Pendekar Pedang Naga Langit

Pendekar Pedang Naga Langit
#177. Kepulangan Shun Zhi


__ADS_3

Tiga minggu setelah pernikahan Kaisar Shun Zhi dan Putri Xiao Xia.. rombongan pasukan besar yang berjumlah sekitar sepuluh ribu orang terlihat memasuki wilayah kekaisaran Han.. bukannya merasa was - was atau takut.. kehadiran rombongan prajurit itu disambut antusias oleh penduduk kekaisaran Han karena prajurit - prajurit itu mengibarkan panji kebesaran kekaisaran Ming.


Sepuluh ribu orang prajurit yang dipimpin langsung oleh Jendral Chou memang bertugas menjemput kaisar Shun Zhi kembali ke kekaisaran Ming.


Setelah beristirahat selama beberapa hari.. kaisar Shun Zhi beserta seluruh pasukannya kembali ke kekaisaran Ming.. untuk memastikan keselamatan putri dan menantunya.. kaisar Xiao Yan juga menugaskan dua ribu orang prajurit dari pasukan elang biru yang dipimpin oleh Lin Dan mengantar sampai ke perbatasan.


***


"Sekarang sudah sepi.. saatnya kita bahas rencananya..! "


"Jendral Guan.. tolong ambilkan petanya.. !" ucap Xiao Yan saat dirinya bersama jendral Guan dan Chen Khu kembali bertemu di ruang rahasia.


Setelah Guan Yu membentangkan peta kekaisaran Han diatas meja.. Xiao Yan mulai menjelaskan pada Chen Khu tentang lokasi - lokasi yang dilaporkan pernah terjadi penyerangan oleh kelompok pembunuh iblis.


Jendral Guan juga sesekali menambahkan apa yang dikatakan oleh kaisarnya sedangkan Chen Khu mengangguk - anggukan kepalanya atau sesekali menunjuk titik - titik pada peta jika ada yang tidak dimengertinya.


Jendral Guan juga menjelaskan kepada Chen Khi jika dari informasi yang mereka dapatkan dari mata - mata yang sudah disebarkan.. ada beberapa pergerakan aneh dari sekte - sekte yang ada di wilayah kekaisaran Han dalam kurun waktu beberapa minggu belakangan ini.


Chen Khu mengamati dengan seksama peta yang serta lokasi - lokasi yang ditunjukkan oleh jendral Guan, namun pengalamannya yang minim dalam strategi kemiliteran membuatnya hanya menjadi pendengar setia sambil menunggu tugas yang akan dibebankan padanya.


"Baiklah saudara Chen.. aku minta kamu mengawasi wilayah ini.. ini.. dan ini.. "ucap Xiao Yan sambil membuat lingkaran pada peta dengan menggunakan jarinya.


"Untuk wilayah lainnya akan kami bicarakan bersama petinggi - petinggi militer yang lain.. " ujar Xiao Yan melanjutkan.


"Baik yang mulia..! " jawab Chen Khu setuju.. meskipun daerah yang menjadi tugasnya tergolong daerah yang paling jauh dari ibukota tapi Chen Khu tetap menerimanya.. tentu saja.. kaisar Xiao Yan sengaja memberikan lokasi yang jauh pada Chen Khu mengingat..dengan kemampuan yang dimiliki oleh saudara seperguruannya itu tentu saja.. Chen Khu tidak akan kesulitan menjangkau ketiga wilayah tersebut.


"Lalu kapan saya memulainya yang mulia..? " tanya Chen Khu kemudian.

__ADS_1


"Besok..!! "


"Lin Dan beserta pasukan elang biru akan sampai besok pagi dari perbatasan.. dia yang akan menemanimu mengawasi ketiga wilayah itu.. " jawab Xiao Yan


"Lin Dan..?! " balas Chen Khu sambil menoleh pada jendral Guan.


"Iya.. Lin Dan.. dia salah seorang komandan terbaik kami yang juga ikut menjemput yang mulia kaisar Shun Zhi sewaktu akan berangkat ke sini.. " jawab Guan Yu seolah mengerti maksud dari Chen Khu.


" Usianya memang terbilang masih sangat muda untuk ukuran pendekar, tapi bakat serta kemampuan beladirinya adalah salah satu yang terbaik di kekaisaran ini.. aku rasa dia tidak akan terlalu membebanimu nanti.. " ujar Xiao Yan menimpali.


"Aku sudah pernah melihat kemampuan bertarungnya sebelumnya.. dan jika mendapatkan guru serta dukungan sumber daya yang tepat, aku yakin dia akan menjadi pendekar hebat nantinya.. " balas Chen Khu.


