Pendekar Pedang Naga Langit

Pendekar Pedang Naga Langit
#191. Mencari dan Dicari. III


__ADS_3

Fajar mulai menyingsing.. matahari pagi mulai menunjukkan sinarnya.. penduduk desa Wuling yang akan kembali beraktifitas seperti biasa dikejutkan dengan adanya pertarungan dipagi buta..


Banyak diantara mereka yang berlarian menjauhi lokasi pertarungan.. dan ada sebagian lagi yang berani mengintip melalui celah jendela atau dari atas teras bangunan tinggi.


Belasan nyawa telah melayang di tangan Chen Khu yang memang bukan lawan yang sepadan bagi pendekar - pendekar penjaga yang paling kuat berada pada level empat..


Kobayasi yang berada di dalam bangunan juga belum mendapatkan lawan yang berat.. hanya saja.. banyaknya pendekar yang silih berganti masuk dan menyerangnya membuatnya tidak bisa leluasa untuk mencari para sandera.. disamping luasnya bangunan.. ada banyak ruangan yang kesemuanya terdapat pendekar - pendekar yang seolah tidak ingin memberinya kesempatan bahkan untuk menghela nafas.


Lama kelamaan.. Kobayasi mulai kewalahan menghadapi gelombang serangan yang seolah tidak ada habisnya.. Kobayasi memutar otak.. dan dengan memanfaatkan punggung pendekar yang beru saja dibunuhnya.. Kobayasi kembali melompat ke atas atap.


Kobayasi bersiul keras sebanyak dua kali..meminta bantuan rekannya untuk mencari para sandera di dalam ruangan.. Nobita dan Hatori menyahuti dan langsung melompat menghampiri kobayasi.


Kobayasi yang telah mendapat bantuan dari dua orang rekannya kembali melompat masuk kedalam bangunan bersama Nobita dan Hatori akan tetapi kali ini dengan jumlah lawan yang berkumpul sudah lebih banyak.


Ketiga Ronin itu tidak gentar.. dengan posisi saling memunggungi satu sama lain untuk melindungi titik buta rekan mereka masing - masing.. ketiganya melakukan kombinasi serangan yang sangat mematikan.


"Hatori.. awas..!! " teriak Kobayasi tiba - tiba.


"Triing..!! " sebuah pisau lempar terjatuh di lantai bangunan setelah Kobayasi menangkis pisau lempar tersebut yang di arahkan pada Hatori.


"Terima kasih kolonel " balas Hatori saat melihat pisau yang jatuh tidak jauh dari kakinya.


Puluhan pendekar yang berkumpul dalam satu ruangan itu mundur beberapa langkah setelah lemparan pisau tadi.

__ADS_1


Mereka kemudian mencabut masing - masing dua buah pisau setelah menyarungkan pedang mereka.. lalu secara bersamaan.. puluhan pendekar itu melemparkan pisau pada ketiga lawan yang mereka hadapi.


Kobayasi, Hatori dan Nobita dengan tangkas menangkis pisau - pisau yang dilemparkan oleh pendekar - pendekar itu.. namun sebuah pisau luput dari pengamatan Nobita dan berhasil menancap di pahanya.


Nobita meringis kesakitan.. saat hendak berusaha mencabut pisau yang menancap itu.. puluhan pendekar yang mereka hadapi sudah kembali menyerang dengan menggunakan pedang.


Pertarungan dengan pedang kembali terjadi.. tapi kali ini formasi yang dibuat oleh Kobayasi dan kedua rekannya sedikit goyah karena pergerakan Nobita terhambat akibat pisau yang menancap di pahanya.


Setelah cukup lama bertahan.. Nobita mulai merasakan keram pada pahanya yang terkena pisau.. Nobita juga merasakan perlahan - lahan salah satu kakinya mulai terasa berat untuk digerakkan.


"Sial..!! pisau - pisau itu ternyata telah dilumuri racun..!! " umpat Nobita dalam hati lalu menotok beberapa bagian disekitar luka untuk menghambat penyebaran racun di tubuhnya.


***


Chen Khu menoleh pada Magura lalu menganggukkan kepala setelah melepaskan tendangan pada salah seorang lawannya hingga membuat pendekar tersebut terlempar beberapa meter dan tidak sadarkan diri.


