Pendekar Pedang Naga Langit

Pendekar Pedang Naga Langit
#201. Terdesak


__ADS_3

Wakti terasa berjalan lebih lambat.. pendekar - pendekar yang terus berdatangan tanpa henti, rencana tidak berjalan sebagaimana mestinya.. serta sinyal dari Nobita yang tidak kunjung terlihat membuat mental Chen Khu dan rekan - rekannya mulai tertekan.


Formasi yang dibuat oleh Kobayasi dan rekan - rekannya juga sudah mulai goyah karena Himura tidak lagi bisa bertarung maksimal.. bahkan beberapa luka gores mulai menghiasi tubuhnya.


Chen Khu yang ikut berada dalam formasi juga mengalami kesulitan untuk melakukan serangan frontal.. sebab efek dari energi besar yang dikeluarkan bisa saja ikut melukai rekan - rekannya yang selalu berdekatan.


Formasi mereka juga terus terdesak mundur dan semakin mendekati pinggir tebing dimana ratusan pendekar lain telah menunggu di bawah.


"Kolonel.. tinggalkan tempat ini..!! aku akan mencoba menahan mereka semampuku..!! " Himura yang mulai kehabisan darah ingin mengorbankan diri demi rekan - rekannya.


"Kamu bahkan tidak akan bertahan selama satu detik..!! " balas Kobayasi..sambil terus menangkis serangan yang datang.


"Yang dikatakan Himura benar kolonel.. tapi aku yang akan mencoba menahan mereka.. " ujar Chen Khu menimpali.


"Tapi tuan Chen.....??! "


"Sudahlah...!! aku akan berusaha membuat celah agar kalian bisa melarikan diri.. " bentak Chen Khu.


"Sekarang....!! " teriak Chen Khu lalu melompat ke udara dan memunculkan api dari pedangnya.. lalu meluncur deras ke bawah menyambut serangan dari pendekar - pendekar sekte pembunuh iblis..dan sesaat sebelum menginjakkan kakinya di tanah.. Chen Khu mengeluarkan aura langit untuk menghambat pergerakan lawan - lawannya.


Saat pendekar - pendekar sekte pembunuh iblis sedang kebingungan dengan apa yang terjadi Chen Khu mengamuk sejadi - jadinya.


Banyaknya musuh yang dihadapi membuat Chen Khu tidak bisa berlama - lama menggunakan aura langit, dan segera menarik kembali auranya saat melihat Kobayasi dan anak buahnya sudah melarikan diri dari tempat itu.


Pergerakan Kobayasi dan anak buahnya luput dari perhatian para pendekar sekte pembunuh iblis.. aura langit yang digunakan oleh Chen Khu serta kobaran api yang menyelimuti pedangnya yang membuat rekan mereka yang langsung menjadi abu saat terkena tebasannya membuat pandangan mereka terfokus pada satu titik.


Pendekar - pendekar itu seolah terlihat sedang mengelilingi api unggun yang mana Chen Khu dengan kobaran api di pedangnya terus menari ditengah - tengah mereka.

__ADS_1


Menyadari lawan yang mereka hadapi bukanlah lawan sembarangan.. pendekar - pendekar tingkat tinggi memilih menjaga jarak sambil terus mengamati situasi..sambil terus memerintahkan pendekar yang memiliki kemampuan di bawah mereka untuk terus menyerang Chen Khu.


"Munduuuur...!! gunakan serangan jarak jauh..!! " salah seorang pendekar yang baru sampai tiba - tiba berseru.


Ratusan pendekar yang semula mengepung Chen Khu langsung melompat ke belakang setelah mendengar seruan itu, dan sesaat kemudian ratusan pisau dan anak panah meluncur deras ke arah Chen Khu.


Chen Khu yang terkejut mencoba menangkis dan menghindari pisau dan anak panah yang datang.. tapi serangan pisau serta anak panah yang seolah tidak ada habisnya itu membuat Chen Khu kewalahan..


Sebilah pisau hampir saja luput dari pengamatannya.. dan andai saja dia terlambat menundukkan kepala.. pisau itu mungkin sudah menembus keningnya.


Rambut pirang Chen Khu terurai saat pisau tersebut hanya berhasil mengenai ikat kepala yang digunakannya.. dan sesaat setelah itu.. Chen Khu menggunakan jurus pusaran angin untuk menangkis seluruh pisau - pisau dan anak panah yang seolah tidak ada habisnya.


Chen Khu yang terus terdesak berusaha menjauh.. namun kemanapun dia pergi.. senjata - senjata rahasia pendekar - pendekar itu tetap saja terus mengincarnya.


"Siall..!! bagaimana bisa mereka terus mengikuti seperti ini..!? " umpat Chen Khu dalam hati...


"Apa aku harus memberitahumu dengan hal seremeh itu..??! " sebuah suara tiba - tiba muncul dalam pikiran Chen Khu.


