
Malam kian larut, ruangan yang diterangi cahaya obor yang terdapat hampir disetiap sudut ruangangan serta pilar - pilar yang kokoh berdiri mulai terasa pengap, sebab asap yang dihasilkan oleh obor - obor tersebut mulai memenuhu ruangan, dan akhirnya Mathanadeva memutuskan untuk mengakhiri latihan mereka pada malam itu.
Ketiga orang itu kemudian berjalan meninggalkan ruangan tersebut dan baru saja mereka melangkahkan kaki dari pintu terdengar suara burung elang yang sangat keras dan seperti berputar - putar mengelilingi kompleks istana.
"Kenapa ada burung elang terbang malam seperti ini.. ?" gumam Mathanadeva.
"Itu adalah elang siluman yang mulia.. " jawab Chen Khu yang memang memiliki kemampuan melihat lebih baik dalam pencahayaan seminim itu.
"Elang siluman..?? apakah diaa..?? " Mathanadeva tidak menyelesaikan ucapannya dan melangkahkan kakinya dengan cepat menuju ke suatu tempat dan diikuti oleh Chen Khu dan Aahana yang memahami maksud perkataan Mathanadeva meskipun dia tidak menyelesaikan kata - katanya.
Ketiga orang tersebut berjalan cepat ke arah kompleks pekuburan yang ada dalam lingkungan istana.. dan benar saja.. burung elang yang sejak tadi mengitari istana akhirnya hinggap pada salah satu batu nisan dimana Tachi dikuburkan.. dan tidak lama setelah itu burung elang tersebut kembali terbang ke udara.. Mathanadeva mencoba untuk mengejarnya, tapi dicegah oleh Chen Khu.
"Jangan dikejar yang mulia.. biarkan dia melaporkan hasil pencariannya.. " ucap Chen Khu.
Mathanadeva mengangguk lalu kemudian ketiga segera kembali ke istana tanpa saling berbicara satu sama lain, masing - masing hanyut dalam pikiran mereka.
***
Semua orang yang sedang berada dalam ruang pertemuan dengan perasaan tidak menentu serempak berdiri ketika siluman elang besi memasuki ruangan dan hinggap di sandaran kursi yang di tempati oleh Tamil Nadu.
__ADS_1
Elang besi dan Tamil Nadu saling menatap seolah sedang melakukan sebuah percakapan dan tiba - tiba saja raut wajah Tamil Nadu berubah dan membuat ketua - ketua lain yang menyaksikan perubahan pada raut wajah Tamil Nadu menelan ludah.
Para ketua itu bisa menebak jika kabar yang dibawa oleh siluman elang besi adalah sebuah kabar buruk dan bisa saja Tachi terbunuh saat menjalankan tugasnya.. dan benar saja.. setelah Tamil Nadu menghilangkan siluman elang besi dari ruangan tersebut, dengan suara berat dia menyampaikan jika Tachi salah seorang kepercayaannya telah meninggal dan hal ini membuat ketua - ketua lainnya saling berbisik satu sama lain tentang seberapa hebat kemampuan pemuda misterius yang telah membunuh banyak siluman yang mereka miliki serta membunuh Tachi yang juga memiliki kemampuan yang cukup tinggi dalam sekte Aghori.
Tamil Nadu tidak dapat menyembunyikan kesedihannya akan kepergian Tachi, di satu sisi dirinya juga dibayangi penyesalan karena telah memberikan tugas yang semula dianggapnya sebagai tugas yang sangat mudah tersebut. Meskipun sebelumnya Tamil Nadu sempat geram dan marah pada Tachi akibat sikap pengecutnya, tapi Tamil Nadu juga tidak memungkiri jika dalam hatinya Tachilah orang yang paling dekat dengannya serta orang yang selalu bersamanya baik dalam susah ataupun senang dan sekte Aghori menjadi seperti sekarang ini juga tidak lepas dari andil dari Tachi.
Tamil Nadu akhirnya membubarkan pertemuan mereka malam itu dan kembali ke ruang pribadinya dengan kepala tertunduk tapi dalam hatinya dia menyimpan dendam tersendiri pada pemuda mesterius yang mendampingi Mathanadeva.