Chen Khu dan Magura yang masih saling memunggungi bertukar posisi..Chen Khu kemudian menghentakkan punggungnya pada punggung Magura untuk melemparkan tubuhnya kedepan.. namun sialnya Magura tidak siap akan hal itu hingga membuat dirinya terdorong kedepan dan hampir saja terjungkal.. disaat bersamaan sebuah sabetan pedang juga ikut mengarah ke lehernya.


Magura menekan ujung jari kakinya ke tanah untuk mendapat sedikit tumpuan untuk melakukan sebuah tolakan.. lalu setelah itu dia memutar tubuhnya untuk menjatuhkan diri di tanah.. disaat bersamaan.. Magura memberikan sebuah tusukan yang mengarah ke perut pada pendekar yang tadi berusaha mengincar lehernya.


Pendekar tersebut tidak menyangka jika Magura akan menghindar dan menyerang secara bersamaan dan baru menyadari itu saat pedang Magura sudah menancap di perutnya.. dengan posisi Magura sudah terlentang di tanah.


Magura menghentakkan punggungnya ke tanah untuk melemparkan tubuhnya ke udara..bersamaan dengan itu pedangnya juga ikut terangkat ke atas dan membelah lawannya menjadi dua bagian.

__ADS_1


"Tuan Chen...!! apa kamu ingin membunuhku.. Hah..??!! " umpat Magura kesal setelah berputar di udara dan mendarat dengan posisi berlutut dan bertumpu pada sebelah lututnya.


"Tapi kamu masih hidup kan tuan..?! " bakas Chen Khu sambil tersenyum dan menggelengkan kepala mendengar teriakan Magura.


Chen Khu tidak habis pikir.. bagaimana seorang pendekar seperti Magura tidak mempunyai kuda - kuda yang cukup kuat untuk menahan bobot tubuhnya ditambah dorongan seperti yang dilakukan olehnya tadi.


Magura memaki dalam hati mendengar jawaban dari Chen Khu.. tapi tidak ada waktu untuk berdebat.. Magura kembali berdiri lalu menyongsong beberapa pendekar lain yang bergerak bersamaan ke arahnya.


Chen Khu dan pendekar pengguna kapak telah bertukar serangan beberapa jurus tapi posisi keduanya masih berimbang.. hanya retakan pedang yang digunakan oleh Chen Khu bertambah besar akibat menahan besarnya bobot serangan dari pengguna kapak itu.


Chen Khu melirik retakan pada pedangnya setelah melompat mundur sejenak untuk mengambil nafas.. Chen Khu tersenyum melihat retakan besar tersebut.. lalu kembali bergerak untuk menyerang pendekar pengguna kapak..


Chen Khu bergerak zig - zag untuk menghindari serangan dari pendekar lain yang ikut membantu pendekar pengguna kapak itu.. tapi.. tubuh pendekar - pendekar itu kemudian roboh ke tanah tidak bernyawa dengan darah mengalir keluar dari salah satu bagian vital..saat Chen Khu melewati mereka tanpa mengetahui apa yang telah terjadi dan menimpa mereka.. dan meninggalkan Chen Khu yang sudah berhadapan kembali dengan pendekar pengguna kapak.


Pendekar pengguna kapak itu bergerak mundur saat Chen Khu mengarahkan pedangnya ke arah kaki dengan cepat.. tidak ingin terlalu jauh terdesak ke belakang..pendekar pengguna kapak itu melompat ke udara untuk menghindari serangan tersebut..


Namun sial...


Saat melihat ke depan.. pendekar itu tidak lagi melihat Chen Khu berada di posisinya.. nalurinya tiba - tiba merasakan bahaya dari atas..pendekar tersebut mendongak ke atas sambil menyilangkan kedua kapaknya untuk menangkis serangan yang terjadi diluar dugaannya.


"TRAAANG..!! "


Suara nyaring dari benturan dua logam terdengar.. pendekar pengguna kapak itu berhasil menangkis ayunan pedang yang diarahkan Chen Khu di kepalanya menggunakan kedua kapaknya.. tapi.. besarnya tenaga dan kerasnya benturan kedua senjata itu membuat pedang yang digunakan oleh Chen Khu patah.. dan patahan ujung pedang tersebut meluncur deras ke arah wajah pendekar tersebut.

__ADS_1


Patahan ujung pedang Chen Khu menancap tepat diantara kedua mata pendekar tersebut.. dan membuat pendekar itu terhempas ketanah berlumuran darah tanpa bisa bangkit lagi.


__ADS_2