Pendekar Pedang Naga Langit

Pendekar Pedang Naga Langit
#188. Pil Dewa Obat


__ADS_3

Malam masih menyelimuti..


Delapan orang pendekar bergerak lincah dari satu dahan pohon ke dahan pohon yang lain. Sesekali seorang pendekar yang berada paling depan berhenti di atas pohon yang paling tinggi untuk memastikan arah yang mereka tuju.


"Nagato.. bagaimana dengan lukamu..?! " ucap Kobayasi saat mereka berhenti menunggi Lin Dan yang sedang memastikan arah menuju desa Wuling dari atas pohon yang tinggi.


"Sudah tidak ada lagi dari yang keluar kolonel.. hanya saja aku harus menggunakan tenaga dalam lebih untuk terus menekan luka ini.. " jawab Nagato sambil menyibak sobekan pakaiannya.


"Bagaimana denganmu Hatori..?! "


"Sama kolonel.. hanya saja.. lukaku masih lebih ringan dibandingkan luka yang didapatkan Nagato.. "


"Sebelum memasuki desa yang kita tuju.. kita harus mencari tempat untuk mengobati luka kalian.. karena pertarungan kita masih panjang.. " ujar Chen Khu tiba - tiba menimpali.


Lin Dan yang tiba - tiba melompat turun memberi isyarat pada mereka untuk bergerak menuju arah timur laut.. akses terdekat untuk mencapai desa Wuling.


Rekan - rekannya semua mengangguk lalu kemudian mengikutinya dari belakang.


Sesekali Kobayasi melirik Chen Khu yang berada disampingnya.. sejauh ini.. dia masih belum bisa mengukur batas kemampuan pemuda yang ternyata memiliki kemampuan jauh diatas mereka semua.


"Dia masih sangat muda.. tapi kemampuan yang dimilikinya sangat instimewa.. untung saja kami berada dipihak yang sama.. " gumam Kobayasi dalam hati.


"Apakah desa itu masih jauh kolonel..? " Chen Khu menjadi tidak sabar karena sudah hampir satu jam mereka terus bergerak tanpa henti akan tetapi.. tanda - tanda sebuah desa belum terlihat.


"Sebentar lagi tuan Chen.. dari atas puncak bukit itu.. kita sudah dapat melihat desa itu.. " jawab Lin Dan.


Andai saja Chen Khu mengetahui letak desa Wuling.. mungkin bisa saja di bergerak lebih dulu dengan melayang di udara dan itu akan lebih efektif dari pada harus bergerak dengan ilmu meringankan tubuh seperti ini.. Chen Khu juga tidak bisa terbang sambil membawa tujuh orang sekaligus.. karena disamping tubuh mereka yang semuanya kekar.. terbang dengan membawa beban seberat itu tentu akan banyak menguras qi miliknya..


Beberapa menit kemudian.. Lin Dan tiba - tiba menghentikan langkahnya. Sebuah tebing menjulang dihadapannya.. dengan senyum kecut dia melihat pada semua rekannya.

__ADS_1


"Sepertinya kita harus ambil jalan memutar.. "ucapnya datar.


Para ronin saling berpandangan tapi Chen Khu mengeluarkan pisau - pisau kecil milik sekte kuda terbang dan membagikan pada semua rekan - rekannya.


"Aku dan adik seperguruanku pernah berlatih memanjat tebing menggunakan pisau - pisau ini.. " ucap Chen Khu lalu merapat ke tebing dan menancapkan pisau di tangan kanannya pada dinding tebing.


"Hanya saja.. sepertinya dinding tebing ini lebih keras dari dinding tebing yang biasa kami gunakan untuk berlatih.. " lanjut Chen Khu sambil tersenyum.


Chen Khu kemudian mengalirkan qi pada pisaunya dan pisau tersebut menancap di dinding tebing.. lalu secara bergantian Chen Khu menancapkan pisau yang ada di tangan kiri dan kanannya.


Dengan ilmu meringankan tubuh dia melemparkan tubuhnya ke atas dengan pisau - pisau tadi dijadikan sebagai tumpuannya.


Rekan - rekannya yang melihat langsung mengikuti apa yang dilakukan oleh Chen Khu dan tidak lama kemudian sampailah mereka di atas puncak tebing lalu hanya dengan beberapa kali lompatan menggunakan ilmu meringkan tubuh.. sampailah mereka di puncak bukit yang dimaksud oleh Lin Dan.


Dibantu cahaya bulan.. mereka menyaksikan keindahan padang savana yang terbentang luas di kaki bukit dan nampak di kejauhan.. terlihat cahaya yang menandakan sebuah desa.


