Pendekar Pedang Naga Langit

Pendekar Pedang Naga Langit
#67. Munculnya Hutan Kematian


__ADS_3

Pagi hari menjelang, tapi rombongan Gioro Kun sudah mempersiapkan diri untuk melanjutkan perjalanan, dan setelah semuanya siap, mereka hanya tinggal menunggu Gioro Kun keluar dari penginapan dan memerintahkan untuk melanjutkan perjalanan.


Gioro Kun juga tidak membuang waktu untuk segera berangkat menuju kota Tainan dengan sebuah harapan besar kalau pertunjukan mereka nanti akan mendapatkan hasil yang memuaskan.


Perjalanan mereka kali ini sangat mulus dan memasuki kota Tainan sebelum tengah hari, dan setelah melewati pemeriksaan pada pintun masuk kota, merekapun diijinkan untuk masuk.


"Tuan Gioro Kun.. kita sudah sampai di kota ini, dan sekarang kami ada sedikit urusan, jadi kita berpisah di sini saja " ujar Chen Khu sesaat setelah mereka memasuki kota, lalu memanggil Xie Annchi untuk pergi meninggalkan rombongan itu.


"Tapi tuan.. kami hanya punya ini untuk membayar jasa tuan yang telah melindungi kami selama perjalanan " ujar Gioro Kun lalu menyerahkan beberapa keping koin emas.


"Hahaha..tuan terlalu berlebihan.. anggap saja yang kami lakukan selama perjalanan adalah sebagai ucapan terima kasih kami karena telah diberi tumpangan sampai ke sini " jawab Chen Khu menolak pemberian Gioro Kun.. jawaban Chen Khu memang hanya sebagai alasan untuk menolak pemberian dari Gioro Kun, karena sebenarnya jika mereka menggunakan ilmu meringankan tubuh untuk ke kota Tainan, maka mereka sudah akan sampai hanya dalam dua hari perjalanan.


Gioro Kun tersenyum kecut, karena merasa kalau pemberiannya terlalu sedikit sehingga Chen Khu menolaknya.


"Maaf tuan.. kami mohon diri " ujar Chen Khu pada Gioro Kun, dan Gioro Kun hanya mengangguk serta tidak lupa mengucapkan terima kasih pada sepasang remaja itu.


Chen Khu dan Xie Annchi kemudian meninggalkan rombongan itu menuju ke rumah kediaman walikota, yang Chen Khu tidak perlu bertanya lagi untuk mencari kediaman itu.


Sesampai di depan gerbang sebuah rumah yang sangat mewah, langkah keduanya dihentikan oleh pengawal yang sedang berjaga.


"Maaf tuan dan Nona.. apa tujuan kalian ke sini " tanya penjaga itu.


"Kami ingin bertemu walikota.. "jawab Chen Khu singkat.


"Maaf tuan.. tapi walikota tidak boleh menerima tamu sembarangan yang tidak diketahui identitasnya "ucap penjaga itu.


"Tolong sampaikan pada walikota.. Chen Khu dan Xie Annchi ingin bertemu dengannya. " ujar Chen Khu.


Beberapa penjaga yang berjaga kemudian saling berbisik lalu salah seorang dari mereka segera menemui walikota untuk memberitahukan kedatangan kedua remaja itu.

__ADS_1


"Apa..?? Chen Khu dan Xie Annchi ke sini..?? cepat suruh mereka masuk.. jangan sampai mereka menunggu lama.." ujar Ken yang terkejut karena kegirangan mendengar kedatangan Chen Khu.


Pengawal itu segara berlari keluar menuju pintu gerbang untuk mempersilahkan kedua remaja itu masuk.. Dalam hati dia membenarkan bisikan rekan - rekannya jika kedua remaja itu bukanlah orang sembarangan karena terlihat sangat percaya diri menyebutkan namanya.


"Maaf tuan dan nona sudah membuat anda menunggu.. silahkan masuk.. Tuan walikota sudah menunggu anda " ujar pengawal yang baru sampai dengan nafas terengah - engah.


