Pendekar Pedang Naga Langit

Pendekar Pedang Naga Langit
#119. Membalikkan Keadaan


__ADS_3

Pertarungan di batas kota Nalagarh yang tidak seimbang membuat pasukan yang dipimpin langsung oleh Mathanadeva terdesak. Meskipun Mathanadeva mampu menguruangi jumlah pasukan musuh akan tetapi jumlah pasukan yang dibawanya juga terus berkurang dengan cepat. Perbandingan jumlah serta kekuatan yang tidak seimbang membuat pasukan yang dibawa oleh Mathanadeva tersisa tinggal beberapa puluh saja meskipun pasukan yang tersisa itu juga sudah banyak yang mengalami luka tidak terkecuali Kumar yang sudah mendapatkan banyak luka pada tubuhnya hingga untuk berdiri saja dia sudah merasa kesulitan sehingga terpaksa dia bertumpu pada sebelah lututnya serta menancapkan pedangnya ditanah dan sesekali menangkis serangan yang diarahkan padanya.


Nasib Mathanadeva masih lebih baik.. meskipun dipaksa dalam posisi bertahan dan sudah mendapatkan beberapa luka, tapi Mathanadeva masih mampu bertahan menghadapi kepungan lebih dari dua puluh orang yang dipimpin oleh Rajesh.


Meskipun Mathanadeva terus terdesak mundur, tapu sesekali dia bisa melukai lawannya yang akhirnya membentuk sebuah formasi untuk mengalahkannya. Pendekar - pendekar yang menjadi lawan Mathanadeva menyerang secara bergantian serta kembali menutup formasi dengan cepat saat Mathanadeva mencoba untuk menyerang balik.


Jarak mereka dan Mathanadeva juga tetap terjaga cukup dekat sehingga tidak memberikan ruang pada Mathanadeva untuk menggunakan jurus jarak jauhnya.. dan saat Mathanadeva sudah kewalahan menghadapi serangan yang datang secara terus menerus serta variasi serangan pedang dan tombak, sebuah aura yang sangat kuat berasal dari atas dan terus mendekat dengan cepat dirasakan oleh pasukan sekte Aghori dan membuat mereka menghentikan serangan mereka sejenak untuk mencari tau asal aura yang mereka rasakan.


" PEDANG NAGA LANGIT TINGKAT I.. JURUS PERUSAK... SISIK NAGA.. !!'


Chen Khu yang masih melayang di udara memberikan serangan yang membuat lawan - lawwn yang sempat melihat kedatangannya terpana...sehingga mereka tidak menyadari jika Chen Khu telah melapaskan serangan menggunakan pedangnya.


Jurus yang dugunakan Chen Khu adalah jurus yang mampu melepaskan pisau - pisau udara dan berbentuk seperti sisik. pisau - pisau udara itu meluncur sangat cepat dan menghantam tubuh pendekar - pendekar sekte Aghori.. meskipun jurus sisik naga tidak memiliki energi penghancur yang besar tapi jika pisau udara mengenai titik vital bisa membuat korbannya menghembuskan nafas.

__ADS_1


Kehadiran serta serangan Chen Khu yang datang secara tiba - tiba bahkan membuat beberapa orang menjadi korban dan beberapa lainnya mengalami luka membuat pasukan yang dibawa oleh Rajesh terkejut tidak terkecuali Rajesh sendiri.. dan dalam hati kali ini dia mempercayai ucapan Tachi yang mengatakan jika dia pernah bertemu atau lebih tepatnya hampir bertarung dengan orang yang bisa melayang - layang di udara layakanya seekor burung.


Kehadiran Chen Khu juga memberikan angin segar pada Mathanadeva yang semula sudah terdesak dan kemunculan Chen Khu secara tiba - tiba setidaknya kali ini memberinya waktu untuk mengatur nafas setelah sebelumnya.. formasi serangan yang dibuat oleh Rajesh dan anak buahnya tidak memberinya waktu walau hanya untuk mengatur nafas.


Chen Khu sendiri sebenarnya sangat jarang untuk membuka manipulasi kekuatannya akan tetapi saat posisi dirinya dan Mathanadeva serta pasukannya masih cukup jauh, dia bisa menyaksikan jika mereka sudah sangat terpojok, untuk itu Chen Khu memancarkan aura kekuatannya untuk mengalihkan perhatian pasukan Aghori.


