
Chen Khu yang sudah menyelesaikan semua hal yang dirasanya perlu untuk keamanan mereka saat tinggal di goa itu lalu menghampiri Xie Annchi yang sedang memanggang daging siluman.
"Bagaimana rasanya..? " tanya Chen Khu pada Xie Annchi saat Xie Annchi memakan daging siluman untuk pertama kalinya.
"Rasanya sedikit pahit dan dagingnya agak keras.. " jawab Xie Annchi yang kelihatan kesulitan menguyah daging siluman.
"Lama - lama kamu akan terbiasa " ujar Chen Khu dengan senyum tipis dan terlihat sangat menikmati daging siluman itu. Senyum Chen Khu yang selalu membuat dada Xie Annchi berdebar - debar.. sebab senyum seperti itu sangat jarang diperlihatkan oleh Chen Khu.
Xie Annchi memang menyimpan perasaan khusus pada Chen Khu yang terkesan cuek padanya. Hal ini berbeda dengan laki - laki lain pada umumnya yang selalu berebut perhatian darinya. Disamping itu.. Chen Khu juga selalu memberi perhatian lebih padanya bahkan Chen Khu akan memperlihatkan amarah yang luar biasa saat Xie Annchi mendapatkan ancaman.. hanya saja.. bentuk perhatian dari Chen Khu itu yang membuat keraguan pada hati Xie Annchi.. apakah perhatian itu diberikan oleh Chen Khu karena juga memiliki perasaan yang khusus padanya atau karena bentuk tanggung jawab Chen Khu pada gurunya yang merupakan ayah dari Xie Annchi.
Sebulan sudah berlalu.. tapi belum sekalipun dia terlihat berlatih.. dia hanya terus melatih Xie Annchi untuk mematangkan teknik berpedangnya.. dan terus menyiapkan segala sumber daya yang dibutuhkan oleh Xie Annchi untuk meningkatkan kemampuannya.
Chen Khu juga sesekali memberikan mustika siluman pada Xie Annchi agar tenaga dalamnya bisa meningkat dengan pesat.
Tiga bulan telah berlalu.. dan Chen Khu juga belum terlihat berlatih.. hanya sesekali terlihat membuka - buka kembali kitab Penguasa Langit yang sebenarnya sudah sangat dihafalnya. Xie Annchi kini sudah memiliki hampir lima ratus tingkat tenaga dalam berkat sumber daya dan mustika - mustika yang diberikan oleh Chen Khu, bahkan Xie Annchi juga sudah sangat menguasai teknik pedang dari kitab Tarian Dewa Pedang.
Suatu hari.. Chen Khu meminta Xie Annchi untuk duduk bersila dihadapannya.. Chen Khu ingin membuka titik - titik cakra yang ada dalam tubuh Xie Annchi. Chen Khu yang harus melakukan mediatasi dalam waktu yang lama memang harus terus meningkatkan kemampuan Xie Annchi agar nantinya.. Xie Annchi dapat menjaganya ketika mulai bermediatasi di danau yang ada di Lembah Harapan. Chen Khu berharap jika saat bermeditasi nanti.. Xie Annchi dapat menghalau semua gangguan yang datanh, sebab kalau tidak.. Chen Khu harus mengulang kembali meditasinya jika dia menghetikan meditasi sebelum waktunya selesai.
__ADS_1
Xie Annchi bisa merasakan aliran energi yang masuk dalam tubuhnya dan mengalir bersama aliran darahnya ketika Chen Khu mulai menempelkan telapak tangannya pada punggung Xie Annchi.. dia juga merasakan kalau ada titik - titik yang menjadi tempat berkumpulnya energi dalam dirinya terbuka dan mengalirkan energi itu menuju ke titik yang lain.
Setelah beberapa lama menempelkan telapak tangannya pada punggung Xie Annchi.. lalu Xie Annchi tiba - tiba saja memuntahkan cairan kuning kental dari mulutnya.
"aaah.. fisikmu masih belum terlalu siap untuk menerimanya " ujar Chen Khu setelah mengangkat kedua telapak tangannya dari punggung Xie Annchi.
