Pendekar Pedang Naga Langit

Pendekar Pedang Naga Langit
#181. Kehadiran Ronin


__ADS_3

Chen Khu dan Lin Dan duduk salah satu meja makan yang terletak di pojok restoran. setelah membersihkan badan dan berganti pakaian..sikap Lin Dan tidak lagi canggung karena tidak ada lagi orang yang selalu memperhatikannya..namun saat Lin Dan baru saja akan menikmati suasana senja.. Yin Hua datang menghampiri mereka dengan tatapan penuh makna padanya.


Sambil membawa daftar menu, Yin Hua sesekali mencuri pandang pada Lin Dan.


"Ini daftar menunya tuan.. silahkan dipilih.. " ucap Yin Hua sopan.


"Meskipun berpakaian seperti orang biasa namun wajah orang itu tetap menawan.. " gumam Yin Hua dalam hati..saat Chen Khu sedang memperhatikan menu yang dimiliki oleh restoran itu.


"Ehm..ehm..!! Deheman Chen Khu disertai seyuman sambul melirik pada Lin Dan yang lebih memilih melihat keluar jendela.. membuyarkan lamunan Yin Hua..sekaligus membuat kedua pipinya memerah.


"Nona.. aku pesan ini.. ini.. ini.. dan ini.. " ujar Chen Khu sambil menunjuk pada daftar menu.


"Kalau anda saudara Lin..?! " ujar Chen Khu kembali sambil menyodorkan daftar menu pada Lin Dan.


"Sama dengan anda tuan.. " balas Lin Dan singkat dan kembali melongok keluar jendela dimana langit semakin gelap tertutup mendung.


mata Yin Hua terbelak melihat pesanan Chen Khu, dalam hati dia tidak yakin jika kedua orang itu akan menghabiskan seluruh makanan yang mereka pesan.


"Akan sedikit memakan waktu untuk menyiapkan semua pesanan ini tuan.. bagaimana kalau sambil menunggu.. tuan - tuan menikmati arak terbaik yanv dimiliki restoran kami..? " ucap Yin Hua sopan.


"Oh..tidak masalah..!! bagaimana dengan saudara Lin..? "


"Iya tidak apa - apa " jawab Lin Dan singkat.


Yin Hua kemudian meninggalkan meja yang ditempati oleh Chen Khu dan Lin Dan.. lalu tidak lama kemudian.. seorang pelayan laki - laki datang membawa dua kendi arak untuk mereka.


"Aaahh.. sudah lama aku tidak mencium aroma sedap seperti ini..! " ujar Chen Khu sambil menghirup aroma arak yang baru dituangkan kedalam cangkirnya..lalu dengan memggerakkan tangan dan kepalanya dia memberi tanda pada pelayan itu untuk meninggalkan mereka berdua.


"Ada apa denganmu kolonel..? apa kamu tidak menyukai wanita itu..? " ucap Chen Khu pelan.


"Aaa.. bukan begitu tuan.. aku hanya belum terbiasa.. " jawab Lin Dan lalu mengangkat cangkir hendak meminum arak namun Chen Khu memberi tanda untuk sejenak meletakkan cangkir tersebut.


"Apa kamu menyukainya..? " tanya Chen Khu kembali.


"Aaaa..... " Lin Dan tidak menjawab pertanyaan namun wajahnya menjadi merah.. dan hal itu membuat Chen Khu tersenyum lebar.


"Hahaha.. sudahlah kolenel..dari wajahmu aku bisa tau jika kamu suka padanya.. " balas Chen Khu sambil tertawa pelan.


"Tapi bagaimana jika wanita itu adalah mata - mata..? " ucap Chen Khu kembali setengah berbisik sambil memperlihatkan raut wajah serius.


"Aah.. tidak mungkin.. aku tidak menangkap sedikitpun maksud jahat dari tatapannya.. "


"Lagi pula.. aku hanya melihat kepolosan saat memperhatikan wajahnya.. "jawab Lin Dan ketus.. dan tentu saja hal itu membuat Chen Khu kembali tertawa.

