
Pagi itu.. suasana lingkungan istana kerajaan Gurjara dihebohkan oleh teriakan salah seorang pengawal yang menemukan Chen Khu terbaring pingsan di tanah dengan sebagian pakaian serta alas kaki yang hangus..
Beberapa pengawal yang datang kemudian bersama - sama mengangkat tubuh Chen Khu dan dibawa ke kediamannya lalu dibaringkan di beranda..Shiva yang keluar karena mendengar adanya keributan segera menghampiri dan alangkah terkejutnya ketika melihat pengawal - pengawal itu sedang mengerumuni Chen Khu yang terbaring tidak sadarkan diri.. Shiva mendekatkan jarinya pada hidung Chen Khu lalu menempelkan telinganya pada dada Chen Khu sambil memegang pergelangan tangan Chen Khu mencoba merasakan denyut nadinya.
"Dia masih hidup.. salah satu dari kalian cepat panggil Dhanwantari.. lalu sampaikan pada yang mulia.. !!" perintah Shiva dan salah seorang pengawal bergerak cepat melaksanakan perintah tersebut.
"Kalian.. bantu aku membawa kedalam..!! " perintah Shiva kembali lalu pengawal yang tersisa membantunya memindahkan Chen Khu kedalam rumah dan membaringkannya di tempat tidur dan tak lama kemudian Dhanwantari datang dengan tegesa - gesa.
Dhanwantari segera memeriksa Chen Khu, tapi tidak merasakan ada kelainan pada tubuh Chen Khu.. dan hal itu tentu saja membuatnya kebingungan.
"Apa yang terjadi padanya..?! " tanya Dhanwantari
"Aku juga tidak tau.. mereka membawanya ke sini.. " jawab Shiva sambil melihat pada pengawal yang membawa Chen Khu.
"Tadi aku sedang berpatroli dan kebetulan aku melewati jembatan di danau, dan aku menemukannya terbaring dengan kondisi sudah seperti ini..lalu aku memanggil mereka yanv kebetulan lewat di daerah itu untuk membawanya ke sini. " jawab salah seorang pengawal itu.
"Hmm.. pemuda ini sungguh misterius.. denyut jantungnya normal.. nafasnya juga baik - baik saja..sementara suhu tubuhnya juga normal.. tapi apa yang membuatnya tidak sadarkan diri seperti ini..? " gumam Dhanwantari sambil melepaskan alas kaki Chen Khu yang kehitaman.
"Tolong ambilkan air dingin.. !!" Perintah Dhanwantari lalu salah seorang dayang dengan segera membawa baskom berisi air dan sehelai kain.. dan bersamaan dengan itu Mathanadeva juga tiba bersama putrinya.
"Shiva.. Ada apa dengan Chen Khu..?" tanya Mathanadeva membuat semua orang yang tampak sedang panik kemudian terkejut lalu berbalik dan memberi hormat pada Mathanadeva.
"Saya juga tidak tau yang mulia.. merekalah yang membawanya kemari.. " jawab Shiva lalu menunjuk pengawal yang juga masih berada di ruang tidur Chen Khu.
__ADS_1
Mathanadeva menoleh pada pengawal - pengawal tersebut dan salah seorang dari mereka kemudian menceritakan persis seperti apa yang diceritakannya pada Shiva dan Dhanwantari.
"Bagaimana kedaannya..? " tanya Mathanadeva pada Dhanwantari sambil memegang pergelangan tangan Chen Khu.
"Dari denyut jantung, suhu tubuh serta pernafasan semua baik - baik saja yang mulia.. dan jika yang mulia berkenaan untuk mundur sedikit aku akan mencoba untuk membasahi kepalanya dengan air ini.. " jawab Dhanwantari lalu Mathanadeva yang semula berdiri dekat kepala Chen Khu yang karena panik sampai tidak menyadari jika dia menghalangi Dhanwantari untuk melaksanakan tugasnya.
Dhanwantari memasukkan sehelai kain kedalam baskom untuk membasahinya lalu setelah diperas sedikit, Dhanwantari meletakkan kain tersebut pada kening Chen Khu.. dan sontak saja Chen Khu tersadar dari pingsannya dan langsung terduduk..
"Guruuuu..!! " teriak Chen Khu yang kemudian ikut terkejut ketika melihat banyak orang yang mengelilinganya termasuk Mathanadeva.
"Chen Khu.. apa kamu baik - baik saja..?? " sergah Mathanadeva dengan pandangan penuh kekhawatiran.
"Aku baik - baik saja yang mulia.. tapiii... " Chen Khu diam sejenak dan tidak melanjutkan perkataannya..tapi dalam benaknya dia ingin menanyakan perihal Lee Han..hanya saja dia takut dianggap sedang mengigau atau sedang berhalusinasi jika menanyakan hal itu.
" Tapi apa Chen Khu..?! " tanya Mathanadeva.
