
Chen Khu dan Mathanadeva saling terdiam sejenak.. Bagi Chen Khu.. pertemuannya dengan raja dari kerajaan Gurjara itu adalah sebuah jalan yang bisa memberinya petunjuk jalan untuk kembali ke Kekaisaran Ming.. sedangkan bagi Mathanadewa sendiri.. pertemuannya dengan Chen Khu merupakan reuni tersendiri dengan salah seorang penduduk Kekaisaran Ming yang meskipun sudah lama meninggalkan wilayah Kekaisaran itu.. tapi Ming meninggalkan kenangan tersendiri dalam hatinya.
"Oh iya.. bagaimana kamu bisa masuk kedalam lubang hitam yang membawamu ke sini..? " tanya Raja Mathanadeva memecah keheningan.
"Ehm.. "Chen Khu berdehem sebelum memulai ceritanya..
"Aku membantu Mahaguru Wing Chun yang sedang bertarung dengan seorang pendekar yang memiliki kemampuan yang sangat luar biasa.. "
"Wing Chun...?? Mahaguru Wing Chun dari gunung Hang Chu..??!! Mathanadeva tiba - tiba memotong pembicaraan Chen Khu saat mendengar nama Wing Chun disebut oleh Chen Khu.
"Iya yang mulia.. apa yang mulia mengenalnya..??! tanya Chen Khu.
"Tadi aku sudah cerita kalau aku pernah belajar di kuil gunung Hang Chu dan tentu saja Mahaguru Wing Chun adalah ketua dari kuil itu.. dan saya pernah menjadi salah seorang murid kesayangannya.. " jawab Matahanadeva dengan kepala menengadah ke atas seolah pikirannya melayang kembali ke kuil gunung Hang Chu.
"Beliau saat itu sedang bertarung dengan seorang pendekar yang memiliki kemampuan yang sangat luar biasa dan mahaguru Wing Chun hampir saja mengalami kekalahan.. lalu selanjutnya aku bertarung dengan pendekar tersebut dan saat aku hampir membunuhnya dia mengeluarkan lubang hitam dan pada akhirnya aku sampai di sini " ujar Chen Khu melanjutkan ceritanya.
"Hmm... baiklah Chen Khu.. sepertinya kita cukupkan dulu untuk hari ini.. kamu masih harus banyak beristirahat agar kondisimu menjadi lebih baik, Dhanwantari akan terus menemanimu sampai kondisimu benar - benar pulih seperti semula.. dan akan ada orang yang bisa berbahasa sepertimu yang akan turut menemanimu " ujar Mathanadeva lalu berdiri dan kemudian memberi hormat pada Chen Khu layaknya orang - orang benua daratan tengah.
__ADS_1
Chen Khu membalas hormat sang Raja yang kemudian pergi meninggalkan Chen Khu yang ditemani oleh Dhanwantari.
Sepeninggal Mathanadeva, Dhanwantari memerintahkan beberapa dayang - dayang istana untuk membawakan makanan serta minuman pada Chen Khu yang memang belum merasakan makanan selama hampir dua minggu sejak dirinya pingsan.
***
Rombongan Raja Mathanadeva yang terdiri dari beberapa ratus prajurit serta puluhan pendekar serta pengawal pribadi raja sedang dalam perjalanan pulang saat salah seorang pengawal pribadi Raja melihat sebuah lubang hitam di angkasa.
Rombongan yang baru saja mengalahkan siluman rubah yang selalu membuat kekacauan di beberapa daerah yang merupakan wilayah kekuasaan kerajaan Gurjara itu kemudian berhenti saat salah seorang pengawal berteriak keras saat menyaksikan keanehan itu.
Setelah lubang hitam menghilang.. Mathanadeva memerintahkan beberapa orang pengawalnya untuk memeriksa benda yang mereka curigai sebagai tubuh manusia. Lima orang pengawal segera memacu kuda tunggangannya menuju danau tempat jatuhnya benda yang dimaksudkan oleh Raja mereka.. dan saat sampai di tepi danau kelima pengawal tersebut terkejut mendapati seorang pemuda denga pedang yang masih tetap digenggam dengan erat terapung diatas permukaan air.. lalu salah seorang dari mereka kembali untuk melaporkan hal itu pada Mathanadeva.
