Pendekar Pedang Naga Langit

Pendekar Pedang Naga Langit
#112. Lembah Hantu


__ADS_3

Pimpinan siluman kera api terlihat murka melihat formasi anak buahnya porak poranda akibat serangan Mathanadeva dari arah belakang belum lagi serangan susulan yang dilakukan oleh prajurti yang bersamanya juga memakan korban siluman - siluman yang sudah terluka.. tapi baru saja dia membalikan badan untuk menyerang Mathanadeva, sebuah sayatan pedang mendarat di tubuhnya...


"Jangan pernah memalingkan wajah dari musuhmu..!! " ucap Chen Khu yang sudah kembali menjaga jarak karena panasnya api yang ada pada tubuh siluman kera tersebut.,sedangkan Mathanadeva juga langsung memerintahkan prajuritnya untuk mundur setelah mendengar peringatan dari Chen Khu.. dan praktis prajurti gurjara serta prajurit dan pendekar Nalagarh sekarang menjadi penonto. Mereka menyaksikan dua orang pendekar tingkat tinggi menghadapi seekor siluman kera yang seluruh tubuhnya tertutup api.


"Apa rencana kita Chen Khu.. aku tidak tahan dengan panasnya jika terlalu dekat..? " teriak Mathanadeva yang berdiri pada posisi yang berlawanan dengan Chen Khu dan dengan siluman kera api berada di tangah.


"Gunakan tenaga dalam untuk menekan sedikit energi panas yang dikeluarkannya yang mulia.. " jawab Chen Khu dan sesaat kemudian Chen Khu langsung melompat maju menyerang siluman kera api yang sudah siap menunggu serangannya.


Chen Khu mengerahkan tenaga dalamnya untuk mengurangi panas yang dirasakannya dan juga menambah tenaga dalam pada pedang energi yang dibuatnya sehingga pedang tersebut bertambah panjang.. Chen Khu mencoba bertarung dengan jarak agak jauh agar tidak terlalu banyak menggunakan tenaga dalam untuk menekan panas yang dikeluarkan oleh siluman kera api.


Chen Khu yang baru mempelajari perubahan energi yang terdiri dari empat elemen sempat berfikir untuk menggunakan elemen air untuk menyerang siluman kera api, hanya saja dia sejauh ini Chen Khu belum bisa menggunakan perubahan energi tersebut, dan terpaksa bertarung seperti biasa dengan terus mengandalkan kecepatannya.. dan sesekali harus kembali melompat mundur dan menjaga jarak untuk mengatur kembali nafasnya.


Mathanadeva melakukan apa yang diinstruksikan oleh Chen Khu dan ikut maju menyerang, hanya saja kecepatannya masih jauh dibawah Chen Khu dan itu membuat siluman kera api dengan mudah mematahkan serangan - serangan yang dilakukannya hanya saja siluman kera api belum mampu mendesak Mathanadeva sebab Chen Khu tidak memberinya kesempatan untuk melakukan hal itu.. serangan yang dilakukan secara bergantian dan tanpa jeda membuat siluman kera tersebut perlahan - lahan mulai terdesak dan api yang menyelimuti tubuhnya mulai mengecil seiring semakin banyaknya luka yang ada pada tubuhnya.


"Ingat yang mulia.. jangan membunuhnya.. kita harus membuatnya melarikan diri.. " ujar Chen Khu yang langsung melompat pada Mathanadeva setelah melancarkan serangannya.

__ADS_1


"Baik Chen Khu.. " jawab Mathanadeva lalu dengan segera menyerang siluman kera tersebut menggantikan Chen Khu.


Serangan yang dilancarkan oleh Mathanadeva meskipun tidak secepat Chen Khu tapi mampu terus memberikan luka - luka sayatan pada tubuh kera api dan luka yang diberikan oleh Mathanadeva memang tidak serius dan sengaja dibuat jauh dari organ vital siluman tersebut.. dan akhirnya rencana keduanya berjalan..


Siluman kera api yang terus terdesak karena terus menerus diserang secara bergantian mulai terlihat putus asa dan seolah mencari celah untuk melarikan diri, dan mengetahui hal tersebut Chen Khu berpura - pura mengambil nafas sejenak untuk memberikan kesempatan pada siluman tersebut untuk melarikan diri.


