Pendekar Pedang Naga Langit

Pendekar Pedang Naga Langit
#186. Pertarungan Di Bukit. II


__ADS_3

Desiran angin malam yang membelai dedaunan menambah dingin suhu malam itu. Dua puluh orang pendekar Teratai merah terbaring tidak bernyawa dan sebagian dalam kondisi yang mengerikan.


Pertarungan tidak seimbang antara pendekar - pendekar sekte teratai merah melawan Chen Khu dan kawan - kawan hanya ibarat menghantarkan nyawa saja.. namun..


saat Chen Khu dan rekan - rekannya menghela nafas.. mereka kembali merasakan kehadiran pendekar yang sedang menuju ke arah mereka dengan jumlah yang lebih banyak.


"Sial..!! kita tidak bisa terlalu lama di tempat ini.. atau semua rencana kita akan gagal.. " umpat Kobayasi kesal lalj memerintahkan anak buahnya untuk kembali bersembunyi.


Tapi belum sempat mereka berpindah tempat..puluhan orang itu sudah mengepung mereka.


"Kolonel.. sepertinya kita harus mencari metode lain untuk mengirimkan sinyal.."bisik Magura.


Kobayasi hanya melirik Magura tapi tetap tidak menurunkan kewaspadaannya.


"Siapa kalian..?? apa kalian yang tadi menyalakan kembang api..?! " Hardik salah satu dari pendekar yang baru saja sampai.


"Kami dari sekte Teratai Merah.. dan kami juga sedang mencari tau siapa yang membakar kembang api.. " jawab Hatori..berusaha berbohong karena tidak ingin berada di tempat itu lebih lama, sebab kemungkinan akan lebib banyak pendekar yang akan datang.


Salah seorang pendekar yang setibanya langsung memeriksa mayat yang bergeletakan menggelengkan kepala lalu membisikkan sesuatu pada pendekar yang bertanya tadi.


"Hah.. !! sekte teratai merah yah..? kamu berbohong..!! " ujar pendekar tersebut seraya mencabut pedangnya.


"Kami sudah lama menjalin hubungan dengan sekte teratai merah.. dan kami tau betul seperti apa mereka.. "


"dan sejak kapan sekte Teratai Merah mengenakan pakaian seperti itu..? "

__ADS_1


"Dan apa mungkin kalian saling membunuh sesama kalian sendiri..?! " ujar pendekar yang bertanya tadi sambil mencabut pedangnya dan diikuti oleh semua pendekar yang bersamanya.. dan bersiap untuk menyerang.


"Letnan Hatori.. sepertinya kamu juga harus mencari metode baru untuk berbohong.. " umpat Magura kesal yang juga ikut mencabut pedangnya.


Hatori tersenyum kecut sambil menggelengkan kepalanya.. dan mencabut pedangnya menyusul rekan - rekannya yang sudah lebih dulu bersiap karena rupanya.. pertarungan malam itu tidak bisa lagi dihindari..


Dengan satu aba - aba.. dengan menggerakkan tangannya kedepan.. pendekar yang tadi bertanya.. dan sepertinya bertindak sebagai pimpinan pendekar - pendekar itu..seluruh pendekar yang berjumlah hampir lima puluh orang bergerak menyerang bersamaan.


Pertarungan tidak bisa lagi terelakkan..dentingan suara pedang menghiasi dinginnya angin malam itu.


para ronin langsung membentuk formasi untuk menahan serangan pendekar yang berkemampuan lebih tinggi daripada pendekar yang mereka hadapi sebelumnya.. dan menempatkan Chen Khu serta Lin Dan di bagian tengah formasi mereka seolah ke enam ronin tersebut sedang berusaha melindungi keduanya.


Chen Khu dan Lin Dan merasa canggung akan hal tersebut saling pandang sebelum keduanya melompat keluar dari formasi yang dibuat oleh para ronin ke garis belakang pertahanan lawan yang sedang mereka hadapi.


Hal tersebut tentu saja mengejutkan para pendekar yang semula mengepung mereka terkejut belum lagi.. Chen Khu dan Lin Dan mengeluarkan aura membunuh yang cukup menyesakkan nafas.


Namun sayangnya.. dua orang yang berada di belakang garis pertahanan mereka justru menjadi momok yang menakutkan bagi mereka.


Kombinasi serangan Chen Khu dan Lin Dan yang dilakukan dengan sangat lincah dan gesit membuat pimpinan pendekar - pendekar tadi beralih mengahadapi keduanya bersama pendekar yang lain.