__ADS_1


"Kolonel... pertama... lihat pelayan yang membawakan kita arak..sejak tadi dia terus menerus mengawasi kita.. " Chen Khu kembali berbisik dengan pandangan mengarah keluar melalui jendela.


"Jangan dilihat seperti itu.. nanti dia curiga.. kalau kedoknya ketahuan.." ucap Chen Khu kembali..tanpa mengalihkan pandangannya.


"Kedua.. lihatlah pengunjung restoran ini.. semuanya adalah pendekar.. dan sepertinya mereka satu kelompok.. karena sejak tadi mereka semua tidak saling berbicara meskipun duduk satu meja.. " Chen Khu melanjutkan kembali.


"Ketiga.. saat ini ada dua orang yang sedang memeriksa kamar kita.. tapi tenang saja karena mereka hanya akan menemukan bungkusan pakaian milikmu.. "


"Keempat.. arak ini sudah dibubuhi racun.. itu sebabnya aku melarangmu untuk meminumnya.. "ucap Chen Khu dengan nada serius.


Lin Dan kemudian memperhatikan sekelilingnya..dia tidak lagi mengindahkan peringatan dari Chen Khu untuk tidak menarik perhatian mereka.. dan saat matanya bertemu pandang dengan mata pelayan yang tadi mengantarkan arak.. raut wajah pelayan itu tiba - tiba berubah.. dan segera memanggil salah seorang pelayan lainnya.


Setelah membisikkan sesuatu di telingan pelayan yang dipanggilnya.. si pelayan tersebut lalu bergegas menutup pintu restoran.


"Hmm... sepertinya ucapan anda benar tuan Chen.. " guman Lin Dan lalu kembali melongok keluar jendela.


Malam semakin gelap karena awan mendung semakin tebal..tak satupun bintang yang menampakkan diri dan air hujan mulai turun yang perlahan menjadi deras.


"Sepertinya malam ini akan jadi malam yang berat untuk dilalui..dan saatnya kita juga memainkan sandiwara kita. " gumam Chen Khu lalu menenggak arak yang ada di cangkirnya.


Lin Dan berusaha mencegah.. namun arak sudah terlanjur masuk kedalam mulut Chen Khu.. dan tidak lama berselang.. tubuh Chen Khu menjadi kejang..


"Tuan Chen.. tuan Chen..!! " teriak Lin Dan berusaha menyadarkan Chen Khu.. Lin Dan yang semula duduk berhadapan dengan Chen Khu bergegas menghampiri dan untung saja dia belum terlambat sebelum tubuh Chen Khu terjatuh ke lantai.


Namun.. teriakan Lin Dan dijawab dengan suara tepuk tangan pelan dari balik pintu dan perlahan muncul seorang pria separuh baya yang didampingi oleh Yin Hua dengan senyum kemenangan.


"Kolonel.. Lin Dan...!! salah satu komandan pasukan angin biru..!! gumam pria tersebut.


"Siapa kalian..?!"


"Beraninya kalian melakukan hal ini pada saudara seperguruan kaisar..!! "


"Aku pastikan..kalian akan mendapatkan hukuman yang setimpal akibat perbuatan kalian ini..!! " teriak Lin Dan geram..


"Hahahaha.. hukuman katamu..??! dan itu saudara seperguruan kaisar Han..? ooh.. aku tidak menyangka kita akan mendapatkan tangkapan besar malam ini.. " ucap pria tadi diiringi gelak tawa semua pengunjung restoran.


"Itu adalah racun kalajengking neraka.. yang setiap tetasnya mampu membunuh seekor gajah.. " ujar pria tersebut melanjutkan.


Dan tanpa menunggu.. pria itu kemudian memberi aba - aba dengan anggukan kepalanya.. dan semua pengunjung restoran menarik pedang yang tersimpan dibawah meja mereka masing - masing..namun..


