
Jendral Tian Li langsung menuju kesamping kereta perang yang digunakan oleh Kaisar Yong Zheng setelah bertemu dengan Jendral Chou. Kaisar Yong Zheng lalu memberi tanda pada Jendral Tian Li untuk memulai penyerangan. Jendral Tian Li meneruskan perintah kaisar dengan memerintahkan salah seorang prajuritnya untuk mengangkat sebuah panji dan memberi tanda pada pasukan Pangeran Shun Kwo untuk menyerang.
Dua puluh ribu pasukan Shun Kwo yang terdiri dari pasukan berkuda dan infantri maju kedepan dengan membawa tangga - tangga yang berbentuk menara.. pergerakan mereka kemudian diikuti oleh pelontar untuk mendapatkan jarak tembak yang sesuai..
Saat prajurit Pangeran Shun Kwo mencapai sebuah batu yang telah diberi tanda dengan warna putih...Jendral Chou memberi tanda pada pemegang panji untuk melepaskan panah dari busur mekanik.
***
Titik - titik itu memang sudah dipersiapkan oleh Jendral Chou dua hari sebelumnya.. setelah mendapatkan informasi jika pasukan kekaisaran Qing yang berkumpul diperbatasan meningkat tiga kali lipat.. Jendral Chou kemudian membuat rencana untuk melakukan serangan yang efektif dengan memberi tanda berwarna putih pada titik - titik tertentu sesuai jangkauan maksimal dari busur mekanik dan pelontar serta jarak maksimal dari panah yang dilepaskan oleh pemanah dari atas benteng, selain itu.. Jendral Chou juga masih menyimpan kejutan lain untuk prajurit Kekaisaran Qing.
***
Puluhan busur mekanik itu kemudian melepaskan ribuan anak panah yang mampu menutupi cahaya matahari.. suara desingan anak panah itu sangat mengerikan.. anak panah yang mengarah ke udara itu kemudian turun dengan cepat dan menghujani prajurit - prajurit Pangeran Shun Kwo.. Kuda - kuda sampai terjungkal ke tanah saat terkena anak panah..
Ratusan prajurit Pangeran Shun Kwo langsung menemui ajal ketika hujan panah terjadi..pasukan itu kemudian membuat formasi menggunakan tameng untuk menghalau hujan panah yang terus terjadi.. mereka mengira posisi mereka masih cukup jauh dari jangkaun panah dan akan cukuo sulit menentukan apakan posisi mereka sudah masuk dalam jangkaun atau belum.. pasukan Shun Kwo tidak menyadari jika Jendral Chou sudah mempersiapkan sebelumnya.
Prajurit - prajurit itu membuat atap untuk melindungi mereka dari hujan panah dengan memanfaatkan tameng.. tapi anak panah yang dimuntahkan dari busur mekanik bukanlah panah dengan ukuran biasa.. anak panah itu memiliki ukuran lima kali lebih besar dari anak panah yang digunakan oleh pemanah.. belum lagi.. logam yang melapisi ujung anak panah terbuat dari besi tebal yang bahkan mampu menembus dua sisi dari kereta kuda.
Jumlah Prajurit Shun Kwo berkurang dengan cepat.. dari dua puluh ribu orang prajurit hanya tinggal menyisakan beberapa ribu orang dan sebagian besar sudah terluka parah.. Pangeran Shun Kwo sesekali melirik pada Kaisar Yong Zheng yang terkesan membiarkan pasukannya mati sia - sia di garis depan tanpa ada tanda - tanda akan adanya bantuan dari Kekaisaran Qing.
"Apakah hanya sampai disitu kemampuan pasukanmu..?? " tanya Kaisar Yong Zheng pada Pangeran Shun Kwo yang terlihat geram menyaksikan pasukannya terus berjatuhan..
__ADS_1
"Maksud apa anda yang mulia..?? " Shun Kwo balik bertanya.. merasa jika Yong Zheng sedang mempermainkannya..
Kaisar Yong Zheng tidak menjawab pertanyaan Pangeran Shun Kwo.. tapi dia mengalihkan pandangannya pada Jendral Tian Li untuk menjelaskan pada Shun Kwo..
"Pangeran.. sebelum melaksanakan penyerangan ini.. kami sudah mendapat informasi kalau Jendral Chou yang mengambil alih pimpinan pasukan di perbatasan.. "ucapam Jendral Tian Li terhenti sejenak..
"Lalu...? " Pangeran Shun Kwo tidak dapat menahan rasa penasarannya..
"Pangeran... anda berasal dari kekaisaran Ming.. apakah anda belum pernah mendengar tentang kehebatan Jendral Chou..?? " tanya Jendral Tian Li sambil mengerutkan kening seolah tidak percaya dengan apa yang didengarnya.
"Aku sungguh tidak mengerti Jendral.. tolong jelaskan padaku.. " jawab Pangeran Shun Kwo serius.
"Jendral Chou.. terkenal memiliki banyak strategi dalam berperang.. dan yang paling ditakuti adalah.. Jendral itu memiliki banyak perangkap mematikan.. Pangeran bisa lihat sendiri.. dan kita tidak tau.. jebakan apa lagi yang disiapkannya sampai di dinding benteng itu " jawab Jendral Tian Li..
