Pendekar Pedang Naga Langit

Pendekar Pedang Naga Langit
#195. Chen Khu vs Pendekar Pulau Tengkorak


__ADS_3

Matahari semakin meninggi.. debu yang beterbangan akibat pertarungan juga semakin tebal.. arena pertarungan juga semakin luas.. sehingga banyak penduduk desa mengungsikan diri menjauhi arena pertarungan.


Semangat tempur para ronin semakin meningkat setelah kedatangan empat orang rekan mereka yang lain.. formasi tempur mereka yang terdiri dari dua belas orang semakin mendekati sempurna jika saja Nobita dan Otomi iku bergabung.. tapi sepuluh orang sudah lebih dari cukup untuk menghadapi puluhan pendekar yang berkemampuan sedang dan rendah.


Wan Kao Lue dan enam pendekar tingkat tinggi lain dari sekte pulau tengkorak bergerak mengelilingi Chen Khu.. mereka bergerak putar yang semakin lama..gerakan mereka semakin cepat bahkan tubuh mereka seakan tidak terlihat karena tertutupi oleh debu yang beterbangan.


Chen Khu mengambil sikap tenang dengan menutup matanya mencoba mendeteksi gerakan mereka dengan pendengarannya.. sesaat kemudian.. Chen Khu menarik qi dari pedangnya..hingga kobaran api menghilang dari pedangnya dan disaat bersamaan.. ketujuh orang pendekar sekte pulau tengkorak melesat dari berbagai arah menyerangnya.


Wan Kao Lue sangat yakin serangan mereka akan menuai hasil.. terperangah karena Chen Khu sudah tidak berada di tempatnya berdiri sebelumnya..


Pendekar yang lain juga ikut terperangah.. apalagi.. belum sempat mereka mencerna apa yang terjadi.. tubuh mereka merasakan sesuatu sudah berada diatas kepala mereka..


"PEDANG HALILINTAR TINGKAT SEMBILAN.. "


"Badai petir..!! "


Chen Khu mengayunkan pedangnya yang mengandung energi besar.. ayunan pedang tersebut diikuti oleh gemuruh serta kilatan - kilatan petir.


"Menghindaaar...!! " teriak Wan Kao Lue..


Pendekar - pendekar yang bersama Wan Kao Lue langsung merubah gerakan mereka di udara dan langsung melompat menjauh setelah merasakan ada enegi besar yang sedang mengancam mereka dari atas..


"BLAAAARR..!! "


Tanah yang terkena jurus badai petir Chen Khu berlubang.. pendekar - pendekar yang menjadi lawannya berdecak ngeri melihat lubang yang tercipta di tanah..dalan hati mereka sangat berterima kasih pada Wan Kao Lue.. kalau tidak..saat tubuh mereka mungkin sudah tidak bisa dikenali lagi.

__ADS_1


Chen Khu tidak tunggal diam setelah serangannya meleset.. dan langsung mengincar Wan Kao Lue.. Chen Khu merasakan jika kemampuan Wan Kao Lue memang diatas semua pendekar yang menghadapinya.. dan untuk meruntuhkan moral bertarung pendekar lain.. dia harus membunuh Wan Kao Lue lebih dulu.


Wan Kao Lue terkejut saat sebelah tangannya masih mengibas debu yang mengarah ke wajahnya.. namun di saat bersamaan sesosok bayangan tiba - tiba muncul dihadapannya sambil mengayunkan pedang.


Wan Kao Lue dengan sigap mengangkat pedangnya menahan serangan yang datang tiba - tiba itu.


Suara dentingan pedang yang beradu.. membuat pendekar lain terkejut dan menoleh ke arah Wan Kao Lue yang harus melompat mundur setelah mendapatkan serangan.


Tangan Wan Kao Lue bergetar saat kedua pedang mereka berbenturan.. dari benturan tersebut.. Wan Kao Lue bisa merasakan seberapa besar kemampuan pendekar yang mereka hadapi saat ini.


"Kemampuannya setara bahkan mungkin lebih tinggi dari ketua Riu.. " gumam Wan Kao Lue dalam hati.


Chen Khi segera menyusul Wan Kao Lue yang sedang berusaha mengambil nafas.. namun enam orang pendekar lain memaksanya membatalkan niatnya.


Dengan kelihaiannya.. Chen Khu meladeni permainan pedang keenam lawannya yang menyerangnya silih berganti.


