
Chen Khu dengan cepat menuju ke tempat maha guru Wing Chun bertarung, dan alangkah terkejutnya Chen Khu ketika mendapati maha guru Wing Chun sudah duduk dan bertumpu pada kedua lututnya.. sesekali tampak Wing Chun mengusap darah yang keluar dari sudut bibirnya.. dan seorang pria sepuh berpakaian serba putih telah menempelkan ujung tongkat giok tepat di jantung Wing Chun.
"Hahahaha... Ternyata kemampuanmu masih belum mampu untuk menandingiku.. " ujar Wong Fei
"Cuiih... hanya karena pusaka milik guruku makanya kamu bisa unggul pengkhianat.. " jawab Wing Chun sambil membuang ludah bercampur darah dan seperti tidak perduli jika nyawanya akan melayang cukup dengan satu gerakan saja dari Wong Fei.
"Hahaha.. itulah yang membedakan kita.. kamu terlalu naif menjalani hidup.. kakak.. " ujar Wong Fei kembali dengan nada mengejek Wing Chun dengan panggilan kakak.. karena saat masih berada di Kuil Dewa Api.. Wing Chun adalah kakak seperguruan Wong Fei.
"Kamu dengar sendiri.. pasukan kakaisaran Qing sudah kalah.. berati tidak ada gunanya kamu mengalahkanku.. Hahaha.. " ucap Wing Chun sambil tertawa.
"Sejak bertemu denganmu.. kemenangan pasukan Qing bukan lagi menjadi alasanku berada di sini.. tapi membunuhmu kemudian menjadi alasanku.. " jawab Wong Fei..
"Dasar pecundang... bagaimana dengan satu juta koin emas yang sudah kamu ambil..? " tanya Wing Chun.
"Hahaha... itulah mengapa kami selalu meminta bayaran di awal.. karena kami menjaga hal seperti ini terjadi.. " jawab Wong Fei.
"Kamu betul - betul tidak pernah berubah.. Cuih.. !! guru pasti sedih melihatmu dari sana.. " ujar Wing Chun dengan nada geram.
"Hahaha... kamu akan segera mengetahui guru sedih atau tidak karena kamu akan menyusulnya ke sana.. " jawab Wong Fei dan mulai mengalirkan tenaga dalamnya pada tongkat giok yang digunakannya.. Wong Fei sudah akan mengakhiri hidup Wing Chun dengan menembakkan energi dari ujung tongkat giok...
tapi...
"PEDANG PEMBELAH BADAI..!! "
__ADS_1
Jurus pedang pembelah badai biasanya digunakan Chen Khu untuk menyerang lawan dengan melepaskan gelombang energi secara horisontal.. tapi melihat posisi maha guru Wing Chun dan lawannya yang saling berhadapan dan terpisah lebih dari satu meter.
Jurus pedang pembelah badai digunakan dengan menyus tanah.. dan tanah yang terkena gelombang energi yang dilepaskan oleh pedang halilintar menjadi terbelah selebar kurang lebih lima puluh centimeter.. Chen Khu yang baru kali ini menggunakan jurus tersebut dengan cara vertikal sedikit terkejut melihat kehebatan jurus itu karena mampu membelah tanah..
Wong Fei melompat jauh kebelakang menghindaru efek serangan yang diberikan oleh Chen Khu dan belum sempat menembakkan energi dari ujung tongkatnya pada Wing Chun yang juga terlempar jauh ke belakang karena terkena hempasan angin yang dihasilkan oleh jurus yang digunakan oleh Chen Khu.
Wong Fei yang terkejut akibat serangan yang datang secara tiba - tiba itu menoleh pada sumber serangan dan mendapati Chen Khu sudah bersama Wing Chun.
"Maha guru.. makanlah ini.. buah ini akan membantu memulihkan luka dalam yang maha guru alami " ujar Chen Khu sambil menyerahkan sebuah cery berwarna keemasan pada Wing Chun.
Belum usai rasa terkejut Wing Chun akibat dahsyatnya serangan yang baru saja datang, kali ini dikejutkan lagi dengan seorang pemuda yang sudah berdiri di hadapannya dan memberikan sebuah cery yang merupakan sumber daya berharga yang saat ini sudah sangat susah untuk didapatkan dan Wing Chun yang sudah berusia lebih dari seratus tahun itupun baru sekali memakan buah cery emas itu yang merupakan pemberian dari gurunya saat masih berusia sepuluh tahun.
***
Pertarungan antara Wing Chun dan Wong Fei semula berjalan seimbang.. tapi semakin lama.. semakin terlihat jika Wong Fei mulai mengungguli Wing Chun yang merupakan pendekar tangan kosong.
Dan setelah bertukar ribuan jurus.. Wong Fei mulai mendapatkan celah pada pertahanan Wing Chun. Sesekali serangan tapak dan luka gores mendarat pada tubuh Wing Chun..tapi berkat tingkat tenaga dalam yang cukup tinggi yang hampir mencapai enam ribu tingkat.. dengan cepat dia bisa memulihkan luka - luka yang didapatkannya meskipun Wong Fei hampir tidak memberinya waktu bahkan untuk menormalkan nafasnya.
