Pendekar Pedang Naga Langit

Pendekar Pedang Naga Langit
42. Kebencian yang Mendalam


__ADS_3

Prajurit yang diperintah raja untuk menjadi telik sandi saat fajar menyingsing telah tiba ditempat yang dimaksud. Dengan penampilan sedemikian rupa, ia berusaha agar tidak mencolok. Setibanya sampai perumahan penduduk, ia segera mencari penginapan disana.


Saat niatnya belum tercapai, ia mendapati sebuah keributan di depan salah satu rumah warga. Tanpa pikir panjang , ia segera mendekat kesana.


"Ada apa ini?" Tanyanya.


"Bukan urusanmu," kata orang yang mukanya terlihat sangar.


"Kamu membuat dia hampir bersujud, aku tak bisa membiarkan hal semacam itu terjadi," jawab prajurit itu.


"Mau jadi pahlawan kesiangan? Dia berbuat seperti itu karena dia tidak bisa membayar hutangnya."


"Kalian pergilah, ini mungkin cukup untuk membayar hutang orang ini," sambil menyerahkan sekantung uang prajurit itu berkata.


"Lain kali kami akan menagih bunganya," orang yang bermuka sangar itu langsung menerimanya dan kemudian pergi.


"Mereka siapa?" Tanya prajurit itu kepada seorang wanita yang tampak sangat berterimakasih kepadanya.

__ADS_1


"Mereka semua adalah anak buah kepala desa yang bertugas menagih hutang penduduk. Kami sudah tak tahan lagi jika terus-menerus membayar bunga hutang yang sangat besar," jawabnya.


"Tuan sendiri siapa sebenarnya?" Tanya wanita itu . Ia sepertinya merasa asing dengan orang berada didepannya.


"Aku cuma pengembara yang numpang lewat. Tidak penting juga aku siapa. Saya hendak mencari penginapan , apa ibu tahu dimana ada penginapan disini? Saya berencana akan singgah selama beberapa hari disini," kata prajurit itu.


"Kalau tuan mencari penginapan, maka tuan hanya perlu lurus saja, penginapan ada disebelah kedai makan .


"Kalau begitu, terimakasih sudah menunjukkannya kepadaku."


***


diri untuk melanjutkan perjalanan ke gunung Luhur.


"Negeri yang indah. Walaupun rajanya sepertinya sangat percaya dengan para bawahannya hingga ia tak tahu bagaimana bawahannya melakukan banyak pelanggaran yang menyebabkan rakyat menderita," Laksminingrum memberikan opininya.


"Suatu saat kalau aku jadi raja semoga saja aku tidak begitu ya. Percaya boleh, tapi kalau terlalu percaya tidak baik juga. "

__ADS_1


"Semoga saja bisa kesampaian ya. "


***


Nyi Arum Sari terlihat sangat lihai memainkan sebilah pedang yang terbuat dari kayu. Gerakannya lebih terlihat seperti sedang menari, walaupun di beberapa gerakan seperti ada penekanan tetap saja gerakannya terlihat indah.


Gerakan yang sederhana itu, entah kenapa rasanya sulit sekali saat Erlangga dan Dewi Ratih menirukan gerakan yang diberikan. Beberapa kali mereka terkena omelan dari guru mereka yang baru. Selain mengomel, Nyi Arum Sari juga memukul mereka dengan keras setiap kali melakukan kesalahan.


Yang diomeli hanya terdiam saja sambil menghela nafas. Rasanya berat sekali berlatih dengan tekanan yang tinggi, namun setiap mengingat perjuangan mereka agar bisa sampai bukit Kinasih, mereka terus berlatih tanpa mengeluh sedikitpun.


***


"Kau kemarin bisa lolos karena dibantu oleh orang lain , tapi sekarang kamu tidak akan bisa lolos lagi," anak kepala desa itu berbicara dengan nada mengancam kepada Galuh yang terlihat tidak senang dengan apa yang dilakukan orang yang mengancamnya itu.


"Kalau kamu tidak mau memberiku kepuasan, aku akan membuat adik-adikmu menderita. Mungkin salah satunya bajak ku jadikan budak seumur hidupnya. Jadi bagaimana?" Katanya lagi. Dia berucap sembari membuka pakaiannya. Galuh yang melihatnya dengan tubuh terikat merasa jijik dengan orang itu.


Andai tidak punya tanggungan, ia ingin mati saja daripada harus menjadi pemuas nafsu anak kepala desa itu. Ia tak sudi terus menerus mendapatkan perlakuan seperti itu.

__ADS_1


"Sayang sekali aku baru menikah. Andai saja belum, mungkin aku akan menikahi mu," sambil memeluk tubuh Galuh yang tidak bisa bergerak itu ia berkata dengan tubuh sudah tak berpakaian lagi.


Galuh ingin sekali rasanya membunuh orang itu, ia ingin memberikan mayat kepala desa itu kepada anjing-anjing liar . Ia ingin sekali melakukannya, tapi ia tak punya kekuatan untuk itu sekarang.


__ADS_2