Pendekar Pedang Naga Langit

Pendekar Pedang Naga Langit
#99. Penyergapan. I


__ADS_3

Pagi itu.. perkemahan sementara pasukan Kerajaan Gurjara terlihat sibuk.. para anggota pasukan itu sibuk mempersiapkan diri menunggu perintah untuk kembali melanjutkan perjalanan, tapi diantara mereka ada juga yang sedang bermalas - malasan sambil tiduran atau bersandar pada batang pohon, tapi sebagian lagi ada yang melakukan peregangan..


Matahati semakin tinggi tapi belum ada tanda - tanda Mathanadewa akan memerintahkan pasukannya untuk melanjutkan perjalanan, hal ini membuat resah sebagian pasukan dan juga termasuk sang Panglima.. Khan..


"Tuan Putri.. kenapa sampai saat ini Maharaja belum keluar dari tendanya...?? " tanya Khan pada Aahana yang sedang melakukan peregangan.


"Aku juga tidak tau Khan.. mungkin saja ayahanda sedang tidur.. " jawab Aahana lalu melanjutkan kembali aktivitasnya.


"Bukankah ini tidak biasanya tuan putri..?? Yang mulia selalu bangun lebih pagi.. apakah tuan putri bisa memeriksa ke tendanya..? "


Aahana mengangguk lalu berjalan cepat menuju tenda yang digunakan ayahnya untuk beristirahat.. meskipun tenda itu digunakan Maharaja untuk beristirahat tapi tidak satupun pengawal yang berjaga didepan pintu tenda.. hal itu sudah menjadi hal yang lumrah jika keadaan sedang tidak genting, karena Mathanadeva ingin saat beristirahat seperti ini, juga dimanfaatkan oleh pengawalnya untuk beristirahat.


Tanpa permisi Aahana langsung masuk kedalam tenda dan mendapati dua orang yang sedang tertidur pulas.


"Ayahanda.. apakah kita akan bermalam lagi disini..?" tanya Aahana sontak mengagetkan kedua orang yang sedang tertidur pulas itu.


Keduanya langsung terduduk setelah mendengar ucapan Aahana yang memang setengah berteriak. Chen Khu mengucak - kucak matanya sambil sesekali menguap, sedangkan Mathanadeva kembali merebahkan tubuhnya..


"Apakah seluruh pasukan sudah siap untuk melanjutkan perjalanan..? " tanya Mathanadeva yang mesih memejamkan matanya.


"Kami sudah siap sejak pagi tadi Ayahanda.. bahkan banyak diantara mereka yang sudah terlihat bosan menunggu ayahanda.. " jawab Aahana dengan bibir dimanyunkan.


"Baiklah.. kita berangkat sekarang.." ujar Mathanadeva lalu bangkit meskipun matanya masih terasa berat.


Aahana segera keluar dari tenda lalu menyampaikan pada Khan bahwa Maharaja memerintahkan untuk melanjutkan perjalanan. Beberapa orang pengawal kemudian terlihat berlari menuju tenda yang ditempati oleh sang raja dan Chen Khu untuk membereskan barang - barang serta tenda yang digunakan,sedangkan Chen Khu dan Mathanadeva terlihat berjalan menuju kereta kuda yang sudah menunggu.


Perjalanan pun dilanjutkan kembali setelah Khan memberikan perintah..saat matahari mulai meninggi..seluruh anggota pasukan tampak bersemangat karena jika tidak ada hambatan di jalan maka sebelum larut malam mereka sudah akan sampai di ibukota dan berkumpul kembali bersama keluarga mereka.

__ADS_1


Kurang lebih satu jam berkuda.. pasukan Mathanadeva akan memasuki hutan yang memakan waktu dua jam berkuda untuk melewatinya.. perasaan Chen Khu tiba - tiba berubah saat rombongan mulai memasuki hutan yang sangat lebat itu.. membuatnya ingin keluar dari kereta.


"Ada apa Chen Khu.. kenapa km kelihatan gelisah..? " tanya Mathanadeva.


"Perasaanku jadi tidak enak yang mulia.. sebaiknya aku berkuda saja bersama Shiva.. " jawab Chen Khu yang tanpa menunggu jawaban dari Mathanadeva langsung keluar dari pintu kereta yang masih berjalan cepat lalu melompat pada kuda yang ditunggangi oleh shiva..


Shuva sangat terkejut karena Chen Khu tiba - tiba berada dibelakangnya,tapi baru saja Shiva ingin bertanya.. Chen Khu sudah lebih dulu berbicara padanya.


" Sampaikan pada panglima agar memerintahkan seluruh pasukan untuk memperlambat perjalanan.. ada ratusan orang yang menunggu kita di depan dan sepertinya bukan dengan niat baik.. " ujar Chen Khu dan semakin menambah keterkejutan Shiva, yang meskipun demikian dia tetap menuruti apa yang dikatakan oleh Chen Khu lalu Shiva menurukan kecepatan kudanya dan menghampiri Khan untuk menyampaikan apa yang dikatakan oleh Chen Khu.


