
Laksminingrum yang ingin cepat masuk kedalam istana , segera menotok kedua orang itu agar tidak bisa bergerak lagi. Sebenarnya ia bisa menggunakan pedangnya, hanya saja ia tidak ingin menimbulkan kerusakan di istana mengingat ia sendiri juga belum sepenuhnya menguasai pedangnya itu.
Setelah masuk, ia melihat pangeran sedang tersungkur . Dua orang lain yang berada disana juga sedang bertarung . Laksminingrum melihat kedua orang itu berkelahi sambil menebak yang mana rajanya.
Dia sama sekali tidak pernah bertemu dengan raja yang berkuasa di negeri Prabakerta sebelumnya, jadi wajar kalau ia sendiri tidak paham sama sekali. Alasan bertarungnya pada awalnya hanyalah ingin menjadi lebih kuat setelah kalah telak dengan pria yang tidak bisa mati waktu itu. Selain itu, ia tak tahan melihat warganya yang menderita.
Dari keduanya, ia merasa tidak menemukan siapa yang menjadi raja. Yang satu terlihat masih sangat muda, dia terlihat memiliki wajah yang sedikit mirip dengan pangeran, sedang yang satu lagi terlihat tidak mirip sama sekali.
"Pangeran, apa yang terjadi di sini, siapa kedua orang itu?" Laksminingrum segera mendekat ke arah pangeran dan bertanya.
__ADS_1
"Kedua orang itu, yang satu adalah raja sedangkan yang satunya adalah pemberontak yang datang secara tiba-tiba, aku sendiri tidak tahu siapa dia," jawabnya.
"Apakah yang muda itu rajanya?"
"Dia adalah pemberontak yang ku maksud," jawabnya.
Karena bingung, Laksminingrum berusaha mengingat ciri-ciri fisik raja yang ia dengar dari seorang warga. Karena semuanya tidak terlihat mendekati ciri-ciri yang disebut warga sebagai raja Prabakerta yang berkuasa, ia tanpa berpikir menyerang keduanya.
Laksminingrum merasa bahwa dirinya tidak salah mengingat. Kesimpulannya adalah dia bukan raja yang berkuasa , ia hanya merubah fisiknya menyerupai raja. Kalau begitu , dimana sang raja yang sebenarnya? Pantas saja raja yang mereka kenal berubah sangat drastis.
__ADS_1
"Kamu juga menginginkan kepala raja itu ya?" Arya Bayu tersenyum sambil berbisik kepada Laksminingrum. Ternyata dia belum menyadari lawannya.
Laksminingrum diam saja, ia sedang malas berkata-kata. Lagipula dia tidak ingin kekuasaan, dia juga tak peduli siapa nanti yang menjadi raja. Dia menyerang orang yang disebut raja itu ia bukan raja yang sebenarnya, dia adalah dalang dari semua yang telah menderita.
Pertempuran tiga arah kali ini lebih seru dibandingkan dengan sebelumnya. Laksminingrum ingin sekali rasanya bekerjasama dengan Arya Bayu untuk melawannya, tapi kalau dilihat-lihat ia bukan tipe orang yang mudah di ajak kerjasama. Jadi ya Laksminingrum menyerang keduanya sekaligus, menurutnya itu lebih baik juga. Setidaknya dengan melawan keduanya , dirinya bisa berlatih agar semakin mahir dalam berpedang.
Melihat Laksminingrum nampak bersemangat melawan kedua orang itu, dengan sisa-sisa kekuatannya sang pangeran mulai bangkit . Ia tak ingin melihatnya bertarung sendirian melawan kedua orang yang memilih ilmu yang tinggi.
"Tujuan kita adalah orang yang kau sebut raja itu. Kita harus menangkis serangan orang yang satu lagi, " dengan sedikit berbisik Laksminingrum memberi arahan.
__ADS_1
"Dengan begitu, maka kita bisa menghemat energi," lanjutnya lagi .