Pendekar Pedang Naga Langit

Pendekar Pedang Naga Langit
#81. Perbatasan. VI


__ADS_3

Chen Khu juga tidak memaksakan diri untuk terus mengejar mereka sampai pada garis pertahanan lawan.. mengingat tenaganya yang tinggal dua puluh persen.. dan bisa saja diantara mereka masih terdapat pendekar tingkat tinggi lainnya dan juga mempunyai kemampuan untuk menyembunyikan aura kekuatannya.. Chen Khu tidak ingin mengambil resiko seperti itu karena tenaganya sendiri juga sudah hampir habis. Jika karena diuntungkan dengan gelapnya malam.. bisa saja kondisi yang dialaminya saat ini berbalik.


Malam itu menjadi gelap gulita.. hanya bintang yang terlihat di langit...kedua pasukan yang saling berperang juga tidak ada yang berani menyalakan api.. mereka sama - sama khawatir akan ada yang menyerang secara diam - diam jika mengetahui posisi musuhnya.


Chen Khu yang kembali ke dalam benteng mendapati Jendral Chou dan Ken serta ratusan pendekar lain yang terluka sedang memulihkan luka masing - masinh dari mereka.. sementara beberapa ribu prajurit lain yang juga terluka mendapatkan perawatan dari rekan - rekan mereka.


Prajurit - prajurit lain tampak sibuk membersihkan jenazah yang tergeletak hampir diseluruh bagian dalam benteng sedangkan sebagian lagi berusaha menutup kembali bagian benteng yang hancur..sedangkan lima walikota lain yang datang membawa bantuan mengecek kembali pasukan mereka yang tersisa.


Situasi malam yang gelap gulita memberi kesempatan bagi kedua pasukan untuk beristirahat dan memulihkan tenaga mereka yang sangat banyak terkuras setelah bertempur seharian.


"Bagaimana keadaan anda Jendral..? " tanya Chen Khu.


"Aku hanya mendapat beberapa luka ringan.. dengan bantuan pil penyembuh.. besok pagi pasti aku tidak akan terlalu merasakan sakit " jawab Jendral Chou yang meskipun suasana malam itu sangat gelap, tapi dia bisa mengenali suara yang bertanya padanya.


"Terima kasih kamu sudah datang membantu Chen Khu.. kalau tidak.. mungkin kami tidak bisa bertahan sampai bantuan datang..kami tidak menyangka kalau mereka akan memanfaatkan gelapnya malam untuk menjebol dinding benteng.. " sambung Jendral Chou


"Jendral.. dalam perjalanan ke sini.. aku melihat rombongan prajurit lain sedang menuju ke sini.. dan mungkin akan tiba paling cepat satu hari perjalanan " ujar Chen Khu.

__ADS_1


"Aku berharap mereka bisa tiba lebih cepat.. agar kita bisa membalas serangan mereka dan memaksa mereka untuk meninggakan perbatasan.. " jawab Jendral Chou.


Jendral Chou kemudian menayakan keadaan putrinya yang sudah setahu dititipkan pada sekte Kuda Terbang. Chen Khu tidak mampu menjawab pertanyaan Jendral Chou..dia mengatakan jika dia melakukan latihan bersama Xie Annchi di tempat yang sangat jauh dari sekte Kuda Terbang.


Tak lama kemudian Chen Khu teringat Bao Kung yang ditinggalkannya disebuah bangunan kosong yang letaknya cukup jauh dari lokasi pertempuran. Dia kemudia memohon pamit pada Jendral Chou untuk pergi ke tempat itu.


"Tetua.. bagaimana keadaan Tetua..? " ucap Chen Khu dari kegelapan.


Bao Kung bisa merasakan jika pemilik suara itu adalah Chen Khu yang telah membawanya menjauh dari lokasi pertempuran.


"Aku masih kesulitan untuk menyembuhkan luka - lukaku.. belum lagi luka dalam yang kualami juga belum pulih sepenuhnya..aku tidak memiliki cukup tenaga dalam untuk memulihkan semuanya.. " jawab Bao Kung yang masih terlihat lemah.


