
Chen Khu butuh waktu hampir seharian terbang menuju hutan kematian.. hutan yang sangat ditakuti saat ini.. bahkan oleh pendekar tingkat tinggi sekalipun.
Dan saat senja mulai menjelang.. Chen Khu mendaratkan kakinya di tepi hutan kematian, dan memutuskan beristirahat di tepian hutan sambil memulihkan tenaga dalamnya yang banyak berkurang karena terbang terlalu lama, akan sangat beresiko jika memaksakan untuk masuk ke dalam hutan saat ini.. disamping hari sudah senja.. siluman bisa menyerang kapan saja, sedangkan tenaga dalam belum sepenuhnya pulih.
Padang savana yang luas menjadi pilihan Chen Khu untuk beristirahat. Padang itu memang sangat terbuka sangat memudahkan mereka untuk diawasi dari kejauhan.. tapi disisi lain pandangan mereka juga sangat terbuka jika merasakan ada sesuatu yang menghampiri mereka.
Chen Khu meminta Xie Annchi untuk menyalakan api, sementara dirinya mencari hewan buruan untuk dijadikan santap malam. Buku kuduk Chen Khu berdiir saat menyusuri pinggiran hutan itu untuk mencari sesuatu yang bisa dimakan.
Suasananya sangat berbeda dengan saat dirinya bersama Lee Han tinggal di Hutan Kematian.. dimana mereka bisa makan dan tidur dengan tenang tanpa merasakan ancaman dari siluman, tapi kali ini Chen Khu merasakan kalau hutan itu sangat berbahaya.
Chen Khu kembali pada Xie Annchi secepat mungkin.. dengan dua ekor ayam hutan dirasanya cukup untuk makan malam mereka.
Matahari perlahan - lahan tenggelam di ufuk barat, dan hari mulai gelap.. sambil berbincang,kedua remaja itu menikmati makan malam. Xie Annchi merasa sangat bahagia menikmati waktu berdua bersama Chen Khu dengan suasana seperti itu.. berbeda dengan Chen Khu tidak menurunkan sedikitpun kewaspadaannya meskipun terlihat berbicara lepas dengan Xie Annchi.
"Aku merasakan hal yang berbeda dengan hutan ini Annchi.. sangat berbeda sekali saat aku tinggal di sini.. bahkan aku sampai berpikir kalau hutan kematian ini bukanlah hutan kematian yang kumaksud " ujar Chen Khu mulai dengan raut muka serius.
"Mungkin karna kakak sudah lama meninggalkan hutan ini.. dan sudah lama hidup dalam keramaian.. makanya kakak merasakan sesuatu yang lain " ujar Xie Annchi.
"Hmm.. aku harap juga begitu.. segeralah istirahat.. kita tidak tau apa yang akan kita hadapi besok " ujar Chen Khu.. kemudian merubah posisi duduknya menjadi bersila untuk memulihkan tenaga dalamnya.
Chen Khu tetap menjaga dirinya untuk tetap terjaga meskipun telah berhasil memulihkan hampir seratus persen tenaga dalamnya.. suasana yang mencekam.. membuatnya tidak ingin lengah.. disamping itu.. Chen Khu juga memancarkan aura kekuatannya dan tidak memanipulasinya sedikitpun.. tujuannya..jika ada siluman berkemampuan rendah dan mencium keberadaan mereka, maka siluman - siluman itu tidak akan berani mendekat.
Xie Annchi membuka matanya ketika matahari sudah agak tinggi.. dia melihat Chen Khu masih duduk bersila.
"Kamu sudah bangun rupanya " ujar Chen Khu yang tetap dalam posisinya.
__ADS_1
"Aku tidur terlalu lelap.. sampai baru bangun saat matahari sudah tinggi " ucap Xie Annchi sambil menggosok - gosok matanya.
"Persiapkan dirimu.. kita harus segera meninggalkan tempat ini " ujar Chen Khu yang langsung dilaksanakan oleh Xie Annchi.
Setelah Xie Annchi bersiap.. mereka kembali melanjutkan perjalanan dengan terbang mengitari areal Hutan Kematian. Bulu kuduk Chen Khu terus bergidik merasakan ada banyak aura mengerikan dibawahnya dan seolah terus mengawasi mereka..tapi itu tidak menyurutkan niatnya untuk kembali ke goa tempat tinggalnya bersama Lee Han.
Setelah berputar - putar agak lama.. Chen Khu seperti menemukan yang dicarinya dan kemudian menurunkan ketinggian lalu menginjakkan kakinya di tanah tepat di depan sebuah goa yang tidak asing baginya.
"Hmm.. masih seperti dulu.. hanya saja.....?! "gumam Chen Khu sambil memperhatikan meja batu serta dipan yang digunakan olehnya dan Lee Han masih berada di posisi seperti saat dia tinggalkan tapi Chen Khu merasakan ada aura yang sangat kuat berjalan keluar dari dalam goa.
Xie Annchi tampak kebingungan melihat perubahan ekspresi dari wajah Chen Khu yang semula tersenyum saat menginjakkan kakinya di tanah, lalu tiba - tiba saja wajahnya berubah serius dan langsung menghunuskan pedang miliknya.
"Benar saja.. seekor rubah raksasa keluar dari dalam goa dengan nafsu membunuh yang sangat kuat seolah merasa terganggu dengan kehadiran dua orang manusia dihadapannya.
