Pendekar Pedang Naga Langit

Pendekar Pedang Naga Langit
30. Kebenaran Raja Prabakerta


__ADS_3

"Aku akan menunjukkan sesuatu yabg menarik kepadamu jika kamu mengikuti apa yang ku mau," saat melihat a,fa wajah keberatan dari pangeran, Laksminingrum berusaha membuat dia mau menurutinya. Pangeran yang penasaran itu menurut saja.


Mereka berdua bertarung melawan raja sambil menangkis serangan dari Arya Bayu. Sebenarnya Laksminingrum ingin membuat raja terpojok dan kemudian ia akan membuka kedoknya. Dengan begitu, ia akan bisa menjelaskan perubahan sikap raja yang terlalu drastis.


"Kalian apakah setakut itu denganku hingga kalian hanya berani menangkis saja?" Arya Bayu terlihat jengkel saat dirinya seperti diabaikan.


"Sebaiknya kamu membantu aku. Nanti ku tunjukkan sesuatu yang tidak pernah kau duga selama ini. Jawab Laksminingrum.


"Sesuatu yang tak kuduga? Jangan bercanda!" seperti yang diperkirakan, Arya Bayu memang bukan tipe yang mudah diajak kerjasama. Dia terlalu bernafsu untuk menyingkirkan semua orang yang berada disana.


Laksminingrum setelah beberapa lama akhirnya berhasil juga membuat raja terpojok juga . Setelah menemukan waktu yang tepat, ia membaca beberapa mantra dan kemudian mengusapkannya ke wajah sang raja yang seketika itu juga wajahnya berubah.


Arya Bayu dan juga pangeran merasa terkejut melihatnya. Ternyata yang mereka lawan dari tadi adalah orang lain.

__ADS_1


"Dimana raja? apa dia takut menghadapiku sehingga dia berlindung dan menjadikan orang lain tumbal?" Setelah melihat wajah raja yang berubah itu, Arya Bayu segera menyerang raja dengan cara yang lebih brutal . Ia ingin membunuhnya.


"Apa yang terjadi? Kenapa wajahnya bisa berubah?" pangeran yang sangat terkejut segera menanyakan hal itu kepada Laksminingrum.


"Sepertinya dia menggunakan ilmu yang bisa membuatnya berubah wujud. Dia membunuh korbannya lalu menyalin ingatan korban sehingga tidak ada yang menyadarinya. Guruku memberikan ilmu agar aku bisa mengubahnya kembali ke wujud asalnya. Kalau kamu bertanya mengapa ayahmu sikapnya aneh belakangan ini, kamu sudah menemukan jawabannya," Laksminingrum menjelaskannya secara sederhana.


"Dia telah membunuh ayahmu dan menggunakan wajah ayahmu untuk membuat keonaran ."


Arya Bayu yang menyerang dengan penuh amarah akhirnya bisa juga membuat lawannya bertekuk lutut. Disaat ia hampir membunuh orang itu, Laksminingrum menghentikannya . Ia melakukan itu agar bisa bertanya bagaimana nasib raja yang asli. Setidaknya ada kejelasan mengenai jasad raja.


"Kau menghentikannya untuk bertanya mengenai hal semacam itu. Aku lebih baik mati daripada harus memberitahukannya kepadamu!" jawabnya dengan penuh kesombongan.


Arya Bayu yang mengira akan mendapatkan jawaban seperti itu tanpa aba-aba lagi langsung menusuknya. Rasanya ada sedikit rasa lega setelah melakukan hal seperti itu. Walaupun dihatinya masih ada rasa marah karena raja yang asli belum ia kalahkan.

__ADS_1


"Sekarang dia sudah mati. Sekarang, tinggal duel denganmu! Tapi aku rasa pangeran yang manja sepertimu tidak akan menang melawanku," Arya Bayu menantang duel.


"Bagaimana kalau berduel denganku?" Laksminingrum menawarkan diri.


"Kamu siapa? Kamu kekasihnya? " tanya Arya Bayu dengan nada penuh kesombongan.


"Aku terima. Aku akan bertarung demi harga diriku," pangeran menerima tantangannya walaupun ia sendiri tahu tidak akan menang. Setidaknya jika meninggal ia bisa mati dengan cara yang lebih terhormat, itulah alasan utama mengapa ia menerima duel itu.


"Bagus kalau kamu masih punya harga diri. Aku rasa kita bertarung besok saja. Kamu perlu banyak istirahat agar aku bisa lebih menikmati duel diantara kita. Lebih baik kita memberitahukan kepada prajurit diluar untuk melakukan gencatan senjata terlebih dahulu."


"Kapanpun itu, aku akan siap melakukannya," jawab pangeran.


"Kalau begitu, kita melakukannya setelah matahari setinggi tombak di depan pasukan kita masing-masing."

__ADS_1


__ADS_2