"Baru tiga belas titik yang terbuka.. dan tubuhmu sudah tidak mampu manahannya " ujar Chen Khu lalu memberikan apel berwarna keemasan pada Xie Annchi.
"Makanlah itu.. untuk mengembalikan kondisi fisikmu seperti semula " ujar Chen Khu yang langsung diterima oleh Xie Annchi dan memakannya.
Hari - hari terus berlalu..hampir enam bulan sudah mereka berada di hutan itu dan kemapuan Xie Annchi juga terus meningkat dengan pesat.. sampai akhirnya Chen Khu mengajak Xie Annchi untuk pergi ke Lembah harapan, untuk melakukan latihannya.
"Bagaimana persiapan pasukan kita...Jendral Li.. ?" ujar Kaisar Yong Zheng pada Jendral Tian Li..
"Saat ini sudah seratus ribu prajurit dan ribuan pendekar yang berada dekat perbatasan yang mulia " jawab Jendral Li.
Kaisar Yong Zheng kemudian berjalan mendekati sebuah miniatur daerah yang sudah dipasangi bendera - bendera kecil berbentik segitiga.
__ADS_1
Bendera - berdera itu terdiri dari tiga warna yang mana bendera berwarna merah yang merupakan titik - titik dimana prajuritnya disiapkan.. lalu bendera berwarna biru yang merupakan titik dimana pendekar - pendekar dari kekaisaran Qing ditempatkan.. dan bendera berwana kuning.. yang merupakan lokasi - lokasi prajurit dan pendekar dari kekaisaran Ming.
"Yang mulia...menurut informasi dari mata - mata yang kita tempatkan di perbatasan.. jika prajurit kekaisaran Ming yang ditempatkan dekat perbatasan sudah hampir mencapai seratus lima puluh ribu orang, belum lagi pedekar - pendekar yang juga disiapkan untuk menghadapi kita " ujar Jendral Li sambil menunjuk sebuah bendera yang tertancap di belakang miniatur benteng milik kekaisaran Ming.
Kaisar Yong Zheng tampak mengelus - elus janggutnya lalu menggeser bendera berwarna merah lainnya menuju titik yang merupakan perbatasan.
"Jendral.. berapa lama waktu yang dibutuhkan untuk menggeser prajurit kita lainnya ke perbatasan..? "tanya Kaisar Yong Zheng kemudian.
"Yang mulia.. butuh waktu lebih dari tiga bulan untuk memindahkan seluruh pasukan dari semua wilayah menuju perbatasan. Karena dua ratus ribu prajurit yang akan kita kerahkan ke perbatasan adalah prajurit infantri.. sedangkan prajurit kavileri hanya sepuluh ribu.. jadi kita membutuhkan waktu lebih banyak untuk mengangkut semua perbekalan mereka.."
"Hmmm.. ternyata menggerakkan prajurit pejalan kaki tidak bisa secepat prajurit berkuda " gumam Kaisar Yong Zheng sambi terus mengelus - elus janggutnya.
"Yang mulia.. apakah jumlah tiga ratus ribu prajurit sudah cukup banyak untuk menyerang mereka..? belum lagi ada informasi yang kami dapatkan kalau kekaisaran Song akan membantu kekaisaran Ming jika kita menyerang.. " ujar Jendral Tian Li.
" Apa kalian mempunyai informasi berapa jumlah kekuatan yang disiapkan kekaisaran Song untuk membantu Shun Zhi..? " tanya kaisar Yong Zheng.
"Itulah masalahnya yang mulia.. sampai saat ini kami belum mendapatkan informasi yang pasti tentang jumlah prajurit yang disiapkan oleh kekaisaran Song untuk membantu mereka.. hanya saja.. kalau menurut hamba.. paling tidak kita membutuhkan sekitar lima ratus ribu prajurit untuk kemudian bisa menyerang " ujar Jendral Li.
__ADS_1
"Hmm... sepertinya kita harus menunda perang terbuka sambil menunggu seluruh prajurit - prajurit kita berkumpul.. tapi sepertinya aku mempunyai rencana untk sedikit melemahkan kekutatan yang mereka miliki " ujar Kaisar Yong Zheng sambil menganggukan kepala dan mengelus janggutnya seolah yakin dengan rencana yang ada dalam pikirannya.