
Beberapa ratus tahun yang lalu.. seorang anak dengan bakat bela diri yang luar biasa dilahirkan dalam sebuah suku yang terkenal dengan kecerdasan serta kemampuan fisik mereka yang berbeda dengan orang - orang pada umumnya.
Sherpa.. begitulah orang - orang menyebut suku tersebut yang hidup di kaki pegunungan Himalaya. Kondisi alam yang extrem membuat tubuh mereka lebih kuat..belum lagi penduduk suku tersebut juga di anugerahi kecerdasan.
Dengan kecerdasan yang dimiliki, penduduk Sherpa berhasil membuat puluhan bahkan ratusan senjata beragam jenis dan berkualitas tinggi dengan menggunakan material yang sangat langka yang belum bisa digunakan oleh penduduk di luar suku mereka.
Namun..keahlian mereka dalam membuat senjata yang tersebut serta sebuah penemuan luar biasa justru membawa malapetaka bagi suku itu.
Maruka.. saat itu baru berusia sepuluh tahun, akan tetapi dia sudah dapat menguasai dua macam jenis senjata yaitu tombak dan pedang.. perkembangannya yang sangat pesat dalam ilmu beladiri membuat para tetua suku bersepakat untuk menjadikan Maruka sebagai obyek percobaan untuk meminum ramuan keabadian.
Desas - desus tentang ramuan keabadian telah terdengar oleh dunia persilatan bahkan saat ramuan itu belum selesai dibuat, dari desas - desus yang ada itulah suku Sherpa menjadi incaran banyak pendekar tingkat tinggi yang menginginkan ramuan keabadian tersebut. Pendekar - pendekar berkemampuan tinggi itu juga mengincar senjata - senjata yang dibuat oleh pandai - pandai besi dari suku Sherpa untuk dijadikan sebagai pusaka.
Pada suatu hari.. dikala ramuan keabadian telah selesai dibuat dan menjadikan Maruka sebagai orang pertama yang diharuskan meminum ramuan itu..suku Sherpa mendapatkan serangan besar.
Ratusan orang penduduk dibantai, tidak perduli orang tua atau anak kecil semua dibumi hanguskan dengan tujuan agar para tetua suku tersebut bersedia menukar ramuan tersebut dengan nyawa penduduk suku itu. Namun negosiasi yang diinginkan oleh pihak penyerang tidak pernah terjadi, bahkan para tetua suku malah memerintahkan seluruh penduduk untuk terus berperang sampai titik darah penghabisan.
__ADS_1
Maruka yang masih berusia sangat muda dan telah meminum ramuan keabadian mendapat pengecualian.. dengan membawa tiga buah benda pusaka andalan suku itu.. Maruka diperintahkan untuk melarikan diri dari kepungan musuh yang sudah menampakkan tanda - tanda kemenangan.
Sebilah tombak..yang tersarung di punggungnya, sebilah pedang yang tersarung di pinggangnya serta beberapa buah kitab yang tersimpan dalam kantong yang bernama Kuokaa diberikan oleh ketua suku untuk dibawa olehnya.
Dengan usia yang baru menginjak sepuluh tahun, meskipun Maruka memiliki bakat luar biasa dalam ilmu beladiri, tapi kemampuannya belum seberapa dibandingkan dengan kemampuan pendekar - pendekar yang menyerang suku mereka.. untuk itu.. beberapa orang tetua suku termasuk kepala suku, berusaha memberi peluang pada Maruka untuk melarikan diri termasuk mengorbankan nyawa mereka sendiri setelah memusnahkan semua catatan tentang ilmu pengetahuan yang berhasil mereka kembangkan selama ini dari tahun ke tahun.
Beberapa tahun berselang.. Maruka yang telah merasa aman dalam pelariannya mulai menurunkan kewaspadaannya.. tapi disaat itulah..Maruka harus rela kehilangan dua benda pusaka yang dimilikinya yaitu Kuokaa serta tombak yang bernama Taring Perak,ketika puluhan pendekar berhasil menemukannya saat dia sedang mandi disebuah air terjun.beruntung.. Maruka masih bisa membawa pusaka Taring Naga Langit.
Beruntungnya.. Maruka telah berhasil mempelajari semua isi kitab yang dibawanya berkat kelebihan yang dimilikinya dan ketika sudah cukup lama dan dia berhasil menemukan sebuah lokasi tersembunyi untuk tinggal.. Maruka kemudian menulis kembali semua isi kitab - kitab tersebut pada kulit kayu.
