
Arya Bayu segera bergerak untuk menyiapkan pasukan. Akhirnya setelah bertahun-tahun mengembara untuk mencari kekuatan, waktu untuk menguasai Prabakerta semakin dekat. Dia sebenarnya tidak tahu apa yang terjadi dengan istana sehingga semuanya kacau. Hanya saja, keadaan itu menguntungkan untuknya.
Ia belum lama berada di negerinya itu setelah sekian lama berkelana sembari mencari pengikut. Mungkin baru beberapa bulan yang lalu setelah merasa kekuatannya cukup untuk mewujudkan cita-citanya itu. Sejak remaja, ia berjalan kesana-kemari untuk membuat mimpinya itu menjadi nyata dan sekarang, ia akan mendapatkan impiannya itu.
Sebenarnya, yang mendorong dirinya untuk menjadi penguasa ibunya. Dia berkata , kalau Arya Bayu adalah anak raja yang berkuasa sekarang. Hanya saja, ia hanya anak yang lahir dari hasil hubungan gelap. Raja meninggalkannya saat ibunya dalam keadaan hamil.
Sejak kecil, ia selalu saja di doktrin oleh ibunya untuk memberikan pelajaran kepada sang raja. Selain itu, ia di dorong untuk untuk menggantikannya. Semuanya yang ia lakukan hanyalah hasil dari didikan ibunya.
Saat ia kembali ke negeri Prabakerta yang dirindukannya, ia mendengar bahwa sang pangeran sedang mengumpulkan pasukan untuk memberontak. Demi untuk memuluskan rencananya, ia mengirim salah satu anak buahnya yang ia kenal pandai dalam memata-matai sesuatu. Dengan begitu ia akan mendapatkan informasi dengan sangat mudahnya.
__ADS_1
Markas mereka berada di sebuah hutan tidak terlalu jauh dari markas pemberontak. Mereka menempati sebuah gua yang terlihat cukup aman untuk menyusun kekuatan. Dan lagi, bila ada pergerakan dari sang pangeran ia akan dengan mudah untuk mengetahuinya.
"Balaslah dendam ibumu terhadap raja yang telah membuang kita! Jadilah penguasa negeri ini!" kata-kata itu selalu terngiang-ngiang di kepalanya. Ibunya telah meninggal sesaat sebelum ia membulatkan tekad untuk pergi mencari kekuatan dulu.
Rasa kebenciannya terhadap raja telah memuncak setiap kali ia mengingat apa yang dikatakan ibunya tentang sikap raja dimasa lalu. Dia harus musnah bagaimanapun caranya. Itulah tujuan ia hidup selama ini.
***
"Maafkan hamba tuanku kalau hamba mengganggu," di saat pagi belum menunjukkan tanda-tanda akan terbit matahari, seorang anak buahnya datang.
__ADS_1
"Ada apa? Apakah yang terjadi di sana?" Arya Bayu yang kebetulan tidak bisa tidur sejak semalam langsung bertanya kepada anak buahnya yang menjadi mata-mata di dalam pasukan pemberontak.
"Pangeran mulai berangkat ke Medan perang. Nampaknya saat matahari terbit ia akan segera menyerang istana," jawabnya.
"Aku mengerti. Sekarang kamu boleh pergi," jawab Arya Bayu . Anak buahnya itu segera menghilang dari sana. Ilmunya memungkinkan ia untuk bisa berpindah tempat dalam waktu sekejap sehingga tak ada yang bisa menyadari kalau dia menghilang. Oleh karena kekuatannya itu, ia sering ditugaskan untuk menjadi mata-mata oleh Arya Bayu. Segera setelah menerima laporan itu ia langsung mengumpulkan semua pasukannya.
"Hari ini kita semua akan menyerang istana! Kita hancurkan kedua pasukan yang akan menghalangi niat kita. Ingat! siapapun yang berjasa nantinya akan ku jadikan petinggi di istana. Kita akan buat sejarah baru di negeri ini," dengan lantang ia berkata di hadapan semua pasukannya.
"Akan tetapi bagi siapapun yang bertindak seperti pengecut dia akan di hukum mati. Kalian semua adalah prajurit terpilih , jadi jangan sampai mempermalukan diri kalian sendiri!" dia lanjutkan lagi ucapannya.
__ADS_1