
Dua orang pendekar bergerak lincah dengan melompat dari atap satu bangunan ke atap bangunan yang lain. Pertarungan besar dipagi hari yang terjadi di desa Wuling tersebar cepat hingga terdengar oleh dua orang pendekar tersebut dan langsung bergerak menuju lokasi pertarung.
Keduanya berhenti sejenak untuk mengamati pertarungan dari jauh dari atas sebuah pohon besar.
"Kapten Yamato.. bukankah itu Himura dan Nagato..?? juga kapten Magura..!! tapi siapa pendekar lain yang bersama mereka..?! " ujar Otomi sambil mengamati jalannya pertarungan dengan seksama.
"Daripada menebak - nebak.. lebih baik kita tanyakan langsung pada mereka..! " balas Yamato lalu menepuk pundak Otomi yang berjongkok di sebelahnya dan kembali melompat pada salah satu atap bangunan menuju lokasi pertarungan.
***
"Dimana Kolonel..?! " ucap Yamato yang baru sampai dan baru saja membunuh dua orang pendekar yang menjadi lawan Magura.
Kedatangan dua orang Ronin lain yang tiba - tiba saja turun dari atas atap membuat pendekar - pendekar yang bernaung dibawah sekte pembunuh iblis itu terkejut.. jumlah mereka yang semakin sedikit ditambah dengan tewasnya salah seorang pendekar tingkat tinggi di tangan Chen Khu.. dan kali ini.. justru lawan mereka malah bertambah dua orang lagi.
"Yamato.. syukurlah kamu datang.!! "
"Cepat bantu kolonel di dalam bangunan itu..! " balas Magura senang dan menoleh ke arah bangunan yang dimaksudkannya.
"Kolonel..?! di dalam..?! apa yang sebenarnya terjadi..?! dan siapa pemuda itu..?!" Yamato memberikan pertanyaan beruntun pada Magura sambil menangkis serangan - serangan yang datang.
"Cepat lakukan saja..!!nanti setelah ini biar kolonel sendiri yang menceritakan padamu.!! " bentak Magura kesal.
Yamato menelan ludah melihat sikap Magura.. dan tanpa bertanya kembali.. Yamato memberi tanda pada Otomi untuk menuju bangunan yang dimaksudkan oleh Magura.
Keduanya segera melompat ke atas bangunan dan meninggalkan Magura yang kini sudah bertarung berdampingan dengan Chen Khu.
Yamato dan Otomi terkejut bukan kepalang saat melihat tiga orang rekannya dalam kondisi terkepung oleh puluhan pendekar.. dengan segera keduanya melompat ke dalam bangunan dan mendarat tidak jauh dari Kobayasi dan kedua anak buahnya.
"Yamato, Otomi.. syukurlah..!! " ucap Kobayasi saat melihat keduanya sampai.
"Kolonel.. maaf kami terlambat..!! " balas Yamato.
__ADS_1
"Otomi.. bantu Nobita menjauh dari tempat ini.. sepertinya dia terkena racun.. dan kamu Yamato gantikan posisi Nobita.. " ucap Kobayasi memberi perintah.
Yamato dan Otomi membunuh beberapa lawan yang ada dalam jangkauan mereka sebelum mengikuti perintah Kobayasi.
Otomi segera memapah Nobita yang wajahnya mulai pucat dan membawanya melompat ke atas dan pergi menjauhi arena pertarungan.
Masuknya Yamato kedalam formasi menggantikan Nobita, membuat formasi itu kembali menakutkan bahkan lebih kuat dari sebelumnya.. karena kemampuan Yamato memang lebih tinggi beberapa tingkat diatas Nobita.
Para ronin dengan cepat bisa menguasai keadaan sebelum akhirnya.. dinding pembatas ruangan yang terbuat dari kayu tiba - tiba dihempaskan oleh angin yang sangat kuat hingga hancur berkeping - keping, sedangkan tubuh ketiga ronin itu ikut terhempas bersama serpihan - serpihan kayu hingga membentur dinding bangunan disisi lain.
Debu beterbangan memenuhi ruangan.. Kobayasi yang langsung berlutut dengan bertumpu pada sebelah lutut dan pedangnya setelah terhempas membentur dinding menghadap ke arah dinding yang hancur.
Perlahan bersamaan dengan turunnya debu.. samar terlihat seorang pria tambun dengan baju tidak dikancing hingga perut buncitnya terlihat.. sedang berjalan ke arah mereka sambil memanggul sebuah gada.
"Beraninya kalian membuat keributan di tempatku saat aku pergi..!! " ucap pendekar itu dengan nada tinggi.