"Salah seorang pengawal menemukanmu pingsan di jembatan.. lalu mereka membawamu kemari.. dan tadi kamu memanggil guru..? guru siapa yang kamu maksudkan..? "
Chen Khu celingukan melihat sekelilingnya sebelum menjawab pertanyaan Mathanadeva.
"Hmm.. mungkin aku hanya kelelahan saja yang mulia.. sampai aku ketiduran di jembatan, dan dalam tidurku aku bermimpi bertemu dengan guruku.. " jawab Chen Khu berbohong.
Mathanadeva bisa merasakan jika Chen Khu tidak berkata jujur padanya.. hanya saja dia tetap memaksakan diri untuk menerima jawaban tersebut, sebab Chen Khu tentu mempunyai alasan tersendiri hingga harus menutupi perihal kejadian yang baru saja menimpanya.. dan Mathanadeva menunggu saat yang tepat untuk menanyakannya kembali pada Chen Khu.
__ADS_1
"Kalian semua boleh meninggalkan kami bertiga.. " ujar Mathanadeva kemudian dan semua orang diruangan itu selain Chen Khu, Aahana meniggalkan ruangan tersebut.
"Chen Khu.. aku tau kamu berbohong padaku.. " ujar Mathanadeva beberapa saat setelah seluruh pengawal, dayang, serta Shiva dan Dhanwantari meninggalkan ruangan tersebut.
"Semalam Lee Han.. guruku datang menemuiku.. " ujar Chen Khu lalu menceritakan semua tentang pertemuan dengan Lee Han hingga akhirnya dia tidak sadarkan diri.. Mathanadeva mendengarkan dengan serius lalu menoleh pada putrinya kemudian menceritakan kembali apa yang dikatakan oleh Chen Khu.
"Tapi apa yang dilakukan oleh gurumu..? bahkan saat pengawal istana menemukanmu.. alas kaki yang kamu kenakan sampai seperti ini..? " tanya Mathandeva sambil memperlihatkan alas kaki Chen Khu yang menghitam.
"Aku juga masih belum tau yang mulia.. mungkin aku butuh waktu beberapa saat untuk sendiri.. untuk memastikan apa yang telah dilakukan oleh guruku.. " jawab Chen Khu.
"Baiklah.. aku akan menunggumu di tempat biasa.. dan...kali ini ada yang ingin berlatih bersama kita.. " ujar Mathanadeva sambil menepuk pundak putrinya dan Aahana pun mengangguk membenarkan perkataan ayahnya itu sambil tersenyum pada Chen Khu.
"Jangan Khawatir.. aku sudah mengajarinya berbahasa seperti kalian.. hanya saja dia belum bisa belajar banyak.. tapi sedikit - sedikit dia bisa mengetahui arti atau maksud yang kamu ucapkan nantinya.. " sambung Mathanadeva sambil berdiri kemudian menepuk - nepuk pundak Chen Khu diikuti oleh Aahana yang memberi hormat pada Chen Khu dengan merapatkan kedua telapak tangannya dan sedikit membungkuk dengan senyuman khasnya yang membuat banyak pria bangsawan tergila - gila padanya.. Aahana kemudia mengikuti ayahnya yang sudah lebih dulu meninggalkan ruangan tersebut.
Chen Khu juga membalas hormat sang putri, lalu setelah keduanya meninggalkan ruangan tersebut Chen Khu merubah posisi duduknya menjadi bersila dan mulai memejamkan matanya.
Chen Khu bermeditasi mencoba merasakan perubahan yang ada dalam dirinya setelah Lee Han memasukkan energi dingin dan panas semalam.
Chen Khu merasa terkejut.. sebab titik cakra ke dua puluh satu yang berada pada telapak kaki yang merupakan pusat dari seluruh saraf telah terbuka meskipun belum terlalu sempurna.. dan hal lain yang cukup mengejutkannya adalah energi Chi yang dimilikinya meningkat sebanyak lima tingkatan serta peningkatan tenaga dalamnya juga sangat signifikan..
Chen Khu tersenyum dalam meditasinya.. meskipun dalam hati dia masih merasa sebagai murid yang manja dari Lee Han.. tapi dia juga merasa sangat bersyukur Lee Han memberinya kekuatan yang sangat besar.
Dalam meditasinya.. Chen Khu juga merenungi perkataan Lee Han yang terakhir yaitu agar dirinya segera menemukan ayahnya dan kembali ke kekaisaran Ming sesegera mungkin.
__ADS_1
Setelah cukup lama merenungi perkataan Lee Han.. Chen Khu akhirnya mengambil kesimpulan jika ayahnya kemungkinan berada di gurjara atau daerah sekitar kerajaan gurjara.. dan untuk mencari tau akan hal itu Mathanadeva bisa menjadi solusinya.
Chen Khu segera mengakhiri meditasinya dan berkat tambahan energi dari Lee Han.. Chen Khu sekarang bisa bergerak secepat kilat dan dengan hanya beberapa kali tarikan nafas dia sudah berada di halaman belakang kediaman Mathanadeva tanpa seorangpun yang mengetahuinya.