
***
Tujuh orang pendekar saling berpencar dan melompat dari satu atap bangunan ke atap bangunan yang lain setelah sejenak melihat kedalam bangunan melalui sela - sela genteng yang menjadi atap bangunan - bangunan tersebut.
Setelah Lin Dan meninggalkan Chen Khu dan para ronin.. berpencar untuk mencari daman lokasi para sandera disembunyikan.. mereka bergerak cepat berpacu dengan waktu karena pagi sebentar lagi akan datang dan kehadiran mereka dengan mudah dapat diketahui.
"Kali ini jangan gunakan kembang api jika salah satu dari kita menemukan lokasi penyekapan para sandera.."
"Gunakan suara burung hantu tiga kali..dua kali panjang dan satu kali pendeka secara berturut - turut. " ucap Magura pada rekan - rekannya sesaat sebelum mereka berpencar.
Cukup lama mereka bertujuh mencari sebelum terdengar suara burung hantu seperti yang dikatakan oleh Magura.. dari bagian barat desa.
Chen Khu dan para ronin segera menuju sumber suara dan tepat diatas bangunan yang paling besar dan beberapa orang yang tampak berjaga.. Himura telah menunggu.
Ilmu meringankan tubuh kedelapan orang itu memang mendekati sempurna hingga kedatangan mereka tidak terdengar oleh para penjaga tidak menyadari kedatangan mereka.
"Apa benar ini tempatnya..! " bisik Nobita yang hanya melihat lima orang penjaga duduk di luar merasa tidak yakin.
Himura tidak menjawab.. malah membuka genteng sedikit dan memperlihatkan pada rekannya itu apa yang ada dalam bangunan tersebut.
Nobita baru percaya setelah melihat keadaan didalam ruangan..
Puluhan orang pendekar tampak tertidur pulas dengan kendi - kendi arak yang bergeletakan di sana - sini.
"Tapi dimana mereka menyembunyikan sanderanya..?! " bisik Chen Khu.
"Kemungkinan di lantai bawah tuan.. karena dari semua bangunan yang saya periksa.. hanya bangunan ini yang nampak ada penjagaan.. " jawab Himura juga sambil berbisik.
__ADS_1
"Apa kalian ingin ketua Riu membunuh kalian semua..??! " tiba - tiba terdengar suara keras dari seorang pria setelah suara pintu ditendang oleh seseorang dan membuat semua pendekar yang ada didalam ruangan itu tersentak dan terbangun dari tidur mereka.
Chen Khu dan rekan - rekannya yang berada di atas atap juga tidak kalah terkejutnya lalu kembali mereka mengintip melalui celah genteng yang kembali digeser oleh Himura.
"Kalian enak - enakan tidur - tiduran di sini sedangkan tujuh ekor tikus sedang mengawasi kalian dari atas.. " bentak pria itu kembali.. sambil menunjuk ke arah genteng yang sedikit terbuka.
Pendekar - pendekar yang tadi tertidur pulas dengan sigap segera mengambil pedang masing - masing dan bergerak keluar dari bangunan lalu mengelilingi bangunan tersebut sambil melihat ke atas atap.
"Siaaalll..!! lagi - lagi kita ketahuan.. " umpat Magura kesal.
"Aku akan menghadapi mereka.. kalian cepat cari para sendera dan bawa menjauh dari tempat ini..!! " ujar Chen Khu yang sudah menghunuskan pedangnya.
"Tapi tuan Chen.. mereka...!! " Kobayasi berusaha mencegah Chen Khu bertarung sendiri karena pendekar yang mengelilingi gedung tersebut berjumlah lebih dari delapan puluh orang.
"Lawan kalian akan lebih berat..! " ujar balas Chen Khu sambil menunjuk pendekar yang tadi membangunkan pendekar lain yang tertidur pulas sudah melompat ke atas atap dengan menjebol genteng.
Chen Khu yang sudah lebih dulu melompat ke tanah telah mengambil dua nyawa pendekar yang menjadi lawannya sedangkan para ronin masih bergerak berputar perlahan mengelilingi pendekar yang bersenjatakan kapak dan sedang memainkan kedua kapak ditangannya.
Mereka masih saling menunggu dan mencoba membaca kekuatan satu sama lain sebelum akhirnya Magura menjadi orang pertama yang mengambil inisiatif untuk menyerang.
