
Kemampuan baru Mathanadeva setelah berlatih kitab dewa naga khayangan membuatnya bisa bergerak lebih cepat dan tanpa terdeteksi saat melewati rombongan pasukan sekte Aghori, dan berkat peningkatan tenaga dalam, dia hanya menggunakan tiga puluh persen kemampuannya untuk melakukan hal itu dan akhirnya Mathanadeva sampai lebih dulu di kota Nalagarh.
Sesampainya di kota itu, Mathanadeva segera menuju kediaman walikota untuk memberitahu akan adanya serangan yang akan segera datang hanya saja saat sampai di gerbang kediaman walikota langkah Mathanadeva terpaksa harus terhenti oleh pengawal yang sedang berjaga, sebab pengawal - pengawal tersebut melihat Mathanadeva membawa pedang dipinggangnya.
"Saya harus menemui walikota sekarang juga.. ada hal penting yang harus saya sampaikan.. " ucap Mathanadeva sopan meskipun dengan nada tergesa - gesa.
" Jika ada yang ingin anda sampaikan pada tuan walikota.. sampaikan saja pada kami.. biar kami yang memberitahu tuan walikota.. " ujar penjaga dengan suara keras setengah menggertak.
"Tapi saya harus menyampaikannya secara langsung karena ini sangat mendesak dan kita tidak punya banyak waktu.. " ucap Mathanadeva kembali masih berusaha bersikap sopan setelah menghela nafas panjang yang terasa berat.
"Kalu begitu kami tidak bisa membiarkan anda masuk.. tapi jika anda masih berkeras untuk menemui tuan walikota.. maka terpaksa kami harus berbuat kasar pada anda.. " Pengawal yang berjaga bersuara keras dan memancing rekan - rekannya yang lain datang menghampirinya.
Mathanadeva berusaha bersikap tenang, dan tidak tersulut emosinya melihat reaksi pengawal tersebut meskipun dalam hati dia mengumpat karena untuk menemui walikota saja sangat susah walaupun dalam hatinya juga tidak bisa menyalahkan para pengawal yang tidak mengenalinya lalu setelah beberapa kali menarik nafas untuk menenangkan diri.. Mathanadeva berbicara dengan masih tetap berupaya untuk sopan.
"Kalau begitu.. tolong sampaikan pada tuanmu.. Mathanadeva ingin bertemu dengannya.. " ucap Mathanadeva dengan suara berat berusaha menahan amarahnya sambil memperlihatkan simbol kerajaan yang dibawa dalam pakaiannya.
Pengawal - pengawal yang sedang berjaga saling melihat satu sama lain dan sejurus kemudian dengan kompak berlutut memberi hormat pada Mathanadeva yang wajahnya sudah memerah menahan emosi.
"Hormat yang mulia raja..!! " ucap mereka serempak.
"Maafkan hamba yang sudah berbicara kasar pada anda yang mulia..Mari saya antar ke dalam" ucap komandan pengawal masih dalam posis berlutut dengan bertumpu pada sebelah lututnya yang tadi berbicara dengan Mathanadeva.
__ADS_1
"Tidak perlu..!! panggil walikota kesini segera dan yang lain.. siapkan prajurit serta pendekar yang kalian miliki secepatnya..!! " Mathanadeva memberi perintah dengan suara keras.
Sontak perintah Mathanadeva tersebut membuat para pengawal itu segara berhamburan untuk melaksanakan perintah yang baru saja diberikan, sedangkan komandan penjaga yang tadi berbicara kasar pada Mathanadeva langsung berlari menuju tempat kediaman walikota dan hatinya tidak henti - hentinya mengucap syukur sebab sang raja tidak mempersoalkan apa yang baru saja dilakukannya.
"Sepertinya cara para pejabat dalam menerima rakyatnya harus dievaluasi.. " gumam Matnanadeva dalam hati setelah semua pengawal didepannya pergi.
Suara kentungan yang dipukul dengan dengan tanda persiapan untuk peperangan tentu saja mengagetkan semua orang yang mendengarnya.. tidak terkecuali walikota yang sedang beristirahat dan masih dengan mengenakan baju tidurnya.. dia segera keluar dari kamarnya.