Chen Khu dan Xie Annchi kemudian mengikuti pengawal tersebut untuk menemui walikota yang sudah memerintahkan para juru masaknya untuk membuat jamuan instimewa untuk kedua tamunya.


"Chen Khu... Nona... aku tidak menyangka kalian akan datang secepat ini..mari silahkan masuk " ujar Ken yang terlihat sangat senang menyambut kedua tamunya, dan sesegera mungkin mengajak kedua tamunya untuk masuk.


Ken mengajak keduanya menuju sebuah ruangan yang memang disiapkan khusus untuk menyambut tamu - tamu istimewa. Dalam ruangan tersebut terdapat sebuah meja besar yang sudah terisi dengan beberapa jenis hidangan yang mengguga selera.


"Maaf kalau hidangannya hanya seadanya saja " ujar Ken lalu mempersilahkan kedua tamunya untuk duduk.


"perjalanan kalian pasti sangat melelahkan.. silahkan menikmati makanannya untuk memulihkan kondisi fisik kalian " ujar Ken menambahkan, dan tanpa berkata sepatah katapun Chen Khu dan Xie Annci langsung melahap makanan yang aromanya sangat mengundang selera.


"Jangan berlebihan begitu Chen Khu.. panggil saja aku Ken.....kamu tau sendiri aku belum lama di sini tapi mudah - mudahan saja aku bisa menjawab semua pertanyaanmu " jawab Ken.


"Saat dalam perjalanan ke sini.. aku mendengar kalau anda merekrut banyak pemuda untuk dijadikan prajurit.. apakah itu menandakan kalau perang sudah akan terjadi..? " tanya Chen Khu.


"Dari informasi yang kami dapatkan.. bahwa Kekaisaran Qing sudah menempatkan puluhan ribu Prajuritnya di dekat perbatasan..kami menduga mereka akan menyerang kita dalam waktu dekat ".


"Dan bukan hanya itu.. kami juga sedang memperluas benteng pertahanan di luar kota.. dan dalam waktu dekat ini juga.. kota - kota yang dekat dengan Tainan akan mengirimkan prajuritnya ke sini, sehingga kami juga harus mempersiapkan tempat khusus untuk mereka " penjelasan Ken terhenti sejenak karena dia menenggak arak dari cangkirnya.


"Sebenarnya.. pergerakan pasukan Kekaisaran Qing sudah berlangsung lama.. hanya saja, walikota sebelumnya tidak pernah melaporkannya pada kaisar, sehingga semua persiapan kami masih belum cukup karena semua dilakukan dengan sangat terburu - buru. " ujar Ken melanjutkan penjelasannya.


"Hmm.. apa itu sebabnya banyak perampok yang berkeliaran di wilayah kekuasaanmu..dalam perjalanan ke sini aku bertemu beberapa dari mereka dan terakhir aku berhadapan dengan Singa Gurun? " tanya Chen Khu kemudian.


Mendengar nama Singa Gurun membuat Ken menelan ludah karena meskipun belum lama berada di Tainan tapi informasi yang pernah diterimanya kalau Singa Gurun adalah sebuah sekte beladiri yang sering melakukan banyak perampokan dan mempunyai anggota yang sangat banyak.

__ADS_1


"Memang harus kuakui kalau kami terkesan membiarkan para perampok itu.. karena keterbatasan yang kami miliki. kami sedang sibuk mempersiapkan diri untuk menghadapi serangan pihak luar, dan ternyata hal ini dimanfaatkan oleh sekelompok orang untuk melakukan hal - hal seperti itu.. "


Chen Khu mengangguk - anggukan kepalanya seolah memahami situasi yang sedang dihadapi oleh Ken memang cukup rumit.. belum lagi serangan dari pihak luar bisa terjadi kapan saja.


"Ken.. aku ada usul.. bagaimana kalau anda meminta bantuan kaisar untuk meminta pada aliansi agar membentuk kelompok kecil yang terdiri dari beberapa pendekar tingkat tinggi untuk menumpas kelompok - kelompok perampok yang ada di wilayah anda..? " ujar Chen Khu.