Serangan cepat Magura yang menjadi ciri khas para ronin dapat dengan mudah dihalau oleh pendekar yang menjadi lawannya..
Satu kapak menangkis sabetan pedang Magura sedangkan kapak yang satu lagi berusaha mengait pedang tersebut dengan memanfaatkan lengkungan pada ujung kapak, lalu dengan cepat.. kapak yang semula digunakan untuk menangkis pedang.. berbalik menyerang Magura sehingga Magura terpaksa menjatuhkan dirinya kesamping sedangkan pedang terlepas dari genggamannya.. pendekar pengguna kapak itu berusaha melancarkan serangan susulan pada Magura yang masih belum sepenuh bisa berdiri.. beruntung Nagato dan Himura berhasil menghalau pendekar tersebut dengan kombinasi serangan menyilang hingga membuat pendekar tersebut terpaksa membatalkab niatnya dan melompat mundur untuk kembali mengatur kuda - kuda.
"Hati - hati kapten.. kita belum tau sampai dimana kekuatan orang ini.. " ujar Hatori lalu memungut pedang milik Magura namun tanpa menurunkan kewaspadaannya.
"Terima kasih Hatori.. " balas Magura seraya menangkap pedang miliknya yang dilemparkan oleh Hatori.
__ADS_1
"Ooh.. rupanya kalian terbiasa bertarung dalam formasi ya..?? "
"Hmmm.. sepertinya kalian bukan pendekar bayaran.. " ujar pendekar itu lalu bersiap memasang kuda - kuda dengan kedua kapak terangkat di depan dadanya.
"Baiklah kalau begitu.. aku akan mulai serius.. " ujar pendekar itu melanjutkan.
"KAPAK PEMECAH KARANG..!! "
Pendekar itu bergerak maju pada Magura dan kedua kapak diayunkan dengan cepat secara bersilangan dan menghasilkan deru angin yang menyertai setiap gerakan kapak tersebut.
Magura yang terlihat siap menunggu datangnya serangan, mengayunkan pedangnya untuk menangkis.. suara logam beradu terdengar nyaring.
Kapan yang diayunkan secara menyilang ke segala arah membuat rekan - rekan Magura kesulitan untuk mendekat.. Nobita dan Nagato melompat ke belakang Magura untuk membantunya saat saat ayunan kapak yang mengarah pada tempurung kepala Magura hampira saja terlambat ditangkis.. tekanan kapak yang cukup besar membuat Magura sampai berjongkok dengan sebelah lututnya.
Nobita dan Nagato kembali menyerang bersamaan dengan melompat keatas dan mengarahkan tusukan pada pendekar tersebut.. akan tetapi kapak yang di tangan kiri pendekar tersebut mampu menangkis datangnya serangan dengan satu kali tebasan.. lalu dengan memutar tubuhnya.. pendekar tersebut berhasil menyarangkan sebuah tendangan yang tepat mengenai dada Magura hingga membuatnya terlempar dan jatuh kebawah..
Hatori berusaha menahan Magura agar tidak jatuh ke tanah dengan keras.. sedangan Himura membatu Nagato dan Nobita menyerang pendekar tersebut.
Kombinasi serangan ketiganya sesaat mampu memaksa pendekar itu dalam posisi bertahan.. bahkan membuat pendekar itu melompat mundur kebelakang dengan memutar tubuhnya di udara dan mendarat dengan kedua kakinya di tanah.
Hatori yang berhasil meraih kerah baju Magura langsung melempar Magura kembali ke atap, lalu dengan memanfaatkan dinding bangunan sebagai pijakan.. Hatori juga ikut mendarat di tanah.
Magura yang masih berada di atas atap memegangi dadanya yang terkena tendangan.. dengan ujung jubahnya dia menyeka darah yang menetes di sudut bibirnya.
"Sial..!! kenapa semua harus sesulit ini.. " umpat Magura dalam hati sebelum akhirnya ikut melompat ke tanah.
Pendekar - pendekar yang ada dibawah dan semula mengepung Chen Khu kini mulai membagi diri dan memilih lawan masing - masing meskipun jumlah mereka telah berkurang secara signifikan.
__ADS_1