Berbeda dengan para ronin yang lebih dulu mengambil sikap bertahan untuk membaca kekuatan lawan.. Chen Khu dan Lin Dan lebih berinisatif untuk menyerang..karena mereka ingin secepatnya meninggalkan tempat itu dan membebaskan para sendera yang di sekap di desa wuling.


Tiga orang pendekar yang memiliki kemampuan setara pendekar level enam berusaha mendesak Chen Khu.. namun pergerakan Chen Khu yang lincah hampir tidak meninggalkan celah sedikitpun.


Sesekali Chen Khu merubah arah gerakan pedangnya untuk memancing pergerakan lawan - lawannya agar meninggalkan celah.. namun sepertinya ketiga pendekar yang dihadapinya itu sudah memiliki pengalaman bertarung yang cukup lama sehingga ketiganya mampu saling menutupi celah yang ditinggalkan oleh rekan mereka masing - masing.

__ADS_1


Arena pertarungan semakin meluas.. beberapa pendekar yang menyerang Chen Khu dan kawan - kawan mulai mendapatkan luka, sementara dari pihak Chen Khu, dua orang ronin, Nagato dan Hatori sudah mendapatkan luka gores di lengan dan punggung mereka masing - masing.


Lin Dan yang berhadapan satu lawan satu dengan pimpinan pendekar itu masih saling mencari kelemahan pertahanan masing - masing..pertarungan keduanya terlihat berjalan seimbang dan masih saling berhati - hati dalam melancarkan serangan.


Sesekali Lin Dan sempat terdesak namun bisa kembali menekan dan menyeimbangkan pertarungan.


"Kolonel.. sampai kapan kamu akan terus bertarung seperti itu..?! " teriak Chen Khu dari kejauhan.


Lin Dan yang menoleh karena panggilan Chen Khu neninggalkan sedikit celah dan mampu dimanfaatkan oleh lawannya hingga mampu memberikan luka gores pada lengannya..hal itu membuat Lin Dan harus melompat menjauh untuk mengatur langkah.


Setelah melihat sejenak pada lengannya.. Lin Dan baru terlihat serius. Lin Dan memutar pedangnya.. lalu sesaat kemudian dia bergerak menyerang..


Lin Dan mengalirkan lebih banyak tenaga dalam pada pedang dewa angin.. pergerakannya menjadi lebih cepat dan gesit.. sesekali Lin Dan juga merubah arah seranganya untuk mengelabui lawan.


Kecepatan dan serangan terus menerus yang dilakukan Lin Dan membuat lawannya kewalahan dan mulai meninggalkan celah pada pertahanannya.


Lin Dan melompat ke udara sambil menebaskan pedangnya mengarah ke leher lawannya.. lawannya yang sudah siap dengan serangan itu mengangkat pedan untuk menangkis datangnya serangan.. namun.. saat pedangnya akan beradu beberapa sentimeter lagi.. Lin Dan merubah gerakannya tiba - tiba di udara dan memutar tubuhnya.. lawannya yang terkejut tidak menyangka jika Lin Dan akan melakukan tusukan berusaha secepatnya untuk memutar pedangnya dan menangkis.. tapi sekali lagi Lin Dan merubah arah serangannya dan sebuah pukulan telak berhasil didaratkannya pada dada pendekar tersebut dan membuat pendekar tersebut terlempar beberapa langkah kebelakang dan memuntahkan darah segar.


"Sial... rupanya sejak tadi dia menyembunyikan kemampuannya.. " umpat pendekar itu geram..


Pendekar itu kemudian memperbaiki kuda - kudanya dan bersiap untuk menyerang namun ternyata Lin Dan sudah menghilang dari hadapannya dan sudah berada diatas kepalanya bersiap memberikan sebuah tebasan.


Pendekar itu terlambat untuk bereaksi dan terpaksa menjatuhkan dirinya sambil berguling ke kanan untuk menghindari luka serius yang bisa dapatkannya.


Tebasan Lin Dan hanya membentur tanah, tapi dia bereaksi cepat mengejar pendekar tadi dan sebuah tendangan berhasil mendarat telak di perut pendekar tersebut hingga membuatnya terlempar dan terseret beberapa meter dan baru berhenti saat tubuhnya membentur batang pohon besar.

__ADS_1


Chen Khu yang sesekali memandang takjub pada kemampuan yang ditunjukkan Lin Dan, sekilas terbayang dikepalanya permintaan Xiao Yan padanya sebelum meninggalkan ruang pertemuan.


"Tolong bantu anak itu.. bakat beladirinya kelak akan sangat dibutuhkan oleh bangsa Han.. dia hanya perlu mendapatkan guru yang tepat..! " ucap Xiao Yan sambil menepuk pundak Chen Khu.


__ADS_2