"Usul yang bagus.. aku belum pernah memikirkannya sebelumnya.. apalagi dengan keberadaan pendekar tingkat tinggi di sini tentu saja akan membuat Kekaisaran Qing untuk menunda rencana mereka " ujar Ken dengan senyum penuh keyakinan.


"Mmm.. dan satu lagi Ken.. dalam perjalanan ke sini.. aku juga bertemu dengan beberapa pendekar tingkat tinggi dan mereka membicarakan tentang sebuah kitab kuno yang menjadi incaran banyak pihak " ucap Chen Khu kembali.


"Hmm.. kitab kuno itu... aku sendiri masih ragu dengan kebenaran beritanya.. hanya saja.. setelah berita itu tersebar.. memang kota ini banyak dipenuhi oleh pendekar dari berbagai sekte, baik itu dari aliran hitam atau aliran putih" ujar Ken lalu terdiam sejenak.


"Dari informasi yang kudapatkan.. beberapa tahun lalu.. ada sebuah hutan yang muncul secara tiba - tiba setelah terdengar dentuman keras.. daerah tempat munculnya hutan itu awalnya adalah sebuah daerah yang selalu tertutup kabut tebal dan beberapa tahun sebelum terdengar dentuman keras itu, banyak penduduk yang melihat kilatan - kilatan cahaya dari balik kabut tersebut.. dan dibalik hutan yang baru muncul tersebut.. menurut cerita rakyat kuno yang kini berkembang kembali bahwa terdapat sebuah sekte yang sangat menutup diri dari pihak luar disebelah hutan itu, dan sekte itu bernama sekte Lembah Tengkorak, hanya saja.... "Ken menahan sejenak penjelasannya sambil menarik nafas dalam - dalam..


"Hanya saja kenapa Ken..?? "tanya Xie Annchi yang tidak sabar menunggu Ken untuk melanjutkan ceritanya.


"Dari mitos penduduk di sini.. kalau hutan itu dulunya pernah ada lalu hilang tertutup kabut selama lebih dari seratus tahun sebelum muncul kembali.. dan menurut cerita turun temurun kalau hutan itu bernama Hutan Kematian dan belum seorangpun yang pernah berhasil melewati hutan itu dengan selamat.. itulah mengapa aku masih meragukan kabar tentang kitab kuno itu.. karena menurut cerita yang beredar kalau hutan itu dipenuhi oleh siluman - siluman yang berumur ratusan tahun " Ken mengakhiri ceritanya lalu kembali menuangkan arak kedalam cangkirnya.


"Hutan Kematian...??? "ujar Chen Khu terkejut.. lalu saling pandang dengan Xie Annchi setelah mendengar tentang Hutan Kematian.


"Kenapa Khu er'.. kamu tampaknya sangat terkejut mendengarnya.. apa kamu pernah mendengar sebelumnya..?? " tanya Ken yang kali ini terlihat penasaran.


Xie Annchi seperti ingin memberitahukan pada Ken kalau Chen Khu pernah tinggal di Hutan Kematian itu tapi Chen Khu seperti mengerti apa yang ada dalam pikiran Xie Annchi dan mencegahnya untuk menceritakannya dengan menatap Xie Annchi sambil menggeleng pelan.


"Sepertinya kalian sedang menyembunyikan sesuatu dariku tentang Hutan Kematian " ujar Ken lalu berulang kali menatap pada keduanya secara bergantian.


"Hmm.. suatu saat nanti.. pasti aku akan menceritakannya padamu Ken.. tapi saat ini aku ingin untuk jalan - jalan di kota ini sendiri.. dan aku menitipkan Xie Annchi padamu" ujar Chen Khu sambil memberi tanda pada Xie Annchi dengan tatapan seolah memberi perintah agar Xie Annchi tidak mengikutinya.


Xie Annchi hanya tertunduk melihat tatapan Chen Khu walaupun dalam hatinya sangat ingin bersama Chen Khu yang kemungkinan akan mencari informasi lebih banyak tentang Hutan Kematian.

__ADS_1


__ADS_2