***
Waktu terus berlalu dan tidak terasa sudah hampir setahun Chen Khu berada di kerajaan Gurjara. Disamping terus melatih dirinya, dia juga membantu Mathanadeva serta Aahana untuk terus meningkatkan kemampuan mereka bahkan sesekali Chen Khu yang didampingi oleh Shiva memimpin pasukan untuk membasmi siluman - siluman yang semakin sering melakukan teror pada penduduk Gurjara, hal ini dilakukan Chen Khu agar Mathanadeva dan Aahana bisa tetap fokus untuk berlatih dengan kitab masing - masing.
Hingga suatu malam, sepulang dari membasmi siluman yang melakukan teror pada penduduk kota Khandala, Chen Khu tiba - tiba terbayang kata - kata terakhir dari Lee Han gurunya. Ucapan Lee Han terus membayanginya hingga membuatnya sulit untuk memejamkan mata, meskipun membalikan talubuhnya ke kiri dan ke kanan berulang - ulang, Chen Khu tetap merasakan kegelisahan dalam hatinya.
"Aku juga berpikiran sama sepertimu, hanya saja..yang menjadi masalah saat ini adalah kita tidak tau dimana letak markas mereka.. "
"Untuk itu aku mempunyai sebuah rencana yang mulia.. dan aku yakin dengan rencana tersebut kita bisa menemukan markas mereka.. "ucap Chen Khu lalu menjelaskan pada Mathanadeva perihal rencana yang dimaksudkannya, dan Mathanadeva mengangguk setuju dengan rencana yang dipikirkan oleh Chen Khu tersebut.
"Jadi untuk saat ini kita akan menunggu siluman kembali meneror penduduk lalu kita jalankan rencananya.. " ucap Mathanadeva dengan penuh keyakinan yang dijawab dengan anggukan kepala oleh Chen Khu.
__ADS_1
"Tapi apakah menurutmu kemampuanku saat ini sudah cukup untuk melakukan hal tersebut hanya berdua denganmu..? " Mathanadeva melanjutkan.
"Aku yakin yang mulia.. lagi pula ketika kita sudah menemukan markas mereka, kita tetap akan meminta bantuan pada pasukan khusus yang mulia yang nanti akan dipimpin langsung oleh tuan putri..sebab jika kita langsung mengerahkan pasukan, kita belum tau seberapa banyak jumlah mereka belum lagi ditambah dengan siluman - siluman yang sudah berhasil mereka kendalikan" jawab Chen Khu.
"Baiklah kalau begitu Chen Khu.. sambil menunggu saat itu tiba aku akan mempersiapkan diriku sebaik mungkin..." ujar Mathanadeva.
"Oh iya.. yang mulia.. ada satu hal yang sudah sejak lama ingin aku tanyakan pada anda.. tapi aku merasa jika saat ini adalah waktu yang tepat untuk menanyakannya.. "
"Mm.. apa itu Chen Khu..? "
"Apa yang mulia tau daerah yang memperjualkan budak..? terutama budak - budak yang didatangkan itu berasal dari daratan tengah..? "
Mendengar pertanyaan Chen Khu tersebut, Mathanadeva terdiam sejenak dan mencoba menemukan daerah yang sekiranya melakukan jual beli budak.
"Aku tidak yakin.. tapi di kerajaan Nishada terdapat banyak tambang emas, yang kabarnya orang - orang kaya bahkan pejabat - pejabat yang memiliki tambang emas mempekerjaan budak - budak yang sangat banyak.."
"Memangnya kenapa Chen Khu..? "
Chen Khu terdiam..mendengar pertanyaan dari Mathanadeva tersebut, dalam hati dia masih ragu untuk menceritakan masa lalu, tapi demi mencari jejak ayahnya akhirnya setelah menghela nafas panjang Chen Khu menceritakan masa lalunya hingga membuat matanya berkaca - kaca.
__ADS_1
"Baiklah.. setelah menuntaskan misi kita pada Sekte Aghori. kita akan berkelana untuk menemukan ayahmu dan kebetulan, sejak serangan dari para siluman, aku belum pernah lagi mengembara sebagai masyarakat biasa untuk mengetahui keadaan penduduk negriku.. " ujar Mathanadeva sambil menepuk pundak Chen Khu.
Chen Khu tersenyum mendengar perkataan Mathanadeva tersebut dan setelah menyeka air mata dari sudut matanya diapun berdiri dan memeluk Mathanadeva yang sudah hampir setahun ini memperlakukannya dengan sangat baik seperti saudaranya sendiri.