
Suara petasan menyambut datangnya pagi itu. sejak matahari mulai menampakkan diri.. kemeriahan sudah terlihat di jalan - jalan kota Guang.
Meski demikian pengamanan super ketat juga terlihat. banyak prajurit yang bersiaga di jalan serta sudut - sudut kota.. namun penduduk kota merasa jika itu merupakan sesuatu hal yang wajar mengingat Xiao Xia merupakan putri safi - satunya kaisar Han saat ini.. Xiao Yan.
Warga kota bahkan sebagian besar dari kalangan bangsawan tidak mengetahui jika sehari sebelumnya ada penyusup yang berusaha memasuki istana dan tidak diketahui maksud serta tujuannya sementara pelakunya sendiri belum tertangkap, sedangkan pihak istana berusaha menyembunyikan kejadian tersebut dengan tujuan agar warga kota dan para bangsawan tidak merasa was - was dan tetap larut dalam kemeriahan.
Dikalangan prajurit sendiri banyak yang tidak mengetahui perihal kejadian yang hampir merusak reputasi militer kekaisaran Han.. hanya prajurit khusus elang biru yang mengetahui tentang kejadian tersebut dan kali ini.. seluruh prajurit Elang Biru yang berjumlah sepuluh ribu itu disebar keseluruh penjuru kota tanpa menggunakan atribut militer kekaisaran.
***
Wajah Shun Zhi tampak sumringah saat menuruni tangga bangunan yang ditempatinya menginap.. dengan pakaian kebesaran kekaisaran Ming serta pengawal - pengawalnya yang juga mengenakan pakaian kebesaran.. Shum Zhi terlihat gagah dan berwibawa.
"Mana Chen Khu.. ?!" ujar Shun Zhi tiba - tiba saat dirinya menyadari jika Chen Khu tidak bersama pengawal pribadinya.
"Semalam tuan Chen pulang menjelang pagi.. dan katanya.. hari ini dia mendapat tugas khusus dari kaisar Xiao untuk mengawasi seluruh kompleks istana.. " jawab Ryu lalu membuka tirai penutup pintu kereta kuda yang akan ditumpangi oleh Shun Zhi.
"Ooo.. begitu..?! " ujar Shun Zhi manggut - manggut..lalu melangkah menaiki kereta.
"Iya yang mulia.. hanya saja.. tuan Chen tidak menceritakan secara detail tugas yang diberikan untuknya.. " jawab Ryu kembali dan setelah Shun Zhi menganggukkan kepala.. Ryu segera menutup tirai pintu dan salah seorang prajurit langsung menutup pintu kereta.
__ADS_1
Rombongan kecil kaisar Shun Zhi, yang sebagian besar prajuritnya ikut dilibatkan untuk ikut mengamankan wilayah ibukota.. berangkat tak lama kemudian setelah Ryu yang menjadi pimpinan rombongan memberi aba - aba untuk berangkat.
Tak lama...
Rombongan kaisar Shun Zhi mulai memasuki alun - alun istana yang sudah dipenuhi oleh para bangsawan dan prajurit - prajurir kekaisaran Han yang berbaris rapi.. sedangkan putri Xiao Xia terlihat duduk disamping singgasana ayahnya Xiao Yan dan jendral Guan serta beberapa orang pengawal pribadi kaisar terlihat berdiri dibelakang dengan tingkat kewaspadaan yang sangat tinggi.
"Bagaimana dengan Chen Khu..?! " tanya kaisar Xiao Yan pada jendral Guan berbisik setelah memberi tanda untuk mendekatkan telinganya.
"Dia saat ini berada diatas kita yang mulia.. " jawab jendral Guan singkat..
Xiao Yan mendongakkan kepalanya sambil tersenyum bersamaan dengan jendral Guan lalu jendral Guan kembali melangkah kebelakang singgasana.
***
Kaisar Xiao Yan berusaha mempersingkat waktu semua prosesi agar pikirannya bisa kembali terfokuskan pada sekte pembunuh iblis yang sudah berani memasuki istananya.. dan secara umum prosesi pernikahan dan pesta rakyat pernikahan putri Xiao Xia berjalan mulus tanpa hambatan sampai menjelang tengah hari.
Semua masyarakat yang tumpah ruah di alun - alun istana bersuka cita tanpa mengetahui adanya ancaman yang sedang mengancam kekaisaran mereka.. bahkan saat hari menjelang malam pun kemeriahan masih ada di setiap sudut kota karena dihari bahagia putrinya itu.. kaisar Xiao Yan juga membagikan tiga keping koin emas untuk masing - masing keluarga miskin yang ada dalam kota Guan.
***
__ADS_1
"Bagaimana saudara Chen..?! " tanya Xiao Yan pada Chen Khu saat hari telah gelap dan ketiganya sudah bertemu di ruang rahasia yang terdapat dalam ruang pertemuan.
"Apanya yang mulia..?! " Chen Khu balik bertanya dengan wajah pucat dan keringat dingin di wajahnya.
"Mmm.. maksud saya.. bagaimana dengan keadaan hari ini.. apa kamu tidak merasakan jika ada susuatu atau kekuatan besar yang sedang mengarah kemari..?" ucap Xiao Yan kemudian.
"Tidak yang mulia.. " jawab Chen Khu singkat karena badannya mulai menggigil.
"Apa kamu sedang tidak enak badan saudara Chen..? " Jendral Guan yang berada disamping Chen Khu langsung memegang tengkuk Chen Khu yang terasa dingin.
"Tidak jendral..!! "
"Tapi.. tubuhmu dingin sekali bahkan sampai menggigil seperti ini.. " jendral Guan hendak menempelkam telapak tangannya di punggung Chen Khu untuk mengalirkan tenaga dalam namun Chen Khu menolaknya.
"Yang mulia.. Jendral...!! sebenarnya.. sejak semalam sampai saat ini.. belum sesuap nasipun yanh masuk kedalam perutku.. apalagi.. terbang seharian juga membutuhkan tenaga dalam yang cukup besar.. jadi...... " ucapan Chen Khu terhenti karena disambut gelak tawa oleh Xiao Yan dan Guan Yu bersamaan.
"Maafkan kami saudara Chen.. kami lupa menjadi tuan rumah yang baik..sampai - sampai kami lupa menjamu saudara sekaligus tamu kami.. " ujar Xioa Yan sambil terus tertawa dan geleng - geleng kepala sedangkan Chen Khu hanya tertunduk sambil menggaruk kepalanya yang tidak gatal.
"Sudahlah.. kita lupakan sejenak sekte pembunuh iblis.. dan mari kita jamu saudara kita sebaik - baiknya atau kita berdua akan diberi gelar Pembunuh Saudara Seperguruan.. " ucap Xiao Yan sambil tertawa dan menepuk - nepuk pundak Chen Khu dan Guan Yu bersamaan, lalu ketiganya keluar dari ruang rahasia lalu menuju ruang makan khusus kaisar melalui jalan khusus yang ada di kamar pribadi kaisar.
__ADS_1