***
Setelah kepergian Lee Han bersama Ang Kung dan terbukanya tabir yang menutupi Hutan Kematian seperti melepaskan belenggu yang mengikat para siluman yang menghuni Hutan Kematian.
Segel berbentuk kalung yang terpasang pada leher Lee Han.. bukan hanya mereduksi kekuatan miliknya tapi juga memiliki aura yang membuat para siluman tidak berani mengusik atau bahkan mendekatinya. Itulah penyebab mengapa Chen Khu merasakan ada sesuatu yang berbeda ketika memasuki Hutan Kematian untuk yang kedua kalinya.
***
Siluman rubah raksasa langsung melompat berusaha menerkam Chen Khu yang jugs sudah bersiap dengan pedangnya.. Rubah yang sudah berusia ratusan tahun itu memiliki kemampuan yang sangat tinggi, akan tetapi mampu diimbangi bahkan Chen Khu terlihat lebih unggul saat dia baru mengeluarkan puluhan jurus.
Kemampuan Chen Khu untuk terbang memang membuat rubah itu kesulitan untuk mendesak Chen Khu, belum lagi badannya yang sangat besar membuatnya kesulitan mengimbangi kecepatan Chen Khu yang bergerak sangat lincah.
__ADS_1
Pandangan siluman rubah itu kemudian beralih pada Xie Annchi yang berada diatas pohon. Xie Annchi langsung mencoba menjauh tanpa menunggu arahan dari Chen Khu saat melihat Siluman rubah keluar dari dalam goa.
Xie Annchi merasa.. dia hanya akan menjadi beban Chen Khu jika terus berada di dekatnya saat menghadapi lawan yang berkemampuan tinggi.
Dan benar saja.. siluman rubah itu mencoba menyerang Xie Annchi meskipun jarak antara keduanya cukup jauh. Siluman itu baru mengambil ancang - ancang untuk menyerang Xie Annchi sebelum sebuah sabetan pedang membatalkan niatnya tersebut..
"Kurang ajar.. berani kami mengalihkan pandangan saat mengjadapiku..? " ujar Chen Khu sambil menebaskan pedangnya dengan sangat cepat sehingga memberikan luka serius pada siluman rubah tersebut.
"Kamu boleh menyerangku.. tapi jangan pernah coba - coba untuk melukainya " ujar Chen Khu dengan nada tinggi lalu menambah kecepatannya menggunakan jurus Langkah Petir untuk menghentikan perlawanan dari siluman tersebut.
Xie Annchi langsung mendekati Chen Khu saat melihat siluman rubah itu sudah terkulai lemas tidak berdaya, sedangkan Chen Khu segera mengeluarkan mustika dari tubuh siluman tersebut.
"Pagi ini kita akan sarapan daging siluman.. daging siluman ini akan membentu meningkatkan tenaga dalammu sampai beberapa tingkat jika tingkatan tenaga dalammu masih rendah.." ujar Chen Khu lalu memotong bagian tubuh siluman itu ,kemudian meminta Xie Annchi menyalakan api untuk memangganh potongan tubuh siluman itu untuk dimakan.
"Sedangkan mustika siluman ini dapat membantu meningkatkan tenaga dalammu lebih banyak dibandingkan dengan daging siluman.. tingkatan tenaga dalam yang kamu peroleh itu bervariasi tergantung tingkat kemampuan siluman itu sendiri... semakin besar mustika siluman yang kamu serap.. maka semakin besar juga tenaga dalam yang akan kamu dapatkan.. dan jika kamu berhasil menyerap mustika dari raja atau ratu siluman.. itu bisa menambah tenaga dalam sampai seratus tingkat " ujar Chen Khu memberikan penjelasan pada Xie Annchi lalu memberikan mustika siluman yang baru saja diperolehnya.
"Kenapa kakak menyerahkannya padaku..?? "ujar Xie Annchi saat Chen Khu menyerahkan mustika siluman padanya.
"Mustika siluman ratusan tahun tidak terlalu membantu untukku.. mustika itu hanya akan memberiku paling banyak tiga tingkatan tenaga dalam.. berbeda denganmu.. mustika itu bisa memberikan beberapa puluh tingkat tenaga dalam sebab saat ini kamu baru memiliki tiga puluh tingkat tenaga dalam.. " ujar Chen Khu.
"Simpanlah dulu mustika ini.. aku akan mengajarimu cara menyerap kekuatannya saat suasana tempat ini kembali seperti biasanya " ujar Chen Khu melanjutkan.
Saat bertarung dengan siluman rubah.. Chen Khu bisa merasakan ada siluman lain yang sedang mengawasi pertarungan mereka.. hanya saja kemampuan siluman - siluman itu masih dibawah kemampuan siluman rubah. Dan siluman - siluman itu kemudian memilih untuk menjauh setelah Chen Khu membunuh siluman rubah.
Chen Khu ingin memastikan siluman - siluman itu tidak akan kembali ke tempat itu saat mereka sedang lengah, jadi Chen Khu kemudian mengitari tempat yang akan mereka tinggali sementara dengan menancapkan kunai - kunai yang sudah diberi aliran tenaga dalam yang berbentuk benang - benang energi yang saling terhubung satu sama lain pada dahan - dahan pohon yang mengelilingi tempat mereka. Tujuannya adalah jika ada yang mencoba untuk mendekati tempat itu lalu menyentuh benang energi yang dipasangnya, maka benang - benang itu akan mengirimkan signal, karena benang energi yang dipasang oleh Chen Khu juga terhubung langsung dengan salah satu titik cakra dalam tubuhnya.
__ADS_1