Meskipun dengan tenaga dalam yang tersisa tidak terlalu banyak untuk ukuran pendekar setingkatnya.. tapi tenaga dalam yang dimiliki Chen Khu masih cukup banyak jika digunakan untuk membantu memulihkan luka dalam yang dialami oleh salah seorang tetua sekte Kuda Terbang tersebut.


Hampir sepuluh menit sejak Chen Khu menempelkan kedua telapak tangannya pada punggung Bao Kung.. Pria sepuh itu mulai batuk dan memuntahkan darah segar.. Chen Khu yang melihat hal itu kemudian mengangkat kedua tangannya.. lalu mengeluarkan dua buah apel emas dan memberikan satu buah pada Bao Kun dan sebuah lagi di konsumsinya untuk kembali memulihkan tenaganya.


Setelah mengkonsumsi buah apel emas yang merupakan sumber daya berharga yang sangat susah didapatkan oleh pendekar lain.. kedua pendekar itu kemudian larut dalam meditasi masing - masing.. keduanya berusaha memulihkan tenaga secepat mungkin.. karena akan mengahadapi pertempuran kembali esok hari.

__ADS_1


Fajar sudah menyingsing.. matahari perlahan - lahan memberikan sinarnya..sinarnya juga mulai menyinari salah satu bagian bumi yang saat ini telah memerah oleh darah.


Prajurit - prajurit Kekaisaran Ming masih menampakkan kelelahan pada raut wajahnya.. meskipun demikian mereka sudah kembali bersiap untuk melanjutkan pertempuran. Chen Khu dan Bao Kung juga sudah berada kembali di dalam benteng..


Sejumlah prajurit yang bertugas untuk menyiapkan makanan untuk prajurit lainnya sudah sibuk membagikan mangkuk - mangkuk berisi makanan pada setiap prajurit dan pendekar yang sudah dalam posisi siaga sejak fajar mulai menampakkan diri.


Pasukan kaisar Yong Zheng juga belum terlihat bersiap untuk melakukan penyerangan.. hanya Jendral Tian Li dan prajurit yang menyiapkan makanan yang terlihat hilir mudik. Jendral Tian Li memeriksa kondisi pasukannya yang terlihat sangat kelelahan.


Dengan jumlah lebih dari dua ratus lima puluh ribu orang.. kekuatan pasukannya memang masih diatas pasukan Jendral Chou yang tinggal lebih dari seratus lima puluh ribu prajurit. Meskipun masih unggul jumlah prajurit.. tapi Jendral Tian Li merasa ragu untuk kembali melakukan serangan.. selain moral pasukannya yang sedang menurun, ditambah sosok pemuda berkemampuan tinggi yang bisa memporak - porandakan pasukannya jika ketiga pengawal pribadi Kaisar Yong Zheng belum sepenuhnya pulih.


Chen Khu menjadi momok yang menakutkan bagi Jendral Tian Li.. bagaimana tidak.. pasukannya yang semula tinggal sedikit lagi memenangkan pertempuran.. tapi ketika Chen Khu datang.. dengan cepat dia bisa membalikkan keadaan dan bisa membantu Jendral Chou untuk mempertahankan benteng mereka sampai bala bantuan datang.


Suasana dalam benteng mendadak menjadi riuh ketika ratusan pendekar yang tergabung dalam aliansi aliran putih datang dengan kekuatan sangat besar.. meskipun hanya berjumlah ratusan orang.. tapi pendekar yang baru datang bukanlah pendekar sembarangan.. Tidak tanggung - tanggung.. pendekar - pendekar ini dipimpin langsung oleh Wing Chun ketua sekte Kuil Gunung Hang Chu yang juga merupakan ketua Aliansi Aliran putih.


Kali ini.. sekte - sekte tersebut menurunkan pendekar - pendekar terbaiknya.. dan hanya sekte pengemis yang tidak mengirimkan pendekarnya. Tepuk tangan serta teriakan menyambut kedatangan mereka.


"Maha Guru Wing Chun.. aku tidak menyangka jika maha guru akan datang ke sini " ujar Jendral Chou sambil memberi hormat menyambut kedatangan pendekar - pendekar tersebut.

__ADS_1


"Kaisar meminta kami ke sini..sekte pengemis yang membawa informasi dari Kaisar yang mengatakan jika pasukan Ming yang berada di perbatasan terdesak oleh pasukan Qing "


__ADS_2