Pendekar Pedang Naga Langit

Pendekar Pedang Naga Langit
#148. Mimpi Buruk


__ADS_3

Tiga hari kepergian Mathanadeva.. Chen Khu terlihat menyiapkan dirinya.. suara burung pagi itu serta ayahnya yang sedang duduk menikmati secangkir teh menemaninya melakukan peregangan pagi itu.


Chen Khu melakukan beberapa pemanasan sebelum melakukan perjalanan panjang menuju kekaisaran Ming di benua daratan tengah.


"Ayah.. ini ada sedikit uang.. untuk keperluan ayah sehari - hari.. " ujar Chen Khu sambil memberikan sekantong koin emas pada ayahnya setelah membersihkan badan serta mengganti pakaiannya.


"Ini banyak sekali Khu'er.. dan sepertinya kamu lebih membutuhkannya selama perjalanan.. " balas Chen Lee terkejut melihat uang sebanyak itu. seumur hidupnya.. baru kali ini dia melihat uang sebanyak itu.


"Aku masih punya banyak persediaan ayah.. aku kan sudah pernah bercerita sebelumnya.. " vlas Chen Khu kembali sambil tersenyum.


"Baiklah kalau begitu.. ayah akan menyimpannya.. "


"Jaga diri baik - baik selama perjalanan.. "


"Dan sebelum berangkat.. mampirlah ke tempat paman - pamanmu.. "


Chen Lee memeluk Chen Khu.. terasa berat untuk melepas kepergian anaknya itu setelah berpisah cukup lama, dan kebersamaan mereka selama tiga bulan terasa sangat singkat.


"Baik ayah.. ayah juga jaga diri baik - baik.. jangan bekerja terlalu keras.. dan jaga kesehatan..! " pinta Chen Khu dalam pelukan ayahnya.


"Aku janji.. setelah semuanya selesai.. aku akan menjemput ayah untuk kembali.. " ucap Chen Khu kembali sambil melepaskan pelukan ayahnya.


"Matahari sudah tinggi.. sebaiknya kamu bergegas..!! " Chen Lee tidak kuasa menahan air mata keluar dari sudut matanya..


"baik ayah.. aku berangkat..! " Chen Lee memberi hormat pada ayahnya kemudian meninggalkan ayahnya yang menatapnya dengan bangga.


Anak laki - laki yang dulunya sangat manja, telah tumbuh menjadi seorang pria tegap, dengan segala kelebihan yang dimilikinya.


"Ibumu akan sangat bangga melihatmu dari sana.. " Gumam Chen Lee sambil memandangi punggung anaknya yang semakin menjauh hingga akhirnya tidak terlihat lagi.


***


Chen Khu melesat ke udara setelah mencapai batas kampung dan tidak lagi orang yang melihatnya.. setelah berpamitan dengan paman - pamanya Chen Khu melanjutkan perjalanan ke arah utara.

__ADS_1


Berdasarkan petunjuk yang pernah diberikan oleh Mathanadeva, Chen Khu harus melewati gunung tanpa puncak yang memiliki gugusan pegunungan yang sangat panjang..Benteng alam dari pegunungan itulah yang memisahkan daratan tengah dan daratan selatan.


Gunung tanpa puncak, adalah sebuah gunung yang sangat tinggi hingga puncaknya selalu tertutup awan..selain itu.. gunung tersebut juga selalu diselimuti lapisan es yang sangat tebal. Selain di kenal dengan gunung tanpa puncak, gunung tersebut juga dikenal dengan sebutan gunung Himalaya.


***


Ribuan orang berdiri di depan gerbang sekte kuda terbang, semuanya berasal dari sekte aliran hitam yang dipimpin oleh ketua sekte kalajengking merah..Zhao Li.


"Seraaaaang....!! " teriak Zhao Li memerintahkan seluruh pendekar aliran hitam untuk menyerbu sekte Kuda Terbang.


Ratusan pendekar sekte Kuda Terbang terlihat sudah bersiap menghadapi serangan yang datang secara tiba - tiba itu. Pertarungan terbuka tidak bisa lagi dihindari.. aliansi sekte aliran hitam yang telah menyatakan perang terbuka terhadap sekte aliran putih secara tidak terduga menjadikan sekte Kuda Terbang sebagai sasaran pertamanya.


Semua pendekar yang berada dalam markas sekte Kuda Terbang menarik nafas saat pintu gerbang sekte mereka hancur berkeping - keping terkena tendangan Zhao Li, disusul masuknya ratusan orang yang saling berebut untuk membunuh terlebih dahulu.


Markas sekte Kuda Terbang seketika berubah menjadi medan pertempuran.


"Bao Yu... hari ini..kami akan menghapus sekte Kuda Terbang dari dunia persilatan.. " Zhao Li berteriak lantang sambil bertolak pinggang dan melihat sekeliling berusaha menemukan ketua sekte Kuda Terbang tersebut. suara yang mengandung tenaga dalam itu terdengar keseluruh penjuru sekte.


Bao Yu bukannya tidak menghiraukan apa yang di dengarnya.. tapi dia sendiri sedang sibuk menghadapi beberapa orang pendekar dari sekte aliran hitam. Kedatangan aliansi aliran hitam yang secara tiba - tiba itu, membuat sekte Kuda Terbang tidak sempat meminta bantuan dari sekte - sekte aliran putih lainnya..akibatnya.. terjadi pertempuran yang tidak seimbang.


