban "


Mathanadeva lalu memerintahakan pada Virendra agar memberikan santunan pada keluarga korban dan setelah itu dia mengajak seluruh rombongannya untuk kembali ke ibukata meskipun saat itu malam sudah cukup larut.


"Chen Khu.. kamu berutang beberapa penjelasan padaku.. " ujar Mathanadeva sesaat setelah kereta beranjak meninggalkan kota Chennai.

__ADS_1


"Hahaha.. perjalanan kita masih cukup lama silahkan yang mulia ajukan pertanyaan dan saya akan menjawabnya.. " jawab Chen Khu sambil tertawa lalu menggeleng - gelengkan kepalanya melihat tingkah sang raja.


Meskipun Chen Khu masih belum berapa lama berada di Gurjara dan bahkan sejak saat dirinya siuman sampai saat ini yang baru masuk hitungan minggu tapi kedekatannya dengan Mathanadeva seperti sudah beberapa tahun saja.


"Oh iya Chen Khu..bagaimana kamu menyembunyikan aura kekuatan yang kamu miliki.. sebab.. sejak kamu memulihkan diri.. bahkan sampai berhadapan denganmu saat ini.. aku sama sekali tidak bisa merasakan pancaran energi dari kekuatan yang kamu miliki, sementara melihat caramu bertarung serta kekuatan yang kamu keluarkan saat bertarung tadi sepertinya kemampuan yang kamu miliki setara bahkan mungkin lebih dari pendekar level enam jika kita berada di benua daratan tengah.. " Mathanadeva memulai pertanyaannya.


" Ooh.. itu.. itu karena yang mulian baru membuka sembilan titik cakra.. dan titik cakra pada mata dan hati yang mulia belum terbuka..sehingga yang mulia beluk bisa mengetahui kemampuan orang lain yang kekuatannya ada diatas yang mulia.. " jawab Chen Khu.


"untuk bisa dengan mudah mendeteksi kekuatan orang lain.. paling tidak.. yang mulia harus membuka minimal lima belas titik cakra yang didalamnya termasuk titik cakra pada mata dan titik cakra pada hati.. dimana hati merupakan pusat dari semua titik cakra " ucap Chen Khu melanjutkan.


"Tidak perlu terkejut seperti itu yang mulia..aku bisa tau berapa banyak titik cakra yang sudah yang mulia buka serta berapa tingkat tenaga dalam yang mulia miliki sebab saya sudah membuka dua puluh titik cakra yang ada dalam tubuh saya ini.. " jawab Chen Khu sambil tersenyum melihat ekspresi Mathanadeva.


"APAAA..!! "teriak Mathanadeva... "dua puluh titik cakra..?? seingatku.. Mahaguru Wing Chun pernah berkata jika manusia hanya memiliki dua puluh satu titik cakra.. " Mathanadevs kali ini tidak bisa mengendalikan keterkejutannya bahkan wajahnya mendekat pada Chen Khu dengan mulut menganga.. dan Chen Khu refleks mundur ke belakang hingga tersandar pada dinding kereta, akibatnya kusir kereta kuda yang ditumpangi oleh Mathanadeva dan Chen Khu menghentikan laju kereta secara tiba - tiba karena teriakan Mathanadeva dan suara benturan punggung Chen Khu pada yang membuat sedikit keretakan pada dinding kayu itu.


Berhentinya Kereta kuda yang ditumpangi oleh sang Maharaja tentu saja membuat kaget seluruh pasukannya dan dengan sigap para pengawal segera menghampiri kereta tersebut.

__ADS_1


"lanjutkan perjalanan.. tidak terjadi apa - apa di sini.. " teriak Mathanadeva mengetahui langkah yang diambil oleh seluruh pasukannya sebelum mereka menuruni kuda masing - masing bahkan Khan yang sudah menurunkan salah satu kakinya langsung membatalkan niatnya untuk mendekati kereta setelah mendengar perintah dari Mathanadeva.


"Tahan diri anda yang mulia.. jangan bersikap berlebihan begitu. " ujar Chen Khu sambil memperbaiki posisi duduknya.


"Maaf.. maaf Chen Khu.. silahkan lanjutkan lagi.. " jawab Mathanadeva dengan raut muka yang belum berubah.


"Apa yang dikatakan oleh Mahaguru Wing Chun sama dengan apa yang dikatakan oleh guru saya Lee Han.. dimana Lee Han mengatakan jika manusia memiliki dua puluh satu titik cakra dan jika semua titik cakra terbuka maka dengan mudah kita bisa mengendalikan seluruh kekuatan yang ada dalam diri kita.. " ujar Chen Khu dan Mathanadeva hanya manggut - manggut mendengar penjelasan dari Chen Khu tersebut.


"Untuk pembahasan tentang titik Cakra sebaiknya kita lanjutkan nanti saja saat sudah berada di istana..karena penjelasannya saya sendiri pun kurang memahaminya sebab Lee Han mengajariku semuanya secara instant terkecuali dalam pembinaan kekuatan fisik.. apa ada pertanyaan lain yang mulia..?? " ucap Chen Khu


" Hmm.. sebenarnya aku masih penasaran.. tapi baiklah berati kamu masih berutang penjelasan tentang titik cakra padaku saar sampai di istana nanti.. Ooh... itu.. apa itu tadi..?? Mustika siluman..?? bagaimana kamu bilang kalau itu adalah sumber daya yang sangat berharga untuk pendekar..?? " ujar Mathanadeva.


Kali ini Chen Khu yang tidak bisa menutupi keterkejutannya dan hanya bisa menggelengkan kepalanya sebab di benua daratan tengah mustika siluman menjadi buruan para pendekar,sedakan Mathanadeva yang merupakan murid dari Wing Chun tidak mengetahui akan hal itu..


"Apa Mahaguru Wing Chun tidak pernah memberitahu murid - muridnya akan hal ini yang mulia..? " tanya Chen Khu keheranan.

__ADS_1


__ADS_2