Mereka semua dikejutkan oleh Chen Khu yang tiba - tiba bangkit lalu memuntahkan minuman yang tadi di minumnya.


"Racun itu mampu membunuh seekor gajah ya..?? humm.. berarti aku masih lebih besar dari gajah.. " ujar Chen Khu sambil tertawa lalu memperhatikan tubuhnya sendiri.

__ADS_1


"tapi sayangnya... rupanya instingku masih sangat tajam.. dan kalian masih belum bisa mengelabui mataku.. " ujar Chen Khu sambil mengeluarkan dua buah pedang yang salah satunya diberikan pada Lin Dan.


"Kolonel.. saatnya mencoba pedang barumu..!! " ujar Chen Khu kembali sambil menghunuskan pedangnya disambut senyuman oleh Lin Dan yang juga ikut menghunuskan pedangnya.


Tapi tiba - tiba..


Pintu restoran terbuka.. dua orang yang menggunakan topi caping dan Hakama yang merupakan pakaian khas yang dikenakan oleh para samurai terlihat tergesa - gesa memasuki restoran.


"Ooh.. maaf.. sepertinya kami salah masuk restoran.. " ucap salah seorang dari mereka setelah melihat leadaan didalam restoran. keduanya lalu membalikkan badan berniat meninggalkan restoran tersebut.


"Hahaha.. maafkan kami tuan.. kalian sudah terlanjur melihat ini.. dan itu artinya kalian tidak boleh keluar hidup - hidup dari tempat ini.. " ucap pria yang berdiri di samping Yin Hua.. sedangkan dua pendekar lain yang ada dalam restoran tersebut kembali menutup pintu dan kali ini pintu restoran dikunci.


"Tidak boleh keluar hidup - hidup yaa..?"


" baiklah...!! kalau kalian memaksa.. " balas salah seorang pria yang baru masuk tadi lalu menoleh pada rekannya.. dan keduanya menghunuskan pedangnya bersamaan.


"Setidaknya.. kita mendapat teman malam ini kolonel.. " ujar Chen Khu memberi tanda pada Lin Dan agar bersiap untuk menyerang lebih dulu.


-----@@@-------


Pertama - tama...saya mengucapkan terimakasih dan mohon maaf yang sebesar - besarnya bagi pembaca setia novel pendekar pedang naga langit.. sebab lama menghilang dari dunia tulis menulis.


Yang kedua.. saya ingin menyampaikan bagi kawan - kawan pembaca yang kesal karena novel ini terlalu lama tidak update.. jadi.. disini saya akan menyampaikan alasannya.


Pertama.. INSPIRASI ATAU IMAJINASI PADA OTAK SAYA.. bisa muncul jika ada asupan sumber daya dari kopi dan rokok.


Kedua.. UNTUK MENULIS novel.. saya juga membutuhkan paket ada agar bisa membuka aplokasi noveltoon.


Ketiga.. Butuh ketenangan dan kerendahan hati dari penguasa bumi untuk bisa meminjamkan hape milik saya.


JADI.. jika dua hal pertama diatas tidak terpenuhi.. maka saya terpaksa harus mencari penghasilan lain untuk bisa menebus kedua sumber daya tadi serta untuk mendapatkan paket data.. dan jika hal itu terjadi.. maka saya pasti melupakan aplikasi noveltoon ini untuk sementara waktu.. karena saya juga harus memenuhi kebutuhan lain.. karena benefit yang saya dapatkan dari menulis novel ini harus menunggu berbulan - bulan agar bisa ditarik.


Dan melalui kesempatan ini saya ingin menyampaikan..


Bahwa.. meskipun terseok - seok.. saya akan tetap menyelesaikan novel ini sampai tamat.. dan jika ada komentar nyinyir karena saya jarang update..


Yaaah.. situ enak.. tinggal baca saja modal paket data... dan tidak pake mikir bagaimana untuk membuat cerita..


Lah.. saya...??


-----------------------


Mohon maaf dan mohon dimaklumi.

__ADS_1


__ADS_2