Pendekar Pedang Naga Langit

Pendekar Pedang Naga Langit
#170. Membuat Perjanjian


__ADS_3

Malam semakin larut, tapi hujan bukannya merada tapi malah semakin deras. Xiao Yan dan Guan Yu mendekati api yang hanya menyisakan bara untuk sekedar menghangatkan badan.. lolongan serigala malam itu seakan menjadi ketakutan tersendiri bagi keduanya.


***


Sementara itu..


Ditempat lain.. kaisar Xiao Feng yang mendapatkan laporan sejak sore hari masih belum bisa memejamkan matanya dan terus berjalan mondar - mandir di dalam tendanya sambil memijat keningnya yang terasa sakit.


Hujan deras, serta gelapnya malam yang tidak memungkinkan untuk dilakukan pencarian memaksanya memerintahkan para prajuritnya untuk beristirahat, dan melanjutkan pencarian esok hari.


Hal itu semakin membuat pikirannya melayang kemana - mana. Jendral Guan Dong yang menemaninya di dalam tenda juga terlihat gusar.. selain memikirkan keselamatan putranya..dia juga khawatir jangan sampai jika nanti terjadi sesuatu yang tidak diinginkan pada putra mahkota maka anaknya bisa jadi akan menjadi orang yang akan disalahkan karena saat perburuan mereka, tidak ada yang bisa melarang atau memberikan saran pada Xiao Yan selain Guan Yu putranya.


"Istirahatlah jendral.. tidak ada yang bisa kita lakukan malam ini.. " ucap kaisar Xiao Feng menenangkan orang kepercayaanya itu.


"Aku tidak mungkin bisa beristirahat jika yang mulia sendiri masih terlihat gelisah seperti itu.. " jawab Guan Dong.


"Sebenarnya aku tidak meragukan kedua anak itu hanya saja.............. ah..!! sudahlah..! " Xiao Feng berusaha menutupi perasaannya.


"Kenapa yang mulia..?! " tanya Guan Dong penasaran.


"Tidak.. tidak.. lupakan saja.. " jawab Xiao Feng singkat lalu duduk di kursinya.


***


Dinihari saat hujan telah benar - benar reda.. sekelompok serigala yang berjumlah sekitat tiga puluh ekor mendatangi goa tempat Xiao Yan dan Guan Yu menginap.


Indra penciuman serigala - serigala itu mencium bau amis darah dari rusa hasil peroleh Xiao Yan dan Guan Yu.


Kedua anak itu langsung terbangun saat kawanan serigala itu memasuki goa dan berebut sisa daging..mereka mencabut pedang bersiap mengantisipasi serangan dari kawanan serigala tersebut..Guan Yu menoleh pada kakek tua yang mereka temui.. namun kakek tua itu masih tertidur lelap seperti tidak mengetahui kawanan serigala yang sedang berebut makanan.


Beberapa serigala yang tidak kebagian makanan mengalihkan pandangannya pada Xiao Yan dan Guan Yu.. air liur menetes dari taring - taring mereka yang tajam..saat serigala - serigala itu menggeram serigala yang lain juga ikut mengalihkan pandangannya pada dua anak itu.


Xiao Yan dan Guan Yu saling berdekatan dan berjalan mundur secara perlahan dengan pedang yang diacungkan didepan dada.. sedangkan serigala - serigala yang mulai mengincar mereka juga maju perlahan dengan posisi siap menyerang.


Seeokor serigala tiba - tiba melompat menerkam..namun Xiao Yan masih cukup sigap dan menebas serigala itu.. namun luka yang diberikan oleh Xiao Yan tidak cukup untuk membunuhnya bahkan membuat serigala itu semakin marah.


Beberapa serigala lain yang melihat kawannya terluka juga terlihay marah dan beberapa saat kemudian serigala - serigala itu menyerang secara bersamaan.