Alhasil...walau pertempuran belum berlangsung lama..hampir separuh murid sekte Kuda Terbang telah menjadi korban...bahkan Bao Yu sudah memiliki banyak luka bahkan sebelum bertarung dengan Zhao Li.


Xie Annchi serta murid - murid sekte Kuda Terbang lainnya yang telah mempelajari teknik pedang dari kitab Tarian Dewa Pedang yang diajarkan oleh Xie Annchi justru memberi perlawanan sengit bagi pendekar - pendekar dari aliran hitam.


"Dia bukan lawan kalian.. Biar aku yang mengurusnya...!! " ucap Zhao Li sambil menghunuskan pedangnya.


Xie Annchi semakin waspada, sebab dia tidak mampu merasakan batas kemampuan Zhao Li.. sedangkan Xie Jiang ayah Xie Annchi tidak bisa berbuat banyak untuk membantu putrinya itu, sebab Xie Jiang sendiri sudah sangat kewalahan menghadapi serangan pendekar - pendekar aliran hitam yang terus berdatangan seolah tidak ada habisnya bagaikan gelombang di lautan.


"Nona.. parasmu sangat cantik.. mungkin aku akan berubah pikiran jika kamu mau tidur denganku.." ucap Zhao Li sambil menjalati bibirnya sendiri.


"Cuih... lebih baik aku mati dari pada harus tidur dengan kerbau busuk sepertimu.. " umpat Xie Annchi.


"Kalau begitu.. aku akan memaksamu...!! " Zhao Li langsung merengsak maju setelah menyelesaikan ucapannya, gerakannya yang sangat cepat hampir tidak dapat diikuti oleh mata Xie Annchi.. meskipun demikian.. Xie Annchi terlihat masih bisa mengimbangi pergerakan Zhao Li walaupun terus terdesak dan dipaksa berada dalam posisi bertahan.

__ADS_1


"Hahaha.. kamu beruntung nona.. aku tidak ingin merusak kulit lembutmu sebelum menikmatinya.. " ucap Zhao Li sambil terus melancarkan serangan bertubi - tubi hingga membuat Xie Annci terlihat kewalahan hingga...


"BUUUKK... !!" Sebuah pukulan mendarat di perutnya membuat gadis itu terlempar beberapa meter.. darah segar keluar sudut bibirnya.


"Aah.. semoga itu tidak mengurangi kecantikanmu.. " perkataan Zhao Li yang terdengar semakin genit membuat Xie Annchi semakin muak.. namun tidak banyak yang bisa diperbuatnya.. kemampuan Zhao Li terlalu jauh diatasnya.


Xie Annchi mengambil inisiatif serangan setelah menyeka darah dari sudut bibirnya dengan lengan bajunya.. dengan seluruh kemampuan yang dimilkinya.. Xie Annchi berusaha menyerang sekuat tenaga.. tapi semua serangannya selalunya hanya menemui ruang hampa.


Serangan - serangannya dapat dihindari dengan mudah oleh Zhao Li bahkan Zhao Li terlihat mempermainkannya dan mengulur waktu sampai Xie Annchi kehabisan nafas.


Dan saat yang ditunggu Zhao Li akhirnya datang juga.. setelah merendahkan sedikit tubuhnya menghindari tebasan ke arah leher yang diberikan oleh Xie Annchi.. Zhao Li.. memutar sedikit tubuhnya dan seketika pergerakan Xie Annchi terhenti saat ujung pedang Zhao Li sudah menempel di lehernya.


"Aku akan kembali memintamu baik - baik atau harus memaksamu..?! " ucap Zhao Li pelan.. yang sudah bergerak kembali dengan cepat menjepit leher Xie Annchi dengan lengannya..


Air mata Xie Annchi meleleh.. dia tidak menyangka perjalanan hidupnya akan berakhir tragis dan pada sebuah kesempatan terakhir.. Xie Annchi mengeluarkan senjata rahasia yang wajib dimiliki oleh seluruh murid sekte Kuda Terbang.


"Chen Khu.. maafkan aku.. " gumam Xie Annchi..lalu menutup matanya dan menghujamkan pisau tersebut ke perutnya...


***


"Aanchiiiii.... !!" teriak Chen Khu dan langsung terduduk..


"Aaahh.. syukurlah.. hanya mimpi.. " gumam Chen Khu sambil mengelus dadanya, lalu mengambil air untuk membasuh mukanya.


Chen Khu yang sudah terbang selama beberapa jam dan mulai kelelahan memutuskan untuk beristirahat sejenak dibawah pohon rindang yang ada di tepi sebuah danau.. dan belaian angin tanpa sadar membuatnya tertidur hingga akhirnya terbangun oleh mimpi buruknya.


"Hari sudah hampir gelap.. sebaiknya aku segera mencari hewan buruan.. " gumam Chen Khu dalam hati lalu berjalan memasuki hutan


-----@@---


Mohon maaf jika updatenya telat.. 🙏


**Dua hari ini kondisi fisik saya drop.. untung saja tidak sampai jatuh sakit.

__ADS_1


Terima kasih untuk pembaca setia Pendekar Pedang Naga langit.


#tetap jaga jarak.. dan jaga kesehatan**..!!


__ADS_2