Setelah melepaskan jurus Pedang Naga Langit tingkat satu, Chen Khu mendarat dengan cepat dan langsung menyerang pasukan sekte Aghori yang sebagian masih belum siap, dan dengan kemampuan yanh dimilikinya hanya dalam sekali tarikan nafas beberapa orang sudah menjadi korbannya.


Derap langkah kaki kuda terdengar saat Chen Khu tinggal beberapa meter lagi akan mencapai formasi yang mengurung Mathanadeva.. derap langkah kuda itu terdengat bergerak cepat menuju ke arena pertempuran dan dari suara derap langkah kaki kuda yang bahkan membuat tanah lapang yang menjadi arena pertempuran bergetar bisa dipastikan jika ada ratusan prajurit berkuda yang akan segera bergabung dalam arena tersebut.


Aahana yang memimpin pasukan tersebut menambah laju tunggangannya saat bisa merasakan aura kekuatan yang dimiliki oleh ayahnya dan benar saja, saat jarak mereka semakin dekat, Aahana bisa melihat jika ayahnya sedang menghadapi puluhan orang sedangkan Chen Khu sedang berupaya mendekati ayahnya dengan melewati puluhan orang yang menghadangnya.


Melihat hal itu.. Aahana menghentakkan tangannya pada punggung kuda dan melesat kedepan menggunakan ilmu meringankan tubuh berusaha mencapai Mathanadeva secepat mungkin, sedangakan parajurit yang dibawanya langsung menyebar mencari lawan masing - masing.

__ADS_1


Pasukan sekte Aghori yang sudah bisa melihat kemenangan di depan mata sebelum Chen Khu dan pasukan Gurjara sampai kini terpaksa harus menelan ludah.. bukan saja harus berhadapan dengan tambahan dua orang pendekar tingkat tinggi, tapi jumlah pasukan yang ikut dalam pertempuran juga lebih banyak dari jumlah mereka dan dengan kemampuan yang lebih tinggi dibandingkan dengan prajurit Nalagarh.


Prajurit Nalagarh yang semula sudah kehilangan harapan karena tinggal menyisakan belasan orang prajurit saja kini terlecut kembali semangatnya setelah melihat panji kebesaran serta seragam prajurit Gurjara..Kumar.. walikota Nalagarh tersenyum sejenak melihat bantuan yang datang sebelum ambruk ke tanah karena sudah kehilangan banyak darah dengan luka disekujur tubuhnya.


Formasi yang dibuat oleh Rajesh dan anak buahnya yang difokuskan untuk melawan musuh dari depan atau untuk mengurung musuh yang jumlahnya lebih sedikit kini terpecah saat Chen Khu sudah semakin dekat dengan mereka.. ditambah lagi Aahana yang sudah saling menempelkan punggung dengan ayahnya.


Kolaborasi serangan yang dilakukan ketiga membuat formasi yang semula sangat kokoh untuk bisa ditembus oleh Mathanadeva seorang diri kini mulai meninggalkan banyak celah setelah Rajesh terpaksa memecah formasi menjadi dua dan beberapa pendekar yang masuk dalam formasi itu telah kehilangan nyawa.


"PEDANG NAGA LANGIT TINGKAT II.. LIDAH API..!! "


Meskipun kemampuan lawan - lawan Chen Khu terpaut jauh dibawahnya tapi menyerang dan bertahan dengan menggunakan formasi yang berpola dan terlatih dengan baik mampu merepotkan pemuda tersebut sehingga memaksanya menggunkan jurus lidah api.


Saat Chen Khu mengalirkan lebih banyak tenaga dalam serta Chi kedalam pedangnya, api yang berkobar dan sangat panas muncul dari dalam pedang tersebut sehingga menghanguskan apa saja yang dilaluinya. Formasi yang dibuat oleh pasukan Aghori akhirnya kocar kacir menghadapi serangan yang diberikan oleh Chen Khu tersebut yang mana kecepatan serta kelincahan Chen Khu dalam memainkan pedang membuat seolah - olah sebuah lidah api menjulur diantara pendekar - pendekar tersebut dan menghanguskan mereka satu persatu.

__ADS_1


__ADS_2