"Dasar bodoh..!! dengan kondisi malam seperti ini.. lari ke lubang semutpun mereka tetap akan melihatmu dengan kobaran api seperti ini..!! " balas Huo Tuo dalam pikiran Chen Khu.


"Benar juga..! " balas Chen Khu kembali.


"Haaah.. itu sudah pasti.. aku tidak menyangka harus muncul hanya untuk hal seperti itu.. " balas Huo Tuo lalu tiba - tiba menghilang kembali dari pikiran Chen Khu.


Chen Khu tersenyum menyadari kesalahannya.. lalu segera menarik qi dari pedangnya dan seketika.. hutan itu kembali gelap gulita.. hanya cahaya obor yang kelihatan di beberapa bagian hutan.


Serangan pisau dan anak panah berhenti seketika.. hutan yang tadinya terang benderang kini kembali menjadi gelap tidak lantas membuat pendekar - pendekar yang menjadi lawan Chen Khu mengendurkan serangan.

__ADS_1


Meskipun hanya dengan pencahayaan yang minim.. namum kemampuan melihat para pendekar dalam kegelapan memang lebih baik dari manusia biasa pada umumnya sehingga tidak menyulitkan mereka untuk terus menyerang Chen Khu.. hanya saja.. setelah hilangnya api dari pedang Chen Khu... mereka kembali berani untuk bertarung jarak dekat.


"Senior Hua..!! sepertinya sama saja.. " keluh Chen Khu dalam pikirannya.. namun jawaban yang ditunggu tidak juga datang.


Chen Khu terus bergerak mundur sambil menangkis serangan - serangan yang datang dan hanya sesekali bisa melakukan serangan balasan..


Chen Khu mencoba menghidari pinggir tebing dengan merubah arah menuju hutan yang lebih lebat.. selain untuk menjauhkan para pendekar itu dari lokasi yang direncanakan untuk ditempati oleh pasukan Lin Dan.. Chen Khu juga berusaha mengulur waktu selama mungkin sampai sinyal dari Nobita terlihat.


Dengan terus masuk kedalam hutan.. Chen Khu bisa bergerak lebih bebas.. hal yang tentu saja akan berbeda jika dia tetap memaksakan diri untuk bertahan di pinggir tebing.


"Terus serang....!! jangan beri dia kesempatan untuk memulihkan tenaga..!! teriak salah seorang pendekar berusaha memberi semangat pada rekan - rekannya.


"Kemampuan ilmu beladiri mereka memang tidak terlalu tinggi.. tapi semangat bertarung, serta pengalaman bertarung mampu menutupi semua itu.. " terbersit kekaguman dalam hati Chen Khu melihat semangat dan kelihaian lawan - lawannya dalam bertarung.


Kemampuan pendekar yang berada di kekaisaran Han memang sangat jauh dibandingkan dengan kemampuan pendekar dari kekaisaran Ming...


Jika di kekaisaran Ming..Chen Khu hanya membutuhkan tiga puluh persen dari kemampuan yang dimilikinya untuk membunuh ratusan pendekar yang berada di level empat dan lima.. tapi hal berbeda dijumpainya pada pendekar - pendekar di kekaisaran Han..


Meskipun berada pada level yang sama.. namun cara bertarung serta tingkatan tenaga dalam yang dimiliki oleh pendekar dari dua kekaisaran tersebut sangat jauh berbeda.. ditambah lagi semangat dan motivasi bertarung yang tinggi ditunjang dengan pengalaman bertarung membuat Chen Khu merasa mendapatkan lawan yang seimbang.


Ratusan pendekar yang terus menyerang silih berganti terus mendesak Chen Khu jauh kedalam hutan.. banyaknya nyawa rekan mereka yang melayang tidak menurunkan moral mereka.. bahkan semangat mereka seolah semakin terlecut.


Kombinasi serangan pendekar tingkat tinggi, dan menengah akhirnya memaksa Chen Khu harus bertahan di bibir jurang.. meski demikian belum ada satu serangan pun yang bisa memberikan luka di tubuhnya.


"TAPAK DEWA BUMI.. !!"


Chen Khu merasakan sebuah energi besar dari sebalah kanannya.. setelah menangkis beberapa tebasan dan tusukan pedang.. Chen Khu menjatuhkan dirinya ditanah saat serangan tapak tinggal beberapa jengkal dari tubuhnya.

__ADS_1


"BLAARR..!! " energi besar yang baru saja hampir mengenai Chen Khu meledak saat menghantam sebuah batu besar yang ada di bibir jurang.. dan membuat batu tersebut hancur menjadi kepingan - kepingan kecil.


"Heh... kamu hebat juga anak muda.. bisa menghidari seranganku tadi..!! " seorang pria bertopeng tiba - tiba berdiri diantara kepulan debu dari batu yang baru saja dihancurkannya.


__ADS_2