Mathanadeva dan seluruh pasukannya bergerak menuju tepi danau dimana empat orang pengawalnya sudah menunggu dengan sosok seorang pemuda yang terbaring tidak sadarkan diri di tanah.
"Apa dia masih hidup..? "tanya Matahanadeva pada empat pengawalnya yang telah mengeluarkan tubuh pemuda itu dari air dan membaringkannya di atas permukaan tanah kering.
"Aku masih bisa merasakan denyut jantungnya meskipun sangat pelan..dan sepertinya dia bukan orang dari benua daratan selatan yang mulia.. " jawab salah seorang pengawal tersebut..
__ADS_1
"Naikkan dia ke keretaku.. semoga saja pemuda itu bisa bertahan agar Dhanwantari bisa menolongnya " ujar Mathanadeva.
Salah seorang pengawal berusaha melepaskan pedang yang masih tergenggam erat. meskipun sedikit kesulitan tapi pengawal tersebut berhasil melepaskan pedang itu lalu memberikannya pada Mathanadeva.. sedangkan rekan - rekannya yang lain menaikkan tubuh pemuda itu kedalam kereta kuda yang ditumpangi oleh sang Raja.
***
Chen Khu yang sudah menghabiskan beberapa piring makanan yang disiapkan oleh dayang - dayang istana tidak kembali ke tempat tidurnya melainkan berjalan keluar dari kamar. Setelah menikmati makanan yang sangat banyak.. badan Chen Khu terasa lebih bugar. Chen Khu merasa jika tubuhnya yang lemah bukan hanya karena diakibatkan oleh tenaga dalamnya yang habis terkuras, akan tetapi juga dikarenakan perutnya yang sudah lama dibiarkan kosong. Seingat Chen Khu.. perutnya terakhir di isi sebelum dirinya berangkat bersama Xie Annchi untuk menghentikan kekacauan yang dilakukan oleh beberapa kelompok aliran hitam.
"Hmm.. bagaimana kabarnya skr..? " gumam Chen Khu dalam hati memikirkan adik seperguruannya itu.
Chen Khu kemudian memilih salah satu pohon yang sangat rindang lalu kemudian dia duduk dalam posisi bersila..tapi bukan untuk bermeditasi. Chen Khu berusaha menenangkan pikirannya dan berusaha mengingat kembali kejadian yang menimpanya hingga dirinya sampai terlempar ribuan kilometer dari daerah asalnya. Cukup lama Chen Khu berusaha mengingat kejadian yang dialaminya tapi dia tidak bisa mengetahui sama sekali apa yang terjadi setelah dirinya tersedot kedalam lubang hitam yang membawanya sampai ke Gurjara.. Chen Khu hanya bisa meningingat saat dirinya akan menghabisi nyawa Wong Fei dan sampai saat inipun Chen Khu belum mengetahui apakah Wong Fei yang sudah hampir dikalahkannya itu masih hidup atau sebaliknya.
Chen Khu berusaha menenangkan pikirannya yang sempat berkecamuk saat memikirkan seandainya Wong Fei belum mati.. bisa saja Wong Fei kemudian membunuh mahaguru Wing Chun dan mungkin pendekar - pendekar lainnya jika dia masih hidup.
Beberapa kali Chen Khu menarik nafas dalam - dalam lalu membuangnya secara perlahan untuk menekan hal yang dia bayangkan itu... semakin lama mencoba,pikirannya malah semakin tidak karuan..terbayang semua orang - orang yang pernah dekat dengannya yang mungkin saat ini sudah meregang nyawa di tangan Wong Fei.
Penyesalan mulai menapaki pikirannya.. Chen Khu mulai menyalahkan dirinya yang kurang berhati - hati saat akan menghabisi Wong Fei.. dan karena keteledorannya itu.. bisa saja saat ini orang - orang yang disayanginya mungkin sudah tidak ada.
__ADS_1