Kedua anak yang hanya menguasai beladiri tingkat dasar itu tidak mampu menghadapi serangan cepat yang datang silih berganti.. alhasil dalam waktu singkat pakain kedua anak itu sudah basah dengan darah mereka sendiri.

__ADS_1


Beberapa kali Xiao Yan dan Guan Yu berusaha menyabetkan pedangnya untuk menghambat laju serangan serigala - serigala itu tapi semua itu tidak membuahkan hasil bahkan kawanan serigala itu berhasil memisahkan mereka dan masing - masing dari mereka terkepung oleh sepuluh ekor serigala bahkan lebih.


Xiao Yan dan Guan Yu akhirnya hanya bisa pasrah.. sesekali keduanya melirik kakek tua yang mereka temui namun suara dengkuran kakek tua itu malah terdengar semakin keras.


Xiao Yan dan Guan Yu saling pandang diantara kepungan kawanan serigala.. mereka bertekad akan memberikan perlawanan terakhir sebelum tubuh mereka dicabik - cabik atau dijadikam makan malam oleh serigala - serigala itu.. karena melarikan diri menjadi sebuah hal yang sangat mustahil untuk dilakukan saat ini.


Saat serigala - serigala lapar itu bersiap akan menerkam.. tiba - tiba suara ringkih mereka terdengar.. bahkan tatapan ganas mereka tiba - tiba saja menghilang.. dan setelah itu kawanan serigala itu langsung berlari ketakutan meninggalkan goa.


Melihat keanehan tersebut.. Xiao Yan dan Guan Yu serempak melihat ke arah Maruka.. dan rupanya kakek tua yang tadinya mendengkur keras kini sudah duduk bersila sambil tersenyum memandangi kedua anak yang ada dihadapannya.


"Aku kagum dengan keberanian kalian.. meskipun aku yakin itu semua kalian lakukan karena terpaksa dan tidak ada jalan untuk kabur.. " ujar Maruka lalu tertawa terpingkal - pingkal.


"Apapun yang sudah kakek lakukan kami sangat berterima kasih.. kakek boleh menghina kami sepuasnya.. " ucap Xiao Feng sambil memeriksa lukanya dan meringis kesakitan.


"Hmmm.. rupanya serigala - serigala itu memberikan kenang - kenangan untuk kalian.. " ucap Maruka seraya berdiri dan memeriksa luka kedua anak itu.. lalu dengan menggerakkan tangan kanannya sebuah botol pil keluar dari ruang hampa dan membuat Xiao Yan dan Guan Yu terpana.


"Minumlah ramuan ini.. ramuan ini akan membantu mempercepat penyembuhan luka luar kalian.." ucap Maruka lalu menyerahkan masing - masing satu buah pil pada Xiao Yan dan Guan Yu.


"Aku akan mengantar kalian kembali ke istana sebelum pagi.. tapi dengan satu syarat..!! " ucap Maruka melanjutkan.


"Katakan apa syaratnya kek.. kami tidak bisa menerima begitu saja syarat yang akan kakek ajukan.. " jawab Xiao Yan cepat.


Xiao Yan dan Guan Yu saling pandang sambil tersenyum seperti bisa membaca pikiran satu sama lain.


"Baik kek..!! " jawab mereka serempak.


"Dan satu hal lagi..! " ujar Maruka tiba - tiba.


"Masih ada lagi kek..?? tadi katanya satu syarat.. sekarang masih ada lagi..?! " ucap Guan Yu protes.


"Ini hanya tambahan.. bukan syarat lain..!!sudah jangan protes.. dengarkan saja..!! " ucap Maruka dengan raut wajah berubah merah.


"Tidak boleh ada seorang pun yang tau saat kalian ke sini.. " ucap Maruka melanjutkan.


"Hah.. kakek berniat menculik kami..? " ujar Xiao Yan dan Guan Yu serempak.


"Heh.. bodoh.. kalau aku mau menculik kalian.. tidak perlu menunggu tiga hari lagi.. sekarang juga bisa.. !!" bentak Maruka.