Chen Khu sedikit merendahkan badannya saat sebuah tebasan yang tidak sempat ditangkisnya mengincar kepalanya tapi disaat bersamaan sebuah tusukan mengarah ke jantungnya memaksanya harus memutar tubuhnya diantara kedua pedang yang menyerangnya hampir bersamaan.


Tubuh Chen Khu masih belum berputar sempurna saat sebuah tusukan lain dari atas menghujam deras ke tubuhnya.


Chen Khu mengayunkan kaki kirinya untuk menendang pergelangan tangan salah seorang pendekar yang menyerangnya dari atas sebelum mendarat dengan posisi terlentang dengan kedua tangan lebih dulu mendarat di tanah.


Chen Khu segera melakukan sapuan dengan kaki kanannya dan kemudian.. dengan menggunakan punggungnya..Chen Khu berputar di tanah mengincar kaki para pendekar itu.


Cara yang dilakukan Chen Khu berhasil.. ayunan cepat pedangnya ke arah kaki berhasil membuat para pendekar itu melompat mundur untuk mengambil jarak.. hal tersebut dimanfaatkan Chen Khu untuk mengatur kembali kuda - kudanya.

__ADS_1


Chen Khu dengan sigap berhasil menahan serangan tiba - tiba dari arah belakang dengan sisi pedangnya..lalu membalikkan badannya dan memutar pedangnya dengan cepat.. pedang pendekar yang baru saja menyerangnya dari belakang bahkan ikut berputar mengikuti putaran pedang Chen Khu.. lalu dengan menggerakkan pergelangan tangannya ke atas.. Chen Khu berhasil membuat pedang pendekar itu terlepas dan dengan memutar tubuhnya.. Chen Khu berhasil mendaratkan tendangan yang mengenai tukang rusuk pendekar tersebut hingga membuat tubuhnya terlempar beberapa meter sebelum membentur pohon besar.


Kelima rekannya tidak tinggal diam.. dengan cepat mereka menyerang untuk mencegah Chen Khu menyusul rekan mereka yang tadi terlempar akibat terkena tendangan.


Chen Khu yang memang berniat menyusul pendekar yang sempat hilang keseimbangan itu namun terpakaa harus menunda kembali niatnya dan meladeni permainan pedang lima orang pendekar lain yang tidak memberinya kesempatan.


Wan Kao Lue sejenak memperhatikan jalannya pertarungan dan mencoba mencari celah pertahanan Chen Khu.. lalu saat Chen Khu terlihay berusaha menghindari tiga tebasan beruntun dari tiga orang pendekar yang berbeda.. Wan Kao Lue segera melompat ke udara.


Sebelumnya.. Chen Khu berhasil menghindari serangan kombinasi seperti itu dengan menjatuhkan tubuhnya ke tanah.. hal ini dimanfaatkan oleh Wan Kao Lue yang telah mempelajari arah gerakan Chen Khu sebelumnya...


Tapi perkiraan Wan Kao Lue meleset..


Chen Khu menghentakkan telapak tangannya ke tanah.. hingga membuat tubuhnya terlempar ke udara sambil berputar dan malah mengincar ************ Wan Kao Lue..


Wan Kao Lue yang terkejut berusah menangkis tebasan pedang Chen Khu dengab menutar pedangnya.. namun karena tidak memiliki pijakan.. tubuhnya terhempas akibat tebasan yang mengandung energi besar.


Wan Kao Lue kehilangan keseimbangan saat tubuhnya terhempas dan celah besar yang ditinggalkannya itu coba dimanfaatkan oleh Chen Khu.. namun sebuah lemparan pisau dari jarak jauh dari pendekar yang tadi terlempar akibat terkena tendangannya kembali membatalkan niatnya..dan memaksanya melompat mundur untuk mengambil nafas.


"Sial... pisau - pisau itu ternyata sangat merepotkan..! " umpat Chen Khu dalam hati lalu bersiap kembali menyerang.


Chen Khu yang sudah menggunakan lebih dari separuh kemampuanya dibuat kesulitan dengan kombinasi menyerang dan bertahan ketujuh pendekar yang dihadapinya.. tapi ketenangan masih tergambar dari raut wajahnya.. tidak ada sedikitpun ketegangan atau kepanikan yang terlintas dari wajah pendekar muda itu.


"Saat seperti inipun.. dia masih bisa tersenyum.. gumam Wan Kao Lue dalam hati.


Chen Khu berlari beberapa langkah kedepan sebelum melompat tinggi ke udara.

__ADS_1


"PEDANG NAGA LANGIT TINGKAT SEPULUH..!! "


"Badai Api Neraka.. !!"


__ADS_2