Prajurit Shun Kwo yang jumlahnya sudah tinggal seperempat dari jumlah awal berhasil mendekati dinding benteng.. tapi tiba - tiba saja.. pintu gerbang benteng terbuka dengan sangat cepat.. dan bersamaan dengan itu.. ratusan prajurit berkuda yang bersenjatakan tombak dan pedang keluar dari dalam benteng untuk membantai pasukan Shun Kwo yang tersisa.. Prajurit - prajurit itu tidak bisa berbuat banyak.. meskipun jumlah mereka lebih banyak.. tapi kondisi fisik mereka yang sudah lelah dan mendapatkan luka - luka akibat panah, membuat prajurit berkuda dengan leluasa membantai mereka dan dengan cepat.. prajurit berkuda kembali masuk kedalam benteng.. dan sisa prajurit yang sudah tidak sampai seribu orang itu... mendapatkan serangan panah oleh pasukan pemanah dari atas dinding benteng.
Pangeran Shun Kwo hanya bisa menelan ludah menyaksikan kematian prajuritnya yang terjadi begitu cepat.. bahkan saat sinar matahari belum terasa panas di kulit..tapi.. strategi yang dibuat oleh Jendral Chou sudah mampu menghabiskan pasukannya.
Jendral Tian Li berusaha mencerna situasi dengan cepat.. lalu kemudian.. memerintahkan lima puluh ribu prajuritnya untuk berpencar.. serangan panah tidak akan terlalu efektif jika prajurit - prajuritnya saling berjauhan satu sama lain...
Lima puluh ribu prajurit yang maju menyerang dengan cara berpencar membuat prajurit Jendeal Chou yang mengendalikan busur panah mekanik kesulitan untuk menentukan arah serangan.. akibatnya panah - panah yang dilepaskan banyak menemui ruang kosong.. meskipun ada beberapa yang menemui sasaran.
__ADS_1
Jendral Chou terus mengamati pergerakan prajurit - prajurit yang maju menyerang.. gerakan mereka yang tidak beraturan dan saling terpisah satu sama lain membuat jendral Chou memerintahkan prajuritnya untuk menghentikan penggunaan busur mekanik..
Titik kedua yang dibuat oleh Jendral Chou sudah terlewati.. tapi Jendral Chou belum mengambil keputusan apa - apa..
Titik ketiga yang dibuatnya juga sudah terlewati tapi pasukan pemanah yang berada diatas benteng merasa aneh.. karena tidak diperintahkan untuk memanah.
Ketika prajurit - prajurit kekaisaran Qing mendekati titik keempat yang dibuatnya.. Jendral Chou kemudian mengambil sebuah busur panah dari salah seorang pemanah yang ada disampingnya.. Jendral Chou menggunakan anak panah yang telah dilumuri minyak..
Setelah prajurit - prajurit Kekaisaran Qing melewati titik keempat... Jendral Chou melepaskan anak panah yang menyala.
Pergerakan prajurit musuh sedikit terhenti menyaksikan sebuah anak panah melayang di udara.. dan merasa sebuah anak panah tidak mengancam..mereka terus maju menuju dinding benteng yang tinggal beberapa puluh meter lagi..
BLAAARR..!!
Anak panah yang dilepaskan Jendral Chou melesat turun dan menghujam ke tanah yang rupanya terdapat rongga yang sengaja dibuat dengan banyak rongga - rongga lainnya yang saling terhubung... dan rongga - rongga itu telah dialiri minyak yang sangat banyak...
Api berkobar dimana - mana... prajurit - prajurit kekaisaran Qing yang maju sebagian besar sudah masuk dalam lingkaran api yang dibuat.. banyak diantara mereka yang tubuhnya terbakar.. sedangkan sisanya yang belum sempat masuk dalam lingkaran api tidak dapat berbuat banyak.. mereka hanya bisa menyaksikan rekan - rekan mereka dilalap api.. dan saat itulah... jendral Chou memerintahkan.. pasukan pemanahnya untuk melepaskan anak panah menghujani pasukuan Yong Zheng yang sedang kebingungan..
Anak panah kembali menghujani mereka.. pandangan prajurit - prajurit itu terhalang oleha asap pekat dari minyak yang terbakar.. mereka saling bertabrakan karena berusaha menyelamatkan diri.. sedangkan yang berada dalam lingkaran api.. mendapatkan masalah lain ketika api mulai reda.. dan hujan panah berhenti..
Pintu gerbang kembali terbuka.. prajurit berkuda yang kali ini jumlahlnya lebih banyak kembali melaksanakan tugasnya... mereka kembali membantai prajurit - prajurit musuh yang sudah kebingungan.. diantara asap yang mengepul.. prajurit - prajurit berkuda tiba - tiba muncul sambil mengayunkan pedang atau menghujamkan tombak pada mereka.. lalu dengan cepat menghilang dalam kepulan asap kembali...
__ADS_1
Hari sudah mendekati tengah hari.. tujuh puluh ribu prajurit dari Kekaisaran Qing sudah meregang nyawa tanpa ada kemajuan yang mereka buat..
Kaisar Yong Zheng memerintahkan Jendral Tian Li untuk menunda penyerangan...