Xiao Yan dan Guan Yu saling pandang sambil menahan tawa melihat perubahan raut wajah kakek tua dihadapan mereka.

__ADS_1


"sekarang perkenalkan nama kalian..! " ujar Maruka pelan.


"Aku.. Xiao Yan.. dan ini Guan Yu..!! kakek sendiri..?! "


"Maruka.. panggil saja guru Maruka.. dan ingat jangan pernah gunakan kata kakek lagi.. aku masih belum terlalu tua..!! " balas Maruka.


Mendengar pernyataan Maruka.. kedua anak itu mulai memperhatikan kakek itu dengan teliti.. meskipun dengan pencahayaan yang minim namun kedua anak itu tidak menemukan tanda - tanda jika yang ada dihadapan mereka sekarang masih bisa dikatakan muda.


"Kenapa hah..?! kalian tidak percaya kalau aku belum terlalu tua..?! " bentak Maruka melihat kelakuan kedua anak tersebut.


"Mmmm.. maaf kek.. kalau boleh tau usia kakek sekarang................?!" Xiao Yan belum menyelesaikan pertanyaannya saat sebuah jitakan mengenai kepalanya.


"Aku sudah katakan.. jangan panggil aku kakek.. paham..!! "


"Tapi kek....."Xiao Yan menghentikan ucapannya karena tangan Maruka sudah bersiap untuk kembali menjitaknya.


"Eh... guru.. paling tidak kami harus memiliki satu alasan untuk menganggao guru itu masih muda.. " Xuao Yan melanjutkan pertanyaannya yang sempat terhenti.


"Aku sudah lupa berapa umurku sekarang.. tapi sepertinya kemungkinan aku seumuran dengan empat atau lima leluhurmu sebelumnya..! " jawab Maruka sambil menengadah dan mengelus janggut panjangnya..


"Apaaa...!! " teriak Xiao Yan dan Guan Yu bersamaan.


"Aku kan bilang.. kalau aku belum terlalu tua.. bukan masih muda..! " Maruka mencoba menjelaskan.. sedangkan Xiao Yan dan Guan Yu hanya memandang Maruka dengan mulut yang tidak bisa menutup sepenuhnya.


"Aah... sudahlah..!! ganti pakaian kalian.. hari sudah hampir pagi..! " ujar Maruka lalu kembali menggerakkan tangan kanannya dan dua setel pakaian seperti keluar dari ruang hampa..!! "


Xiao Yan dan Guan Yu memperhatikan pakaian pemberian Maruka heran.. kedua masih tidak percaya dengan apa yang sudah mereka lihat.


"Aku tau.. pakaian itu sedikit kebesaran..tapi paling tidak ibu kalian tidak akan khawatir jika melihat pakaian kalian yang berlumuran darah..! " ujar Maruka seolah tau apa yang dipikirkan oleh kedua anak dihadapannya dan mencegah mereka untuk tidak melayangkan protes.


Xiao Yan dan Guan Yu saling pandang tanpa mengucapkan sepatah katapun.. lalu setelah mengenakan pakaian pemberian Maruka.. Maruka langsung memegang kerah baju dan membawa kedua anak itu terbang kembali ke istana kekaisaran Han.. sebuah hal yang tentu saja membuat kedua anak itu takjub dan merasa tidak percaya dengan apa yang mereka lihat dan alami.


----@@---


**Chapter ini dan Chapter sebelumnya saya tulis sabtu pagi dan malam minggu.. rencananya untuk menemani malam kalian yang diisi dengan kesendirian..tapi apa hendak dikata... sepertinya kedua Chapter yang saya tulis belum bisa rilis malam ini.. Mohon maaf atas ketidak nyamanannya..


Akhir kata..


jika kalian menyukai tulisan saya.. silahkan Vote sebanyak-bayaknya.. tapi kalau kalian tidak suka.. silahkan Vote yang banyak..

__ADS_1


Terima Kasih**..!!


__ADS_2