Setelah berhasil mengusai semua ilmu beladiri yang dimiliki oleh sukunya.. Maruka mengembara dan berusah mencari penduduk Sherpa yang tersisa guna menyatukan kekuatan untuk menuntut balas dan dalam kurun waktu lebih dari sepuluh tahun.. Maruka berhasil mengumpulkan lima belas orang penduduk Sherpa yang tersisa dan kesemuanya adalah laki - laki.
Lokasi persembunyiannya dijadikan markas untuk berlatih serta mempersiapkam diri untuk membalas dendam.
Tahun berganti dan akhirnya.. berkat kemampuan serta kelima belas rekannya.. Maruka dan kelompoknya berhasil menuntaskan dendam mereka..tapi setelah itu hasil percobaan ramuan keabadian mulai menampakkan hasil.. puluhan tahun telah berlalu..dan satu persatu anggota kelompok Maruka telah dijemput ajal hingga akhirnya.. tinggal menyisakan Maruka seorang diri.
__ADS_1
Kesepian mulai mengghinggapi Maruka hari demi hari, dengan tubuh abadi Maruka terus berkelana dalam dunia persilatan sambil terus meningkatkan kemampuannya, hingga pada suatu hari Maruka mulai menyadari satu hal..
Dunia persilatan yang telah lama dikenalnya ternyata tidak memiliki rasa belas kasihan.. aliran hitam dan aliran putih hanya berlomba untuk membunuh.. yang membedakan hanyalah alasan untuk membunuh.. tapi pada intinya pembunuhan adalah merupakam sebuah hal yang wajib dilakukan oleh semua pendekar yang ada dalam dunia persilatan tanpa memandang jenis alirannya.
Saat itulah.. Maruka memutuskan untuk mengundurkan diri dari dunia persilatan.. dan pusaka tarika naga langit ditinggalkannya begitu saja dalam sebuah goa.. bahkan.. saat tersiar kabar tentang seseorang yang berhasil memporak - porandakan hanpir seluruh benua daratan tengah, Maruka hanya mengawasi dari jauh hanya untuk memastikan jika bukan pusaka taring perak yang digunakan untuk melakukan hal tersebut.. setelah itu dia hanya berkelana seorang diri selama lebih dari seratus tahun..
Disaat kesepian selalu menyelimutinya.. bayangan - bayangan masa lalu kembali menghantuinya.. pembunuhan - pembunuhan yang dilakukannya serta wajah - wajah korbannya saat akan menemui ajal seolah menjadi hantu yang selalu mendatanginya setiap malam saat dirinya hendak memejamkan mata.
Pusaka taring perak yang hilang juga kembali terbayang.. wasiat ketua suku untuk menjaga ketiga pusaka itu tidak bisa dijalankannya.. kekahawatirannya akan munculnya kembali pusaka taring perak yang diyakininya telah di curi dalam dunia persilatan bisa saja akan memantik api pertikaian untuk memperebutkan pusaka tersebut.. untuk itu Maruka berkela kesana kemari untuk mencari tombak pusaka itu.
Maruka juga, menghabiskan hari - harinya dengan meminum arak untuk sejenak lepas dsri bayang - bayang masa lalunya yang kelam.. pembawaannya perlahan berubah.. tekanan mental, kekhatiran yang berlebihan akan munculnya kembali taring perak dalam dunia persilatan serta bayangan masa lalu seakan menjelma menjadi satu menjadi sebuah beban yang sangat berat dan menindih tubuhnya.
Penampilannya yang urakan.. pakaiannya yang kumal serta kebiasaannya menenggak arak membuat penduduk - penduduk dari setiap daerah yang disinggahinya selalu mencemoohnya.
Memang...setelah tiga ratus tahun.. tidak lagi ada yang mengenal sosok Maruka yang sebelumnya sangat prestisius dan dikenal sebagai pendekar misterius yang tidak pernah memberi ampun bagi lawan - lawannya.
__ADS_1
Segala cemoohon,umpatan,makian yang didapatkannya..membuat Maruka tidak ingin bertemu lagi dengan orang lain dan memilih mengasingkan dirinya, dan kembali ke tempat dimana dia dilahirkan dulu.. sebuah desa yang telah hancur dan dulunya ditempati oleh suku Sherpa telah menjadi hutan belantara saat Maruka kembali menginjakkan kakinya di tanah itu setelah tiga ratus tahun..