Khan lalu mengangkat tangannya yang terkepal memberi tanda pada seluruh pasukan untuk menurunkan kecepatan dan bersiaga.. tapi beberapa saat kemudian Chen Khu kembali meminta Shiva untuk menghentikan pasukan yang langsung disampaikam oleh Shiva pada Khan dan Khan kembali mengangkat tangannya dengan telapak tangan menghadap ke belakang memberi tanda agar seluruh pasukan berhenti.


"Ada apa Khan..?! tanya Matahanadeva sambil melongok dari jendela kereta.


"Aku tidak tau yang mulia.. tapi Chen Khu meminta kami untuk berhenti.. " jawab Khan.. mendengar hal ini Mathanadeva segera turun dari keretanya dan menghampiri Chen Khu yang sudah turun dari kuda.


"Ada ratusan orang didepan yang mulia.. dan sepertinya mereka memiliki niat yang tidak baik.." jawab Chen Khu..


***


"Ketua..!! sepertinya rombongan itu berhenti.. tidak terdengar lagi derap langkah kaki kuda " ujar seorang pria yang sedang menempelkan telinganya pada tanah dan mengenakan pakaian serba hitam dan juga mengenakan topeng berwarna putih.


"Hmm.. sepertinya mereka mengetahui keberadaan kita di sini.. segera berpencar dan ambil posisi.. mereka pasti tetap akan melewati jalan ini dengan kesiagaan tinggi..!! " perintah pria yang juga mengenakan pakaian serba hitam akan tetapi dia mengenakan topeng berwarna merah.


Semua orang yang juga berpakaian serba hitam dan mengenakan topeng berwarna putih langsung berpencar dan mengambil posisi masing - masing, puluhan orang yang menyandang busur panah mengambil posisi diatas pohon sedangkan lainnya bersembunyi pada batang - batang pohon lain dan kini tinggal empat orang yang masih belum berpindah tempat.. tiga orang yang mengenakan topeng berwarna biru dan seorang bertopeng merah.


"Kita sudah melihat kemampuan pembunuh Kurasing...jadi tugas kalian adalah membalaskan dendam Kurasing, dan ingat kalian harus melakukannya bersama - sama atau kalian akan bernasib sama dengannya " Pria bertopeng merah memberikan instruksi pada ketiga orang yang mengenakan topeng berwarna bisa, yang juga mengenakan pakaian serba hitam, dan salah satu diantara mereka terdapat perban yang melilit lengan kanannya.

__ADS_1


***


"Aku akan menyelidikinya..dan yang mulia tunggu di sini sebab akan sangat berba.......... "Chen Khu masih belum menyelesaikan ucapannya saat Mathanadeva sudah melesat kedepan melompat dari satu punggung kuda ke punggung kuda yang lain menuju ke arah yanv dimaksud oleh Chen Khu..


"haya..!! " ujar Chen Khu setengah berbisik menyelesaikan ucapannya lalu segera menyusul Mathanadeva.


Melihat Mathanadeva yang sangat bersemangat membuat Chen Khu tidak berusaha untuk menghentikannya, meskipun Chen Khu merasakan jika ada tiga orang yang memiliki kemampuan setara dengan Mathanadeva dan satu orang lagi yang memiliki kemampuan lebih tinggi dari sang raja.


Pasukan Mathanadeva yang melihat pergerakan raja mereka langsung melompat turun lalu menambatkan kuda - kuda mereka kemudian menyusul langkah Mathanadeva dengan perlahan penuh kesiagaan sehingga jarak mereka dan Mathanadeva yang bersama Chen khu semakin jauh.


" Tidak ada siapapun disini " bisik Mathanadeva saat Chen Khu menarik bahunya dan memaksanya berhenti pada dahan pohon yang sangat besar.


"Ssssstt..!! " Chen Khu tidak menjawab dan hanya menempelkan jari telunjuk pada bibirnya mengisyaratkan Mathanadeva untuk diam.


Tiba - tiba saja seorang pria berpakaian serba hitam dan mengenakan topeng berwarna merah terlihat muncul dengan menunggangi seekor siluman serigala berwarna merah.. yang mengendus - endus kearah Chen Khu dan Mathanadeva bersembunyi.


"Keluarlah.. kalian tidak bisa bersembunyi dari penciuman Bheka " teriak peria bertopeng itu dengan lantang.. dia menyebut nama serigala yang ditumpanginya dengan sebutan Bheka.


"Pria bertopeng itu lagi..!! " bisik Chen Khu.


"Apa kamu pernah bertemu dengannya..?" tanya Mathanadeva dengan berbisik.


" Dia adalah salah satu dari orang yang mengawasi para siluman dari jauh.. " jawab Chen Khu..


"Kalau begitu.. ayoo tunggu apa lagi.. berarti dia adalah dalang dibalik semua penyerangan yang dilakukan oleh siluman.. " ujar Mathanadeva bersiap untuk keluar dari persembunyiannya tapi Chen Khu yang tidak ingin kecolongan lagi menghentikan niat Mathanadeva dengan menekan bahu sang Raja.


"Jangan gegabah yang mulia.. dia hanya menjadikan dirinya sebagai umpan.. ada banyak orang yang bersembunyi di balik pohon.. sebaiknya yang mulia tunggu disini " ujar Chen Khu lalu melompat turun sambil menghunuskan pedangnya.

__ADS_1


__ADS_2