"Kita istirahat sejenak disini.. "


Perkataan Chen Khu diamini oleh seluruh rekan - rekannya.. Nagato dan Hatori duduk bersila sambil mengerahkan tenaga dalam untuk menekan luka yang mereka alami.. sedangkan yang lain berusaha memulihkan tenaga dalam yang terpakai selama pertarungan dan perjalanan yang baru saja mereka lakukan.


"Mari kita lihat.. apa yang tuan guru miliki.. " gumam Chen Khu sambil menggoyangkan giok semesta dipergelangan tangannya.


"Hmm.. apa ini..? " gumam Chen Khu dalam hati saat sebuab botol berisi pil keluar dari gelang tersebut.


Chen Khu kemudian mengeluarkan beberapa pil pada telapak tangannya dan mencium pil yang beru saja dikeluarkannya dan setelah merasa tidak ada yang aneh.. dia berjalan menuju Nagato dan Hatori yang duduk bersila berdampingan.


Chen Khu menyodorkan dua buah pil pada telapak tangannya.. "Tuan Nagato.. tuan Hatori.. coba pil ini.. "


Nagato dan Hatori membuka mata lalu mengambil masing - masing satu pil yang disodorkan oleh Chen Khu lalu menelan pil tersebut.. tapi beberapa detik kemudia tubuh keduanya mengalami kejang dan langsung terbaring di tanah.

__ADS_1


"Tuan Chen.. apa yang kamu lakukan..?! " teriak Kobayasi dengan katana sudah menempel di leher Chen Khu.


"Tenang dulu tuan.. " jawab Chen Khu lalu menggeser katana yang menempel di lehernya menggunakan punggung tangannya.


Pandangannya tertuju pada kedua rekannya yang hampir tidak sadarkan diri sambil melirik botol pil di tangan kirinya.


Chen Khu yakin jika sebelum botol tersebut keluar dari giok semesta.. dia mengucapkan obat luka luar dalam pikirannya.. tapi saat Nagato dan Hatori tiba - tiba kejang.. pikirannya kembali teringat pada semua keusilan Maruka.


Keterkejutan Chen Khu dan yang lain tidak berlangsung lama karena Nagato dan hatori kemudian kembali duduk bersila dengan kedua telapak tangan saling menutup didepan dada mereka masing - masing lalu beberapa menit kemudian keduanya membuka mata sambil menghembuskan nafas panjang.


"Nagato.. Hatori.. kalian baik - baik saja.. ??" ujar Kobayasi girang.


"Aku bahkan merasa lebih baik kolonel.. " jawab Hatori tersenyum.


"Tapi tadi kalian...... " Nobita tidak menyelesaikan ucapannya.


"Setelah menelan pil yang diberikan oleh tuan Chen.. aku merasakan ada aliran energi besar masuk kedalam tubuhku dan sepertinya berbenturan dengan tenaga dalam yang ada dalam tubuhku.. energi itu terasa mengalir bahkan sampai ke semua persendianku lalu setelah itu aku tidak lagi merasakan perih pada lenganku.. " ujar Nagato..lalu memperlihatkan luka yang didapatkannya saat pertarungan tadi telah menutup sepenuhnya.


"Aku bahkan merasa.. jika tenaga dalam yang kumiliki semakin berlipat ganda.. " ucap Hatori menambahkan.


Chen Khu yang masih kebingungan tidak bisa berkata apa - apa selain memperhatikan botol pil yang masih dipegangnya. Meskipun samar karena pencahayaan yang terbatas dan tulisan pada botol itu sudah memudar..dia bisa melihat tulisan "Pil Dewa Obat" Chen Khu lalu mengeluarkan sebuah pil dan langsung menelannya.


Chen Khu tiba - tiba terduduk.. dia mencoba menguasai dirinya dengan duduk bersila dan menyerap khasiat dari pil tersebut secara perlahan..Chen Khu bisa merasakan ada aliran energi yang masuk keseluruh tubuhnya dan dengan cepat memulihkan qi miliknya yang terpakai sebelumnya.


"Kenapa tuan guru tidak pernah mengatakan jika dia memiliki pil sehebat ini sebelumnya.. " gumam Chen Khu dalam hati dengan senyum tersungging di bibirnya.


"Apa tidak ada lagi yang ingin mencobanya..? " ujar Chen Khu kemudian sambil membuka matanya. .dan menyodorkan beberapa pil untuk rekannya yang lain.


"Lin Dan, Kobayasi, Magura, Nobita, dan Himura saling berpandangan sebelum mengambil pil yang ditawarkan oleh Chen Khu lalu duduk bersila sebelum menelan pil tersebut.

__ADS_1


----@@@----


Chapter Khusus untuk kalian yang selalu berdoa agar malam minggu turun hujan deras..


__ADS_2