"Ada apa ini..?? kenapa kalian membunyikan kentungan tanpa memberitahukan dulu padaku..?? " teriak walikota pada komandan penjaga yang berlari ke arahnya.
"Maaf tuan.. yang mulia Mathanadeva menunggu anda di pintu gerbang.. " ucap pengawal itu dalam posisi berlutut dan nafas terengah - engah.
"Apa..!! yang mulia..?! kenapa kalian tidak mengajaknya masuk..?! " ujar walikota dan langsung berlari keluar tanpa menunggu jawaban dari pengawal yang menemuinya dan langsung menemui Mathanadeva yang masih tetap berdiri di gerbang kediamannya.
"Wah.. hebat yaa.. jam begini kamu masih mengenakan pakaian seperti itu.. sepertinya setelah ini ada yang harus kita bicarakan.. " ucap Mathanadeva dingin yang membuat tubuh Kumar mengeluarkan keringat dingin, dan tidak berani mengangkat kepalanya masih tetap dalam posisi berlutut.
"Segera persiapkan dirimu..!! kita akan berperang di pinggir kota..!!
"Baik yang mulia..!! " ucap Kumar lalu membalikkan badan kembali ke kediamannya dan memanggil komandan penjaga untuk mengikutinya.
"Apa yang telah kalian lakukan pada yang mulia..? " bisik Kumar pada komandan penjaga
__ADS_1
"Kami melarangnya untuk masuk karena membawa pedang tuan.. " jawab komandan penjaga itu dengan kepala tertunduk.
"Habislah kita.. setelah ini kita pasti akan dipenggal... " ucap Kumar lalu mempercepat langkahnya.
***
Vikhram yang terkejut melihat serangan pembuka yang dilancarkan oleh Chen Khu langsung melompat mundur saat Chen Khu akan menyerang seorang anak buahnya yang tersisa dan dengan cepat dia mengumpulkan kendi yang mereka bawa lalu segera membaca mantra dan kemudian menempelkan telapak tangannya di tanah. sesaat kemudian asap putih keluar dari dalam kendi yang tutupnya telah terbuka bersamaan saat tangan Vikhram menyentuh tanah dan asap - asap putih yang keluar itu akhirnya membentuk emoat sosok musang yang salah satu menyala - nyala.
Chen Khu bisa merasakan kehadiran empat ekor siluman itu meskipun saat ini dia dalam posisi membelakangi mereka karena baru saja akan melancarkan serangan berikutnya pada anak buah Vikhram yang masih belum bisa menguasai dirinya karena keterkejutannya melihat kemampuan Chen Khu dan saat dirinya baru akan mengangkat pedangnya, Chen Khu sudah berada didepannya dan sebuah ayuna pedang mengarah ke lehernya dan pria itu tidak sempat untuk menangkis apalagi menghindar.
Merasa nyawanya sudah diujung tanduk pria itu menutup matanya pasrah karena tidak bisa berbuat apa - apa sebab gerakan pedang Chen Khu terlalu cepat.
"TRAAANG...!! "
sebuah cakar menyelamatkan nyawa pria itu.. pedang Chen Khu yang hampir saja mengenai tubuhnya tertahan oleh kuku - kuku siluman musang api, dan dengan cepat pria tadi melompat untuk menjauhi Chen Khu yang pedangnya terjepit oleh cakar musang api.
"Cakarmu cukup kuat.. dan gerakanmu juga cepat.. tapi apakah cakarmu mampu menahan ini..!? " ucap Chen Khu lalu menambahkan aliran tenaga dalam pada pedangnya saat merasakan tiga ekor siluman yang ada dibelakangnya menyerangnya bersamaan.
"SRAAAAK...!! "
Cakar siluman api terputus saat Chen Khu memutar pedangnya dan Cakar siluman api yang mampu mengoyak baju besi itu terpisah dari pemiliknya membuat siluman musang api berteriak kesakitan.
__ADS_1
Chen Khu kemudian melompat sambil mengarahkan tendangan pada perut siluman tersebut lalu membalikkan badan untuk menyambut serangan dari tiga ekor siluman yang ada dibelakangnya.
"Tendangan yang mengandung tenaga dalam cukup tinggi itu membuat siluman musang api terlempar beberapa meter sebelum berhenti saat membentur batang pohon yang cukup besar membuat siluman tersebut hampir tidak sadarkan diri.