Siluman kera api yang mendapatkan jeda serangan dari kedua lawannya itu tidak menyia - nyiakan kesempatan tersebut untuk melarikan diri dan tentu saja hal itulah yang memang dinantikan oleh Chen Khu dan Mathanadeva yang langsung mengejar siluman yang berhasil lolos tersebut.


"Shiva.. bawa kembali prajurit ke ibukota dan tingkatkan penjagaan di istana.. " teriak Mathanadeva sambil terus mengikuti Chen Khu yang mengejar siluman kera api.


Siluman kera api yang merasa sudah lolos daru maut terus bergerak cepat diantara pepohonan dan berusaha untuk berlari sejauh mungkin dan tidak terkejar oleh kedua lawannya, sebab beberapa saat sebelumnya siluman tersebut bisa merasakan jika Chen Khu dan Mathanadeva ikut mengejarnya.. dan setelah beberapa lama dan merasa dirinya sudah aman siluman kera itu mulai memperlambat lajunya tanpa menyadari jika Chen Khu dan Mathanadeva terus mengikutinya dari kejauhan dengan menyembunyikan aura kekuatan yang mereka miliki.


Siluman kera api terus bergerak tanpa henti meskipun luka disekujur tubuhnya yang terus mengeluarkan darah membuat fisiknya terus melemah dan siluman kera tersebut baru berhenti untuk saat hari mulai gelap.


Rumbunnya pohon serta suara serangga hutan menjadi penghias malam itu, saat Chen Khu dan Mathanadeva juga ikut beristirahat. Mereka tidak menyalakan api untuk sekedar menghangatkan badan dari dinginnya angin malam sebab siluman kera api akan menyadari keberadaan mereka jika hal itu dilakukan, dan kedua orang itu tidak menurunkan kewaspadaan mereka dengan terus mengawasi siluman kera api secara bergantian hingga akhirnya pagi menjelang.

__ADS_1


Saat matahari mulai menampakkan dirinya di ufuk timur.. siluman kera api kembali bergerak dengan melompat dari satu dahan ke dahan yang lain dan semakin lama mengikuti siluman kera api tersebut, Chen Khu dan Mathanadeva terus masuk lebih dalam ke hutan dan tanpa sadar mereka telah keluar dari wilayah gurjara dan memasuki kawasan hutan larangan yang didalamnya terdapat sebuah lembah yang hampir sepanjang waktu tertutup oleh kabut yang bernama lembah hantu.


***


Hutan larangan masuk dalam wilayah kerajaan Andhara dan penduduk yang bermukim di sekitar hutan tersebut sebagai hutan larangan sebab sudah sering ada kejadian orang - orang yang memasuki hutan tersebut untuk mencari kayu atau rotan tidak pernah kembali.


Kejadian seperti ini sebenarnya adalah hal baru bagi penduduk sekitar hutan tersebut, sebab puluhan tahun mereka menggantungkan hidup dengan mencari rotan di hutan ini untuk di jual.. hanya sajak sejak lebih dari sepuluh tahun yang lalu banyak hal aneh yang terjadi, sehingga para tetua desa melarang warganya untuk memasuki hutan tersebut dan menamai hutan itu dengan hutan larangan.


***


Setengah hari Chen Khu dan Mathanadeva menyusuri hutan larangan naik dan turun bukiy dengan membuntuti siluman kera api, akhirnya didepan mata mereka terhampar sebuah lembah yang sangat luas dan indah.. ditengah - tengah lembah tersebut terlihat sebuah perkampungan yang cukup besar beberapa bangunan yang cukup besar pula dan siluman kera api yang mereka ikuti terlihat memasuki perkampungan tersebut.


Chen Khu dan Mathanadeva memutuskan untuk berhenti dan mengawasi lembah tersebut dari kejauhan dan tidak terburu - buru untuk memasuki perkampungan tersebut. Kedua orang itu memilih sebuah bukit yang paling dekat dengan lembah itu yang mana bukit tersebut merupakan bukit karst dan banyak terdapat ceruk yang bisa mereka gunakan untuk bersembunyi.


"Sebaiknya kita bersembunyi disini saja yang mulia.. karena aku rasa.. aku mendengar gejolak dalam perut saya karena sudah sehari semalam belum diisi.. " ujar Chen Khu yang disambut gelak tawa Mathanadeva.

__ADS_1


__ADS_2