Pendekar - pendekar yang tadi menjadi lawan Kobayasi dan kawan - kawannya segera membungkuk memberi hormat setelah mengetahui sosok pendekar yang baru saja datang.
"ketua..!! " ujar mereka serempak.
Pendekar - pendekar itu saling berpandangan tanpa ada yang menjawab karena tidak seorangpun diantara mereka yang melihat Chao Ming sebelumnya.
Chao Ming adalah pendekar penggun kapak yang merupakan adik kandung kandung dari Chao Sin.. pendekar yang menggunakan gada sebagai senjatanya yang juga merupakan ketua sekte Tulang Besi.
"BRUAAK..!! " Pintu masuk bangunan itu tiba - tiba melayang mengarah pada pendekar yang membawa gada.
"Kalau yang kamu maksud adalah pemilik kapak itu.. maka aku akan mengantarkanmu ikut bersamanya.. " ucap Magura lalu melemparkan sebilah kapak kehadapan Chao Sin.
Chen Khu menggeleng pelan.. dan tidak habis pikir melihat tingkah Magura.. sebab Chen Khu bisa merasakan jika kemampuan pendekar yang sedang memanggul gada itu jauh lebih tinggi dari pendekar yang tadi menggunakan kapak.
Chao Sin dapat mengetahui dengan jelas siapa pemilik kapak yang tadi dilemparkan oleh Magura dan seketika itu juga aura membunuh yang sangat besar keluar dari tubuhnya.
__ADS_1
Magura sampai menelan ludah saat merasakan aura membunuh yang dimiliki oleh pendekar dihadapannya..tapi Magura tidak menunjukkan rasa takut sedikitpun dari raut wajahnya.
"Tuan Chen.. ikan besar itu bagianmu..! " bisik Magura.
"Hah.. saya..?! " bukannya tadi kamu yang bilang akan.... " Chen Khu belum sempat menyelesaikan ucapannya saat merasakan ada kekuatan besar yang sedang menuju ke arah mereka.
Magura, Himura, dan Nagato segera menghampiri Kobayasi dan kedua rekannya untuk melindungi mereka dari serangan pendekar lain yang ikut menyerang bersamaan dengan Chao Sin.
"Kolonel..anda baik - baik saja..?! " ucap Magura saat berada disamping Kobayasi.
"Aku baik - baik saja.. tapi sepertinya ada yang aneh dengan otakmu.. " jawab Kobayasi seraya menyambut serangan para pendekar sekte Tulang Besi.
"Kapten Magura..!! haaaah... !!" teriak Chen Khu kesal karena Magura tidak menoleh sedikitpun.. dan disaat bersamaan.. sebuah ayunan gada yang mengandung tenaga dalam tinggi sedang mengarah pada kepalanya.
Chen Khu menggerakkan tubuhnya sedikit ke samping untuk menghindari serangan yang datang dan gada besar tersebut hanya terpaut beberapa sentimeter dari ujung hidungnya ketika gada itu melewati kepalanya.
Chen Khu juga langsung melompat ke udara saat gada tersebut mengenai lantai tempatnya berpijak dan membuat lantai tersebut hancur berkeping - keping.
Serangan Chao Sin tidak berhenti sampai disitu.. dengan cepat dia juga memutar tubuhnya dan mengikuti kemana arah Chen Khu menghindar.. dan setiap pukulannya yang berhasil dihindari oleh Chen Khu juga membuat kerusakan yang berarti pada bagunan itu.
"Jika terus seperti ini.. bangunan ini bisa hancur.. " gumam Chen Khu dalam hati.
"Kolonel.. apa kalian sudah mengetahui diruang mana para sandera disekap..? " teriak Chen Khu sambil terus berpindah tempat menghindari serangan gada yang seolah tanpa henti.
"Belum tuan..! mereka tidak memberiku kesempatan untuk memeriksa seluruh ruangan yang ada di tempat ini.. " jawab Kobayasi.
"Para sandera ya..? jadi rupanya kalian pendekar bayaran dari kekaisaran Han ya..?! "
"Langkahi dulu mayatku.. baru kalian bisa menemukan mereka.. " Chao Sin berseru lantang lalu menambah kecepatan serangannya.
"Hmm.. begitu ya.?! berarti bangunan ini tidak boleh roboh sebelum mereka di temukan.. " ucap Chen Khu kembali dalam hati lalu membuang pedang yang digunakannya.
__ADS_1
"Baiklah kalau memang itu yang kamu inginkan..!! " balas Chen Khu..
"Maafkan aku kolonel Lin.. terpaksa aku harus membuang pedang kesayanganmu.. " ucapnya kembali dalam hati.. lalu mengeluarkan pedang pusaka andalannya dari dalam giok semesta.