***


Malam mulai menanjak.. rasa was - was masih menghinggapi perasaan Xiao Yan akan keselamat putri serta menantunya.


"Agar pikiran yang mulia lebih tenang.. bagaimana kalau kita melihat langsung keadaan mereka saat ini.. ?!" ujar Chen Khu tiba - tiba sambil tersenyum pada Xiao Yan.


"Tapi... besook..??... " Xiao Yan belum menyelesaikan ucapannya saat saat telapak tangan Chen Khu sudah menggenggam kerah belakang jubah yang dikenakannya bersamaan dengan kerah pakaian yang dikenakan oleh Guan Yu...lalu dengan seketika membumbung tinggi di udara.


"Kami masih bisa mengawali perjalanan dengan berkuda untuk menghemat energi dan tidak menarik perhatian banyak orang.. " ucap Chen Khu sambil terkekeh melihat posisi Xiao Yan dan Guan Yu bagai dua ekor anak kucing yang hanya bisa pasrah kemana akan dibawa.


" perbaiki posisi kalian karena setelah ini.. anginnya akan lebih kencang.. " ujar Chen Khu melanjutkan lalu merubah posisi tubuhnya menukik kedepan diikuti oleh kedua saudara seperguruannya itu.


Lalu dengan secepat kilat.. Chen Khu melesat kedepan ke arah yang ditempuh oleh rombongan kaisar Shun Zhi.


Dalam perjalanan mereka malam itu.. ketiganya bisa melihat dua lokasi perkemahan.. yang mana lokasi pertama yang mereka lihat adalah perkemahan pasukan elang biru yang sudah kembali dari perbatasan..sedangkan lokasi kedua adalah perkemahan rombongan kaisar Shun Zhi yang sudah berada dalam wilayah kekaisaran Ming yang semula merupakan wilayah kekaisaran Qing.

__ADS_1


Terlihat beberapa kelompok prajurit yang sedang berjaga duduk didepan api unggun untuk menghangatkan badan sedangkan di tenda utama yang palin megah tampak puluhan prajurit bersenjata lengkap dengan sikap waspada tampak berjaga.


"Sepertinya semua baik - baik saja.. mungkin saya hanya terlalu khawatir.. " ucap Xiao Yan dari ketinggian saat Chen Khu berhenti tepat diatas tenda utama dan sejenak melihat sekelilingnya.


"Kita akan turun sebentar atau bagaiman yang mulia..? " ucap Chen Khu pelan.


"Kita pulang saja.. kekhawatiranku terlalu berlebihan.. sampai aku lupa jika misi kita selanjutnya lebih penting demi keselamatan penduduk kekaisaran Han.. " balas Xiao Yan.


Tanpa menunggu perintah lanjutan.. Chen Khu langsung berbalik badan dan kembali melesat cepat menuju istana kaisar Han dan turun kembali di taman istana tanpa diketahui oleh seorangpun prajurit yang sedang berjaga.


"Saudara Chen.. bagaimana kamu melakukan hal itu.. ?" ucap Guan Yu terbata - bata berusaha menormalkan kembali pernafasannya yang sempat sesak kerana kecepatan terbang Chen Khu.


"Mudah saja.. yang terpenting.. jendral harus memiliki tenaga dalam yang sangat besar untuk membuat tubuh anda melayang di udara.. "


"Seperti halnya ilmu meringankan tubuh yang membuat kita mampu melompat lebih jauh berkali - kali lipat dibandingkan dengan lompatan tanpa menggunakan ilmu meringankan tubuh.. "


"Hanya saja dalam ilmu meringankan tubuh kita hanya menggunakan tenaga dalam lebih sedikit karena tenaga dalam akan di keluarkan lagi saat kaki kita menemukan pijakan berikutnya.. " Chen Khu memberi penjelasan pada kedua saudara seperguruannya itu.


"Hmm.. mudah yaa..??! "


"memiliki tingkat tenaga dalam dengan jumlah yang sangat besar kamu bilang mudah saudara Chen..? " balas Guan Yu hampir tidak percaya.


"Iyaa.. tentu saja.. "


"Aku bahkan bisa melakukannya saat usiaku belum mencapai tujuh belas tahun.. " balas Chen Khu tersenyum simpul.


"Apa..!! " teriak Xiao Yan dan Guan Yu bersamaan hingga mengejutkan puluhan prajurit yang sedang berjaga dan segera berlari menuju sumber suara namun mereka langsung berlutut memberi hormat saat melihat pemilik dari suara tersebut adalah orang yang paling dihormati di kekaisaran Han.

__ADS_1


__ADS_2