Wing Chun menggunakan energi pelindung yang ada pada tasbih besar yang selalu digunakannya.. tasbih besar itu mampu membuat lapisan pelindung selama hampir satu menit dan bahkan tongkat giok yang digunakan oleh Wong Fei tidak mampu menembus lapisan pelindung itu.. hanya saja.. lapisan pelindung yang digunakan oleh Wing Chun tidak bisa digunakan secara terus menerus.. disamping sangat banyak menyerap tenaga dalam pemiliknya.. lapisan pelindung tersebut akan terus melemah seiring menurunnya tingkat tenaga dalam penggunanya...sehingga Wing Chun hanya menggunakan bantuan lapisan pelindung itu sebagai tameng saat dirinya memulihkan luka dalam atau menghentinkan pendarahan dari luka gores yang didapatkannya.
"TAPAK DEWA API..!! "
Pertarungan mereka mencapai puncaknya.. ketika keduanya menggunakan jurus yang sama.. yaitu jurus tapak dewa api..
__ADS_1
Kedua tapak bertemu dan menghasilkan ledakan besar yang sangat dahsyat.. Wing Chun terlempar puluhan meter ke belakang dengan darah keluar dari mulutnya..
Sedangkan Wong Fei hanya mundur beberapa langkah saja berkat tongkat giok yang ada pada sebalah tangannya.. Tongkat Giok yang ada do tangan Wong Fei ikut memberikan suntikan energi pada Wong Fei saat tapak mereka bertemu.. Pusaka yang digunakannya itu selain bisa melipat gandakan energi yang dilepaskan oleh pemiliknya.. dapat juga memberikan tambahan energi jika tidak sedang digunakan.
Itulah mengapa meskipun Wing Chun juga mampu mendaratkan beberapa tapak pada tubuh Wong Fei.. tapi Wong Fei hampir seperti tidak merasakan apa - apa, berkat bantuan dari pusaka yang ada di tangannya.
Wong Fei.. yang hanya termundur beberapa langkah itu langsung bergerak maju ke arah Wing Chun yang masih dalam posisi terlempar.. dan baru saja Wing Chun mampu memperbaiki posisinya dan mulai bertahan pada kedua lututnya.. Wong Fei sudah ada dihadapannya dan menempelkan ujung tongkat giok yang digunakannya tepat pada dadanya sebelah kiri.
Wing Chun yang menggunakan banyak tenaga dalam saat beradu tapak dengan Wong Fei tadi belum sempat menggunakan pelindungnya untuk memulihkan luka dalam yang baru saja didapatkannya, karena Tongkat Wong Fei sudah mengarah tepat pada jantungnya.
***
"Heii anak Anak ingusan...kamu siapa..?? beraninya kamu ikut capur dalam pertarunganku..?? "ujar Wong Fei marah...tapi chen Khu hanya tersenyum mendengarnya.
"Biar aku saja yang mengahadapinya maha guru.. " ujar Chen Khu pada Wing Chun yang baru saja memakan buah pemberian Chen Khu..
"Kamu siapa anak muda..?? dan dari mana kamu mendapatkan buah seperti ini..?? " tanya Wing Chun.
"Ceritanya panjang maha guru..tapi untuk saat ini maha guru cukup tau kalau namaku.. Chen Khu dari sekte Kuda Terbang.. " jawab Chen Khu yang sudah memasang kuda - kuda bersiap untuk bertarung dengan Wong Fei.
Wing Chun semakin kebingungan mendengar nama sekte Kuda Terbang.. sebab sepengetahuannya.. sekte itu hanyalah sekte menengah yang bahkan ketuanya pun Bao Yu tidak memiliki kekuatan seperti yang dia rasakan pada pemuda yang ada dihadapannya.. Tapi untuk sementara waktu dia berusaha menahan rasa penasarannya setelah merasakan ada aliran energi merasuki seluruh tubuhnya setelah menelan buah pemberian Chen Khu.. Wing Chun kemudian duduk bersila dan mencoba memulihkan luka dalam yang dialaminya.. dalam hati dia berharap agar pemuda yang baru saja menolongnya itu bisa bertahan cukup lama menghadapi Wong Fei sampai dia memulihkan semua tenaga dalamnya dengan bantuan buah cery emas.
------@@
__ADS_1
**MOHON MAAF JIKA BEBERAPA HARI TIDAK ADA UP SAMA SEKALI.. SEBAB KENDALA TEKNIS YANG SAYA HADAPI.. TELKOMSEL SEBAGAI SALAH SATU PENYEDIA JARINGAN SELULER DI DAERAH KAMI.. DALAM BEBERAPA HARI INI MENDAPAT KENDALA.. ENTAH APA KENDALANYA SAYA JUGA TIDAK TAU.. HANYA SAJA.. JANGANKAN JARINGAN INTERNET.. SIGNAL SAJA TIDAK STABIL BAHKAN PERNAH HILANG SAMA SEKALI SELAMA DUA HARI.. DAN BARU HARI INI JARINGAN MULAI STABIL.. SEHINGGA SAYA BISA MEMBUKA APLIKASI INI KEMBALI...
MOHON KIRANYA DIMAKLUMI.. DAN JANGAN LUPA JAGA DIRI DAN KELUARGA DARI COVID 19**..